Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Saat menjalin hubungan asmara dengan seorang single paren, tandanya anda harus siap dengan apa yang melekat pada mereka. Mulai dari anak, isu pernikahan sampai mantan pasangannya. Meskipun cinta tak mengenal latar belakang pasangannya, namun terkadang ada beberapa orang yang terlihat belum siap untuk menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent. Agar anda semakin yakin lagi berikut ini adalah beberapa tanda yang ditunjukkan.Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Apakah anda siap menjalin hubungan dengan seorang single parent?

Bagi mereka yang menjalani hubungan asmara dengan seorang janda atau duda tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak sama dengan saat anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang belum memiliki anak. jika anda belum siap sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu ada beberapa tanda jika anda belum siap menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent antara lain:

1.      Merasa cemburu dengan anak-anak

Cemburu adalah hal yang wajar dalam hubungan asmara ketika pasangan terlihat lebih dekat dengan orang lain selain diri sendiri. Namun pada kasus seperti ini, mungkin pasangan anda akan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya. Terkadang hal ini memicu kecemburuan pada diri anda.

Apabila kecemburuan anda membuat anda bersikap tidak menyenangkan kepada anak dari pasangan anda, dan mencoba merebut perhatiannya maka hal ini adalah tanda jika anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Peter Gray dari University of Nevada mengungkapkan pendapat anak tentang pasangan baru orangtuanya merupakah hal yang sangat penting. Untuk itu rasa cemburu terhadap anak pasangan anda justru akan merusak hubungan. Ada baikny anda mendekatkan diri dengan mereka dan berusaha untuk menyayanginya pula.

2.      Menyampaikan kritikan mengenai pola asuh yang diterapkan pasangan

Jika anda telah mengenal dekat anak pasangan anda, dan melihat pola asuh yang diterapkan pada mereka. Mungkin saja muncul keinginan untuk mengkritik cara pasangan mendidiknya. Akan tetapi cobalah untuk menahannya, ingat pasangan anda telah mengasuh anda sejak mereka lahir. Mengkritik pola asuh yang ia terapkan justru akan menyinggung perasaannya.

Cobalah untuk masuk dengan perlahan, jangan ucapkan rasa tidak setuju anda pada tahap awal pendekatan.

3.      Merasa berhak untuk mengatur jadwal dan waktu pasangan

Saat anda memiliki hubungan dengan seorang singleparent sebaiknya anda harus lebih menghargai waktu selama proses hubungan anda. Contohnya lebih bersabar dengan waktu pasangan akan memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Umumnya masalah yang sering diperdebatkan dalam hubungan asmara yang seperti ini adalah menunjukan rasa sayangnya di depan anak pasangan anda.

Apakah pantas jika anda memegang tangan, menyentuh bagian tubuh atau mencium pasangan di depan anak-anaknya dan bagaimana reaksi mereka nantinya. Jika anda tidak mempedulikan hal itu, tandaknya anda tidak dapat menghargai pasangan, dan anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

4.      Mencari spontanitas

Dikutip dari American Psychological Association, ada beberapa faktor stres yang sering menyerang seorang single parent yaitu:

  • Adanya masalah dalam keluarga besar
  • Waktu kunjungan anak
  • Efek dari masalah yang terus berlanjut antara orangtua

Sehingga sulit bagi mereka menemukan waktu yang tepat untuk menjalani hubungan asmara dengan orang lain, untuk mempertahankan hubungan asmara anda terkadang anda berinisiatif untuk melakukan hal yang spontan. Sehingga meminta pasangan untuk meluangkan waktu agar rencana anda terealisasikan. Akan tetapi ia tidak dapat menyanggupinya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang BurukTanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Setiap pasangan suami istri sebaiknya mamiliki komunikasi yang menyenangkan dan nyaman bagi keduanya. Mengingat jika komunikasi merupakan bagian penting dalam pernikahan untuk menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan kedua pasangan. jika komunikasi yang terjalin antara kedua pasangan menjadi lancar, nyaman, efektif dan menyenangkan. Maka hari-hari pernikahan mereka akan lebih menyenangkan dan harmonis.

Akan tetapi terkadang kita sering menjumpai pasangan suami istri yang menjalani komunikasi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pola komunikasi yang buruk. Akumulasi dari berbagai konflik kecil yang dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang tepat, sehingga menyebabkan suasana hati diantara keduanya menjadi tegang dan tidak nyaman. Ada suasana sensitif yang terbentuk antara suami dan istri sehingga hal itu menimbulkan banyak hal yang menjadi masalah.

Jika sudah dalam situasi ini, hendaknya kedua pasangan segera mengambil langkan tepat untuk menyelesaikannya. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut, sehingga kondisi pernikahan semakin buruk. Namun ada baiknya anda mengenali beberapa tanda-tanda komunikasi yang buruk dalam hubungan suami istri di bawah ini.

1.      Merasa suasana antara kedua pasangan menjadi sensitif

Jika suami dan istri sama-sama merasakan suasana yang sensitif yang terjalin antara keduanya. Seperti muncul perasaan tidak nyaman setiap kali bertemu atau berkomunikasi. Keduanya saling menahan diri dan akhinya komunikasi semakin jarang terjalin.

2.      Mudah terbawa emosi setiap kali membahas sesuatu dengan pasangan

Jika suami atau istri mudah terpancing emosi atau marah, setiap kali berbicara atau bertemu adalah tanda jika komunikasi yang dibangun tidak sehat. Untuk itu, keduanya cenderung menghindari komunikasi agar pasangan tidak marah.

3.      Mudah tersulut konflik, meskipun itu hal kecil

Hanya karena hal kecil, dapat membuat suami dan istri terlibat pertengkaran yang besar. Misalnya suami yang lupa menaruh kunci mobil, sehingga istri pun ikut kerepotan mencarinya sehingga rumah menjadi berantakan. Sebenarnya konflik adalah hal yang wajar terjadi, namun sangat banyak konflik yang tidak produktif dan tidak semestinya terjadi justru dialami oleh kedua pasangan.

4.      Pasangan suami istri sering mengalami kesalahpahaman

Setiap kali mengobrol secara langsung atau berkomunikasi melalui telpon atau pesan singkat selalu berujung pada kesalahpahaman, kedua pasangan justru tidak dapat berakhir pada saling pengertian. Baik kata maupun kalimat yang disampaikan sering tidak dapat dimengerti oleh pasangan. sehingga salah paham sering terjadi.

5.      Tidak ada yang mau mengalah setiap kali berdebat

Setiap muncul tanda konflik atau kedua pasangan saling berdebat, selalu berakhir pada pertengkaran yang sulit untuk dilerai. Hal ini karena kedua pihak tidak ada yang mau mengalah. Mereka justru merasa heran mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah setiap kali bertengkar.

6.      Selalu merasa diri sendiri benar

Suami dan istri selalu menganggap jika dirinya benar, dan pasangan adalah pihak yang salah. Sikap selalu ingin menang sendiri dan menganggap diri benar adalah tanda jika pasangan memiliki komunikasi yang buruk. Rasa heran mengapa pasangan tidak pernah merasa bersalah justru akan membuat kondisi pernikahan semakin buruk.

7.      Menganggap diri sebagai pihak yang selalu mengalah

Tanda lainnya adalah baik suami maupun isri menganggap dirinya adalah pihak yang selalu mengalah apabila terjadi konflik. Bahkan mereka justru menuduh pasangannyalah yang tidak pernah mau mengalah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki MomonganCara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Bagi beberapa pasangan, kehadiran anak dalam pernikahan adalah hal yang dinantikan. Akan tetapi tak sedikit pasangan yang sengaja menunda momongan sampai dirasa benar-benar siap. Bagaimana pun merencanakan kehamilan memang membutuhkan kesiapan dan kesepakatan antara suami dan istri. ada banyak dorongan bagi seseorang agar dapat segera memiliki momongan, namun ada pula yang justru memilih untuk menundanya.

Namun bagaimana kondisinya jika anda sudah siap namun pasangan justru merasa belum siap untuk memiliki anak. Jangan khawatir anda dapat menyimak beberapa cara berikut ini.

1.      Bersikap terbuka satu sama lain

Cara ini sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum anda dan pasangan belum menikah. Dengan demikian, anda akan lebih memiliki banyak waktu untuk berdiskusi dengan pasangan anda mengenai kehidupan pernikahan termasuk momongan. Sampaikan alasan anda mengapa siap untuk memiliki anak, dan dengarkan mengapa pasangan memilih menunda momongan. jagalah suasana obrolan anda dengan pasangan tetap hangat. Sebaiknya hindai sikap menghakimi dan kritik secara langsung yang bersifat menyerang pasangan.

2.      Pastikan alasan yang anda miliki tepat

Sebelum berdiskusi pastikan anda telah memiliki argumen yang tepat, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Argumen yang anda sampaikan dapat menggugah hati pasangan anda. Bahkan mungkin ia akan mempertimbangkan alasan yang anda sampaikan hingga akhirnya ia setuju untuk menunda momongan. Jika memang anda benar siap untuk memiliki momongan, maka sebaiknya hindari beberapa alasan berikut ini:

  • Tuntutan orangtua, mertua, atau orang lain
  • Menuruti norma yang menuntut seorang istri harus segera memiliki anak
  • Agar kelak ada seseorang yang meneruskan usaha keluarga
  • Untuk mempertahankan pernikahan
  • Untuk menemukan tujuan hidup

3.      Kedua pasangan saling membangun sikap bertanggung jawab

Mungkin salah satu penyebab mengapa pasangan anda memilih untuk menunda kehamilah adalah takut untuk menghadapi tanggung jawab sebagai orangtua. Baik dalam segi keuangan, emosional, dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi, cobalah manfaatkan waktu menunda momongan sebagai momen  untuk membangun tanggung jawab masing-masing.

Misalnya, anda dan pasangan mulai menyisihkan pendapatan bulanan untuk ditabung, untuk mempersiapkan diri sebagai orangtua dalam segi keuangan. Selain itu, anda dapat mempersiapkan kondisi emosional dengan menjalani proses konsultasi pernikahan.

4.      Menjalani konseling pernikahan

Persoalan tentang rencana kehamilan seharusnya dapat diselesaikan  dengan komunikasi yang terbuka. Akan tetapi, jika semua yang anda dan pasangan diskusikan berujung pada pertengkaran mungkin ada baiknya anda berdua melakukan konseling bersama. Terkadang ada alasan yang tidak dapat diungkapkan ketika pasangan anda merasa belum siap memiliki anak. peran konselor akan membantu anda untuk menggali masalah tersebut secara lebih dalam sehingga didapatkan jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.

Setiap orang yang menunda kehamilan sebenarnya memiliki alasan tersendiri, begitupun pasangan anda. Dalam situasi tersebut, cara terbaik menghadapinya ialah berdiskusi untuk mencapau kesepakatan bersama. Dengarkan baik-baik alasan pasangan menunda momongan, barulah anda menyampaikan sudut pandang anda. Kompromi dengan pasangan memang tak selamanya berjalan mulus, apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan keinganan pernikahan seperti anak. meskipun demikian, langkah kompromi yang tepat akan membantu anda dan pasangan menemukan solusi terbaik bagi kedua pihak.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?

Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?

Keutuhan selaput dara seorang wanita identik dengan tanda keperawanan.  Selain itu, masyarakat bahwa keperawan seorang wanita sebagai kehormatan dan nama baik keluarga. Selaput dara atau hymen adalah simbol kesucian dan moralitas seseorang wanita yang setiap terhadap agama, budaya serta keluarganya.

Membahas mengenai keperawanan, tentu berbagai mitos dan kepercayaan masyarakat begitu simpangsiur terdengar. Tak heran jika selaput dara dan keperawanan masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan sebagian masyarakat khususnya wanita.

Apa itu keperawanan?

Perawan sering diartikan sebagai wanita yang belum pernah melakukan seks, sedangkan seks memiliki berbagai cakupan yang bervariasi. Banyak orang yang menganggap seks merupakan aktivitas penetrasi penis ke dalam vagina. Definisi tersebut sangatlah sempit karena mengesampingkan tipe seks lainnya. Beberapa orang yang belum pernah melakukan penetrasi vagina bukan menganggap dirinya sebagai perawan karena sudah pernah melakukan tipe seks lain seperti anal atau oral.

Sebagian orang percaya jika keperawanan bersumber dari persetujuan (keinginan dan menyetujui untuk melakukan hubungan seksual dari setiap pihak yang terlibat). Jadi, banyak yang menganggap jika hubungan seks yang berlandaskan paksaan tidak dianggap jika seseorang bukan perawan lagi.

Apa itu selaput dara?

Selaput dara merupakan jaringan kulit tipis yang melapisi bukaan vagina. Anggapan banyak orang yang mengira jika selaput dara tersebut menutupi keseluruhan vagina. Padahal hymen memiliki berbagai jenis tingkat elastisitas dan ketebalan yang berbeda, serta memiliki bukaan (setiap wanita memiliki bentuk bukaan yang berbeda) untuk memungkinkan darah menstruasi dan cairan tubuh lainnya dapat mengalir keluar.

Pada dasarnya selaput dara memiliki selebar ukuran jari, namun bukaan tersebut tak selamanya berbentuk lubang donat. Untuk beberapa wanita, beberapa selaput dara mereka berbentuk injakan tangga, namun ada pula yang berbentuk seperti lubang-lubang kecil pada seluruh bagian hymen. Dalam kasus yang cukup langka, bukaan bisa terlihat sangat kecil sehingga jari, tampon atau penis mungkin tidak bisa menembus lapisan tersebut dengan mudah bahkan sampai tidak bisa sama sekali. Bahkan ada beberapa wanita yang lahir tanpa selaput dara dalam vaginanya.

Jika seorang anak perempuan menginjak masa pubertas dan tubuh mulai memproduksi hormon estrogen, hal ini dapat menyebabkan hymen berubah tekstur dan menyediakan halangan ‘semu’ yang bermanfaat untuk menikmati hubungan seks tanpa merasa sakit.

Saat ini belum diketahui secara pasti fungsi dari selaput dara. Namun dalam satu teori mengatakan jika hymen ada untuk melindungi bukaan dan daerah sekitanya selama permulaan masa pertumbuhan wanita

Apakah selaput dara robek, tanda tidak perawan?

Mayoritas masyarakat menjadikan keutuhan selaput dara sebagai tolak ukur keperawanan seorang wanita. Padahal keperawanan tidak dapat diukur atau dibuktikan dari pemeriksaan fisik vagina. Selaput dara yang robek saat melakukan hubungan seks pertama kali dapat menyebabkan pendarahan sementara dan sedikit rasa tidak nyaman. Padahal selaput dara bisa saja robet karena kondisi lainnya seperti masturbasi (sengaja memasukkan jari atau mainan seks ke dalam vagina), memasukan tampon, penyisipan speculum saat melakukan pemeriksaan dokter ginekolog, atau melakukan olahraga fisik lainnya (misalnya berkuda, bersepeda, atau senam).

Bahkan beberapa wanita tidak sadar jika selaput dara mereka telah robek, terutama jika hal tersebut tidak terjadi ketika berhubungan seks. Karena robeknya hymen dapat terjadi tanpa ada pendarahan atau rasa sakit.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Membebaskan Diri Dari Friendzone, Simak Cara Mudah Mengatasinya

Membebaskan Diri Dari Friendzone, Simak Cara Mudah Mengatasinya

Membebaskan Diri Dari Friendzone, Simak Cara Mudah MengatasinyaMembebaskan Diri Dari Friendzone, Simak Cara Mudah Mengatasinya

Friendzone umumnya terjadi saat salah satu pihak menginginkan hubungan yang lebih dari sekadar teman dalam hubungan persahabatan. Namun sayangnya, pihak yang lain merasa cukup bahagia dengan status teman yang terjalin diantaranya. Jika anda sedang menghadapi situasi seperti ini anda merasa kesulitan dan dilema. Apakah tetap bersamanya atau berpisah saja, melepaskan diri dari jeratan hubungan friendzone bukan hal yang mudah.

Banyak orang yang kesusahan untuk berada di posisi ini, kenyataannya keinginan anda untuk melepaskan diri sudah terlambat. Namun tak ada salahnya untuk keluar dari jeratan friendzone dengan beberapa tips berikut ini.

1.      Buatlah jarak antara anda dengan dia

Cara yang bisa anda lakukan untuk terlepas dari belenggu friendzone adalah membuat jarak dengannya. Misalnya anda bisa mengurangi waktu main bersama dengan dia, atau tidak terlalu sering menanyakan kabar dan mengobrol melalui via telpon. Dengan demikian, anda tidak berakhir seperti orang yang putus asa dan hanya menerima akan yang bisa didapatkan.

Selain itu, dengan menjauhkan diri dari teman yang anda sukai, hal tersebut justru membantu anda berpikir kehidupan baru tanpa dia dan dia pun tidak akan memanfaatkan anda begitu saja.

2.      Sibukan diri anda dengan aktivitas yang bermanfaat

Setelah anda berhasil membuat jarak dan menjauh darinya, hal yang dapat anda lakukan berikutnya adalah melakukan berbagai aktivitas tanpa kehadiran dia. Sebenarnya cara ini hampir sama dengan orang yang sedang mengalami putus cinta. Cobalah lakukan hal-hal baru atau mendalami hobi yang telah lama anda abaikan sebelumnya karena terlalu sibuk dengan friendzone yang menjebak anda.

