Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Setiap pernikahan tentu tak lepas dari berbagai macam konflik, terkadang kita sendiri tidak dapat menduga hal buruk apa yang terjadi di kemudian hari. Terkadang banyak orang yang dihadapkan dengan pilihan pahit mengenai bagaimana cara memaafkan pasangannya setelah sering kali disakiti atau apakah harus berpisah karena kesalahan yang dilakukan tak lagi dapat dimaafkan.Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Rasa sakit hati atas perlakuan suami terkadang disebabkan oleh banyak hal seperti perselingkuhan, pengabaian, kritik yang bersifat merendahkan, kekerasan fisik emosional verbal dan seksual, hingga permasalahan dengan keluarga pasangan dan lain sebagainya.

Anak dan konsekuensi jangka panjang yang akan diterima setelah berpisah menjadi alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk bertahan. Apalagi saat pasangan telah berjanji jika tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Banyak orang yang menyarankan saat seseorang menyesali apa yang telah diperbuat ada baiknya kita memaafkan dan melupakan. Namun tentu hal itu tak semudah diucapkan. Anda bisa memaafkan pasangan apabila ia telah berkomitmen akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dikutip dari the Asian Parent Berikut ini adalah tips mudah agar dapat memaafkan pasangan yang sering kali menyakiti anda:

1.      Sepakati kapan saatnya harus membicarakan perasaan anda dengan baik-baik

Mungkin saja, pengkhianatan pasangan serta berbagai perlakuan buruk yang dilakukannya membuat anda merasa trauma. Luka dan rasa sakit terus menghantui anda setiap saat, menyadari jika pasangan telah menyesal atas perbuatan yang dilakukan sebelumnya tentu tak semudah itu membuat rasa takut anda hilang begitu saja.

Anda perlu membicarakannya. Akan tetapi sebaiknya tidak meluapkan semua rasa fustasi yang dirasakan kepada pasangan secara sembarangan. Jika perlu, buatlah waktu yang tepat dengannya agar ada kesepakatan jika hal ini berupaya untuk menyembuhkan luka hati bukan malah menghakimi pasangan.

2.      Gunakan prinsip menunda reaksi

Orang bijak ialah orang yang dapat menunda reaksinya dengan mempertimbangkan di dalam pikiran. Sebaliknya orang reaktif membuat emosinya berhamburan begitu saja tanpa ada kontrol.

Setiap kenangan buruk muncul mungkin rasanya anda ingin berteriak, menangis dan putus asa. Namun ada baiknya anda mengatur napas dan berlatih relaksasi. Mungkin awalnya terasa sesak di dada. Akan tetapi, jika membiasakan dan berkata dengan diri sendiri untuk tetap tenang, maka emosi yang meledak akan luluh dengan kesabaran anda.

3.      Mementingkan keutuhan rumah tangga lebih dari segalanya

Ingatlah mengapa anda bisa mencintai dia dan mengapa anda memilihnya menjadi pendamping hidup. Jika hal tersebut kurang menguatkan anda, maka mulailah pertimbangkan apa saja kebahagiaan yang patut anda syukuri dalam hidup.

Ingatlah kenangan indah di masa lalu, serta ajak pasangan untuk berbulan madu kembali. Atau anda bisa mengajak pasangan untuk makan malam romantis berdua agar rasa cinta dan percaya dapat kembali.

4.      Memaafkan pasangan untuk diri anda sendiri

Banyak orang yang keliru jika memaafkan adalah soal memaafkan pasangan. padahal memaafkan merupakan persoalan berdamai degngan diri sendiri lebih dari orang lain (termasuk pasangan).

Jika anda memaafkan pasangan demi dirinya, maka bisa jadi anda akan lebih goya saat menghadapi masalah rumah tangga yang lebih besar. Namun jika anda memilih memaafkan pasangan untuk kedamaian diri sendiri, maka seberapa besar masalah yang akan dihadapi kondisi jiwa anda akan tetap stabil.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Sumber: https://id.theasianparent.com/cara-memaafkan-suami-setelah-disakiti

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *