Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Pada dasarnya setiap pasangan pasti tidak menginginkan perceraian terjadi dalam pernikahan mereka. Namun apabila baik suami maupun istri merasa tidak ada kecocokan, bahkan merasa jika pernikahan yang dipertahankan malah menyakiti keduanya. Mungkin perceraian yang menjadi solsusi yang tepat bagi mereka.

Perceraian mungkin akan menjadi luka bagi keduanya, namun bukan hanya mereka saja. perceraian yang terjadi sering memberi luka bagi anak. Bahkan banyak kasus perceraian, terjadi perubahan perilaku pada anak seperti mereka tidak lagi menghormati kedua orang tuanya, mengalami trauma, terjebak dalam kenakalan remaja, hingga mengalami depresi dan gangguan mental lainnya. Setiap orang tua pasti tidak ingin melukai anaknya. Meskipun status pernikahan telah hilang namun bukan berarti status mereka sebagai orang tua bernasib serupa.

Menjaga anak setelah percerian bukanlah yang mudah untuk dilakukan, kedua pihak harus berkerja sama agar anak tak kehilangan sosok kedua orang tuanya. Memang harus ada pembagian yang adil antara ayah dan ibu. Misalnya saja sebulan anak tinggal di rumah ayah dan sebulan kemudian tinggal di tempat ibu. Dengan pembagian seperti itu dapat mencegah pemikiran buruk anak terhadap salah satu orang tua. Selain itu penanaman komunikasi pada anak adalah bentuk kecil yang bisa membuktikan jika kedua orang tua masih sama-sama sayang dan tetap mengurus mereka.

Tips mengasuh anak setelah perceraian bersama mantan pasangan

1.      Jangan putus asa, terimalah

Saat resmi bercerai banyak orang tua yang khawatir jika hidup anak mereka akan hancur. Anak-anak mungkin akan bersedih melihat kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat mereka semakin marah ketika kedua orang tua tak mampu memenuhi kebutuhannya. Agar anak tetap tumbuh dengan baik maka cukupi semua kebutuhan mereka baik dasar, stabilitas, kehadiaran orang tua, serta cinta. Jika perlu berikan kalimat-kalimat baik atau pujian mengenai mantan pasangan anda misalnya “kamu sangat beruntung memiliki Ayah yang sangat sayang denganmu”. Dengan begitu dapat menimimalisir kebencian anak terhadap kedua orang tuanya.

2.      Terus berkomunikasi

Jika anda telah resmi berpisah dengan pasangan, maka hal yang dilakukan untuk mengurus anak bersama adalah menjaga komunikasi. Bila perlu buatlah jadwal anak agar dapat bertemu dengan kedua orang tuanya. Bicarakan persoalan anak dengan cara baik-baik, tanpa ada emosi yang berlebihan. Pastikan anak dapat bertemu dengan Ayah atau Ibu.

Jika perlu libatkan anak dalam membuat jadwal tersebut, dengan begitu anak akan lebih setuju dan berkenan untuk melakukannya.

3.      Atasi kesepian

Meskipun jadwal telah dibuat dan dilakukan oleh anak, namun terkadang ada kalanya anak merasa kesepian akan salah satu orang tua. Mungkin saat bersama Ayah anak rindu dengan ibunya di rumah. Jangan biarkan anak larut akan kesedihannya, cobalah melakukan banyak kegiatan seperti bermain, berolahraga, atau melakukan hal yang disukai anak. Dengan dapat mengajarkan anda jika ada beberapa  hal yang tidak dapat anda lakukan untuk menggantikan posisi mantan pasangan.

4.      Kendalikan amarah

Jangan menghubungi mantan pasangan dengan perasaan penuh amarah baik melalui pesan singkat maupun telepon. karena itu akan membuat anda bertambah marah. Buatlah daftar topik yang akan dibicarakan berdua. Jika ada kesempatan untuk bertemu maka lakukan saja. jangan memperkeruh keadaan dengan kemarahan yang anda pendam.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *