Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Gairah serta hasrat seksual seseorang untuk berhubungan seks dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Akan tetapi jika salah satu faktor terbesar merupakan penyakit kronis tentu akan berpengaruh pada hubungan suami istri. jika dalam hubungan pernikahan yang dijalani salah satu pihak mengidap penyakit kronis, efek yang dirasakan tentu bukan hanya bagi diri sendiri saja, melainkan pasangan pun juga ikut merasakan.

Lalu seberapa besar pengaruh penyakit kronis terhadap kehidupan seksual suami istri?

Dampak penyakit kronis terhadap kehidupan seksual pasangan

Penyakit kronis yang diidap seseorang tentu akan mengganggu kesehatan fisik dan kehidupan pribadinya. Bahkan terkadang penyakit kronis yang diderita dapat menghambat seseorang dalam berhubungan intim bersama pasangan. penyakit kronis memang dapat menurunkan tingkat kebugaran tubuh penderitanya sehingga tenaga mereka untuk beraktivitas menjadi menurun dibandingkan saat masih dalam kondisi sehat.

Sebagai contoh salah satu penyakit kronis yang sering diderita oleh banyak orang adalah diabetes. Secara tidak langsung saat sedang berhubungan seks aliran darah segar akan terpotong ke organ intim seseorang, sehingga membuat pria yang menderita diabetes terserang impotensi. Sedangkan dampak buruk yang dialami wanita adalah rentan memiliki vagina yang kering dan berjamur. Rata-rata penyakit kronis juga mengacaukan sistem produksi hormon dalam tubuh, yang membuat otak tidak mampu merespon serta menunjukan reaksi yang cepat akan rangsangan seksual pasangan.

Akan ttapi salah satu penyebab terbesar yang membuat aktivitas seksual berpengaruh ialah sisi emosional penderita. Gejolak emosi yang dirasakan selama seseorang merasakan sakit karena penyakit kronis, menjalani proses pengobatan, hingga membayangkan masa depan yang seperti apa dalam hidupnya. Apakah memungkinkan dia untuk sembuh atau penyakit tersebut justru sedikit demi sedikit menggerogori tubuh dan pikirannya. Sehingga tak heran seseorang akan mengalami stres dan frustasi yang berkepanjangan.

Penyakit kronis dapat memicu perpisahan bagi pasangan

Memang tak bisa dipungkiri, stres yang dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama akibat dari penyakit kronis akan mempengaruhi seseorang berinteraksi dengan orang lain termasuk pasangannya sendiri. Dampak psikologis yang dialami oleh penderita dapat menghilangkan rasa percaya diri, sampai mereka malah menghindari orang lain untuk berinteraksi, termasuk menghindari berhubungan intim.

Lama kelamaan, berkurangnya minat seseorang untuk berhubungan seks tentu dapat merenggangkan keharmonisan pernikahan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 lalu dalam Journal Social Health and Behavior, dampak penyakit kronis yang mempengaruhi sedikit banyaknya hubungan kedua pasangan.

Dalam penelitian tersebut, penyakit kronis ternyata menjadi salah satu pemicu perceraian pasangan yang telah cukup lama menikah (mulai dari 1992 hingga 2010). Meskipun demikian, terdapat beberapa alasan yang mendasari perceraian tersebut antara lain:

  • Penyakit kronis dapat menurunkan gairah seksual, dan membuat hubungan seks itu sendiri terasa menyakitkan. Rasa sakit tergantung dari mana munculnya dan seberapa besar kesakitan yang dirasakan
  • Seseorang yang tidak mengidap penyakit kronis mungkin merasakan beban fisik dan psikologis saat perannya dalam pernikahan “terpaksa” ditukar. Misalnya seorang istri yang bertugas mencari nafkah karena suami sedang sakit parah
  • Biaya perawatan dan pengobatan untuk penyakitnya yang cukup tinggi sehingga membuat kedua pasangan mengalami stres.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *