Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Menjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun BersamaMenjaga Gairah Seks Dalam Pernikahan Meskipun Telah Bertahun-Tahun Bersama

Saat pernikahan telah menginjak usia 10, 20 hingga puluhan tahun pasti banyak hal yang berkurang dalam hubungan. Baik itu kesetiaan, komunikasi hingga gairah seks. Tentu ini adalah sebuah masalah yang harus dihadapi berdua bersama pasangan, jangan sampai pernikahan yang dipertahankan sejauh ini menjadi hambar.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga gairah seks anda dan pasangan, kepuasan berhubungan seks sangat mempengaruhi keintiman asmara pasangan. namun yang memang tak bisa dipungkiri untuk menjaga gairah seks pada pasangan yang telah lama menikah bukanlah hal yang mudah. Ini sebetulnya lumrah, namun meskipun demikian ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan gairah seks pasangan seperti awal menikah.

Kepuasan seks setelah menikah lama dapat mengalami penurunan

Sebuah studi melakukan penelitian yang diambil dari Medical News Today menyatakan bahwa pasangan penganti baru sudah dapat merasakan kepuasan saat hubungan seks yang meningkat dalam waktu 2 hari setelah melakukannya. Studi lain juga menyatakan jika pasangan yang sering berhubungan seks minimal satu kali dalam seminggu dapat merasakan kebahagiaan yang lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang jarang berhubungan seks. Hal tersebut membuktikan jika seks memiliki peran dalam mempertahankan hubungan pernikahan.

Namun sangat disayangkan karena gairah seks semakin lama akan semakin menurun, sebuah penelitian juga menunjukan jika 34% wanita dan 15% pria yang sudah tinggal bersama dalam kurun waktu lebih dari satu tahun akan merasakan gairah seks mereka menurun. Hal tersebut sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor.

Sebuah riset yang dilakukan mengungkapkan bahwa penurunan gairah seks disebabkan oleh banyak hal, termasuk kesibukan masing-masing pasangan dan usia. Di usia yang semakin bertambah, tubuh seseorang akan mengalami penurunan hormone seks sehingga gairah seks akan ikut menurun. Biasanya penurunan gairah seks terjadi pada usia 35 sampai 44 tahun pada pria, sedangkan usia 55 sampai 64 tahun penurunan gairah seks terjadi pada wanita.

Apalagi jika keduanya disibukan dengan pekerjaan dan mengurus anak yang lama kelamaan membuat pasangan mejadi kelelahan sehingga tak berniat lagi untuk berhubungan seks. Kemudian beberapa kondisi medis kedua pasangan juga menjadi faktor penurunan kualitas seks, misalnya depresi, masalah vagina, masalah pada prostat, dan gangguan kesehatan lainnya.

Tips menjaga kepuasan seksual dalam jangka waktu yang lama

Meski menurunnya gairah seks menjadi kendala bagi kedua pasangan. namun masih ada cara lain agar pasangan mampi menjaga kepuasan dalam bercinta. Adapun tipsnya sebagai berikut ini :

1.      Saling terbuka

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dibangun dalam pernikahan. Jika anda mengalami masalah mengenai hubungan seks dengan pasangan seperti waktu yang pas untuk berhubungan hingga merasa sulit untuk mencapai klimaks, maka sebaiknya bicarakan secara langsung dengan pasangan anda.

2.      Teruslah merasa jika anda adalah pengantin baru

Kencan bukan hanya untuk pasangan muda atau baru menikah saja, anda juga bisa melakukannya. Luangkan waktu di tengah kesibukan hanya untuk bersama pasangan adalah cara agar meningkatkan keintiman dalam berhubungan seks.

3.      Ekperimen di atas ranjang

Agar hubungan seks semakin bergejolak, taka da salahnya mencoba hal baru di atas ranjang. Anda bisa melakukan foreplay, menggunakan mainan seks, atau mencoba posisi seks yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah MenikahMenghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Memiliki pasangan yang suka melarang anda dan curiga terhadap apapun yang anda perbuat pasti akan membuat anda jengkel. Awalnya mungkin anda memaklumi namun lama kelamaan kebiasaan tersebut membuat anda kesal dan terpancing amarah. Apalagi jika hubungan yang anda jalani sekarang sudah hubungan serius dan resmi seperti pernikahan. Jika sudah demikian pertengkaran mungkin tak bisa dihindari dalam pernikahan.

Namun janganlah buru-buru bertengkar masih ada beberapa cara yang bisa anda terapkan agar pasangan tidak terlalu posesif dan menaruh curiga terhadap anda.

Saat rasa sayang dipenuhi dengan kecurigaan yang berlebihan

Mungkin perilaku posesif dan curiga yang dilontarkan oleh pasangan adalah bentuk rasa takut mereka jika kehilangan anda. Tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi alasan adalah tindakan yang dilakukan pasangan adalah hal yang benar. Meskipun pasangan memiliki alasannya sendiri, namun jika terus dibiarkan lama kelamaan hubungan akan berjalan dengan tidak seimbang. Sehingga hubungan yang anda jalani tak lagi sehat, tentu anda tidak ingin perilaku ini membuat anda dan pasangan menjadi saling melukai satu sama lain.

Jika sampai saat pasangan masih menaruh curiga dan melarang anda melakukan apa pun hingga melewati batas. Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi perlikau pasangan yang posesif tanpa harus menggunakan emosi anda.

1.      Ajak pasangan berbicara baik-baik

Komunikasi adalah langkah yang tepat bagi anda untuk menghadapi pasangan yang terlalu posesif dan curiga dengan anda. Ketika memiliki masalah terhadap hal yang berhubungan dengan anda, cobalah untuk membicarakannya dengan baik-baik. Jika anda langsung tersulut amarah maka sangat kecil kemungkinan masalah dapat terselesaikan.

Mungkin saja ada alasan yang tidak anda ketahui dari pasangan, baik itu trauma yang dialami di masa lalu atau pengalaman buruk dengan hubungan asmara sebelumnya. Dengarkan alasan dan cerita yang diucapkan pasangan. barulah anda berkata jika perilaku tersebut sangat mengganggu meskipun hal sepele sekalipun.

Dengan saling mengetahui alasan masing-masing maka titip tengah antara anda dan pasangan dapat ditemukan.

2.      Menetapkan batasan

Selain komunikasi yang baik, anda juga dapat menetapkan batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasangan. hubungan yang saat ini dibangun memang anda dan pasangan yang menjalaninya, akan tetapi pasangan tetap memiliki kehidupannya masing-masing bahkan sebelum anda bertemu pasangan anda saat ini.

Selain itu anda juga perlu memberikan catatan pada pasangan soal aturan dalam hubungan yang terlalu protektif ini. hal ini bertujuan agar anda dan pasangan dapat mengendalikan kebiasaan masing-masing.

3.      Menunjukan kasih sayang anda kepada pasangan

Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah menunjukan rasa sayang terhadap pasangan. biasanya pasangan yang terlalu curiga dengan anda merasa tidak yakin dengan cinta anda miliki terhadap pasangan.

Oleh karena itu cobalah untuk menunjukan rasa sayang melalui ucapan atau perilaku, dengan begitu pasangan akan lebih mempercayai anda. Anda bisa menggunakan cara-cara sederhana seperti memberikan rayuan “aku rindu kamu”.

4.      Mengenalkan pasangan kepada sahabat atau teman

Cara terakhir yang bisa anda lakukan adalah memperkenalkan pasangan dengan sahabat, teman, atau rekan di kantor yang selama ini membuat pasangan curiga. Tak jarang hubungan yang mengenal baik teman masing-masing, akan membuat anda dan pasangan justru lebih percaya dan tidak menaruh kecurigaan.

Selain itu pasangan tidak memiliki alasan lagi untuk khawatir.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh AnakMengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Saat menikah banyak hal yang harus didiskusi bersama pasangan, mulai dari komunikasi, keintimanan dan hubungan seksual, keuangan, hingga mengasuh anak. berdiskui dengan pasangan memang dibutuhkan selain untuk meminimalisir terjadinya konflik. Diskusi juga diperlukan untuk menemukan titik tengah dari perbedaan anda dan pasangan.

Salah satu hal yang penting dalam keluarga adalah anak. sebagai orang tua baik anda maupun pasangan pasti menginginkan hal yang terbaik dari segi kebutuhan, masa depan, pendidikan maupun perilaku. Untuk mencapai semua itu memang diperlukan pola asuh yang dapat membimbing anak meraih masa depannya.

Namun bagaimana jika cara mengurus anak yang anda dan pasnagan berbeda? Sulit memang membahas anak, karena baik anda dan pasangan memiliki pendapat dan standar yang masing-masing dalam mengurus anak. jika sudah demikian maka ketegangan pun akan terjadi. Adalah hal wajar jika terjadi perbedaan dalam mengurus anak, mungkin anda lebih cenderung bersikap tega pada anak. namun pasangan justru cenderung memanjakan anak.

Sayangnya, perbedaan cara didik anak, sering kali memicu konflik yang berkepanjangan dalam rumah tangga. Jika sudah demikian anak pun akan bingung dengan perbedaan yang terjadi. Lebih buruk lagi jika perdebatan anda dan pasangan akan berakhir pada percecokan dan berujung perceraian.

Untuk itu berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan pendapat bersama pasangan dalam mengasuh anak.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi perbedaan pola asuh?

Sebenarnya ada beberapa tipe pola asuh anak yang dapat dikategorikan dalam 4 kelompok yakni Authoritarian (otoriter), permisif, authoritative, dan neglectful. Sebenarnya perbedaan pola asuh yang dimiliki anda dan pasangan adalah hal lumrah. Ada sisi baik yang didapatkan anak yaitu anak aan mempunyai gambaran yang lebih luas akan nilai-nilai tertentu serta membangung ikatan khusus antara ayah dan ibu. Yang perlu dicatakan baik anda maupun pasangan harus terlihat kompak dimata si anak. di bawah ini adala beberapa cara yang bisa anda lakukan bersama pasangan :

1.      Berargumenlah saat anak tidak ada disekitar anda dan pasangan

Beradu argument dengan pasangan di depan anak, bukanlah cara yang tepat. Terlebih jika apa yang anda bahas adalah menyangkut kehidupan mereka. Cobalah berdiskusi diluar sepengetahuan anak, anda bisa berbicara dalam kamar, atau mendiskusikannya saat anak sudah tidur.

2.      Belajar pola kepengasuhan bersama

Saling memahami dan memperlajaro pola asuh yang diterapkan masing-masing, yakini jika pola asuh yang dimiliki pasangan terdapat sisi positif yang bisa anda ambil. Selain itu dengan memahahi pola asuh masing-masing akan anda dan pasangan akan lebih menemukan pola asuh yang tepat.

3.      Berkonsultasi pada ahli

Saat ini ada banyak cara untuk berkonsultasi dengan seorang ahli yang paham akan kepengasuhan anak. baik mendatangi sebuah seminar, bergabung dengan forum atau grup parenting. Atau anda anda datang mendatangi biro atau lembaga konsultasi yang membuka praktek mandiri.

Entah bagaimana pun pola asuh yang anda dan pasangan terapkan, percayalah jika baik anda dan pasangan menginginkan yang terbaik untuk anak. jangan jadikan perbedaan antara anda dan pasangan membuat anak terbebani atau hanya memihak salah satu orang tua. Dengan menyetarakan pola asuh masa depan anak dapat diraih.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

Saat ini sudah banyak pasangan yang memantapkan hari mereka untuk menikah di usia 20 tahun awal. Meskipun secara aturan pemerintah 20 tahun telah memenuhi syarat, namun tetap saja dari segi usia baik laki-laki maupun perempuan masih terhitung belia. Padahal pernikahan masih diwarnai dengan masalah dan konflik. Meskipun ada beberapa hal yang membahagiakan namun lama kelamaan pasangan akan mengalami berbahagai konflik yang diluar dugaan mereka. Namun bukan berarti menikah muda adalah hal yang dilarang. Boleh-boleh saja jika anda dan pasangan telah mantap untuk menikah, namun ada baiknya anda memahi beberapa hal berikut ini :

1.      Mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan logis dan bukan berdasarkan perasaan semata

Ketika anda dan pasangan sedang menghadapi masalah hal yang harus ada pahami adalah bagaimana mengambil keputusan bersama dengan pemikiran yang jernih. Ingatlah anda tidak bisa menyelesaikan masalah berdasarkan emosi semata, melainkan ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan bersama dan diskusikan mana yang lebih baik.

2.      Memiliki perencanaan masa depan yang matang serta mencari tahu bagaimana cara mencapainya

Saat dua orang saling berikrar dan mengucapkan janji suci sehidup semati, maka bukan hanya cinta yang besar saja yang harus disiapkan. Mereka haru memiliki rencana untuk masa yang akan datang pula. Walau menikah muda, bukan berarti rumah tangga dapat berjalan dengan mulus tanpa rencana. Untuk itu sebelum memutuskan menikah sebaiknya diskusikan bersama pasangan mengenai tujuan pernikahan.

3.      Siap dengan konsekuensi pernikahan apapun itu

Ada hal yang harus anda tanamkan dalam diri anda dan pasangan. sebesar apapun rasa cinta yang anda miliki atau kecocokan anda dengan pasangan. akan ada kondisi dimana anda akan merasa tak sepaham dengan pasangan. pada kondisi tersebut anda akan kehilangan nikmat akan pernikahan. Namun sebagai pasangan yang resmi menikah, anda dan pasangan harus menerima hal tersebut dan siap menerima konsekuensi apapun yang terjadi nanti.

4.      Tak mengharapkan pasangan untuk selalu menjadi seperti yang diinginkan

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagian dalam pernikahan adalah menerima. Mungkin anda dan pasangan sudah memutuskan tinggal satu atap tentu tidak bisa “meretur” istri atau suami ketika dua tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh sebab itu buanglah jauh-jauh keinginan jika pasangan akan selalu menuruti semua keinginan anda. Terimalah setiap kekurangan dan kelebihan pasangan, maka pasangan akan bersikap demikian terhadap anda.

5.      Bisa mandiri secara finansial

Saat ini salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Masalah keuangan sering menjadi isu yang sensitive dan akhirnya memicu pertikaian dalam pernikahan. Masalah uang yang tidak dapat terselesaikan dapat berakhir pada perceraian. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik dari kedua pasangan, cobalah untuk lebih mandiri lagi baik dalam mengelola keuangan. Pastikan anda mengetahui bagaimana cara membiayai pengeluaraan keluarga nanti.

6.      Percaya jika orang yang anda nikahi adalah pasangan terbaik

Rasa percaya terhadap pasangan sendiri merupakan pondasi yang besar sebelum mantap menikah. Jika anda belum menemukan orang yang tepat bagi anda maka sebaiknya tunda dulu pernikahan anda. Pasangan yang anda nikahi percayalah dia adalah yang terbaik untuk hidup anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat TerjadiMaraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Menurut UU pemerintah Indonesia Pasal 7 agat 1 Nomor 1 tahun 1974 mengenai perkawinan, menyatakan ketentuan usia minimum bagi calon penganti pria adalah 19 tahun dan calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Meskipun telah ditetapkan oleh pemerintah namun nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pernikahan dini di bawah usia tersebut. padahal pernikahan dini telah dilarang karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kedua pasangan.

Penyebab seseorang melakukan pernikahan dini

Pernikahan dini, menurut badan perlindungan anak sedunia UNICEF dapat disebabkan oleh banyak faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi fenomena pernikahan dini di berbagai penjuru Negara antara lain :

  • Hidup digaris kemiskinan
  • Tingkat pendidikan yang dimiliki rendah
  • Anggapan masyarakat jika menikah akan adalah sumber rezeki seseorang untuk mendapatkan uang
  • Anggapan jika menikah dapat menjaga nama baik kehormatan keluarga dalam lingkungan masyarakat
  • Norma sosial yang berlaku
  • Mengikuti hukum adat dan agama yang dianut
  • Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas dari pemerintah

Pada pernikahan dini yang dilakukan, sebenarnya pihak yang paling dirugikan adalah pihak perempuan. Karena pernikahan dini akan mengorbankan perkembangan fisik dan mentalnya. Hamil di usia muda dan berhenti bersekolah dapat membatasi wanita untuk berkarier. Selain itu pernikahan dini juga meningkatkan resiko terjadinya kekerasan rumah tangga.

Resiko yang disebabkan pernikahan dini dari segi kesehatan fisik

Hamil di usia yang masih belia bukan hanya beresiko tinggi terhadap ibu namun juga bayi. Shal ini karena sebenarnya tubuh sang ibu yang belum siap untuk hamil dan melahirkan. Di usia remaja masih seseorang masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Namun saat dalam kondisi hamil tentu perkembangan tubuh seseorang akan terganggu. Biasanya ada 4 resiko yang mengancam kesehatan fisik yaitu :

1.      Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat diderita dapat menjadi tanda jika seseorang mengalami preeklampsia. Preklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berbahaya. Selain tekanan darah tinggi hal ini juga disebabkan oleh kerusakan pada ginjal. Bukan hanya mengganggu ibu, komplikasi juga menganjam keselamatan janin yang dikandung.

2.      Anemia

Hamil diusia remaja sangat rentan mengalami anemia. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga sangat disarankan untuk ibu hamil mengonsumsi tablet penambah darah dan sayuran hijau.

3.      Bayi lahir prematur dan BBLR

kasus bayi premature semakin meningkat pada kehamilan di usia remaja. Bayi prematur biasanya dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi premature juga beresiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif dan masalah lainya.

Resiko mental yang dialami remaja yang menikah di usia dini

Pernikahan dini sering menyebabkan terganggunya kesehatan psikis atau mental wanita. Salah satu ancaman terbesar dari akibat pernikahan dini adalah menjadi KDRT. Selain itu banyak wanita yang tidak dapat terbebaskan dari kekerasan yang terjadi karena minimnya pengetahuan.

Pernikahan dini yang dilakukan membuat kedua pasangan tidak siap secara emosional dan mental. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam pernikahan menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya solusi. Bukan hanya salah satu pasangan terkadang anak mereka menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang dilakukan tentu akan memengaruhi kondisi psikologis korban, depresi, PTSD, gangguan kecemasan berat hingga niat untuk bunuh diri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

Pernikahan adalah mimpi setiap pasangan, apalagi jika selama masa pernikahan perlaku pasangan selalu penuh perhatian dan romantis. Tentu hubungan pernikahan akan bahagia dan bertahan lama. Namun bagaimana jika pernikahan hanya diwarnai kekerasan, baik verbal maupun fisik?

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga

Saat ini sudah banyak yang beredar di masyarakat mengenai kekerasan rumah tangga, baik dilakukan oleh masyarakat biasa maupun tokoh publik. Saat ini korban kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya wanita saja namun juga melibatkan anak. Namun meskipun telah menjadi korban kekerasan tak jarang masih banyak pihak yang menyalahkan korban.

Kekerasan dalam pernikahan bukan hanya berkaitan fisik saja, namun juga lisan dan seksual. Seseorang yang kasar biasanya memengaruhi dan mengendalikan pikiran pasangannya. Sehingga sulit bagi korban untuk melepaskan diri. pelaku KDRT biasanya bertindak manipulative, karas dan khawatir jika tidak menyakiti pasangannya.

Kekerasan yang dilakukan awalnya masih berupa ancaman, namun lama kelamaan beralih pada kekerasan fisik. Biasanya banyak perempuan yang masih bertahan karena rasa cinta mereka yang besar. Namun tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan. Disisi lain korban ingin melepaskan diri namun di sisi lain keselamatan mereka atau anak menjadi terancam. Memang perlu berhati-hati untuk mengatasi masalah ini.

5 cara untuk mengatasi kekerasan dalam pernikahan

Untuk itu berikut ini adalah cara tepat agar anda dapat menghadapi kekerasan yang dilakukan pasangan, berikut penjelasannya :

1.      Memahami jika anda adalah korban kekerasan

Langkah pertama yang harus adalah memahami jika anda sebenarnya korban kekerasan. Keinginan untuk bertindak sesuatu terhadap seseorang yang dicintai terkadang memang sulit untuk sebagian orang. Selain rasa takut akan kehilangan cinta dari pasangan adalah menjadi penyebab kenapa anda terus diam. Akan tetapi sadarilah jika tak seharusnya cinta seperti itu, cinta yang tulus tak akan melukai orang yang disayanginya.

2.      Susun rencana untuk meninggalkannya

Jangan biarkan pasangan tahu jika anda akan pergi meninggalkannya, karena bisa saja dia akan menggunakan kekerasan untuk mencegah anda. Cara terbaik untuk meninggalkan pasangan yang kasar dari melarikan diri, rencanakan sebaik mungkin agar anda tidak ketahuan. Siapkan uang dan dokumen penting untuk anda bawa.

3.      Hindari komunikasi aktif dengan pasangan

Rencana melarikan diri anda akan berhasil jika anda jarang menjalin komunikasi dengan pasangan. saat ia mulai menyadari perubahan perilaku anda, maka anda harus mengubah perlaku lagi. Beritahu kondisi anda yang sebenarnya kepada orang yang anda percayai, keluarga, sahatan dan teman dekat karena mungkin bisa saja membantu anda melarikan diri.

4.      Bergabung dengan pusat pemberdayaan hak perempuan

Terkadang bergabung dengan kelompok yang bernasib serupa akan membantu anda menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain anda dapat berbagi cerita, anda akan memiliki wawasan dan informasi bagaimana menghadapi KDRT

5.      Berkonsultasi dengan tenaga professional

Kekerasan yang anda alami dapat berpotensi terjadinya gangguan psikologis seperti PTSD, depresi, kecemasan dan lain sebagainya. Jika sudah demikian sulit bagi anda menemukan jalan keluar dari masalah KDRT ini. untuk itu jangan ragu untuk menemui seorang konselor pernikahan untuk melakukan konsultasi. Mereka bukan hanya membantu anda untuk mengembalikan kondisi psikologis anda. Mereka juga akan mendampingi anda untuk melawan kekerasan.

Jika perilaku pasangan sudah keterlaluan jangan ragu untuk menghubungi polisi setempat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Pada dasarnya setiap pasangan pasti tidak menginginkan perceraian terjadi dalam pernikahan mereka. Namun apabila baik suami maupun istri merasa tidak ada kecocokan, bahkan merasa jika pernikahan yang dipertahankan malah menyakiti keduanya. Mungkin perceraian yang menjadi solsusi yang tepat bagi mereka.

Perceraian mungkin akan menjadi luka bagi keduanya, namun bukan hanya mereka saja. perceraian yang terjadi sering memberi luka bagi anak. Bahkan banyak kasus perceraian, terjadi perubahan perilaku pada anak seperti mereka tidak lagi menghormati kedua orang tuanya, mengalami trauma, terjebak dalam kenakalan remaja, hingga mengalami depresi dan gangguan mental lainnya. Setiap orang tua pasti tidak ingin melukai anaknya. Meskipun status pernikahan telah hilang namun bukan berarti status mereka sebagai orang tua bernasib serupa.

Menjaga anak setelah percerian bukanlah yang mudah untuk dilakukan, kedua pihak harus berkerja sama agar anak tak kehilangan sosok kedua orang tuanya. Memang harus ada pembagian yang adil antara ayah dan ibu. Misalnya saja sebulan anak tinggal di rumah ayah dan sebulan kemudian tinggal di tempat ibu. Dengan pembagian seperti itu dapat mencegah pemikiran buruk anak terhadap salah satu orang tua. Selain itu penanaman komunikasi pada anak adalah bentuk kecil yang bisa membuktikan jika kedua orang tua masih sama-sama sayang dan tetap mengurus mereka.

Tips mengasuh anak setelah perceraian bersama mantan pasangan

1.      Jangan putus asa, terimalah

Saat resmi bercerai banyak orang tua yang khawatir jika hidup anak mereka akan hancur. Anak-anak mungkin akan bersedih melihat kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat mereka semakin marah ketika kedua orang tua tak mampu memenuhi kebutuhannya. Agar anak tetap tumbuh dengan baik maka cukupi semua kebutuhan mereka baik dasar, stabilitas, kehadiaran orang tua, serta cinta. Jika perlu berikan kalimat-kalimat baik atau pujian mengenai mantan pasangan anda misalnya “kamu sangat beruntung memiliki Ayah yang sangat sayang denganmu”. Dengan begitu dapat menimimalisir kebencian anak terhadap kedua orang tuanya.

2.      Terus berkomunikasi

Jika anda telah resmi berpisah dengan pasangan, maka hal yang dilakukan untuk mengurus anak bersama adalah menjaga komunikasi. Bila perlu buatlah jadwal anak agar dapat bertemu dengan kedua orang tuanya. Bicarakan persoalan anak dengan cara baik-baik, tanpa ada emosi yang berlebihan. Pastikan anak dapat bertemu dengan Ayah atau Ibu.

Jika perlu libatkan anak dalam membuat jadwal tersebut, dengan begitu anak akan lebih setuju dan berkenan untuk melakukannya.

3.      Atasi kesepian

Meskipun jadwal telah dibuat dan dilakukan oleh anak, namun terkadang ada kalanya anak merasa kesepian akan salah satu orang tua. Mungkin saat bersama Ayah anak rindu dengan ibunya di rumah. Jangan biarkan anak larut akan kesedihannya, cobalah melakukan banyak kegiatan seperti bermain, berolahraga, atau melakukan hal yang disukai anak. Dengan dapat mengajarkan anda jika ada beberapa  hal yang tidak dapat anda lakukan untuk menggantikan posisi mantan pasangan.

4.      Kendalikan amarah

Jangan menghubungi mantan pasangan dengan perasaan penuh amarah baik melalui pesan singkat maupun telepon. karena itu akan membuat anda bertambah marah. Buatlah daftar topik yang akan dibicarakan berdua. Jika ada kesempatan untuk bertemu maka lakukan saja. jangan memperkeruh keadaan dengan kemarahan yang anda pendam.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

Dalam membangun hubungan pernikahan kunci utama yang harus dipegang kedua pasangan adalah saling terbuka. Setelah menikah semua hal akan dibahas berdua mulai dari tugas dan tanggung jawab, persoalan anak hingga keuangan.

Dalam hubungan pernikahan uang adalah isu yang cukup sensitif untuk dibahas, padahal untuk meminimalisir terjadinya konflik keuangan pasangan harus saling terbuka dengan keuangan mereka pribadi. Misalkan berapa pendapatan per bulan, pengeluaran per bulan, total tabungan, tagihan kartu kredit hingga pin ATM. Meskipun hal itu perlu diketahui oleh pasangan namun tak sedikit orang yang merasa tidak nyaman ketika keuangan mereka diketahui seseorang selain dirinya.

Untuk itu agar anda dan pasangan dapat membahas masalah keunganan tanpa memicu terjadinya konflik berikut adalah tips yang bisa dilakukan.

Membicarakan masalah keuangan bersama pasangan secara dewasa

Mengingat salah satu konflik besar dalam rumah tangga adalah keuangan. Anda bisa menyimak beberapa tips membicarakan keuangan secara dewasa bersama pasangan.

1.      Berdiskusi pasa waktu yang tepat

Sebenarnya tidak ada patokan untuk kapan waktu yang tepat bagi anda membicarakan masalah keuangan bersama pasangan. waktu yang tepat untuk membahas keuangan harus disesuaikan dengan masalah yang akan dibahas dan karakter yang dimiliki pasangan.

Jika anda mencoba untuk berdiskusi sejak awal, mudah bagi anda untuk mengetahui kecocokan sudut pandang anda dan pasangan dengan topik tersebut. sehingga anda memiliki gambaran mengenai tujuan yang hendak diraih bersama.

Namun di sisi lain, boleh-boleh saja anda menunda pembahasan ini beberapa waktu sebelum berdiskusi mengenai keuangan keluarga. Selain memberikan waktu anda untuk memahami pasangan, anda juga dapat menentukan gaya komunikasi yang baik saat membahas isu sensitive lainnya selain keuangan.

2.      Bicarakan sesuai dengan perilaku masing-masing

Sebelum membicarakan keuangan, cobalah untuk memahami perilaku anda dan pasangan yang terkait dengan manajemen keuangan. Kemudian catatlah berapa besar pemasukan, pengeluaran ataupun unsur lain yang berhubungan dengan keuangan.

Dengan cara ini anda dapat membahasa keuangan lebih spesifik lagi, sehingga anda dan pasangan akan lebih fokus untuk mencari solusi. Serta meminimalisir topik yang melebar kemana-mana.

3.      Tidak mengabaikan masalah keuangan dasar

Setiap orang memiliki masalah keuangan yang berbeda termasuk anda dan pasangan. perilaku konsumtif mungkin bisa menjadi salah satu masalah keuangan yang anda atau pasangan miliki. Mengingat isu keuangan adalah isu spesifik, jangan sepelekan masalah keuangan dasar yang sering dialami oleh banyaknya pasangan suami istri. berikut ini adalah topik yang perlu anda bahas saat berdiskusi mengenai keuangan bersama pasangan :

  • Jumlah tabungan dan asset yang dimiliki
  • Jumlah utang dan cara melunasinya
  • Pola konsumsi (mengatur pengeluaran/uang belanja)
  • Gaya keuangan (mengenai bagaimana anda mengelolah keuangan, apakah mencatat secara rinci pengeluaran atau melunasi utang setelah memperoleh pendapatan dan lain sebagainya)

4.      Saling jujur dan terbuka

Pada dasarnya anda dan pasangan memiliki sudut pandang yang berbeda terkait masalah uang. Mungkin pasangan senang membeli barang-barang untuk memenuhi hobinya, sedangkan anda lebih senang menabung dan berinvestasi.

Konflik akan terjadi apabila kedua pasangan tidak saling terbuka, cobalah untuk memahami sudut pandang masing-masing. Sehingga anda dan pasangan dapat menemukan jalan tengahnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

Pada hubungan pernikahan komunikasi adalah hal yang paling pent­ing karena komunikasi adalah awal dari kepercayaan satu sama lain. Tak jarang dalam sebuah pernikahan jika kedua pasangan memiliki komunikasi yang baik maka secara otomatis hubungan pernikahan akan berjalan baik pula. Namun dalam pernikahan terkadang pasangan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan komunikasi. Sehingga komunikasi yang tidak sehat terkadang terbentuk dan dibiarkan begitu saja.

Tanda komunikasi pasangan tidak sehat

Bahkan banyak pasangan yang tidak sadar jika komunikasi yang mereka jalani termasuk komunikasi yang kurang sehat, berikut adalah tanda jika komunikasi pernikahan tidak lagi sehat :

  • Salah satu pasangan merasa tertekan, takut, terancam dan menarik diri setiap kali berkomunikasi
  • Saat seseorang mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan pasangannya
  • Ketika diskusi berubah menjadi percecokan
  • Pasangan yang selalu membantah, menyangkal atau menyembunyikan kebenaran yang terjadi

4 cara untuk membangun komunikasi yang baik dengan pasangan

Mengingat jika komunikasi merupakan komponen yang penting, dan sumber utama dari segala masalah yang dihadapi. Ada baiknya anda dan pasangan melakukan tindakan untuk memperbaiki komunikasi yang terjalin. Untuk itu simak tips di bawah ini 4 cara efektif membangun komunikasi dengan pasangan.

1.      Fokus pada sisi positif

Menurtu konsultan cinta online dan pelatih kencan bernama Julie Spira mengungkapkan jika untuk membangun sebuah komunikasi yang baik dengan pasangan, yang anda perlukan adalah mencurahkan waktu dan membuat ritual. Selain itu, ada baiknya anda fokus pada sisi positif pasangan baik itu sifat atau perilakunya, serta jangan ragu untuk memberikan pujian padanya. Misalkan saat anda memiliki waktu untu berbicang, katakan saja jika anda menyukai pillow talk setiap malam. Hal tersebut akan memberikan kesan kepada pasangan jika komunikasi terjalin telah baik dan anda menghargai dia.

2.      Jadilah pendengar yang baik untu pasangan

Keinginan anda untuk selalu didengarkan adalah hal sama yang diingkan oleh pasangan. komunikasi yang baik bukanlah saat anda mendengarkan keluh kesah pasangan saja, namun pasangan juga bersedia mendengarkan cerita anda. Ketahuilah jika setiap orang ingin didengar dan dipahami, jadi dalam komunikasi pentingnya menjadi pendengar yang baik dibading harus mendominasi percakapan.

3.      Fokus melakukan hal-hal kecil pula

Kebanyakan orang terkadang terlalu fokus dengan hal yang besar namun lupa akan hal kecil. Untuk itu selain fokus dengan aspek besar antara anda dan pasangan, cobalah untuk memerhatikan hal kecil. Contohnya dengan mengungkapkan perasaan cinta setiap pagi, mencium kening pasangan sebelum berangkat, atau memberikan pujian dan ucapan terima kasih setiap kerja keras yang dilakukan. Gerakan yang ringan dan tak perlu mengeluarkan banyak usaha namun dapat membuka komunikasi agar lebih baik serta menumbuhkan rasa saling menghargai.

4.      Hadapi masalah dengan tenang

Terkadang masalah selalu menjadi batas kedua pasangan sehingga enggan bagi mereka untuk membicarakannya. Padahal yang seharusnya dilakukan kedua pasangan harus berdiskusi mengenai penyelesaian masalah, jangan ragu atau memendamnya beranikan diri untuk membicarakan masalah tersebut dengan pasangan. jika anda terbiasa untuk membicarakan masalah dengan tenang maka pasangan pun akan bersikap demikian. Jika perlu jadwalkan hari dimana kalian membicarakan sesuatu yang memang penting.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Pernahkah anda merasa terkekang dan sulit mengembangkan diri dalam dunia pekerjaan karena pasangan? berhubungan dengan pasangan yang tidak mendukung anda dalam berkarier cukup akan membuat anda stress. Hal itu tentu karena pasangan anda menjadi penghambat anda dalam mennitih karier. Namun jangan khawatir atau merasa frustasi dengan pasangan anda karena masih adan cara yang tepat untuk menghadapi situasi sepet ini.

Antara cinta atau pekerjaan?

Dimuat dalam sebuah jurnal pada tahun 2004 yang menyatakan jika salah satu alasan mengapa wanita berhenti bekerja dalam perusahaan adalah karena suami mereka. Apalagi bagi wanita yang sudah menikah dan memiliki anak, hal ini harus dilakukan mengingat mereka harus memperhatikan tumbuh kembang sang buah hati.

Wanita yang diwawancarai mengatakan jika suami mereka memperbolehkan bekerja, namun yang banyak dari mereka yang tidak ikut berperan dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Itulah yang sering menyebabkan mengapa sebagian wanita memilih menjadi ibu rumah tangga karena rasa khawatir jika rumah dan anak tidak terurus dengan baik.

Hampir semua kaum pria berharap karier mereka lebih diutamakan dibandingkan karier pasangan. namun pada faktanya, saat ini banyak kaum wanita yang menginginkan kesamaan derajat antara istri dan suami. Pria yang berkomitment dengan menerima kesamaan derajat tersebut akan sulit menjalani hubungannya dalam jangka waktu yang lama. Hingga pada akhirnya banyak pasangan yang berakhir pada perpisahan.

Strategi untuk menghadapi pasangan yang tidak mendukung karier anda

Jika harus membuat keputusan antara karier atau cinta tentu bukan hal yang mudah. Namun untuk menyeimbangkan keduanya pun membutuhkan waktu dan dukungan. Namun ada beberapa strategi yang bisa anda lakukan untuk menghadapi pasangan yang tidak mendukung karier anda. Berikut adalah penjelasannya :

1.      Mencoba memahami alasan pasangan

Jika pasangan tidak mendukung karier anda saat ini, cobalah untuk memahami alasan pasangan terlebih dahulu. Apakah karena mereka khawatir dengan kesehatan anda? Atau merasa iri dengan karier anda yang lebih sukses dibandingkan dia?

Hindari berburuk sangka dengan pasangan. bisa jadi, mereka menyayangi anda dan tidak ingin melihat anda begitu kecapekan. Dengarkan setiap penjelasan pasangan tanpa ada interupsi. Setelah itu barulah anda menyampaikan keinginan pribadi dengan baik-baik.

2.      Melibatkan pasangan

Anda mungkin adalah sosok yang mandiri dan dapat diandalkan. Namun jangan lupa untuk melibatkan pasangan disetiap keputusan yang anda ambil selama berkarier. Dengan begitu hubungan anda akan lebih sehat karena adanya rasa saling menghormati dan pasangan akan merasa lebih dihargai.

Membicarakan pekerjaan dalam hubungan selama masih dalam batas kewajaran akan memberikan efek baik bagi anda dan pasangan. pasangan akan merasa berperan ketika anda sedang merintis karier, sehingga setiap hasil kerja keras anda akan dihargai pula oleh pasangan.

Misalkan, anda dan pasangan sedang berdiskusi mengenai pindah bekerja untuk mendapatkan jenjang karier yang lebih baik. Atau anda memiliki pekerjaan kantor yang belum selesai jangan sungkan untuk meminta bantuan pasangan.

3.      Berbagi rasa takut dan ragu

Pada saat merintis karier terkadang rasa takut dan ragu menghantui anda. Untuk itu cobalah membuka diri kepada pasangan perihal masalah tersebut. dengan menyatakan perasaan anda saat ini, pasangan akan berusaha memahami anda. Selain itu ia akanmembantu mencari jalan keluar bagi anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!