Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Kenali Tanda-Tanda Jika Pasangan Anda Adalah Orang Yang Manipulatif

Kenali Tanda-Tanda Jika Pasangan Anda Adalah Orang Yang Manipulatif

Kenali Tanda-Tanda Jika Pasangan Anda Adalah Orang Yang ManipulatifKenali Tanda-Tanda Jika Pasangan Anda Adalah Orang Yang Manipulatif

Setiap orang menjalin hubungan asmara karena saling mencintai, menghargai dan mendukung satu sama lain. Meskipun terkadang kedua pasangan harus menghadapi masalah selama menjalani hubungan asmara baik itu kesalahpahaman, faktor luar, atau karena karakter pasangan yang kurang baik bagi anda.

Terkadang apa yang dikatakan oleh pasangan memicu adanya keraguan dalam diri anda sendiri, bisa saja masalah yang terjadi sebenarnya bukan karena anda namun karena pasangan anda melakukan manipulasi tersamar atau dikenal dengan gaslighting.

Apa yang dimaksud dengan gaslighting?

Gaslighting merupakan salah satu bentuk pelecehan emosional yang membuat korbannya mempertanyakan diri sendiri, naluri, dan kewarasannya sehingga sangat mungkin bagi pelaku memiliki kontrol atas korban. Pelaku cenderung melakukan berbagai cara untuk membuat anda sebagai korban dan merasa bersalah. Bahkan tak jarang pelaku justru bersikap defensif (menolak kenyataan), menyepelekan, memanipulasi, serta mencurigai korbannya.

Gaslighting biasanya terjadi saat korban menyadari jika ada sesuatu yang tidak ingin diakui oleh pelakunya. Saat mencoba melakukan diskusi, pelaku cenderung bersikeras menyangkal kenyataan dan justru menuduh balik si korban, sehingga hal tersebut justru mengbal presepsi korban dan publik jika dirinyalah yang sebenarnya menjadi korban dalam situasi itu. Gaslighting bukan hanya sekadar ketidaksetujuan saja, kenyataannya mereka menolak mentah-mentah diri anda, pendapat anda akan ditolak mustahil terjadi dengan nada suara yang tinggi dan sindiran. Bahkan ada beberapa kasus yang terang-terangan mengatakan jika korban sudah “GILA”. Karena anda yang bersikap tulus, anda justru merenungkan kesalahan yang anda perbuat demi mempertahankan hubungan, sehingga anda mulai meragukan diri sendiri.

Tanda-tanda pasangan anda adalah orang yang manipulatif

Adanya gaslighting bukan hanya menghancurkan presepsi dan keyakinan diri anda sendiri, bahkan ada beberapa korban yang tetap bertahan dalam hubungan yang bernuansa kekerasan. Hal ini dilakukan karena mereka percaya tidak dapat hidup tanpa pasangannya. Mengingat betapa bahayanya hal ini, berikut ini merupakan tanda-tanda pasangan yang manipulati.

1.      Anda sering merasa kacau dan kebingungan

Pasangan yang manipulatif memiliki kemampuan untuk menghilangkan pikiran rasional dan kritis anda dalam setiap situasi. Jika pasangan sering meremehkan atau merendahkan diri anda, serta memelintirkan fakta sehingga anda tampat tidak masuk akal. Apabila anda sangat kebingungan sampai merasa kehilangan akal sehat, maka itu bisa jadi tanda jika pasangan anda manipulatif.

2.      Anda bertanya-tanya apakahanda memang terlalu sensitif

Terkadang anda dituduh sebagai seseorang yang terlalu emosional, berlebihan dan sensitif setiap kali mengutarkan ketidaksetujuan dengan apa yang dilakukan oleh pasangan. hal ini terkadang membuat anda justru meyakini jika apa yang dituduhkan pasangan benar. Jika ini terus terjadi maka dalam jangka waktu yang lama akan menjadi racun dalam hubungan anda.

3.      Anda kerap merasa ragu dengan diri sendiri

Korban gaslihgting cenderung mempercayai presepsi yang diucapkan oleh pelaku, dibandingkan keyakinan diri mereka sendiri. pelaku yang memiliki posisi lebih tinggi akan berupaya membentuk fakta dari korban yang lebih lemah. Sehingga korban berada dalam kondisi yang rentan untuk memungkinkan manipulasi itu terjadi serta menghapus logika yang dimiliki. Jika pasangan anda bersikap demikian, maka bisa jadi dia adalah sosok yang manipulatif.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tips Saat Suami Yang Belum Siap Memiliki Anak

Tips Saat Suami Yang Belum Siap Memiliki Anak

Tips Saat Suami Yang Belum Siap Memiliki AnakTips Saat Suami Yang Belum Siap Memiliki Anak

Bagi sebagian orang memiliki anak tentu momen yang paling dinantikan oleh kedua pasangan dan keluarga besar. Namun tak jarang terdapat perbedaan yang terjadi, mungkin sebagian dari anda mengaku jika sang suami belum siap untuk memiliki anak.

Perlu anda ingat kembali, sebelum menikah banyak hal yang harus dibicarakan dengan pasangan, dan salah satunya adalah anak. ada pasangan yang ingin langsung memiliki anka, namun ada pula yang memilih untuk menundanya. Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih memilih untuk menunda momongan, tentu hal itu mencakup kesiapan pribadi masing. Baik itu dalam aspek kedewasaan, keuangan, stabilitas hubungan, dan lain sebagainya.

Jika keputusan telah disepakati bersama tentu itu bukan hal yang masalah. Namun terkadang sebagian wanita tentu ingin segera memiliki anak, namun sementara pria cenderung merasa ragu. Janganlah terpancing emosi terlebih dahulu, ada beberapa tips di bawah ini yang bisa anda terapkan untuk menghadapi kondisi tersebut antara lain.

1.      Bicarakan sedini mungkin

Untuk membicarakan hal penting terutama menyangkut masa depan bersama, ada baiknya jika anda dan pasangan membahasnya sedini mungkin. Tak ada masalah jika anda dan pasangan membahas perihal anak sebelum menikah, semakin dini anda membicarakannya maka semakin baik anda menyelesaikan dan mempersiapkan diri. Namun jika situasi saat ini anda telah menikah maka segeralah membahasnya, jangan terlalu lama anda menunda.

2.      Sering-sering bergaul dengan pasangan lain

Seringkali pasangan takit untuk memiliki anak karena tidak paham apa yang harus dilakukannya. Untuk itu ajaklah ia untuk bertemu dengan teman atau anggota keluarga yang telah memiliki anak. dengan begitu baik anda maupun pasangan akan sama-sama belajar.

3.      Diskusikan rencana berdua

Setelah anda belajar dari pengalaman orang lain, maka cobalah untuk mendiskusikan dengan pasangan seperti apakah keluarga yang diinginkan nantinya? Masing-masing dari kedua pasangan harus mengutarakan ketakutan, harapan, serta mimpi-mimpi. Dari hal tersebut maka pelahan akan terbangun tujuan bersama.

4.      Ketahui rencananya

Jangan langsung bersedir saat pasangan mengatakan belum ingin memiliki anak. cobalah tanyakan kepadanya apa yang menjadi alasan ia belum siap memiliki anak? anda juga harus tahu apakah itu hanya sementara waktu atau selamanya? Mungkin saja dia memiliki alasan seperti trauma di masa lalu yang berkaitan dengan keluarganya.

5.      Alasan yang tepat

Berdebat tentu adalah situasi yang wajar dalam hal ini. namun yang harus anda perhatikan adalah alasan dibalik maksud pasangan, mempertahankan argumen sendiri tentu hal penting. Namun cobalah untuk mencerna alasan pasangan, siapa tahu itu memang terbaik bagi hubungan anda.

6.      Fokus pada hubungan

Terlalu sering berdebat tentu akan memicu adanya konflik, ingatlah jangan sampai karena keinginan anda memiliki anak menjadi sebuah ambisi yang besar sehingga anda tidak dapat menerima pasangan. cobalah untuk intropeksi diri dengan hubungan anda, mungkin saja ada masalah yang membuat pasangan ragu untuk segera memiliki anak.

7.      Konsultasikan dengan ahli

Jika masalah ini terus berujung pada percekcokan, baik anda maupun pasangan merasa sama-sama kewalahan maka cobalah meminta bantuan profesional. Mintalah bantuan konselor pernikahan, sebaiknya hindari mengeluh dengan anggota keluarga ataupun teman dekat. Dengan konsultasi anda dapat mencari solusi tepat tanpa menambah masalah dalam hubungan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengatasi Iri Hati, Saat Anda Belum Dikaruniai Anak

Mengatasi Iri Hati, Saat Anda Belum Dikaruniai Anak

Mengatasi Iri Hati, Saat Anda Belum Dikaruniai AnakMengatasi Iri Hati, Saat Anda Belum Dikaruniai Anak

Setiap wanita tentu ingin memiliki keturunan, apalagi jika kondisinya telah menikah. Tak segera memiliki keturunan mungkin sering dialami oleh beberapa pasangan, padahal usia bernikahan terbilang cukup lama. Tentu saja akan muncul kegelisahan dan rasa iri yang tak terbendung saat melihat teman, saudara atau orang lain yang sudah menggendong bayi.

Mengatasi rasa iri karena belum lepas mendapatkan momongan

Iri hati belum juga memiliki anak tentu sangat menyakitkan bagi perempuan, banyak studi yang menyebutkan jika rasa iri kepada orang lain dikarenakan mereka merasa gagal untuk meraih sesuatu yang diharapkan, yang ternyata berhasil dicapai oleh orang lain. Biasanya saat seseorang merasakan hal ini mereka akan mengisolasikan diri dari apa saja yang memicu rasa frustasi karena keirian mereka.

Bahkan tak jarang sebagian wanita memiliki untuk menarik diri dari lingkungan sosial baik itu dalam keluarga, teman ataupun tetangga. Banyak diantara mereka yang tidak tahan dengan pertanyaan “kapan punya anak?” atau hanya sekedar melihat kebersamaan antara ibu dan anak. padahal semakin menutup diri dapat menimbulkan gejala depresi pada seseorang.

Adalah hal yang wajar jika anda mengalami hal seperti ini, namun janganlah terlalu bersedih. Karena ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengatasi iri saat belum dikaruniai seorang anak, antara lain.

1.      Perbanyak pertemuan

Untuk mengatasi rasa iri hal yang harus anda pahami adalah berani untuk menghadapinya, melarikan diri dan membiarkan anda dalam ketakutan tentu bukan solusi yang tepat. Diibaratkan jika anda takut akan ketinggian, maka anda harus mendaki anak tangga lebih tinggi lagi. Sehingga lama-kelamaan anda akan terbiasa dan merasa lebih berani.

Begitu pula dengan menghadapo rasa iri karena belum dikaruniai momongan. Cobalah untuk datang ke pertemuan-pertemuan dengan orang lain baik itu keluarga atau teman yang telah memiliki anak kecil atau bayi. Usahakan anda ikut berperan aktifdan membantu mereka, misalnya menemani berbelanja perlengkapan bayi bersama saudara yang hendak melahirkan, membantu teman saat memandikan bayinya, mendekorasi kamar untuk menyambut kelahiran bayi saudara, bermain bersama anak teman yang masih kecil, dan masih banyak lagi. Jika rasa sakit hati itu muncul maka katakan pada diri sendiri jika apa yang dialami merupakan hal wajar. Jangan berpikir jika diri anda yang salah ataupun jahat. Jika perlu anda bisa mengikuti psikoterapi agar dapat mengatasi perasaan iri, dan hidup lebih bahagia.

2.      Menunggu itu hal yang wajar

Beberapa studi menunjukan jika rata-rata pasangan membutukan waktu 4 – 6 bulan untuk berhasil hamil, tandanya ada banyak pasangan membutuhkan waktu jauh lebih lama. Untuk itu menunggu masa kehamilan adalah hal yang wajar bagi pasangan yang telah menikah. Bila anda menganggap jika semua orang mudah hamil, ingatlah jika apa yang mereka alami sekarang adalah hasil dari usaha keras.

3.      Cari dukungan

Jangan hanya menanggung ini sendirian, cobalah untuk membicarakannya dengan teman, anggota keluarga atau mungkon komunitas yang beranggotakan ibu-ibu. Membagi beban pikiran dengan seseorang yang paham betul dengan kondisi anda tentu akan membantu. Usahakan janga tidak terlalu sering berkeluh kesah pada pasangan anda karena ini akan memicu masalah baru. Jika perasaan iri muncul, katakan pada diri sendiri “Suatu hari aku akan menjadi seorang ibu seperti yang lain”. Kalimat itu akan mensugesti anda dan memberikan semangat untuk berusaha lebih keras untuk segera hamil.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tips Tetap Menikmati Pernikahan Meskipun Pasangan Tak Kunjung Diberi Momongan

Tips Tetap Menikmati Pernikahan Meskipun Pasangan Tak Kunjung Diberi Momongan

Tips Tetap Menikmati Pernikahan Meskipun Pasangan Tak Kunjung Diberi MomonganTips Tetap Menikmati Pernikahan Meskipun Pasangan Tak Kunjung Diberi Momongan

Topik yang diangkat saat ini mungkin akan menyinggung beberapa pihak. Sebagian pasangan mungkin tidak merencakan kapan saatnya memiliki anak. mereka cenderung memasrahkannya kepada Sang Pencipta, namun ada sebagian lagi yang justru merasa ingin segera memiliki anak namun tak kunjung diberi kesempatan.

Apalagi jika pernikahan yang dijalani sudah berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Tentu akan ada kekhawatiran baik dari kedua pasangan maupun keluarga besar. Namun janganlah anda merasa sedih dan terpuruk, apalagi mendengar gosip-gosip tetangga yang membicarakan pernikahan anda. Ingatlah dibalik ini semua ternyata ada hal-hal positif yang dapat anda lakukan sambil menunggu momen datangnya sang buah hati. Untuk itu janganlah putus asa, anda bisa mengikut beberapa tips berikut ini:

1.      Anda masih bebas berpacaran dengan pasangan tanpa direpotkan dengan kehadiran sang anak

Saat anda menunggu datangnya sang buah hati, tak ada salahnya untuk kembali melakukan kegiatan romantis layaknya masih pacaran. hal ini tentu akan anda dan pasangan rindukan setelah memiliki anak. Pada bulan-bulan pertama bayi lahir tentu anda dan pasangan akan direpotkan dengan aktivitas menyusui, memandikan, dan menenangkan si bayi. Saat moment tersebut anda akan merasa cepat lelah, kurang makan hingga kurang tidur karena sibuk mengurus bayi. Selagi masih ada kesempatan untuk berduaan maka cobalah untuk melakukan hal-hal mesra bersama pasangan.

2.      Anda bisa pergi kemana pun tanpa khawatir menitipkan atau meninggalkan anak

Cobalah untuk berlibur ke tempat baru bersama pasangan. saat anda masih hidup berdua dengan pasangan, tentu anda tidak akan merasa terbebani saat pergi berlibur. Belum memiliki momongan membuat anda bebas meninggalkan rumah kapan saja tanpa merasa khawatir.

3.      Tak ada pengeluaran tambahan, sehingga anda dan pasangan lebih banyak menabung

Saat anda memiliki anak tentu pengeluaran yang anda keluarkan akan lebih banyak, dari segi makanan, pakaian, peralatan, sekolah, dan kebutuhan lainnya. Selagi anda belum memiliki pengeluaran ekstra, maka banyak-banyaklah menabung. Karena suatu hari nanti tabungan tersebut dapat anda gunakan untuk keperluan anak.

4.      Bisa mandi lebih lama, berdandan lebih leluasa dan masih banyak waktu untuk memanjakan diri

Memanjakan diri adalah hal yang sangat penting terutama bagi kaum wanita, mulai dari mandi, berdandan, merawat tubuh, ataupun berbelanja kebutuhan pribadi bukan lagi sebuah masalah besar bagi anda. Momen-momen ini tentu akan sulit anda dapatkan saat sudah memiliki anak.

Apalagi dalam masa kehamilan seorang wanita harus mengontrol apa yang dia konsumsi, sebab hal itu akan mempengaruhi kondisi janin, dan kualitas ASInya.

5.      Anda akan bebas berkarya dan mengerjakan hobi sampai puas

Saat anda memiliki anak tentu akan sulit bagi anda menggeluti hobi yang dimiliki, karena pikiran dan waktu anda sudah habis untuk mengurus anak. dibandingkan anda terpuruk dalam kesedihan anda bisa terus berkarya dan menggali berbagai potensi yang dimiliki. Siapa tahu hobi anda akan menurun pada anak.

6.      Bereksplorasi di ranjang

Selain berusaha untuk segera mendapatkan momongan momen ini dapat mendekatkan hubungan intim antara suami dan istri. terkadang posisi seks yang itu-itu saja dapat menurunkan gairah seksual seseorang. Untuk itu sambil menunggu kehadiran momongan anda dan pasangan bisa melakukan eksplorasi di ranjang.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum MenikahManfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Sebelum melangsungkan pernikahan tentu ada banyak hal yang harus dibicarakan oleh kedua calon pengantin. Salah satu pembahasan yang harus dibicarakan menjelang pernikahan adalah jumlah anak yang diharapkan, waktu untuk hamil, serta jarak kehamilan.

Bahkan seorang spesialis obstetri dan ginekologi bernama Dr. Sandy Prasetyo dari RSIA Brawijaya mengungkapkan merencanakan jumlah anak serta kapan kedua pasangan memiliki anak akan berdampak positif bagi keduanya selama membina kehidupan rumah tangga.

Manfaat dari merencanakan jumlah anak sebelum menikah

Mungkin sebagian orang setuju dengan hal ini, namun tak sedikit pula yang mengabaikan perencanaan jumlah anak menjelang pernikahan. Berikut ini setidaknya terdapat 4 manfaat yang didepatkan pasangan yang merencanakan jumlah anak sebelum pernikahan antara lain:

  1. Menghindari jarak kehamilan yang terlalu muda, terlalu tua, atau pun jarak antara kehamilan yang terlalu dekat. Dari ketiga risiko kondisi kehamilan ini dapat mempengaruhi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi wanita. Tentu hal ini akan merugikannya, risiko yang dapat dialami seperti pre-eklampsia, persalinan prematur, risiko tinggi terhadap melahirkan melalui operasi bedah caesar, serta risiko komplikasi lainnya.
  2. Mencegah terjadinya masalah fisik dan psikologis diakibatkan oleh kehamilan yang tidak direncanakan kedua pasangan
  3. Kedua pasangan memiliki persiapan yang matang terkait dengan perencanaan kehamilan.
  4. Dapat meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan harapan kedua pasangan untuk menjadi keluarga yang harmonis.
  5. Dapat mempertimbangkan kapan istri berhenti melahirkan sehingga dapat membesarkan anak secara optimal

Adanya persetujuan antara kedua belah pihak sangatlah dibutuhkan. Walaupun banyak pepatah yang mengatakan “banyak anak banyak rejeki”, namun untuk kondisi zaman sekarang tentu tidaklah efektif diterapkan. Selain itu saat ini pemerintah pun merencanakan program Keluarga Berencana (KB). Program ini bukan hanya pemberian pil atau alat KB guna pencegahan kehamilan saja, namun terdapat beberapa sosialisasi yang diberikan untuk masyarakat. Program ini menghimbau agar setiap pasangan memiliki 2 anak, dengan jarak kelahiran yang ideal 3 sampai 5 tahun.

Perencanaan lain yang tidak kalah pentingnya

Selain perencanaan jumlah anak ternyata terdapat perencaan lain yang harus anda dan pasangan bahas menjelang pernikahan. Pembahasan seperti ini tentu akan mendukung hubungan anda mencapai keluarga yang harmonis, namun pada kenyataannya masih banyak pasangan yang mengabaikan. Untuk lebih jelas berikut ini adalah ulasannnya:

1.      Perencanaan usia nikah

Jodoh memang tidak ada yang tahu, namun jika anda telah menemukan pasangan yang cocok mendampingi hidup anda maka tak ada salahnya untuk merencanaka pernikahan. Akan tetapi ada baikny anda merencanakan usia nikah. Menurut BKKBN terdapat usia ideal bagi seseorang yang ingin menikah, yaitu 25 tahun untuk pria dan 21 tahun untuk wanita.

2.      Perencanaan dan kesepakatan apa yang dilakukan setelah menikah

Banyak pasangan yang justru memiliki keinginan yang berbeda setelah resmi menikah. Tak jarang perbedaan yang dialami menjadi sumber masalah besar dalam pernikahan. Untuk itu cobalah untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai apa yang ingin dicapai setelah menikah, akan tinggal dimana, keuangan, anak, hingga pembagian tugas rumah.

3.      Merencanakan masa depan anak

Saat anda resmi menjadi pasangan suami istri tentu anda dan pasangan harus siap menjadi orangtua kapan saja. merawat anak tentu bukanlah hal yang mudah, anda haru memperhatikan kecukupan gizi anak, mempersiapkan keuangan untuk pendidikan anda, serta memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pula.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Manfaat Yang Didapat Saat Anda Dan Kekasih Memiliki Hobi Yang Berbeda

Manfaat Yang Didapat Saat Anda Dan Kekasih Memiliki Hobi Yang Berbeda

Manfaat Yang Didapat Saat Anda Dan Kekasih Memiliki Hobi Yang BerbedaManfaat Yang Didapat Saat Anda Dan Kekasih Memiliki Hobi Yang Berbeda

Memiliki hobi yang sama terkadang menjadi salah satu penentu jika anda dan seseorang cocok untuk menjalin kasih. Padahal memiliki hobi yang berbeda juga dapat berdampak baik pada hubungan asmara anda. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak artikel di bawah ini.

Manfaat yang anda dapatkan saat memiliki hobi yang berbeda dengan pasangan

Saat orang-orang memilih untuk menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang memiliki hobi yang sama. Akan tetapi tak ada salahnya anda memiliki pasangan dengan hobi yang jauh berbeda dengan yang anda miliki. Persamaan hobi memang memberikan dampak positif dalam hubungan seseorang. Namun, memiliki hal yang berbeda dengan pasangan ternyata akan bermanfaat bagi anda, apa saja? mari kita bahas.

1.      Munculnya rasa saling menghargai satu sama lain

Memiliki hobi dan pengalaman yang berbeda dengan pasangan terkadang memunculkan rasa saling menghargai. Rasa menghargai biasanya akan muncul bukan karena hobi yang dilakukan oleh pasangan, namun karena sosok pasangan itu sendiri.

Misalnya saja, pasangan anda memiliki hobi dalam bidang olahraga seperti basket, namun anda tidak menyukai itu. Selama menamaninya bermain basket wajah bahagia ditunjukan oleh pasangan, sehingga anda dapat memahami nilai menghargai melalui hobi yang dimiliki pasangan. hal tersebut yang nantinya membuat anda lebih menghargai dan menginginkannya lebih bahagia dengan apa yang ia sukai seperti hobi.

2.      Mengenal pasangan lebih dekat

Saat memiliki hobi yang berbeda, mungkin akan banyak cerita mengenai hobi masing-masing. Ini merupakan momen yang tepat untuk mengenal pasangan lebih jauh. Hal itu karena anda akan mengetahui apa saja persamaan dan perbedaan yang dimiliki, sehingga anda akan lebih kompak untuk melakukan sesuatu  bersama pasangan.

Bahkan perbedaan hobi akan menjadi daya tarik sendiri bagi anda dan pasangan. misalnya, anda tertarik akan sifat pasangan yang rapi, kreatif, dan cekatan saat membersihkan rumah.

3.      Melihat dunia dari sudut pandang yang baru melalui hobi pasangan

Memiliki pasangan dengan hobi yang berbeda tentu akan memberikan sudut pandang baru bagi anda. Dengan saling membicarakan hobi pasangan, anda akan memiliki pengalaman dan wawasan baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Pengalaman dan wawasan tersebut akan memberikan cara baru bagi anda untuk berpikir atau merasa sesuatu. Misalnya anda memang tidak memiliki ketertarikan akan aktivitas dialam bebas seperti mendaki gunung atau berkamping. Namun mungkin akan muncul keinginan tersendiri untuk melakukan hal tersebut bersama pasangan, sehingga akan memberikan pengalam baru bagi anda.

Memiliki hobi yang berbeda bukan berarti tidak ada kecocokan

Banyak orang yang menganggap jika perbedaan hobi justru akan memicu ketidakcocokan dalam hubungan. Padahal kecocokan muncul saat anda dan pasangan tidak dapat saling menghargai dan memahami keinginan masing-masing. “Kecocokan” akan muncul saat anda dan pasangan saling menikmati kegiatan dan waktu yang dilakukan bersama.

Pasangan yang memiliki perbedaan hobi bisa saja hubungan yang mereka jalani akan lebih menyenangkan. Walaupun hobi pasangan berbeda, namun jika satu sama lain saling menghargai maka hubungan akan baik-baik saja.

Bahkan pada kenyataannya hubungan yang dijalani atas kesamaan sifat ataupun hobi tetap akan ada perbedaan pada pola pikirnya. Untuk itu kunci mencari pasangan bukan hanya dari kesamaan hobi belaka, namun carilah pasangan yang mengajak anda terus berkembang menjadi pribasi yang lebih baik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Baik Dan Buruknya Saat Anda Memiliki Kekasih Yang Satu Kantor

Baik Dan Buruknya Saat Anda Memiliki Kekasih Yang Satu Kantor

Baik Dan Buruknya Saat Anda Memiliki Kekasih Yang Satu KantorBaik Dan Buruknya Saat Anda Memiliki Kekasih Yang Satu Kantor

Rasa cinta dapat muncul pada saat-saat yang anda sendiri tidak menduganya. Cinta bisa tumbuh pada orang yang berada didekat anda misalnya saja rekan kerja di kantor. Mungkin sudah tidak asing lagi mengenai hubungan asmara yang tumbuh dari lingkungan pekerjaan. Namun sebelum anda memutuskan untuk melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah hubungan asmara anda mengacaukan performas kerja anda di kantor?

Sebenarnya memang ada hal baik dan buruk yang anda dapatkan jika berpacaran dengan rekan satu kerja. Untuk lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.

Kenapa anda bisa cinlok dengan rekan kerja?

Cinta lokasi atau yang disingkat cinlok adalah hal yang sudah biasa bagi orang-orang termasuk dalam kalangan karyawan. Intensitas pertemuan di kantor dapat menjadi pemicu kenapa seseorang terjebak cinlok. Banyaknya waktu yang anda habiskan di tempat kerja memungkinkan anda bertemu dengan lawan jenis yang menjadi teman kerja anda. Selain itu terkadang kesempatan untuk bertukar pikiran, berbagi strategi, dan bekerja sama menyelesaikan proyek bisa menjadi asal mula benih-benih cinta muncul diantara anda dan pasangan.

Karena sering bertemu dan berinterkasi dengan rekan anda yang memungkinkan terjadinya hubungan asmara, bahkan seseorang akan cenderung lebih mudah jatuh cinta kepada seseorang yang memiliki cara pandang yang sama. Jadi bisa disimpulkan semakin akrab anda dengan rekan kerja lawan jenis, maka kemungkinan adanya ketertarikan satu sama lain semakin besar.

Kebaikan yang didapatkan dari memiliki pasangan yang satu kantor

Jika anda adalah salah satu orang yang terjebak cinta lokasi dengan teman satu kantor, maka berikut ini merupakan kebaikan yang didapatkan, antara lain:

1.      Motivasi kerja meningkat

Saat anda memiliki pasangan yang satu kantor dengan anda, maka hal itu akan memicu anda lebih semangat dalam bekerja. Bila anda dan pasangan berada dalam datu devisi maka anda akan bisa saling memberikan dukungan setiap hari. Namun yang perlu dicata adalah baik anda maupun pasangan harus mampu menjaga profesionalitas.

2.      Mengurangi rasa insecure terhadap pasangan

Hampir sebagian waktu yang anda miliki akan dihabiskan di tempat kerja, salah satu kebaikan yang anda dapatkan saat memiliki pasangan satu kantor adalah kesempatan untuk bertemu setiap hari. Sehingga hal ini bisa mengurangi rasa insecure terhadap pasangan.

Insecure sendiri merupakan perasaan tidak aman atau minder yang sering kali menjadi pemicu konflik dalam hubungan. Biasanya diekspresikan dalam beberapa bentuk seperti cemburu, berperasangka buruk, dan takut kehilangan pasangan.

Keburukan yang didapatkan dari memiliki pasangan yang satu kantor

Selain kebaikan, ada beberapa hal buruk yang dapat mengancam hubungan anda antara lain:

1.      Mengganggu fokus

Namanya hubungan pasti tak selamanya berjalan mulus. Masalah tentu akan ditemui dalam hubungan anda. Terkadang konflik yang anda alami dapat menyita perhatian dan konsentrasi anda, apalagi jika itu berkaitan dengan pasangan yang satu kantor. Tentu ini akan mempengaruhi produktivitas anda dalam bekerja.

2.      Cepat merasa bosan

Bertemu terlalu sering terkadang memicu kebosanan bagi beberapa orang. Mungkin anda akan kebingungan untuk berbagi cerita dengan pasangan. karena apa yang anda alami dan rasakan telah ia ketahui sebelum anda menceritakannya, begitu pula sebaliknya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Sering Berdebat Dapat Membuat Hubungan Semakin Langgeng? Simak Penjelasannya

Sering Berdebat Dapat Membuat Hubungan Semakin Langgeng? Simak Penjelasannya

Sering Berdebat Dapat Membuat Hubungan Semakin Langgeng? Simak PenjelasannyaSering Berdebat Dapat Membuat Hubungan Semakin Langgeng? Simak Penjelasannya

Dalam hubungan asmara, pasti anda dan pasangan sering menemukan hal yang diperdebatkan. Entah itu hal sepele maupun hal besar. Apa yang diperdebatkan tentu mengenai sesuatu yang bersangkutan dengan hubungan anda baik itu keluarga, karateristik satu sama lain, pernikahan, masa depat dan masih banyak lagi.

Bagi sebagian orang terlalu sering berdebat mungkin bisa menjadi petanda jika tidak ada kecocokan antara satu sama lainnya. Namun jangan berburuk sangka terlebih dahulu, karena banyak penelitian yang mengatakan. Pasangan yang sering beradu argimen memiliki ikatan yang lebih kuat dan hubungan yang lebih langgeng.

Untuk itu janganlah terburu-buru untuk memutuskan hubungan dengan pasangan. berikut ini adalah hasil penelitian yang menunjukan jika berdebat dapat membuat hubungan asmara anda menjadi langgeng, antara lain:

1.      Beradu argumen akan membuat hubungan anda lebih erat dan tidak dapat dipisahkan

Baru-baru ini sebuah survei yang dilakukan di Negara India, mengenai korelasi antara perdebatan yang sering terjadi dengan pengaruh pasangan terhadap keberlangsung hubungan pasangan suami istri. Dari survei tersebut ditemukan sebanyak 44% peserta menyatakan jika melakukan perdebatan satu kali dalam seminggu dapat menjaga komunikasi yang lebih terbuka satu sama lain.

Bukan hanya itu saja, dalam penelitian lain yang dilakukan selama lebih dari 14 tahun, membuktikan jika pasangan yang sering berdebat akan berdampak baik bagi keberlangsungan pernikahan yang mereka jalani.

Diambil dari FamilyShare, menjelaskan kunci dari hubungan yang langgeng adalah pertengkaran dan perdebatan yang diikuti dengan keterbukaan kedua pasangan setelah mereka berdebat. Sehingga kedua pasangan akan menjadi sulit untuk dipisahkan.

2.      Perdebatan akan membuat hubungan menjadi lebih berwarna

Hubungan yang berjalan mulus dan tidak ada rintangan yang menghadang, justru akan terasa hambar dan membosankan. Perdebatan yang terjadi pada kedua pasangan sebenarnya cara lain untuk menyatukan anda dan pasangan. dengan berdebat anda akanmembahami karakter asli dari pasangan, bagaimana dia marah? Bagaimana dia menyampaikan pendapat dan berekspresi?

Selain itu, dengan berdebat seseorang dapat menyalurkan emosinya ketika pasangan melakukan kesalahan. Mungkin sebagian dari anda merasa tidak nyaman untuk menyampaikan kemarahan dan kekecewasaan, namun mengutarakan pendapat memiliki efek yang baik dibanding anda memendamnya.

Emosi yang anda pendam dalam waktu yang lama, lama kelamaan akan membuat hubungan anda merenggang lebih cepat.

3.      Membuat anda dan pasangan lebih jujur satu sama lain

Hubungan yang sehat ditandai dengan kejujuran dan saling menghargai satu sama lain. Berdebat terkadang menjadi media anda untuk menyampaikan apa yang sedang anda rasakan dan pikirkan terhadap pasangan. komunikasi yang terbukadan jujur akan membawa hubungan lebih harmonis.

Melalui perdebatan anda akan memahami sudut pandang pasangan. jika anda selalu merasa diri anda yang selalu benar, dengan berdebat tentu pikiran anda akan jauh lebih terbuka. Berbeda pendapat boleh-boleh saja, karena perbedaan itu yang membuat anda tidak merahasiakan apapun dari pasangan.

4.      Perdebatan dalam hubungan itu biasa, namun itulah kunci yang membuat anda bertahan sampai sekarang

Perdebatan merupakan sebuah tantangan baru dalam hidup anda berdua. Namun jangan anggap itu sebuah masalah, anggaplah itu sebuah proses untuk setingkat lebih baik dari sebelumnya. Hubungan yang baik ditandai dengan sikap saling mendukung satu sama lain sehingga kedua pasangan saling memperbaiki diri dan menunjukan versi terbaik dalam diri mereka.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Cara Mengontrol Emosi Saat Bertengkar Hebat Dengan Pasangan

3 Cara Mengontrol Emosi Saat Bertengkar Hebat Dengan Pasangan

3 Cara Mengontrol Emosi Saat Bertengkar Hebat Dengan Pasangan3 Cara Mengontrol Emosi Saat Bertengkar Hebat Dengan Pasangan

Setiap pasangan tentu akan mengalami pertengkaran entah mengenai hal besar maupun kecil. Pertengkaran bisa ditandai dengan perdebatan kedua pasangan mengenai kehidupan bersama. Entah mengenai komitmen, komunikasi, keuangan dan lain sebagainya.

Namun saat menghadapi pertengkaran ternyata banyak pasangan yang kehilangan kendali sehingga adu cekcok hingga kekerasan dapat terjadi diantara keduanya. Jika sudah demikian tentu masalah yang dihadapi akan semakin besar dan rumit. Untuk itu ada baiknya anda mengendalikan emosi saat harus bertengkar dengan pasangan, mungkin terdengar tidak mudah. Namun anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:

1.      Tarik napas dalam-dalam

Menurut Robert Nicholson seorang asisten dosen di Sain Louis University mengungkapkan emosi yang tak tertahankan merupakan sumber pertengkaran yang terjadi antara anda dan pasangan, terlepas dari pemicu masalah. Di saat seperti ini, umumnya tubuh akan lebih tegang, napas menjadi cepat, dan detak jantung tidak beraturan.

Untuk itu cara pertama yang harus anda lakukan adalah menarik napas pandang dan hembuskan secara pelahan. Ini akan membantu anda untuk lebih tenang dan mengendalikan emosi. Dengan demikian tubuh anda akan merasa lebih rileks dan amarah pelahan akan meredam.

2.      Laungkan waktu anda untuk menyendiri

Membiarkan diri anda tenggelam dalam perdebatan justru semakin membuat anda kesulitan untuk mengendalikan emosi. Hasilnya akan ada salah satu pihak yang merasa tersakiti karena reaksi pasangan yang muncul selama pertengkaran.

Baik sekadar adu argumen ataupun melibatkan kontak fisik seperti menampar atau memukul. Untuk itu sebelum pasanagn terlanjur kecewa atau melakukan tindakan kekerasan, sebaiknya anda menyudahi pertengkaran tersebut dan biarkan diri anda menyendiri sejenak. Salah satu sumber pemicu emosi adalah anda tidak memiliki waktu untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Cobalah untuk berjalan-jalan di sekitar komplek rumah anda, pergi ke coffeshop, atau berbaring di kamar adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengendalikan emosi.

Pjangan sampai anda hanya mengandalkan emosi saja karena semua itu akan membuat masalah semakin rumit. Cobalan pikirkan perasaan pasangan dan kondisi hubungan anda sekarang. Atau anda juga bisa mencoba melakukan aktivitas yang disukai agar mengembalikan mood anda. Selain itu melakukan aktivitas yang disukai dapat mengalihkan perhatian anda terhadap masalah dan emosi yang bergejolak.

Setelah anda menyempatkan waktu untuk bersenang-senang dan mengambalikan suana hati yang baik. Maka cobalah untuk menemui pasangan lagi dan bicarakan masalah yang belum terselesaikan.

3.      Cobalah untuk meminta bantuan tenaga professional

Pertengkaran yang terjadi dalam hubungan asmara adalah hal wajar bahkan kerap dibilang jika ini merupakan bumbu penyedap sebuah hubungan. Pertengkaran bukan hanya terjadi pada pasangan yang sudah menikah saja, namun pasangan yang masih berpacaran pun mengalami hal yang serupa.

Pertengkaran dapat menjadi masalah yang serius jika anda dan pasangan menjadi saling menyalahkan satu sama lain dan mementingkan ego masing-masing. Apalagi jika hal tersebut disertai dengan kekerasan secara fisik maupun mental.

Tentu hal itu akan memperparah hubungan anda, dan bisa saja menyebabkan perpisahan. Apabila anda dan pasangan merasa kewalahan menghadapi masalah ini maka anda bisa meminta bantuan tenaga profesional seperti psikolog. Selain membantu menyelesaikan masalah dengan berkonsultasi anda akan lebih mudah mengontrol emosi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kekerasan Finansial Juga Merusak Pernikahan Anda

Kekerasan Finansial Juga Merusak Pernikahan Anda

Kekerasan Finansial Juga Merusak Pernikahan AndaKekerasan Finansial Juga Merusak Pernikahan Anda

KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya bukan hanya berkaitan tentang kekerasan fisik, seksual ataupun emosional saja. Ada banyak bentuk kekerasan dalam rumah tangga, salah satunya adalah kekerasan finansial (financial abuse). Kekerasan ini memang jarang diketahui oleh masyarakat, untuk menambah wawasan anda berikut penjelasannya.

Mengenal kekerasan finansial dalam pernikahan

Kekerasan finansial adalah sebuah bentuk kekerasan yang ditandai saat seseorang mengambil alih dan mengobtril sepenuhnya keuangan pasangan. setelah pasangan berhadil mengendalikan finansial, maka ia akan cenderung menutupi hingga menahan korban untuk mendapatkan uangnya. Misalnya, seorang istri yang mengelola keuangan rumah tangga sengan memberikan jatah uang saku setiap satu minggu kepada suaminya. Namun, saat istri mulai melarang suami untuk menarik uang demi keperluan yang lain seperti menservice motor atau menafkahi orangtuanya. Maka hal itu termasuk dalam kekerasan finansial.

Kekerasan finansial biasanya terjadi pada wanita keuangan dikontrol sepenuhnya karena khawatir jika pemasukan tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Walaupun kasus ini jarang didengar, namun korban dari kekerasan finansial dapat mengalami masalah mental. Untuk itu jika anda mengalami kekerasan finansial dalam pernikahan. Cobalah untuk membicarakannya dengan pasangan, dengan begitu masalah akan mudah terselesaikan.

Namun jika hal ini sudah tidak dapat dibicarakan dengan baik-baik maka cobalah pertimbangkan apakah anda tetap bertahan atau tidak.

Tanda jika penikahan anda mengalami kekerasan finansial

Banyak orang yang terlambat menyadari jika dalam pernikahannya terdapat kekerasan finansial. Agar anda tidak terjebak dalam kekerasan finansial yang dapat merusak kondisi psikologis anda. Berikut inia adalah tanda-tanda unsur kekerasaunsur kekerasan finansial antara lain :

  • Mendesak anda untuk berhenti dari pekerjaan, tujuannya agar anda hanya bergantu pada pasangan dan tidak dapat keluar dari hubungan tersebut
  • Membuntuti anda sampai ke tempat kerja, dengan maksud untuk membuat anda tidak nyaman bekerja dan terpaksa harus berhenti
  • Tidak diberikan akses ke bank, pasangan mulai melakukan penolakan untuk memberitahu anda bagaimana kondisi keuangan keluarga
  • Memberikan uang saku. Hal ini dilakukan untuk mewanti-wanti untuk keperluan anda sehari-hari. Apabila habis pasangan tidak akan memberikan tambahan
  • Membuat keputusan mengenai keuangan secara sepihak. Misalnya pasangan membeli motor atau mobil tanpa berdiskusi dengan anda terlebih dahulu
  • Menjual aset yang anda miliki dengan seenaknya. Misalnya rumah, motor atau mobil.
  • Tidak membayar tunjangan anak, sehingga membuat anda kesulitan dalam membayar tagihan atau utang

Pasangan yang melakukan Finansial abuse akan bertindak secara halus dan manipulatif. Dengan dalihnya membuat pasangan berkuasa penuh atas apa yang anda miliki saat ini. sehingga tanda-tanda kekerasan dalam pernikahan menjadi samar. Ketika anda mulai mencurigai sikap pasangan cobalah untuk memahami maksud dan tujuannya.

Menghadapi kekerasan finansial

Mengatasi kekerasan finansial memang tidak mudah, anda harus berani menanggung resikonya. Meskipun demikian bukan hal mustahil bagi anda untuk menghadapi situasi yang seperti ini. berikut ini adalah tips yang bisa anda coba :

  1. Mengamankan informasi pribadi, misalnya pin ATM atu kartu kredit, rekening tabungan, serta akun keuangan lainnya.
  2. Membuat tabungan untuk diri sendiri, simpanlah sedikit dari uang anda untuk ditabung tanpa sepengetahuan pasangan
  3. Mempelajari undang-undang perkawinan sebelum menikah, cobalah untuk mempelajari UU yang berisi utang, uang, dan kepemilikan aset antara anda dan calon pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!