3 Tahapan Yang Harus Dilakukan Kedua Pasangan Saat Konseling Perceraian

3 Tahapan Yang Harus Dilakukan Kedua Pasangan Saat Konseling Perceraian

3 Tahapan Yang Harus Dilakukan Kedua Pasangan Saat Konseling Perceraian3 Tahapan Yang Harus Dilakukan Kedua Pasangan Saat Konseling Perceraian

Banyak orang yang menginginkan pernikahannya akan abadi. Dapat hidup bersama melalui suka dan duka hingga menua bersama, adalah harapan setiap pasangan ketika kedua saksi menyatakan “SAH!” oleh para saksi. Namun perlu kita ketahui jika pernikahan adalah babak baru bagi seseorang, apakah menjalani kehidupan pernikahan adalah hal yang mudah? Tidak juga.

Konflik yang sering muncul dalam pernikahan

Kehidupan pernikahan mungkin akan jauh dari apa yang anda pikirkan. Pesangan akan sering menghadapi konflik yang muncul, konflik yang terjadi bisa disebabkan oleh banyak hal diantaranya :

  • Komunikasi yang tidak sehat antara kedua pasangan
  • Kurangnya pemahaman pasangan mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing
  • Kurangnya hubungan seks dan keintiman yang terjalin
  • Faktor orang ketiga
  • Faktor keuangan
  • Sering mengalami perdebatan
  • Perubahan pada anak

Kehidupan pernikahan yang rumit terkadang menjadi sumber inspirasi seseorang untuk menjadikannya sebuah karya yang bertujuan untuk mengedukasi setiap orang yang menonton. Salah satu film Indonesia yang mengangkat tema isu pernikahan adalah Talak 3 (tahun 2016). Film ini dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Laudya Chintya Bella. Film ini menganggkat cerita tentang Bagas (Vino) yang menjatuhkan talak 3 terhadap Risa (Bella) karena insiden perselingkuhan. Karena harta gono gini yang terjadi membuat mereka bekerjasama untuk tetap hidup bersama. Namun yang terjadi lamban laun cinta muncul kembali diantara keduanya, padahal talak 3 telah dijatuhkan.

Meskipun film ini bergenre komedi, namun ada pesan yang bisa diambil. Menjalin hubungan pernikahan memang tidak mudah apalagi jika salah satu pihak mengambil keputusan untuk berpisah. Bisa jadi keputusan tersebut adalah hal yang akan disesali di kemudian hari.

Saat ini sangat mudah bagi seseorang untuk menjatuhkan talak atau mengugat perceraian ke pengadilan agama. Sebenarnya banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum pasangan memutuskan untuk bercerai. Pertimbangan seperti kesiapan emosional, psikologi dan fisik seseorang, selain itu paska perceraian kedua pasangan akan mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Dampak perceraian bukan hanya dialami oleh kedua pasangan namun juga anak dan keluarga besar. Perceraian orangtua terkadang memberikan perasaan trauma bagi anak.

Konseling perceraian

Untuk mencegah dampak negatif yang muncul setelah perceraian. Maka disarankan kedua pasangan untuk melakukan konseling, meskipun terdengar asing konseling perceraian akan membantu kedua pasangan untuk menghadapi situasi setelah bercerai.

Tahapan dalam konseling perceraian

Dalam proses konseling kedua pasangan akan melalui beberapa tahapan diantaranya :

1.      Konseling individu

Konfik yang terjadi sebenarnya bukan berasal dari pernikahan yang dibangun. Terkadang masalah yang muncul dalam hubungan pernikahan berasal dari masing-masing individu yang tak memiliki kemampuan untuk mengontrol emosinya. Oleh karena itu ada baiknya jika kedua belah pihak berpikir kembali sebelum memutuskan untuk bercerai.

2.      Konseling pasangan

Konseling pasangan adalah cara yang cukup efektif bagi kedua pasangan untuk berbicara dari hati ke hati. Salah satu permasalahan dalam rumah tangga adalah komunikasi yang buruk, dengan konseling ini maka pasangan akan mendapatkan solusi dan bisa jadi perceraian bisa dicegah.

3.      Mediasi

Proses ini melibatkan pihak ketiga, sebagai pihak yang netral. Lebih baik pada tahapan ini pasangan meminta bantuan dari tenaga professional.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *