4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

 4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

Saat ini publik sedang digemparkan dengan berbagai berita perceraian yang terjadi pada tokoh publik. Mulai dari kalangan entertaint seperti artis, penyanyi, dan pelaku seni lainnya. Percerian bukan hanya dari pasangan yang bekerja dalam dunia entertaint, tokoh politik pun juga bisa terancam bercerai dengan pasangannya.

Siapa yang tak mengenal mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tokoh yang dikenal public sebagai gubernur yang bijak dan tegas ini menjadi sorotan bukan karena kepemimpinannya saja. namun kasus perceraiannya dengan sang istri beberapa bulan yang lalu. Perceraian dalam pernikahan memang tidak diinginkan setiap pasangan.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebeum kedua pasangan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Oleh karena itu berikut ini merupakan 4 hal penting yang harus anda pertimbangkan bersama pasangan.

1.      Anak

Bagi orang tua anak adalah segalanya, banyak orang tua yang mengusahakan apapun demi kebahagiaan sang buah hati tercinta. Terkadang beberapa pasangan rela mempertahankan hubungannya demi melihat kebahagiaan sang anak. Semua orang sudah mengetahui jika anak mengalami gangguan psikologis setelah melihat kedua orangtuanya bercerai. Karena itu banyak pasangan yang mengorbankan perasaan mereka demia tumbuh kembang anak mereka.

Selain hal itu terkadang paska perceraian banyak pasangan yang merebutkan hak asuh anak, salah satu ketakutan yang dialami oleh orang tua setelah bercerai adalah tak dapat melihat anak mereka kembali.

2.      Terlalu menyayangi saudara ipar dan mertua

Banyak orang yang rela mempertahankan hubungan pernikahan mereka karena sudah terlanjur sayang dengan keluarga pasangan. perasaan yang terjalin dengan saudara ipar atau mertua menimbulkan ketakutan pada diri seseorang. Seseorang takut jika tidak dapat melihat atau menghubungi mereka paska bercerai dari pasangan.  sehingga mereka rela bertahan dalam hubungan pernikahan yang tidak sehat.

3.      Keuangan

Jika sepasang suami istri memutuskan untuk berpisah maka mereka harus siap untuk mandiri. Seseorang tidak lagi bertanggung jawab atas segala kebutuhan pasangan. terkadang hal tersebut membuat seseorang enggan untuk berpisah, karena takut jika mereka tak mampu membiayai hidupnya sendiri dan anak-anak. Apalagi semakin hari keperluan semakin mahal dan banyak.

Dan pada akhirnya tak sedikit pasangan yang tidak mau bercerai dan masih tinggal satu atap dengan status menikah yang melepat. Padahal keduanya telah lama tidak menjali hubungan. Hal itu dilakukan demi keuntungan pribadi yang didapatkan melalui pernikahan, selain cinta dari pasangan.

4.      Kehancuran emosional

Perceraian dapat menghancurkan emosional seseorang. Perceraian memaksa anda untuk membunuh harapan-harapan saat pertama kali menikah. Perceraian juga memisahkan kita dengan seseorang yang sangat anda cintai dan percayai selama ini. rasa sakit akibat perpisahan memang sulit untuk disembuhkan. Semakin seseorang menyangkal sakit hatinya, rasa sakit akan semakin dalam terasa. Perceraian adalah kematian untuk cinta dan harapan anda terhadap pasangan.

Untuk mencegah perceraian ada baiknya anda sadar akan pentingnya konsultasi, perceraian memang tak kenal siapa? Namun masih ada cara untuk mengantisipasi itu terjadi dalam rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli. Karena dengan strategi penyelesain yang baik maka memperkecil potensi perceraian terjadi antara anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *