5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

Pernikahan adalah mimpi setiap pasangan, apalagi jika selama masa pernikahan perlaku pasangan selalu penuh perhatian dan romantis. Tentu hubungan pernikahan akan bahagia dan bertahan lama. Namun bagaimana jika pernikahan hanya diwarnai kekerasan, baik verbal maupun fisik?

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga

Saat ini sudah banyak yang beredar di masyarakat mengenai kekerasan rumah tangga, baik dilakukan oleh masyarakat biasa maupun tokoh publik. Saat ini korban kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya wanita saja namun juga melibatkan anak. Namun meskipun telah menjadi korban kekerasan tak jarang masih banyak pihak yang menyalahkan korban.

Kekerasan dalam pernikahan bukan hanya berkaitan fisik saja, namun juga lisan dan seksual. Seseorang yang kasar biasanya memengaruhi dan mengendalikan pikiran pasangannya. Sehingga sulit bagi korban untuk melepaskan diri. pelaku KDRT biasanya bertindak manipulative, karas dan khawatir jika tidak menyakiti pasangannya.

Kekerasan yang dilakukan awalnya masih berupa ancaman, namun lama kelamaan beralih pada kekerasan fisik. Biasanya banyak perempuan yang masih bertahan karena rasa cinta mereka yang besar. Namun tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan. Disisi lain korban ingin melepaskan diri namun di sisi lain keselamatan mereka atau anak menjadi terancam. Memang perlu berhati-hati untuk mengatasi masalah ini.

5 cara untuk mengatasi kekerasan dalam pernikahan

Untuk itu berikut ini adalah cara tepat agar anda dapat menghadapi kekerasan yang dilakukan pasangan, berikut penjelasannya :

1.      Memahami jika anda adalah korban kekerasan

Langkah pertama yang harus adalah memahami jika anda sebenarnya korban kekerasan. Keinginan untuk bertindak sesuatu terhadap seseorang yang dicintai terkadang memang sulit untuk sebagian orang. Selain rasa takut akan kehilangan cinta dari pasangan adalah menjadi penyebab kenapa anda terus diam. Akan tetapi sadarilah jika tak seharusnya cinta seperti itu, cinta yang tulus tak akan melukai orang yang disayanginya.

2.      Susun rencana untuk meninggalkannya

Jangan biarkan pasangan tahu jika anda akan pergi meninggalkannya, karena bisa saja dia akan menggunakan kekerasan untuk mencegah anda. Cara terbaik untuk meninggalkan pasangan yang kasar dari melarikan diri, rencanakan sebaik mungkin agar anda tidak ketahuan. Siapkan uang dan dokumen penting untuk anda bawa.

3.      Hindari komunikasi aktif dengan pasangan

Rencana melarikan diri anda akan berhasil jika anda jarang menjalin komunikasi dengan pasangan. saat ia mulai menyadari perubahan perilaku anda, maka anda harus mengubah perlaku lagi. Beritahu kondisi anda yang sebenarnya kepada orang yang anda percayai, keluarga, sahatan dan teman dekat karena mungkin bisa saja membantu anda melarikan diri.

4.      Bergabung dengan pusat pemberdayaan hak perempuan

Terkadang bergabung dengan kelompok yang bernasib serupa akan membantu anda menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain anda dapat berbagi cerita, anda akan memiliki wawasan dan informasi bagaimana menghadapi KDRT

5.      Berkonsultasi dengan tenaga professional

Kekerasan yang anda alami dapat berpotensi terjadinya gangguan psikologis seperti PTSD, depresi, kecemasan dan lain sebagainya. Jika sudah demikian sulit bagi anda menemukan jalan keluar dari masalah KDRT ini. untuk itu jangan ragu untuk menemui seorang konselor pernikahan untuk melakukan konsultasi. Mereka bukan hanya membantu anda untuk mengembalikan kondisi psikologis anda. Mereka juga akan mendampingi anda untuk melawan kekerasan.

Jika perilaku pasangan sudah keterlaluan jangan ragu untuk menghubungi polisi setempat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *