Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap AndaCara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Memiliki pasangan yang humoris tentu membuat hubungan anda menjadi lebih mesra dan hangat. Terkadang canda tawa adalah kunci bagi pasangan yang langgeng, bahkan seseoang yang pandai membuat anda tertawa selalu dipandang sebagai sosok pasangan yang ideal. Bagaimana tidak? Setiap loluson yang dia buat membuat hubugan menjadi tidak lagi hambar. Namun sangat disayangkan terkadang ada beberapa pasangan yang suka bercanda kelewatan karena mengingat kedekatan yang sudah terjalin antara anda dengan dia.

Mungkin pasangan berniat untuk membuat anda tertawa, namun tak jarang hal itu justru membuat anda tersinggung. Perlu diakui jika toleransi setiap orang terhadap lolucon memang berbeda-beda. Apa yang dianggap sebuah lolucon belum tentu akan menghibur anda. Terlebih jika yang dijadikan bahan tertawaan adalah kehidupan pribadi anda. Jika pasangan memiliki gaya bercanda sudah kelewatan dan menyakiti hati anda, jangan buru-buru mengakhiri hubungan. Anda bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut ini :

Kenapa pasangan senang bercanda kelewatan?

Bercanda dengan pasangan adalah salah satu bentuk quality time selain itu bercanda dapat menjadi media bagi pasangan untuk menjadi diri sendiri, mengeluarkan lelucon pribadi serta karater konyol yang hanya dimiliki berdua. Bahkan bercanda juga dapat membangun kepercayaan kedua pasangan sehingga anda akan lebih menerima kekurangan dan kelebihan pasangan yang menurut anda aneh namun lucu. Hal itu juga akan berlaku sebaliknya.

Namun di sisi lain ada beberapa orang yang merasa tidak senang dengan bercanda yang kelewatan, mungkin termasuk diri anda. Pasangan mungkin berpikir lelucon yang ia utarakan adalah hal lucu, padahal itu tidak membuat anda kesal sebenarnya. Bahkan dalam beberapa kasus candaan terkadang membuat suasana kumpul dengan sahabat atau kerabat menjadi lebih seru. Untuk mencapai suasan tersebut tak heran pasangan mengorbankan anda sebagai bahan tertawaan orang lain.

Bukan ganya itu, candaan terkadang dijadikan sebagai pengalih perhatian jika anda membahas sebuah topik yang penting. Jika pasangan mulai berperilaku demikian maka itu berarti dia sedang bermasalah dengan topik yang anda bahas.

Bagaimana cara menghadapi pasangan yang senang bercanda kelewatan?

Banyak pasangan yang bertengkar karena bahan lelucon yang merugikan salah satu pihak. Candaan yang mengandung unsur merendahkan anda atau sindiran tentu membuat anda sakit hati. Namun jangan buru-buru meminta putus, simak tips menghadapinya sebagai berikut ini :

1.      Bicarakan dengan tegas

Jika anda merasa benarr-benar tersinggung oleh lelucon pasangan maka sampaikanlah dengan jujur. Cara ini adalah cara yang paling tepat untuk memulai meredam perilaku yang membuat anda tidak nyaman.

Katakanlah secara tegas tanpa harus melibatkan emosi atau menggunakan nada tinggi. Jika anda menyampaikannya dengan baik maka pasangan akan sadar dengan perilakunya yang sudah kelewatan.

2.      Jangan langsung menegur pasangan di depan umum

Meskipun hati anda tersakiti oleh lelucon pasangan, namun jangan sampai anda menegurnya di depan umum. Apalagi jika orang-orang tersebut adalah teman dekat atau kerabat. Urungkan niat anda untuk menegur pasangan hingga ada kesempatan bagian anda untuk berbicara empat mata denganya. Menegur pasangan di depan umum akan menunjukan jika hubungan anda tidak harmonis.

Selain itu, perilaku ini akan memicu konflik baru dalam hubungan anda dan bisa jadi anda dilabeli sebagai pasangan yang tidak menghormati pasangnya.

Jika kamu masih kebingungan dengan penjelasan diatas kamu dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *