Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Sumber: Freepik

Banyak stigma negatif yang melekap pada perselingkuhan yang berkembang di masyarakat. Terkadang hubungan yang kacau atau pelaku perselingkuhan umumnya akan sulit berubah dan memperbaiki keadaan karena berbagai kabar burung yang melekat padanya.

Sebelum anda mempercayai berbagai anggapan yang belum tentu benar mengenai perselingkuhan, berikut ini adalah bebagai mitos mengenai perselingkuhan. Apa saja? simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini.

1.      Pria lebih sering menjadi pelaku perselingkuhan dibanding wanita

Sebenarnya baik pria maupun wanita sama-sama memiliki peluang untuk berselingkuh. Namun siapa yang lebih sering melakukan perselingkuhan? Dikutip dari situs Psychology Today menjelaskan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Washington di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan surve terkait perselingkuhan selama 15 tahun. Dari survei tersebut diperoleh data jika terjadi peningkatan jumlah perselingkuhan 5% berubah menjadi 15% pada wanita, serta dari 20% berubah menjadi 28% pada pria.

Selain itu, dalam penelitian lain yang dilakukan oleh tim peneliti dari University Kinsey Institute dan University of Guelph di tahun 2011 lalu, mengambil kesimpulan teranyar jika ada 19% pelaku perselingkuhan dilakukan oleh wanita. Sedangkan, 23% pelaku perselingkuhan dilakukan oleh pria.

Meskipun jumlah kasus perselingkuhan didominasi oleh kalangan pria, namun nyatanya dari penelitian tersebut, kasus perselingkuhan yang dilakukan wanita pun semakin bertambah.

2.      Perselingkuhan selalu ada dalam hubungan yang tidak sehat

Pada kenyataanya, hubungan yang tampak tentram dan adem anyem bahkan berantakan dan tak bahagia rentan terhadap perselingkuhan baik dari salah satu ataupun kedua pasangan. ada berbagai motif yang menjadi penyebab dari kasus perselingkuhan tersebut. baik karena ada kesempatan, bosan dengan hubungan yang itu-itu terys, merasa ada orang lain yang lebih membuatnya bahagia dibandingkan pasangannya sendiri, dan lain-lain. Akan tetapi, apa pun alasannya perselingkuhan tetap menjadi penyebab retaknya rumah tangga.

Seorang terapis pernikahan dan keluarga berasal dari California, Foojan Zeine, PsyD menjelaskan pelaku perselingkuhan biasanya memerlukan perubahan yang ‘menarik’ agar membangkikan semangatnya dalam menjalani hubungan. Hal ini yang kemudian membuat pelaku merasa seperti tertantang untuk melakukan hal yang tanpa sadar mengkhianati pasangannya.

3.      Pelaku perselingkuhan tidak dapat berubah

Setiap orang tentu memiliki kesempatan untuk sadar dan berubah dari kesalahannya, termasuk para pelaku perselingkuhan. Jika mereka ingin berubah, bertekad, berjanji, serta berusaha untuk tidak mengulanginya tentu kemungkinan bersar mereka akan berubah menjadi lebih baik.

Selingkuh sebenarnya bukanlah sebuah jawaban pasti, namun sebuah pilihan yang masih dapat diabaikan. Bagi anda yang pernah melakukan perselingkuhan, cobalah untuk mencari tahu akar permasalahan dan cara mengendalikan diri agar tak melakukan kesalahan yang sama lagi.

4.      Sulit percaya kembali pada pasangan yang sempat berselingkuh

Perasaan marah, kecewa, dan sedih setelah mengetahui pasangan mendua diam-diam tentu dapat menghancurkan kepercayaannya pada pelaku. Meskipun kebanyakan kasus memilih untuk berpisah setelah kejadian tersebut.

Namun, tidak sedikit pula korban perselingkuhan yang berhasil membangun kepercayaan pasangannya kembali. Meskipun tidak mudah, namun cobalah untuk pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk berpisah. Tak ada salahnya jika anda membuka hati untuk memaafkan kesalahan pasangan. terkadang proses pemulihan diri dari masalah besar seperti perselingkuhan, justru membuat hubungan semakin harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *