Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut MenikahAlasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Setiap orang tentu menginginkan untuk menikah termasuk anda bukan? Mungkin saat ini anda sedang menjalin hubungan asmara dengan orang yang dicintai. Bahkan tak sedikit pasangan yang selalu membayangkan jika hubungannya akan berakhir di pelaminan. Terkadang topik seperti jumlah anak yang ingin dimiliki, konsep pesta resepsi, tempat untuk bulan madu, dan bagaimana mereka menghabiskan masa tuanya kelak adalah angan-angan yang sering dibicarakan berdua.

Namun dibalik gejolak pasangan yang ingin menikah, ternyata ada beberapa orang yang justru merasa takut untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan terbesit dalam hati mereka untuk tidak akan menikah, kira-kira apa yang menjadi alasan mereka berpikir demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Beberapa alasan yang membuat seseorang takut menikah

Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat seseorang ragu hingga takut untuk menikah. Beberapa diantaranya disebabkan oleh trauma masa lalu yang tidak menyenangkan, selain itu faktor finansial pun juga bisa menjadi alasan, untuk penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini:

1.      Memiliki trauma

Salah satu alasan terbesar mengapa seseorang merasa takut akan pernikahan adalah trauma masa lalu. Trauma tersebut dapat dipicu oleh banyak hal, seperti kegagalan orangtuanya dalam membina rumah tangga, sehingga pada akhirnya mereka berpisah dan memberikan luka dalam diri si anak.

Adanya pengalaman pagit yang dialami membuat seseorang terus dihantui oleh ketakutan jika ia mengalami hal yang serupa. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak menikah agar ia dapat terhindar dari perpisahan yang mungkin saja terjadi. Pada dasarnya setiap orang memiliki reaksi yang berbeda dengan pengalaman pahit yang dialami. Ada beberapa orang yang mampu bangkit dan berdamai dengan keadaan tersebut. namun tak sedikit pula yang justru merasa terpuruk dan larut dalam bayang-bayang masa lalu.

Sampai sekarang tidak ada batasan waktu yang konkrit kapan seseorang dapat melepaskan diri dari masa lalunya. Sebabs hal itu tergantu bagaimana ia menyikapi rasa trauma.

2.      Merasa tidak membutuhkan pasangan

Terlalu merasa nyaman dengan diri sendiri tak selalu berdampak baik. Bagi beberapa orang yang seudah nyaman dengan dirinya dan pencapaian yang didapatkan, cenderung membuatnya tidak membutuhkan pasangan sebagai pelengkap hidup.

Saat seseorang merasa terbiasa hidup sendiri, kehadiran pasangan justru menjadi penghalang dan mengacaukan segala aktivitas yang biasanya dilakukan. Ditambah dengan bayang-bayang urusan rumah tangga yang dapat memengaruhi “ritme hidup” mereka kelak. dengan kata lan mereka cenderung lebih takut jika rutinitas yang biasanya dilakukan akan tidak berjalan sesuai rencana dibandingkan harus menikah.

Sebenarnya adanya perubahan dalam ritme hidup tak selamanya menjadi masalah, hal itu justru menjadi tanda jika hidup anda mengalami perkembangan.

3.      Faktor finansial

Setelah menikah tentu seseorang tak lagi bertanggung jawab atas dirinya saja, namun juga pasangan dan anak-anaknya. Kebutuhan keluarga yang lebih besar dibandingkan melajang menjadi salah satu faktor mengapa seseorang merasa enggan menikah.

Kekhawatiran jika ia tak sanggup mencukup segala kebutuhan rumah tangga lama kelamaan akan menjadi ketakutan. Apalagi, faktor keuangan terkadang membuat seseorang merasa tidak percaya diri untuk mendekati lawan jenisnya. Masalah finansial merupakan hal yang sensitif dan kompleks. Namun bukan berarti anda tidak dapat menyelesaikannya, untuk itu cobalah lebih terbuka dengan pasangan sejak awal memutuskan bersama. Ceritakan padanya bagaimana kondisi anda saat ini termasuk kondisi finansial.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *