3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

Terkadang banyak orang yang merasa dilema saat harus menikahi seorang menjadi janda atau duda karena perceraian. Meskipun cinta tidak memandang siapa dia? Dari mana asalnya? Apa latar belakangnya? Namun untuk mengambil langkah besar khususnya dalam membangun kehidupan pernikahan tentu perlu pertimbangan kuat. Bagi seseorang yang menikah namun tak memiliki anak mungkin perceraian akan menjadi hal yang normal. Namun berbeda jika pasangan anda adalah seseorang yang telah memiliki anak dan bercerai tentu masalah akan jauh lebih rumit.

Terlepas dari nasib pernikahan yang sebelumnya, seorang psikolog klinis bernama Joseph Cilona Psy.D. dari Manhattan mengungkapkan jika perceraian ternyata dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalani hubungan asmara yang baru. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk segera menikahinya ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan jika perlu anda bisa bertanya pada pasangan anda mengenai hal berikut ini :

1.      Pastikan status perceraiannya telah sah

Perceraian dapat dikatakan sah secara hukum Negara jika pasangan memiliki bukti fisik yakni akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan agama. Point ini sangat penting bagi hubungan anda jika ingin melanjutkan ke pernikahan. Keabsahan dokumen secara fisik dapat membantu anda dan pasangan terhindar dari kejadian buruk yang mungkin saja terjadi di kemudian hari terkait masa lalu pasangan.

2.      Tanyakan berapa lama pasangan telah bercerai dan bagaimana perasaannya terkait hal itu

Tidak ada pasangan yang menginginkan perceraian. Meskipun perceraian adalah hal yang diinginkan oleh kedua belah pihak namun tetap saja akan menimbulkan luka bagi dirinya bahkan sang buah hati. Melewati masa-masa duka setelah perpisahan bukanlah hal yang mudah, kebanyakan orang yang hidup dan pernah mengalami kasus perceraian pasti merasa bersalah.

Ketika anda dan pasangan memutuskan untuk menikah, anda perlu mencari tahu berapa lama pasangan sudah resmi bercerai dan bagaimana perasaannya mengenai perceraian tersebut. apakah ia masih menyimpan duka atau sudah benar-benar pulih dan siap memulai hubungan yang baru? Anda harus memastikan jika pasangan yang anda nikahi siap untuk berkomitmen atas segala hal yang dihadapi nanti. Bukan karena anda dianggap sebagai pelariannya dari kesendiriannya saja.

Jika dia membicara mantan pasangannya dengan nada tinggi dan penuh kemarahan, hal itu menandakan jika ia masih terjebak dalam emosi masa lalu atau memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya.

3.      Tanyakan apakah ada batasan yang dibuat antara dia dengan mantan pasangannya dulu

Anda perlu mengetahui batasan apa yang terjalin antara dia dan mantan pasangnnya, hal ini sangat dibutuhkan meningat sejauh mana batasan dan camput tangan mantan pasangannya terhadap dia. Apalagi jika anda menikah itu berarti apapun urusan pasangan menjadi urusan berdua.

Misalnya saat pasangan telah memiliki anak,tentu kontak antara pasangan anda dan mantan pasangnnya dulu masih terjalin walau hanya membicarakan anak. anda perlu meminta kejelasan dan keterbukaan dalam masalah ini. sebagai calon pasangan yang sah, anda juga berhak untuk menetapkan batasan yang sehat pada pasangan dan mantan suami atau istrinya. Hal ini diperlukan agar hubungan anda berdua terjaga dari orang lain dan mantan pasangan tidak mengusik kehidupan pribadi kalian. Batasan adalah cara untuk mencegah segala kemungkinan buruk yang akan anda hadapi di kemudian hari.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *