4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan komunikasi adalah salah satu landasan untuk membangun keluarga yang bahagia dan bertahan lama. Namun sangat disayangkan masih banyak pasangan yang cenderung membangun komunikasi yang buruk. Pola komunikasi yang kurang baik dapat terlihat saat kedua pasangan saling beradu argument. Meskipun diskusi adalah salah satu cara agar pasangan saling memahami, namun jika setiap diskusi berakhir pada percecokan atau menyakiti salah satu pihak tentu itu bukan lagi komunikasi yang sehat.

Sebagian orang berperilaku atau mengucapkan kata yang diluar kendali mereka sehingga sangat memungkinkan munculnya sebuah konflik yang baru. Tentu jika dibiarkan maka bisa jadi hubungan akan semakin merenggang dan kedua pasangan akan merasa tertekan bahkan mengalami stress.

Untuk itu ada baiknya anda menyimak pembahasan di bawah ini mengenai 5 sikap yang memicu pertengkaran dalam pernikahan.

1.      Membela diri

Setiap orang pasti memiliki ego, terkadang ego akan sulit dikendalikan seseorang saat bertengkar dengan lawan bicaranya. Kebanyakan pasangan yang sedang bertengkar justru membela diri mereka dan tidak mau mengakui kesalahannya. Hal ini biasanya dikarena kedua pasangan memiliki gengsi yang tinggi, tidak mau disalahkan, dan menolak kenyataan jika merekalah penyebab masalah ini.

Anda mungkin akan kekekg dengan argumen anda, namun lama kelamaan pasangan akan pelahan mundur dari pembicaraan dan kewalahan dengan status pernikahan ini. membela diri saat anda terbukti bersalah tidak akan memperbaiki segalanya. Lebih baik anda mengakui jika memang anda yang salah. Belajarlah untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat.

2.      Selalu merasa diri yang paling benar

Hanya karena pasangan memiliki cara pandang dengan anda bukan berari hal tersebut salah. Anda tidak boleh memaksa pasangan untuk sependapat dengan anda atau melihat sesuatu dengan cara yang sama dengan anda. Jangan buat perbedaan cara pandang yang terjadi antara anda dan pasangan menjadi sebuah masalah.

Daripada merasa diri paling benar, lebih baik anda mencari titik tengah. Jangan karena ingin dianggap benar oleh pasangan membuat anda menghiraukan pendapat pasangan ataupun menyepelekan saran yang ia berikan.

Ingatlah ketika anda menikah maka segala hal yang akan dilakukan adalah hasil keputusan bersama. Sehingga apapun yang terjadi dalam pernikahan baik itu kebahagiaan, kepentingan, kepuasan sekalipun adalah hal yang diinginkan kedua pasangan.

3.      Mengungkit kesalahan pasangan

Dalam sebuah pertengkaran terkadang setiap orang tak sengaja “keceplosan” mengatakan kalimat “kamu itu selalu…” “kamu juga tida pernah” dan kalimat lainnya yang terkesan mengungit kesalahan yang dilakukan pasangan. sebenarnya tujuan seseorang hanya untuk menggeneralisasi keadaan, padahal faktanya malah sebaliknya.

Jika anda mengatakan kalimat diatas maka bisa saja pasangan merasa tidak pernah dihargai. Rasanya semua hal besar yang telah dilakukan tidak lagi bernilai hanya karena kesalahan kecil yang dilakukannya.

4.      Menolak untuk berdiskusi

Ketika pasangan mengajak anda untuk berdiskusi masalah apapun, namun anda cenderung menolak atau hal itu malah sebaliknya. Tentu sikap seperti tidak akan menyelesaikan masalah dihadapi.

Masalah tentu akan selesai jika kedua pasangan hal tersebut dibicarakan keduanya. Namun jika anda bersikeras menolak adanya diskusi maka hubungan pernikahan anda tak akan membaik. Jika anda mengira masalah akan selesai begitu saja tanpa ada pembicaraan maka itu adalah hal yang keliru.

Mengingat pentingnya komunikasi anda baiknya anda meminta pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Anda bisa berkonsultasi dengan orang terdekat, namun akan lebih baik jika anda memutuskan berkonsultasi dengan seorang konselor pernikahan. Hasil yang anda terima akan lebih maksimal dan masalah komunikasi anda akan teratasi dengan baik

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *