Agar Hubungan Rumah Tangga Tetap Mesra Meskipun Pasangan Selalu Sibuk Bekerja

Agar Hubungan Rumah Tangga Tetap Mesra Meskipun Pasangan Selalu Sibuk Bekerja

Agar Hubungan Rumah Tangga Tetap Mesra Meskipun Pasangan Selalu Sibuk Bekerja

Apakah pasangan terlalu sibuk bekerja dan sulit meluangkan waktu untuk diri anda dan keluarga? Terkadang kondisi ini membuat anda merasa kesal sendiri karena kedekatan anda dan pasangan semakin berkurang dan justru merenggang. Hal yang perlu anda pahami ialah pasangan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akan tetapi jika pola pekerjaannya sudah tak sehat, misalnya sering lembur dan berangkat subuh hingga tak sempat bertemu dengan anak-anak. maka ini saatnya anda melakukan sesuatu.

Agar Hubungan Rumah Tangga Tetap Mesra Meskipun Pasangan Selalu Sibuk Bekerja

Sumber : Freepik

Tips menghadapi pasangan yang terlalu sibuk bekerja

Anda tak perlu khawatir ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini tanpa menguras emosi antara lain:

1.      Ngobrol santai dengan pasangan

Tips pertama yang dapat anda lakukan adalah meluangkan waktu untuk mengobrol santai dengan pasangan tanpa melibatkan emosi. Dikutip dari Verywellmind, sangat melelahkan rasanya saat diajak diskusi saat pikiran masih kalut dan emosi. Bukannya masalah akan terselesaikan, hal ini bisa memicu masalah baru dan berdampak buruk pada anak-anak.

Anda dapat mengobrol santai dengan pasangan saat dia baru pulang kerja dan menyiapkan kopi hangat agar dia merasa lebih rileks. Cobalah memulai obrolan dengan menanyakan kabarnya hari ini dan bagaimana pekerjaannya. Apa yang ia makan tadi siang atau adakah hal yang menyenangkan di tempat kerja.

Setelah suasana mulai hangat, ana bisa mengatakan jika pasangan terlalu sibuk bekerja sampai jarang bermain dengan anak-anak. usahakan anda menjaga nada bicara tetap santai agar pasangan tidak tersulut emosi.

2.      Meluangkan waktu untuk curhat

Setelah ada mengobrol dengan pasangan, maka langkah berikutnya adalah mencari solusi untuk pasangan yang terlalu sibuk bekerja. Caranya adalah membuat waktu untuk bercerita. Dikutip dari Focus on the Family, saat anak sedang memasuki masa perkembangan, tentu mereka akan membutuhkan keberadaan sosok Ayah untuk bermain dan bercerita bersama.

Anda dapat menjadwalkan waktu agar anda dan pasangan bermain bersama, misalnya saat akhir pekan atau setiap malam sebelum anak tidur. Anak membutukan waktu berkualitas dan kuantitas yang sama porsinya demi tumbuh kembang dirinya. Berilah pengertiap jika pasangan terus sibuk maka kebiasaan ini akan mengganggu perkembangan anak-anak sehingga ia akan kurang dekat dengan mereka.

3.      Buatlah kegiatan yang dapat dilakukan bersama

Ajaklah pasangan untuk melakukan aktivitas bersama dengan anak-anak. misalnya bermain di taman kompleks, menyusun puzzle atau bermain petak umpet. Tertawa bersama akan membuat pasangan menjadi lebih dekat dengan anak selain itu ia akan melupakan sejenak kesibukan dan pekerjaannya.

Setelah bermain dengan anak-anak, tak ada salahnya untuk berkencang dengan pasangan agar hubungan anda berdua dekat kembali. Anda bisa menonton film bersama atau melakukan hubungan seks yang dapat meredakan stres pasangan akibat dari pekerjaan.

Jika masalah ini tidak dapat anda selesaikan dan semakin rumit, cobalah untuk melakukan konseling pernikahan dengan seorang psikolog atau terapis hubungan suami istri. berkonsultasi dengan seorang profesional akan membuka ruang diskusi kedua pasangan, selain itu hasil yang anda peroleh akan lebih baik. yang terpenting selama sesi diskusi cobalah bicarakan batasa yang telah disepakati tentang kesibukan bekerja pasangan. sehingga anda dan pasangan dapat menemukan jalan tengah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *