Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Saat menjalani sebuah hubungan wajar saja muncul rasa curiga satu smaa lain, termasuk kecurigaan jika pasangan berselingkuh. Kecurigaan tersebut muncul karena Anda memiliki insting yang kuat untuk mengenal tanda-tanda yang muncul. Akan tetapi tak semua kecurigaan itu benar adanya.Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Dikutip dari Elite seorang konselor kesehatan psikologis sekaligus pendiri situs Healing with Wisdom Kerri, Anne Brown menjelaskan jia perasaan atau intuisi perempuan bisa saja benar, akan tetapi tidak selamanya reliabel. Terkadang anda akan bisa saja mengandalkan insting namun tak selalu berlaku. Hal-hal yang tidak selalu berlaku seperti yang dapat dilihat saat merasa ragu. Untuk itu sangat penting bagi anda mengomunikasikan rasa khawatir yang dimiliki dan mengapa anda merasakannya kepada pasangan. hal ini menandakan jika tak selamany naluri anda itu benar.

Alasan mengapa anda curiga pasangan berselingkuh

Jadi saat anda merasa takut bila pasangan berselingkuh di belakang anda hanya karena insting tersebut. maka cobalah untuk mempertimbang kembali sebelum menunduh pasangan.

Sebenarnya kecurigaan tidak datang begitu saja, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa anda merasa takut jika pasangan berselingkuh. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini:

1.      Merasa tidak aman

Alasan pertama yang membuat anda merasa curiga jika pasangan berselingkuh adalah karena rasa tidak aman. Perasaan ini umumnya dapat disebabkan oleh kejadian tidak menyenangkan yang pernah dialaminya, sehingga berpengaruh terhadap rasa percaya diri.

Susan Winter seorang pakar hubungan menjelaskan jika perubahan dapat menakutkan dan memiliki potensi untuk menghilangkan rasa aman dalam diri seseorang sehingga membuat rasa tersebut mengendalikan dirinya. Misal saat anda memiliki masalah kesehatan yang kronis, sehingga kehilangan pekerjaan atau orang yang disayangi. Hal ini dapat berpengaruh pada rasa percaya diri anda saat menjalani hubungan.

2.      Pernah diselingkuhi

Pengalaman tentu merupakan guru terbaik bagi seseorang. Bila anda merasa takut akan diselingkuhi pasangan, bisa saja karena hal tersebut pernah anda alami di masa lalu. Brown berpendapat, jika pengkhianatan di masa lalu menjadi sumber dari kegelisahan terbesar seseorang terhadap hubungan yang dijalaninya.

Anda akan sulit mempercayai pasangan, meskipun tidak ditemukan indikasi penyimpangan terhadap kepercayaan. Hal ini karena pengalaman anda pada hubungan sebelumnya. Saat anda mengalami perselingkuhan maka anda merasa sedikit trauma sehingga berdampak buruk pada hubungan hubungan anda saat ini.

3.      Mendadak tidak tertarik secara seksual

Dalam hubungan yang resmi seperti pernikahan, melakukan hubungan mesra dan intim tentu wajar saja terjadi. Akan tetapi jika sewaktu-waktu anda merasa ketertarikan seksual pasangan menurun tanpa tahu penyebabnya. Maka hal ini terkadang membuat anda berasumsi jika pasanagn sedang berselingkuh.

Akan tetapi hal itu berum tentu benar, hubungan seksual di ranjang tidak selamanya menjadi indikasi jika pasangan telah berselingkuh. Jarang melakukan hubungan intim bisa saja karena kesibukan sehari-hari.

4.      Menjalani hubungan jarak jauh

Apakah anda dan pasangan sedang menjalani hubungan Long Distance Relationship (LDR). Tuntutan pekerjaan atau pendidikan yang memaksa anda dan dia harus terpisahkan oleh jarak yang membentang. Jarak yang dirasakan satu sama lain mungkin hanya secara fisik. Akan tetapi jika jarak tersebut justru mengganggu hubungan anda, maka cobalah luangkan waktu untuk melakukan perjalanan berdua. Hal ini dapat mengatasi curiga jika pasangan berselingkuh.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *