5 Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Rentan Akan Perceraian

5 Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Rentan Akan Perceraian

5 Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Rentan Akan Perceraian5 Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Rentan Akan Perceraian

Tahukan anda jika hampir 40% – 50% pernikahan akan berakhir pada perceraian. Memutuskan diri untuk menikah dengan pasangan tentu bukan hal yang mudah, namun mempertahankan pernikahan sampai maut memisahkan tentu lebih tidak mudah lagi. Mengingat jika setiap pernikahan rentan akan pernikahan, maka sangat berkumingkinan pasangan dapat berpisah.

Namun masih ada beberapa cara agar pernikahan dapat terhindar dari perceraian. Jika anda lebih peka terhadap  penyebab dari perceraian mungkin akan lebih mudah untuk menghindarinya. Untuk itu berikut ini merupakan beberapa faktor penyebab yang membuat penikahan berakhir pada perceraian antara lain :

1.      Saling memendam kebencian satu sama lain

Dalam pernikahan berbuat salah adalah hal yang lumrah. Kebanyakan orang akan memaafkan kesalahan pasangannya jika memint maaf dengan tulus dan tak mengulanginya lagi. Namun sangat disayangkan terkadang kata maaf tak dapat menjamin apakah rasa sakit seseorang telah sembuh atau belum. Perasaan sakit yang disimpan akan menghancur pernikahan pernikahan anda. Menurut seorang psikoterapis bernama Dr. Tina Tessina mengungkapkan jika seseorang merasakan kebencian terhadap sesuatu itu merupakan sebuah tanda atau peringatan. Kebencian yang dipendam ibarat karat yang dapat melahap pondasi hubungan. Untuk itu andaperlu berbicara mengenai penyelesaian hal tersebut. Argumen yang tak berkesudahan dan terus berulang merupakan tanda masalah dalam hubungan.

2.      Lupa jika bekerja sebagai tim

Ketika anda memutuskan untuk menikah maka itu artinya anda siap bekerja sama dengan pasangan. mengajak pasangan dalam mengambilkan sebuah tindakan. Apabila anda atau pasangan bertindak sendiri-sendiri, atau saling bertentangan maka potensi perpisahan akan sangat besar terjadi dalam pernikahan anda.

Salah satu penyebab utama kenapa pasangan berakhir pada meja perceraian adalah mereka yang tak mampu bekerja sama sebagai tim. Mereka hanya mementingkan egonya masing-masing, tidak dapat menjamin pernikahan anda bertahan dalam jangka waktu yang lama.

3.      Bekerja tentang uang namun tidak menemukan solusinya

Uang selalu menjadi isu sensitif dalam pernikahan. Pasangan yang tampak begitu harmonis dan bahagia, akan terlihat berbeda jika keduanya sudah membahas mengenai uang. Pasangan yang memperdebatkan uang cenderung akan menggunakan emosi. Padahal permasalahan uang bukan hanya berkaitan mengenai kebutuhan rumah tangga saja, namun juga perbedaan gaji antara suami dan istri yang terkadang menjadi bahan perdebatan.

Maka dari itu perlu adanya diskusi yang serius kedua pasangan dengan kepala yang dingin.

4.      Merasa tidak puas dengan hidup masing-masing

Setiap orang yang merasa kurang bahagia dengan apa yang didapatkan meskipun itu rasa kebahagiaan. Anda harus mengetahui jika kebahagian yang sebenarnya didapatkan dari usaha diri sendiri. jangan hanya mengharapkan pasangan andalah dapat menciptakan rasa bahagia. Akan lebih baik jika anda dan pasangan sama-sama berusaha untuk menciptakan kebahagiaan. Atau cobalah ubah pemikiran anda, akan lebih baik jika anda berusaha membuat pasangan merasa lebih bahagia. Dengan begitu pasangan akan melakukan hal yang serupa.

5.      Menjaduh saat keadaan sedang buruk

Menikah adalah tanda jika anda dan pasangan siap mengarungi suka dan duka. Namun jika dalam perjalanan bersama anda dan pasangan justru saling menjauh jika dalam kondisi yang buruk bisa jadi itu petanda yang buruk. Perilaku menjauh bisa berupa mengubah sikap dan berhenti memberikan perhatian.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *