Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Banyak isu yang membahas mengenai anak dari keluarga broken home, salah satunya adalah mereka merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius seperti pernikahan. mereka yang menjadi korban broken home menyaksikan secara langsung orangtua mereka berpisah. Atau orangtua yang terus bertahan namun hubungan mereka tak lagi sehat. Kondisi pernikahan yang sering diwarnai dengan pertengkaran bahkan kekerasan fisik dan verbal terkadang menjadi hal yang menakutkan. Jika anda bukan anak keluarga broken home mungkin akan kesulitan memahami perasaan mereka.Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Berbagai percekcokan, penghianatan, saling diam, membentak, pisah ranjang  hingga percerian menimbulkan rasa traumatik pada mereka. Sehingga hal tersebut membuat mereka membentuk benteng pertahanan di hatinya yang sulit untuk dibuka. Hal ini bukan karena mereka tak ingin merasakan jatuh cinta atau percaya dengan orang lain. Atau bukan tanda jika mereka takut pacaran, takut berkomitmen, atau bahkan takut menikah. Sebenarny ada sesuatu yang telah menyabotase hati mereka sehingga adalah sebuah kesalahan jika mereka melakukan hal yeng serupa seperti kedua orangtuanya termasuk memberi kepercayaan, jatuh cinta atau menikah.

Anak broken home memandang sebuah penikahan

Bila ditanya bagaimana kesiapan seorang anak broken home mengenai pernikahan, banyak diantaranya berdiam diri. pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan, mereka harus melakukan pertimbangan bahkan rasa ragu terkadang turut ambil bagian. Bahkan ada beberapa yang memilih menghindar, tidak ingin menikah atau menundanya.

Sebenarnya anak broken home cenderung takut pada hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan, sekalipun hal itu tidak terjadi. Sehingga, meskipun sekarang mereka berstatus lajang, ataupun telah memiliki kekasih namun pikiran tersebut tetap menghantui mereka.

Perasaan gelisah terhadap nasib yang serupa seperti orangtuanya sering kali muncul. Mereka merasa cemas bila mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti terluka, gagal membina rumah tangga, kehilangan orang yang disayangi, ditelantarkan, diperlakukan berbeda, diselingkuhi, dan lain sebagainya. Mereka merasa takut jika apa yang dicemaskan menjadi kenyataan.

Anak broken home juga dapat menjalani hubungan dengan baik

Akan tetapi tak selamanya anak keluarga broken home bersikap seperti demikian. Jika mereka mampu mengelola dan memahami apa yang terjadi pada orangtuanya sebagai bekal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini justru akan berdampak baik terhadap hubungan.

Mereka dapat belajar bagaimana seorang istri/suami bertindak, bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya, bagaimana menghadapi sebuah konflik atau pertengkaran dengan pasangan, bagaimana perasaan anak-anak saat orangtuanya bertengkar, dan lain sebagainya.

Sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang setia, penyayang, mampu berkomunikasi dengan baik, jujur, berusaha keras untuk mempertahankan hubungan, dan memiliki respect yang baik. Namun hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instan. Peran pasangan sebagai sosok yang mendukung sangatlah penting.

Pernikahan merupakan keputusan yang penting bagi setiap orang

Bukan hanya bagi anak borken home saja, namun setiap orang tentu akan mempertimbangkan baik-baik hubungan mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. meyakinkan pasangan yang pernah mengalami trauma akibat dari hancurnya pernikahan orangtua tentu bukan hal yang mudah. Perlu adanya kesabaran dan dukungan agar mereka lebih berani menjalin hubungan yang serius. Namun percayalah, setiap niat baiktentu akanmendapatkan jalan, biarkan pasangan yang menilai keseriusan anda, jika anda benar-benar mencintainya cobalah untuk lebih memahami perasaannya. Jangan terlalu cepat menyerah atau mengeluh. Semakin besar usaha anda maka semakin besar pula keberanian pasangan untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *