Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Pernikahan adalah hal yang dinanti oleh kedua calon pengantin, tentu hal ini membuat jantung mereka berdebar-bedar bahkan sampai gelisah tidak karuan. Namun menjelang hari bahagian terkadang muncul berbagai masalah yang diperdebatkan keduanya. Perdebatan ini terkadang bukan hanya menguras tenaga namun juga pikiran dan emosi. Bahkan rasanya ingin meledak setiap kali berdebat dengan pasangan.

Pernikahan pada dasarnya bukan hanya mengikat dua orang, namun juga mengikat dua keluarga yang memiliki perbedaan latar belakang. Menjelang pernikahan tentu keduanya disibukkan dengan berbagai hal baik itu kecil maupun besar yang menguras seluruh tenaga dan pikiran. Namun ditengah masalah yang sering kali muncul menjelang pernikahan, ada baiknya anda dan pasangan sama-sama saling menguatkan satu sama lain.

untuk mengetahui lebih lanjut lagi, berikut ini adalah problematika yang muncul menjelang pernikahan.

1.      Campur tangan kedua keluarga

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Sumber Freepik

Pada awal perencanaan, tentu pernikahan selalu melibatkan kedua keluarga. Terkadang campur tangan keluarga ini sering kali menjadi sumber masalah yang dialami kedua pasangan. padahal, niat awal memang anda dan pasangan yang merencanakan semuanya. Misalnya anda dan pasangan memilih konsep pernikahan dengan adat sunda dan dekorasi yang didominasi warna putih. Akan tetapi, tiba-tiba, orang tua anda atau calon mertua meminta konsep pernikahan menggunakan adat Bali dan dekorasi pun dipadupadankan dengan warna lain seperti biru atau emas.

Jika pasangan anda menyetujui apa yang diminta orang taunya tanpa meminta pendapat anda terlebih dahulu tentu akan muncul konflik. Selain itu bila kedua pasangan sama-sama keras kepala, dan tetap pada pendiriannya masing-masing, maka perdebatan pun memang tak bisa dihindari. Untuk itu, dibanding terus berselisih paham ada baiknya anda dan pasangan saling berdiskusi mencari jalan tengah yang tidak merugikan salah satu pihak.

2.      Membahas masa lalu

Persiapan menjelang pernikahan yang melelahkan terkadang membuat kedua pasangan membuat pasangan rentan mengalai gesekan. Rasa letih, pikirkan yang semrawut, dan sikap pasangan yang tidak sesuai harapan kerap memicu pertengkaran. Saat kedua pasanga mudah terpancing emosi, semua hal bisa dibahas mulai dari hal sepele hingga masalah yang terjadi di masa lalu.

Masalah yang membekas di masa lalu kerap memicu kekesalan kedua pihak seperti perselingkuhan pasangan atau sikap buruk pasangan seperti gaya hidup pasangan yang boros hingga menghabiskan uang tabungan anda.

Menjelang pernikahan, kesalahan sekecil apa pun dapat memicu rasa tidak percaya yang dikaitakan dengan masalah di masa lalu. Jika terus begini, maka kemarahan sudah tak terkendali dan suasana hati anda dan pasangan pun memburuk. Untuk cobalah membangun komunikasi yang sehat bersama pasangan, hindari kebiasaan asal tuduh-menuduh.

3.      Ekspetasi yang terlalu tinggi

Tentu anda dan pasangan memiliki harapan yang berbeda mengenai pesta pernikahan. akan tetapi terkadang harapan tersebut tak sesuai dengan realita. Inilah yang memicu pertengakaran, misalnya anda berharap pasangan selalu siap untuk mengurus persiapan pernikahan bersama baik itu di hari kerja maupun libur. Akan tetapi, ternyata hal tersebut tidak sesuai. Pasangan justru memilih tidur siang ketimbang menemani anda untuk mengunjungi pameran pernikahan. hal ini membuat anda marah, padahal di sisi lain pasangan ingin istirahat sejenak dari kesibukkan kerja dan mengurus pernikahan.

Untuk itu, cobalah buat kesepatakan yang disetujui berdua, cobalah untuk mengajak pasangan dengan cara baik-baik tanpa menggunakan emosi. Sertakan pula alasan-alasan yang jelas mengapa perlu menyiapkan hal tersebut.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *