Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Menurut anda adakah fungsi lain dari keluarga selain memenuhi kebutuhan biologis atau memperbanyak keturunan? Tentu ada banyak fungsi lainnya. Namun semua orang tentu berharap jika fungsi keluarga akan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota keluarga. Namun bagaimana jika emosi negatif cenderung lebih banyak dirasakan saat bersama keluarga? Apakah fungsi itu gagal?Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Perubahan dalam keluarga membuat kondisi menjadi tidak menyenangkan sehingga hal ini mengacaukan fungsi keluarga tersebut. kondisi inilah yang disebut dengna disorganisasi keluarga, perasaan-perasaan yang dialami oleh anak dalam keluarga. Banyak orang yang mengira jika fungsi keluarga rusak akibat dari perceraian orangtua, namun ternyata ada berbagai penyebab lain yang menimbulkan disorganisasi keluarga. Apa saja? simak lebih jelas berikut ini.

Penyebab dari disorganisasi keluarga

1.      Konflik antar anggota keluarga yang berkepanjangan

Dalam keluarga tentu akan muncul berbagai masalah mulai dari masalah kecil atau besar sekalipun. Perilaku seperti adu mulut antara istri yang tidak setuju dengan pendapat suami, atau kebiasaan buruk suami yang tidak dapat menyimpan barang dengan baik. Mungkin terdengar terlihat sederhana, namun konflik yang tak kunjung menemukan titik terang dapat membahayakan kondisi keluarga.

Bayangkan bagaimana reaksi anak saat mereka sering mendengar orangtuanya berdebat. Suara ayah yang membentak atau nada tinggi sang ibu, akan membuat mereka merasa takut berada di rumah. Jika sudah demikian bagaimana anak-anak dapat merasakan kasih sayang orangtua.

2.      Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Kekerasan dalam keluarga tentu menjadi sumber rasa tidak nyaman yang paling mudah dikenali. Anggota keluarga yang menjadi target kekerasan akan merasa terancam saat berada di rumah, ia akan mencari cara agar dapat terhindar dari rumahnya sendiri.

Bahkan dalam beberapa kasus, korban kekerasan merasa tidak berdaya dan berpikir untuk lari dari rumah. Yang lebih menyedihkan hal ini justru memancing kemarahan pelaku kekerasan sehingga nekat berbuat hal yang lebih buruk pada korban.

3.      Kematian anggota keluarga

Setelah kehilangan salah satu anggota keluarga umumnya seseorang akan berusaha berdamai dengan keadaan. Namun pada kondisi ini tentu akan sulit untuk mengganti sosok yang telah melekap pada dirinya, seperti seorang anak yang tak rela dengan kepergian kakaknya, karena selama hidup kakaknya lah yang senantiasa membantunya di saat susah dan terus mengajaknya bermain.

Anak tersebut akan merasa kesulitan menerima keadaan jika perhatian yang diberikan oleh sang kakak telah hilang selepas kematian.

Bagaimana cara untuk mengatasi disorganisasi keluarga?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi disorganisasi keluarga antara lain:

  • Penyesuaian satu sama lain antar anggota keluarga, cobalah untuk lebih mengenal pasangan, anak, orangtua, ataupun saudara anda. Selayaknya saat sesi ‘get to know each other’
  • Jangan ragu untuk melibatkan peran komunitas yang lebih luas. Ada berbagai program pelatihan yang dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi disorder keluarga. Misalnya untuk mengatasi permasalahan keuangan rumah tangga, tak ada salahnya anda mengikuti pelatihan wirausaha yang diadakan pemerintah atau swasta.
  • Dukungan pemerintah, jika masalah yang ada dalam keluarga anda menimbulkan kerugian yang besar contoh kekerasan fisik dan seksual. Maka jangan ragu untuk melaporkan pelaku korban KDRT telah dilindungi oleh undang-undang pemerintah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *