Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak SolusinyaMerasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Apakah dalam hubungan pernikahan anda sering mengalami keributan yang masalahnya itu-itu terus? Jika iya mungkin saat ini anda sudah merasa lelah dengan masalah tersebut. Walaupun dalam pernikahan pasangan akan menemui banyak masalah baik itu uang, pekerjaan, anak-anak, atau hal lain yang menjadi sumber masalah. Bahkan  menurut pakar hubungan bernama Sheryl Paul MD yang dikutip oleh Huffington Post, mengungkapkan jika banyak pasangan yang mendebatkan hal yang sama setiap harinya. Hal itu karena mereka belum mempelajari bagaimana komunikasi harusnya dibangun.

Maka dari itu pertengkarang yang terjadi tidak boleh berulang-ulang yang disebabkan oleh hal sama dan tak terselesaikan. Berikut ini adalah cara menyelesaikan masalah yang sama dengan pasangan.

1.      Cobalah menurunkan ego

Saat sedang bertengkar dengan pasangan, terkadang banya orang yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosinya. Tak jarang hal itu terkadang membuat nada bicara anda meninggi saat sedang bersama pasangan, bahkan anda juga lebih memilih menuruti ego sendiri.

Jika ingin masalah segera selesai, usahakan untuk berbicara dari hati ke hati. Cobalah ajak pasangan untuk berbicara dengan nada lembut tanpa dibumbui kalimat yang kasar.

Ingatlah yang terpenting saat menyelesaikan masalah adalah kedua pasangan tidak mementingkan ego. Belajar untuk lebih berempati dengan pasangan, jangan melihat sebuah masalah dari sisi anda saja, cobalah pahami sudut pandang pasangan pula.

2.      Pahami jika tak semua masalah akan langsung mendapatkan solusi

Siapa yang tidak ingin masalah mereka segera selesai? Setiap pasangan pasti menginginkannya, namun anda harus tahu untuk menyelesaikan sebuah masalah bukan hanya soal cara atau solusi namun juga waktu. Tak semua masalah akan selesai dalam waktu yang singkat, bahkan anda dan pasangan harus melalui beberapa tahap penyelesaian.

Menurut The Gottman Institute, sebuah lembaga penelitian mengenai hubungan yang berasal dari Amerika menemukan sebuah fakta jika sekitar 69% masalah dalam hubungan memang tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

Jika sudah demikian, anda dan pasangan pun harus mulai belajar untuk menerima dan menghilangkan rasa sakit sehingga masalah yang sama tak lagi diperdebatkan di kemudian hari.

3.      Hindari kebiasaan saling menyalahkan satu sama lain

Saling menyalahkan saat bertengkar adalah hal yang biasa. Sangat disayangkan banyak pasangan yang tidak menyadari jika perilaku tersebut tidak akan menyelesaikan sebuah masalah. Jika pasangan saling menyalahkan akibatnya mereka merasa jika dialah yang lebih pantas untuk disalahkan.

Selain itu anda dan pasangan tidak akan berfokus pada pencarian solusi, tenaga yang anda miliki akan habis hanya untuk saling tuding menuding satu sama lain.

4.      Ingat kembali bagaimana rasa cinta dan ketertarikan anda terhadap pasangan

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya 1Saat terus mendebatkan hal yang sama kemungkina terbesar hal yang akan terjadi adalah hilangnya ketertarikan dan rasa cinta. Anda dan pasangan akan lebih mementingkan ego dan kepentingan masing-masing. Padahal dalam menjalin hubungan kebahagiaan dan tujuan bersama hal yang harus diperoleh bersama.

Cobalah untuk membiasakan kembali perhatian sederhana yang dulu sering dilakukan saat awal pernikahan. Misalnya menanyakan kabar pasangan di kantor atau pergi ke tempat pertama kali  anda berkencan sambil bernostalgia dengan hal-hal yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai BertengkarCara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Setiap hubungan pernikahan pasti merasakan susah dan senang, hal itu karena kehidupan pernikahan tidak hanya tentang hal yang manis saja. akan ada saatnya anda merasa hubungan yang dijalani menjadi merenggang. Misalkan adanya kesalahpahaman dan rasa curiga yang memicu perselisihan. Akibatnya anda dan pasangan memilih untuk saling menghindari daripada harus mendekatkan diri.

Menjauhkan diri secara fisik tentu akan membuat anda merasa gelisah. Sebenarnya menyelesaikan sebuah masalah pernikahan tidak selalu menciptakan jarak bagi keduanya. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah pemikiran negatif sekaligus memancing keterbukaan pada keduanya. Lalu bagaimana cara agar kembali mesra dengan pasangan usai berdebat/bertengkar?

1.      Buatlah komitmen untuk menyelesaikan masalah bersama

Saat konflik berada di puncaknya, baik anda maupun pasangan mungkin akan sering merasa pesimis dengan masalah yang dihadapi. Apakah ini dapat terselesaikan atau tidak? Untuk itu cobalah untuk berkomitmen dengan pasangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Buatlah kesepakatan untuk tetap bertahan hingga masalah tersebut dapat  terselesaikan dengan tuntas. Setelah anda dan pasangan menyetujui keputusan yang dibuat, pastikan baik anda maupun pasangan merasa puas dengan hal itu. Tujuannya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

2.      Eratkan hubungan secara fisik

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar 1Salah satu cara untuk meredamkan masalah yang sedang panas adalah dengan melakukan kontak fisik seperti memeluk ataupun hubungan seks. Bagi sebagian besar pria hubungan seks dapat menurunkan rasa dendam mereka, sebab ini bisa membentuk koneksi yang erat antara pria dan wanita. Sementara bagi wanita, mendapatkan pelukan saja dari orang lain akan menenangkan suasana hati yang buruk.

Meskipun pada saat ini anda dan pasangan berada dalam posisi emosional yang berbedam namun dengan adanya sentuhan fisik akan membantu meredamkan konflik. Bahkan beberapa konselor pernikahan sangat menyarankan pasangan untuk berhubungan intim setidaknya sekali dalam sehari saat sedang menghadapi sebuah konflik.

3.      Bicara dari hari ke hati

Mungkin anda sudah muak untuk mendengarkan berbagai macam ocehan pasangan. Sebenarnya hal itu terjadi karena anda terlalu emosi dengan apa yang dirasakn sehingga rasanya enggan untuk mendengarkan apa yang dirasakan pasangan.

Untuk itu cobalah untuk mendengarkan pasangan dan berbicara dari hati ke hati. Hal ini akan membantu anda dan pasangan agar lebih saling terbuka dan memahami perasaan satu sama lain. Pada akhirnya mudah bagi anda untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Namun bila anda belum bisa melakukan pembicaraan dari hati ke hati, maka hindarilah sikap yang saling menekan pasangan. biarkan keterbukaan dalam hubungan anda muncul dengan sendirinya.

4.      Jangan mengambil kesimpulan sendiri terhadap masalah

Kebiasaan mengambil kesimpulan sendiri cenderung memicu salah presepsi dan memperburuk keadaan. Padahal apa yang anda pikirkan saat ini belum tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh pasangan. sebab bisa saja apa yang anda simpulkan adalah asumsi anda semata.

Bila anda ingin memperbaiki hubungan yang harmonis dan bahagia, tanamkanlah dalam diri anda jika yang terjadi karena baik anda dan pasangan menginginkan yang terbaik untuk hubungan ini. anda mungkin merasa kurang setuju dengan hal ini, namun dengan selalu berpikir positif terhadap pasangan, hati anda dan pasangan akan melunak. Kemudian luangkan waktu berdua untuk mencari solusi bersama tanpa harus menyalahkan keadaan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Apakah anda pernah merasa menyayangi orang lain, merasa cocok dan nyaman saat mengobrol Apalagi jika dia merasakan hal yang sama. Anda sering menggoda, berusaha berpenampilan terbaik di depannya, dan menghabiskan waktu luang bersama dia meskipun hanya sekedar makan siang dikantor. Tak ada yang salah dengan seseorang yang sedang jatuh cinta. Namun yang menjadi masalah adalah jika anda sudah memiliki hubungan yang sah dengan pasangan.

Affair emosional yang marak terjadi

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Mesikpun hanya sekedar mengobrol atau saling mengirim pesan namun jika hal tersebut membuat anda tertarik padany secara emosional tentu akan menjadi sebuah hal yang harus diwaspadai. Apalagi jika pasangan anda tidak mengetahui siapa orang tersebut, entah sekedar rekan kerja, teman waktu masih sekolah, mantan pacar atau justru teman yang dikenal melalui media sosial. Perasaan ketertarikan yang anda rasakan bermula pada sebuah perbincangan yang hangat sebagai seorang teman, namun itu terus berlanjut hingga akhirnya berakhir pada perselingkuhan.

Walaupun tidak ada kontak fisik sekalipun antara anda dan dia, namun secara emosional anda telah terikat. Jangan salah banyak kasus yang membuktikan jika hubungan secara emosional cenderung bertahan cukup lama dibandingkan hubungan yang melibatkan kontak fisik. Kondisi tersebut sering disebut dengan Affair emosional.

Bahkan menurut seorang penulis buku Monogamy Mith bernama Peggy Vuaghan mengungkapkan “Ketidaksetiaan emosional adalah bentuk dimana anda memiliki hubungan emosional dengan lawan jenis yang disembunyikan keberadaannya.”

Dan pada akhirnya pernikahan anda akan ternodai dengan adanya orang ketiga. Kebanyakan orang memang dapat sembuh dari Affair emosional. Namun kebohongan yang dilakukan terhadap pasangan akan sulit untuk dilupakan. Mungkin pasangan akan mencoba memaafkan tindakan anda namun mungkin sulit baginya untuk melupakan kesalah yang telah anda buat. Hal itu tentu memengaruhi hubungan pernikahan anda.

Terkadang banyak pelaku affair emosional yang merasa tidak bersalah atas tindakannya. Maklum saja karena tidak ada kontak fisik atau seks yang dilakukan. Sehingga mereka menganggap jika hubungannya layaknya pertemanan biasa. Padahal anggapan jika hubungan anda sebatas teman hanyalah cara anda untuk mengelak jika sebenarnya anda tertarik dengan orang tersebut.

Tanda jika Affair emosional terjadi dalam hubungan

Banyak orang yang terkadang tak menyadari jika hubungan pertemanan dengan lawan jenisyang dilakukannya sudah pada tahap Affair emosional. Untuk itu berikut ini adalah tanda-tanda yang dapat anda kenali dalam diri sendiri atau pasangan :

  • Terjadi pertemuan dan hubungan yang berlebihan dengan orang yang bersangkutan, baik via online maupun offline.
  • Anda mulai menjauhkan diri dari pasangan secara fisik
  • Selalu terobsesi akan ponsel, sulit bagi anda jauh dari benda tersebut. bahkan anda rutin mengecek notifikasi.
  • Anda berusaha keras meyakinkan pasangan jika hubungan yang dijalani hanyalah sekedar pertemanan biasa.
  • Terjadi perubahan perilaku baik cara bicara maupun cara pandang mengenai pernikahan
  • Anda tidak ingin membahas orang lain dengan pasangan saat sedang berduaan
  • Seseorang yang bersangkutan dengan affair emosional sangat mengetahui betul bagaimana kondisi pernikahan anda dan pasangan.

Mengatasi affair emosional

Affair emosional layaknya masalah pernikahan lainnya, yang dapat diatasi dan diperbaiki namun dengan catatan ada kemauan bagi kedua pasangan untuk memperbaikinya. Jika anda merasa hubungan pertemanan sudah melampaui batas, maka cobalah untuk menjauh dari orang yang terlibat affair emosional dengan anda.

Usahakan untuk tidak menjalin komunikasi dengannya. Jangan mencoba mengangkat telpon atau membalas pesannya. Meskipun hubungan anda sudah terlanjur dekat, namun jika terus anda biarkan maka bisa saja pernikahan anda akan kandas. Jika perlu anda dapat memblokir semua kontak dan akun media yang dimilikinya.

Cara lain yang bisa anda lakukan untuk memulihkan diri dari affair emosional adalah dengan melakukan konsultasi pernikahan. Meskipun terdengar tidak mudah namun dengan niat yang kuat dan konselor yang berkompeten tentu hubungan pernikahan anda akan kembali membaik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Alasan Yang Tidak Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah Kedua Pasangan

4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

4 Alasan Yang Tak Seharusnya  Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

Banyak orang beranggapan jika pernikahan adalah tanda kesuksesan sebuah hubungan (pacaran). Oleh karena itu saat ini banyak orang yang berlomba-lomba agar dapat mencapai jenjang pernikahan bersama orang disayangi. Namun menuju jenjang hubungan yang lebih serius dan resmi terkadang tak akan membantu anda dan pasangan menyelesaikan masalah apapun yang sering terjadi saat masih berstatus pacaran.

Untuk itu, janganlah menganggap enteng sebuh hubungan pernikahan. Banyak orang yang berharap jika setelah menikah pasangan akan dapat mengubah karakter dan perilakunya, namun sebenarnya merubah apa yang telah mendarah daging bukanlah hal mudah. Meskipun sudah berganti status sekalipun. Untuk itu jangalah jadikan pernikahan sebagai satu-satunya cara agar masalah yang anda hadapi dengan pasangan.

Berikut ini adalah alasan yang kenapa pernikahan tidak dapat menjamin kebahagian dan membuat hubungan terbebas dari berbagai masalah yang dialami selama pacaran.

1.      Meskipun sudah sah menjadi suami-istri, anda dan pasangan adalah orang yang seperti saat pacaran

Tidak semua hubungan yang dijalani akan sempurna. Sehingga sangat normal jika anda dan pasnagan akan menemui banyak konflik, perbedaan pendapat dan prinsip. Akan tetapi beberapa prinsip yang tidak dapat bersifat mutlak dan tidak bisa diubah seperti, perbedaan agama, anak, karir, dan masih banyak lagi. Jika hal tersebut sering menjadi masalah selama anda berpacaran, jangan harap masalah tersebut akan terselesaikan setelah menikah.

Namun disisi lain, jika kondisi pasangan anda yang berperilaku buruk saat masih berpacaran. Mungkin setelah menikah ia akan menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah jika anda tidak ingin merubah prinsip hidup yang anda pegang selama ini, begitupun pasangan akan melakukan hal yang sama.

2.      Karena hubungan yang sukses juga membutuhkan usaha

Menikah bukan berarti anda akan berhenti berusaha seperti saat masih pacaran. Justru sebaliknya saat anda menikah, anda dan pasangan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah yang jauh lebih rumit hingga  membuat anda semakin mudah terpancing emosi. Melupakan masalah yang lalu dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa justru akan mendatangkan bencana dalam hubungan anda.

3.      Buru-buru menikah justru akan membuat masalah akan semakin rumit

Semua hal yang dilakukan secara tergesa-gesa tidak akan berdampak baik pada diri anda, termasuk pernikahan. Memutuskan untuk secepat mungkin menikah dan memaksa pasangan untuk menyetujuinya adalah bukti betapa rapuhnya hubungan yang saat ini anda jalani. Bukannya berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalah, anda malah berpikir untuk membangun komitmen yang lebih jauh lagi. Kalau memang pasangan anda memang bukan orang yang tepat untuk anda lama kelamaan hubungan anda juga tidak akan membaik dan beresiko pada perpisahan. Jadi cobalah pikirkan lagi sebelum terburu-buru untuk menikah karena takut kehilangan pasangan.

4.      Pernikahan hanyalah hubungan resmi yang disahkan Negara

Pernikahan memang salah satu goals dalam relationship dan melambangkan perasaan cinta satu sama lain. Akan tetapi anda tidak perlu bersikap berlebihan dengan menganggap pernikahan yang anda jalani akan seperti cerita dongeng. Pada kenyataannya pernikahan sama seperti relationship sebelumnya. Namun yang membedakan hanyalah hubungan tersebut disahkan oleh Negara. Saat menghadapi pernikahan jangan hanya menggunakan perasaan semata, gunakanlah pikiran dan akal sehat anda untuk menentukan hubungan seperti apa yang anda inginkan bersama pasangan?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan MenikahHati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Menikah adalah salah satu impian yang diinginkan setiap pasangan. namun dibutuhkan banyak waktu dan proses saling mengenal serta memahami karakter pasangan. karena saat menikah merupakan salah satu keputusan yang besar dalam hidup seseorang. Hidup dengan seseorang yang dicintai, memiliki anak dan hidup bersama hingga akhir hayat. Namun, ternyata ada beberapa pasangan yang tak sependapat dengan hal tersebut. menikah bukanlah hal yang ingin diwujudkan bersama, bahkan menikah bersama pasangan tidak termasuk dalam to-do-list mereka meskipun dari segi usia mereka sudah matang.

Mereka tak peduli meskipun hubungan yang dijalaninya sudah mengijak usia 5 atau 7 tahun, bahkan ada beberapa pasangan yang belum merencakan menikah meskipun usia pacaran mereka mencapai belasan tahun. Namun hal tersebut dilakukan bukan karena apa-apa, setiap pasangan memiliki alasannya masing-masing.

Alasan kenapa terlalu lama pacaran seseorang menjadi enggan untuk menikah

Bagaimana pun setiap pasangan memiliki keputusannya masing-masing untuk kapan waktunya mereka untuk menikah. Adapun beberapa alasan yang mungkin salah satunya terjadi dalam hubungan anda dan pasangan :

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

1.      Pasangan terjebak dalam kenyamanan, sehingga takut jika menikah nanti kenyamanan yang dirasakan tak sama seperti sebelumnya

Atas dasar kenyamanan membuat pasangan merasa enggan untuk melangkah menuju pernikahan. Anda dan pasangan tak ingin kehilangan moment bersama yang terlampau kenyamanan. Anda lebih memilih hubungan pacaran dibandingkan menikah karena menikah tidak dapat menjamin kenyamanan tersebut dirasakan terus.

Untuk itu daripada melakukan sesuatu yang tidak pasti, anda tak ingin mengambil keputusan hidup bersama pasangan di sisa hidup. Apalagi belum tentu anda dan pasangan siap menghadapi berbagai permasalahan yang biasanya muncul dalam setelah keduanya menikah.

2.      Secara mental anda dan pasangan belum siap untuk menikah. Meskipun hubungan telah dijalin dalam waktu yang lama

Benar kata orang-orang, umur bukanlah patokan yang mutlak bagi seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Hal tersebut juga berlaku dalam hubungan anda. Mungkin dilihat dari segi usia anda dan pasangan memang sudah siap untuk menikah. Tetapi jika ditanya mengenai kesiapan membangun kehidupan pernikahan, jelas anda belum siap. Bagi anda dan pasangan pernikahan masih sangat abu-abu. Selain umur, lamanya hubungan terkadang bukan sebuah parameter untuk pasangan siap menikah. Terbukti meskipun sudah lama menjalin hubungan, namun kesiapan menikah pun belum ada dibenak anda dan pasangan.

3.      Ada ketakutan tertentu untuk menjalani pernikahan karena melihat kegagalan yang dialami oleh orang terdekat

Alasan lain yang sering dialami orang-orang adalah takut mengalami kegagalan sama seperti yang dialami oleh orang terdekat. Ketakutan tersebut bisa berasal dari orang tua yang bercerai di masa kecil, atau mendengarkan sahabat yang selalu berkeluh kesah mengenai permasalahan pernikahannya. Oleh hal itu membuat anda dan pasangan untuk tidak terburu-buru mengakhiri hubungan pacaran ini dalam pernikahan.

4.      Masih ingin menikmati moment bebas di masa muda, tapi disisi lain tak ingin merelakan hubungan yang sudah lama terjalin bersama pasangan.

Secara usia mungkin anda dan pasangan memang sudah matang. Bahkan sudah waktunya untuk melangkah ke pelaminan, namun di usia sekarang anda dan pasangan masing ingin menikmati berbagai kegiatan layaknya anak muda. Anda bebas berpergian bersama teman dan sahabat, tanpa sibuk mengurus rumah. Moment itulah yang menjadi alasan kenapa seseorang menunda pernikahannya. Mereka merasa takut jika setelah menikah moment itu tidak dapat dirasakan setelah menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun BersamaMenjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Saat pernikahan telah menginjak usia 10, 20 hingga puluhan tahun pasti banyak hal yang berkurang dalam hubungan. Baik itu kesetiaan, komunikasi hingga gairah seks. Tentu ini adalah sebuah masalah yang harus dihadapi berdua bersama pasangan, jangan sampai pernikahan yang dipertahankan sejauh ini menjadi hambar.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga gairah seks anda dan pasangan, kepuasan berhubungan seks sangat mempengaruhi keintiman asmara pasangan. namun yang memang tak bisa dipungkiri untuk menjaga gairah seks pada pasangan yang telah lama menikah bukanlah hal yang mudah. Ini sebetulnya lumrah, namun meskipun demikian ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan gairah seks pasangan seperti awal menikah.

Kepuasan seks setelah menikah lama dapat mengalami penurunan

Sebuah studi melakukan penelitian yang diambil dari Medical News Today menyatakan bahwa pasangan penganti baru sudah dapat merasakan kepuasan saat hubungan seks yang meningkat dalam waktu 2 hari setelah melakukannya. Studi lain juga menyatakan jika pasangan yang sering berhubungan seks minimal satu kali dalam seminggu dapat merasakan kebahagiaan yang lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang jarang berhubungan seks. Hal tersebut membuktikan jika seks memiliki peran dalam mempertahankan hubungan pernikahan.

Namun sangat disayangkan karena gairah seks semakin lama akan semakin menurun, sebuah penelitian juga menunjukan jika 34% wanita dan 15% pria yang sudah tinggal bersama dalam kurun waktu lebih dari satu tahun akan merasakan gairah seks mereka menurun. Hal tersebut sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor.

Sebuah riset yang dilakukan mengungkapkan bahwa penurunan gairah seks disebabkan oleh banyak hal, termasuk kesibukan masing-masing pasangan dan usia. Di usia yang semakin bertambah, tubuh seseorang akan mengalami penurunan hormone seks sehingga gairah seks akan ikut menurun. Biasanya penurunan gairah seks terjadi pada usia 35 sampai 44 tahun pada pria, sedangkan usia 55 sampai 64 tahun penurunan gairah seks terjadi pada wanita.

Apalagi jika keduanya disibukan dengan pekerjaan dan mengurus anak yang lama kelamaan membuat pasangan mejadi kelelahan sehingga tak berniat lagi untuk berhubungan seks. Kemudian beberapa kondisi medis kedua pasangan juga menjadi faktor penurunan kualitas seks, misalnya depresi, masalah vagina, masalah pada prostat, dan gangguan kesehatan lainnya.

Tips menjaga kepuasan seksual dalam jangka waktu yang lama

Meski menurunnya gairah seks menjadi kendala bagi kedua pasangan. namun masih ada cara lain agar pasangan mampi menjaga kepuasan dalam bercinta. Adapun tipsnya sebagai berikut ini :

1.      Saling terbuka

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dibangun dalam pernikahan. Jika anda mengalami masalah mengenai hubungan seks dengan pasangan seperti waktu yang pas untuk berhubungan hingga merasa sulit untuk mencapai klimaks, maka sebaiknya bicarakan secara langsung dengan pasangan anda.

2.      Teruslah merasa jika anda adalah pengantin baru

Kencan bukan hanya untuk pasangan muda atau baru menikah saja, anda juga bisa melakukannya. Luangkan waktu di tengah kesibukan hanya untuk bersama pasangan adalah cara agar meningkatkan keintiman dalam berhubungan seks.

3.      Ekperimen di atas ranjang

Agar hubungan seks semakin bergejolak, taka da salahnya mencoba hal baru di atas ranjang. Anda bisa melakukan foreplay, menggunakan mainan seks, atau mencoba posisi seks yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah MenikahMenghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Memiliki pasangan yang suka melarang anda dan curiga terhadap apapun yang anda perbuat pasti akan membuat anda jengkel. Awalnya mungkin anda memaklumi namun lama kelamaan kebiasaan tersebut membuat anda kesal dan terpancing amarah. Apalagi jika hubungan yang anda jalani sekarang sudah hubungan serius dan resmi seperti pernikahan. Jika sudah demikian pertengkaran mungkin tak bisa dihindari dalam pernikahan.

Namun janganlah buru-buru bertengkar masih ada beberapa cara yang bisa anda terapkan agar pasangan tidak terlalu posesif dan menaruh curiga terhadap anda.

Saat rasa sayang dipenuhi dengan kecurigaan yang berlebihan

Mungkin perilaku posesif dan curiga yang dilontarkan oleh pasangan adalah bentuk rasa takut mereka jika kehilangan anda. Tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi alasan adalah tindakan yang dilakukan pasangan adalah hal yang benar. Meskipun pasangan memiliki alasannya sendiri, namun jika terus dibiarkan lama kelamaan hubungan akan berjalan dengan tidak seimbang. Sehingga hubungan yang anda jalani tak lagi sehat, tentu anda tidak ingin perilaku ini membuat anda dan pasangan menjadi saling melukai satu sama lain.

Jika sampai saat pasangan masih menaruh curiga dan melarang anda melakukan apa pun hingga melewati batas. Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi perlikau pasangan yang posesif tanpa harus menggunakan emosi anda.

1.      Ajak pasangan berbicara baik-baik

Komunikasi adalah langkah yang tepat bagi anda untuk menghadapi pasangan yang terlalu posesif dan curiga dengan anda. Ketika memiliki masalah terhadap hal yang berhubungan dengan anda, cobalah untuk membicarakannya dengan baik-baik. Jika anda langsung tersulut amarah maka sangat kecil kemungkinan masalah dapat terselesaikan.

Mungkin saja ada alasan yang tidak anda ketahui dari pasangan, baik itu trauma yang dialami di masa lalu atau pengalaman buruk dengan hubungan asmara sebelumnya. Dengarkan alasan dan cerita yang diucapkan pasangan. barulah anda berkata jika perilaku tersebut sangat mengganggu meskipun hal sepele sekalipun.

Dengan saling mengetahui alasan masing-masing maka titip tengah antara anda dan pasangan dapat ditemukan.

2.      Menetapkan batasan

Selain komunikasi yang baik, anda juga dapat menetapkan batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasangan. hubungan yang saat ini dibangun memang anda dan pasangan yang menjalaninya, akan tetapi pasangan tetap memiliki kehidupannya masing-masing bahkan sebelum anda bertemu pasangan anda saat ini.

Selain itu anda juga perlu memberikan catatan pada pasangan soal aturan dalam hubungan yang terlalu protektif ini. hal ini bertujuan agar anda dan pasangan dapat mengendalikan kebiasaan masing-masing.

3.      Menunjukan kasih sayang anda kepada pasangan

Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah menunjukan rasa sayang terhadap pasangan. biasanya pasangan yang terlalu curiga dengan anda merasa tidak yakin dengan cinta anda miliki terhadap pasangan.

Oleh karena itu cobalah untuk menunjukan rasa sayang melalui ucapan atau perilaku, dengan begitu pasangan akan lebih mempercayai anda. Anda bisa menggunakan cara-cara sederhana seperti memberikan rayuan “aku rindu kamu”.

4.      Mengenalkan pasangan kepada sahabat atau teman

Cara terakhir yang bisa anda lakukan adalah memperkenalkan pasangan dengan sahabat, teman, atau rekan di kantor yang selama ini membuat pasangan curiga. Tak jarang hubungan yang mengenal baik teman masing-masing, akan membuat anda dan pasangan justru lebih percaya dan tidak menaruh kecurigaan.

Selain itu pasangan tidak memiliki alasan lagi untuk khawatir.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh AnakMengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Saat menikah banyak hal yang harus didiskusi bersama pasangan, mulai dari komunikasi, keintimanan dan hubungan seksual, keuangan, hingga mengasuh anak. berdiskui dengan pasangan memang dibutuhkan selain untuk meminimalisir terjadinya konflik. Diskusi juga diperlukan untuk menemukan titik tengah dari perbedaan anda dan pasangan.

Salah satu hal yang penting dalam keluarga adalah anak. sebagai orang tua baik anda maupun pasangan pasti menginginkan hal yang terbaik dari segi kebutuhan, masa depan, pendidikan maupun perilaku. Untuk mencapai semua itu memang diperlukan pola asuh yang dapat membimbing anak meraih masa depannya.

Namun bagaimana jika cara mengurus anak yang anda dan pasnagan berbeda? Sulit memang membahas anak, karena baik anda dan pasangan memiliki pendapat dan standar yang masing-masing dalam mengurus anak. jika sudah demikian maka ketegangan pun akan terjadi. Adalah hal wajar jika terjadi perbedaan dalam mengurus anak, mungkin anda lebih cenderung bersikap tega pada anak. namun pasangan justru cenderung memanjakan anak.

Sayangnya, perbedaan cara didik anak, sering kali memicu konflik yang berkepanjangan dalam rumah tangga. Jika sudah demikian anak pun akan bingung dengan perbedaan yang terjadi. Lebih buruk lagi jika perdebatan anda dan pasangan akan berakhir pada percecokan dan berujung perceraian.

Untuk itu berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan pendapat bersama pasangan dalam mengasuh anak.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi perbedaan pola asuh?

Sebenarnya ada beberapa tipe pola asuh anak yang dapat dikategorikan dalam 4 kelompok yakni Authoritarian (otoriter), permisif, authoritative, dan neglectful. Sebenarnya perbedaan pola asuh yang dimiliki anda dan pasangan adalah hal lumrah. Ada sisi baik yang didapatkan anak yaitu anak aan mempunyai gambaran yang lebih luas akan nilai-nilai tertentu serta membangung ikatan khusus antara ayah dan ibu. Yang perlu dicatakan baik anda maupun pasangan harus terlihat kompak dimata si anak. di bawah ini adala beberapa cara yang bisa anda lakukan bersama pasangan :

1.      Berargumenlah saat anak tidak ada disekitar anda dan pasangan

Beradu argument dengan pasangan di depan anak, bukanlah cara yang tepat. Terlebih jika apa yang anda bahas adalah menyangkut kehidupan mereka. Cobalah berdiskusi diluar sepengetahuan anak, anda bisa berbicara dalam kamar, atau mendiskusikannya saat anak sudah tidur.

2.      Belajar pola kepengasuhan bersama

Saling memahami dan memperlajaro pola asuh yang diterapkan masing-masing, yakini jika pola asuh yang dimiliki pasangan terdapat sisi positif yang bisa anda ambil. Selain itu dengan memahahi pola asuh masing-masing akan anda dan pasangan akan lebih menemukan pola asuh yang tepat.

3.      Berkonsultasi pada ahli

Saat ini ada banyak cara untuk berkonsultasi dengan seorang ahli yang paham akan kepengasuhan anak. baik mendatangi sebuah seminar, bergabung dengan forum atau grup parenting. Atau anda anda datang mendatangi biro atau lembaga konsultasi yang membuka praktek mandiri.

Entah bagaimana pun pola asuh yang anda dan pasangan terapkan, percayalah jika baik anda dan pasangan menginginkan yang terbaik untuk anak. jangan jadikan perbedaan antara anda dan pasangan membuat anak terbebani atau hanya memihak salah satu orang tua. Dengan menyetarakan pola asuh masa depan anak dapat diraih.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

Saat ini sudah banyak pasangan yang memantapkan hari mereka untuk menikah di usia 20 tahun awal. Meskipun secara aturan pemerintah 20 tahun telah memenuhi syarat, namun tetap saja dari segi usia baik laki-laki maupun perempuan masih terhitung belia. Padahal pernikahan masih diwarnai dengan masalah dan konflik. Meskipun ada beberapa hal yang membahagiakan namun lama kelamaan pasangan akan mengalami berbahagai konflik yang diluar dugaan mereka. Namun bukan berarti menikah muda adalah hal yang dilarang. Boleh-boleh saja jika anda dan pasangan telah mantap untuk menikah, namun ada baiknya anda memahi beberapa hal berikut ini :

1.      Mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan logis dan bukan berdasarkan perasaan semata

Ketika anda dan pasangan sedang menghadapi masalah hal yang harus ada pahami adalah bagaimana mengambil keputusan bersama dengan pemikiran yang jernih. Ingatlah anda tidak bisa menyelesaikan masalah berdasarkan emosi semata, melainkan ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan bersama dan diskusikan mana yang lebih baik.

2.      Memiliki perencanaan masa depan yang matang serta mencari tahu bagaimana cara mencapainya

Saat dua orang saling berikrar dan mengucapkan janji suci sehidup semati, maka bukan hanya cinta yang besar saja yang harus disiapkan. Mereka haru memiliki rencana untuk masa yang akan datang pula. Walau menikah muda, bukan berarti rumah tangga dapat berjalan dengan mulus tanpa rencana. Untuk itu sebelum memutuskan menikah sebaiknya diskusikan bersama pasangan mengenai tujuan pernikahan.

3.      Siap dengan konsekuensi pernikahan apapun itu

Ada hal yang harus anda tanamkan dalam diri anda dan pasangan. sebesar apapun rasa cinta yang anda miliki atau kecocokan anda dengan pasangan. akan ada kondisi dimana anda akan merasa tak sepaham dengan pasangan. pada kondisi tersebut anda akan kehilangan nikmat akan pernikahan. Namun sebagai pasangan yang resmi menikah, anda dan pasangan harus menerima hal tersebut dan siap menerima konsekuensi apapun yang terjadi nanti.

4.      Tak mengharapkan pasangan untuk selalu menjadi seperti yang diinginkan

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagian dalam pernikahan adalah menerima. Mungkin anda dan pasangan sudah memutuskan tinggal satu atap tentu tidak bisa “meretur” istri atau suami ketika dua tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh sebab itu buanglah jauh-jauh keinginan jika pasangan akan selalu menuruti semua keinginan anda. Terimalah setiap kekurangan dan kelebihan pasangan, maka pasangan akan bersikap demikian terhadap anda.

5.      Bisa mandiri secara finansial

Saat ini salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Masalah keuangan sering menjadi isu yang sensitive dan akhirnya memicu pertikaian dalam pernikahan. Masalah uang yang tidak dapat terselesaikan dapat berakhir pada perceraian. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik dari kedua pasangan, cobalah untuk lebih mandiri lagi baik dalam mengelola keuangan. Pastikan anda mengetahui bagaimana cara membiayai pengeluaraan keluarga nanti.

6.      Percaya jika orang yang anda nikahi adalah pasangan terbaik

Rasa percaya terhadap pasangan sendiri merupakan pondasi yang besar sebelum mantap menikah. Jika anda belum menemukan orang yang tepat bagi anda maka sebaiknya tunda dulu pernikahan anda. Pasangan yang anda nikahi percayalah dia adalah yang terbaik untuk hidup anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat TerjadiMaraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Menurut UU pemerintah Indonesia Pasal 7 agat 1 Nomor 1 tahun 1974 mengenai perkawinan, menyatakan ketentuan usia minimum bagi calon penganti pria adalah 19 tahun dan calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Meskipun telah ditetapkan oleh pemerintah namun nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pernikahan dini di bawah usia tersebut. padahal pernikahan dini telah dilarang karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kedua pasangan.

Penyebab seseorang melakukan pernikahan dini

Pernikahan dini, menurut badan perlindungan anak sedunia UNICEF dapat disebabkan oleh banyak faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi fenomena pernikahan dini di berbagai penjuru Negara antara lain :

  • Hidup digaris kemiskinan
  • Tingkat pendidikan yang dimiliki rendah
  • Anggapan masyarakat jika menikah akan adalah sumber rezeki seseorang untuk mendapatkan uang
  • Anggapan jika menikah dapat menjaga nama baik kehormatan keluarga dalam lingkungan masyarakat
  • Norma sosial yang berlaku
  • Mengikuti hukum adat dan agama yang dianut
  • Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas dari pemerintah

Pada pernikahan dini yang dilakukan, sebenarnya pihak yang paling dirugikan adalah pihak perempuan. Karena pernikahan dini akan mengorbankan perkembangan fisik dan mentalnya. Hamil di usia muda dan berhenti bersekolah dapat membatasi wanita untuk berkarier. Selain itu pernikahan dini juga meningkatkan resiko terjadinya kekerasan rumah tangga.

Resiko yang disebabkan pernikahan dini dari segi kesehatan fisik

Hamil di usia yang masih belia bukan hanya beresiko tinggi terhadap ibu namun juga bayi. Shal ini karena sebenarnya tubuh sang ibu yang belum siap untuk hamil dan melahirkan. Di usia remaja masih seseorang masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Namun saat dalam kondisi hamil tentu perkembangan tubuh seseorang akan terganggu. Biasanya ada 4 resiko yang mengancam kesehatan fisik yaitu :

1.      Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat diderita dapat menjadi tanda jika seseorang mengalami preeklampsia. Preklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berbahaya. Selain tekanan darah tinggi hal ini juga disebabkan oleh kerusakan pada ginjal. Bukan hanya mengganggu ibu, komplikasi juga menganjam keselamatan janin yang dikandung.

2.      Anemia

Hamil diusia remaja sangat rentan mengalami anemia. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga sangat disarankan untuk ibu hamil mengonsumsi tablet penambah darah dan sayuran hijau.

3.      Bayi lahir prematur dan BBLR

kasus bayi premature semakin meningkat pada kehamilan di usia remaja. Bayi prematur biasanya dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi premature juga beresiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif dan masalah lainya.

Resiko mental yang dialami remaja yang menikah di usia dini

Pernikahan dini sering menyebabkan terganggunya kesehatan psikis atau mental wanita. Salah satu ancaman terbesar dari akibat pernikahan dini adalah menjadi KDRT. Selain itu banyak wanita yang tidak dapat terbebaskan dari kekerasan yang terjadi karena minimnya pengetahuan.

Pernikahan dini yang dilakukan membuat kedua pasangan tidak siap secara emosional dan mental. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam pernikahan menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya solusi. Bukan hanya salah satu pasangan terkadang anak mereka menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang dilakukan tentu akan memengaruhi kondisi psikologis korban, depresi, PTSD, gangguan kecemasan berat hingga niat untuk bunuh diri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!