Hal ini bertujuan supaya tidak terlalu banyak waktu yang anda habiskan untuk memikirkan teman yang anda sukai, dan setidaknya anda mencoba untuk menunjukkan jika tanpa dirinya anda masih bisa hidup dengan baik.

3.      Perbanyak teman baru

Dibandingkan terus meratapi nasib cinta yang bertepuk sebelah tangan, ada baiknya anda membuat hubungan pertemanan baru dengan orang lain. Carilah teman baru yang menarik menurut ada baik di komunitas, media sosial, atau dengan bertemu dengan teman lama. Anda juga dapat menceritakan kehadiran teman baru tersebut pada dia, orang yang anda sukai.

Jika ia menunjukan kecemburuan atau merasa tersaingi oleh teman baru anda, mungkin saja ia akan jadi lebih menghargai kehadiran anda. Bukan hanya itu, menghabiskan waktu dengan orang lain selain dirinya dapat membantu anda keluar dari jeratan friendzone.

4.      Minta bantuannya

Saat anda terjebak friendzone mungkin saat ini anda merasa telah dimanfaatkan karena terlalu banyak waktu atau pertolongan kepada dia. Untuk itu, cobalah membalikkan situasi dengan meminta tolong padanya. Contohnya, saat teman anda kebetulan pergi ke luar kota anda bisa meminta bantuan untuk membelikan makanan atau oleh-oleh khas kota tersebut. atau saat anda sedang sakit anda bisa meminta tolong padanya untuk membelikan obat atau menemani ke klinik kesehatan.

Semakin banyak waktu dan bantuan yang diberikan pada anda, maka dinamika anda dan dia akan menjadi seimbang. Sehingga akan lebih cepat bagi anda untuk keluar dari jebakan friendzone. Mulai sekarang cobalah lebih berfokus pada orang-orang yang menarik dan menyayangi anda lebih dari teman, daripada terus terjebak friendzone.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam PertamaKesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Malam pertama merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai pengantin. Pada saat ini, pengantin baru bisa menghabiskan waktu bedua di kamar dan sudah diperbolehkan untuk melakukan berbagai aktivitas berdua termasuk dalam berhubungan intim. Akan tetapi ternyata banyak beredar mitor masyarakat yang menyebabkan perasaan kedua pengantin baru berkecamuk karena tidak sesuai dengan ekspetasi mereka, salah satunya adalah rasa nyeri yang dirasakan oleh wanita saat sedang berhubungan intim pertama kali.

Rasa nyeri yang muncul saat anda berhubungan intim pada malam pertama dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi psikologis serta sisi medis. Misalnya adanya infeksi pada bagian intin atau penyakit lainnya yang membuat hubungan seks anda menjadi tidak nyaman. Namun ada beberapa faktor lain yang menyebabkan malam pertama terasa menyakitkan sehingga tak jarang beberapa wanita mengaku sedikit trauma. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasan di bawah ini.

1.      Perasaan gugup dan stres

Seks adalah interaksi paling intim yang terjadi antara dua manusia, seks mengkombinasikan kenikmatan fisik serta hubungan emosional kedua pasangan. akan tetapi bagi pengantin baru, seks merupakan hal yang baru. Adalah hal yang wajar jika kedua mempelai merasa gugup ataupun khawatir saat sedang melakukannya.

Pada dasarnya hubungan intim membutuhkan pikiran yang rileks saat melakukannya. Jika pikiran seseorang telah stres karena reaksi pasangan ataupun ketakutan tidak dapat memuaskan gairah seksual yang dirinya atau pasangan miliki, maka hubungan seks menjadi tidak nyaman.

2.      Memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks di malam pertama

Ungkapan ‘malam pertama’ sangat erat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada malam pertama setelah resmi menjadi pasangan suami istri. maka tak sedikit pengantin baru yang berpikir hubungan seksual perlu dilakukan pada malam setelah mereka menikah. Padahal, bisa saja anda dan pasangan, sama-sama kelelahan setelah menyelenggarakan perta resepsi sehingga tidak mampu melakukan aktivitas seks. Jika harus memiliki, mungkin ada baiknya anda memilih beristirahat atau tidur.

Saat kondisi fisik dan psikos anda lelah maka hubungan seks menjadi tidak maksimal. Jika memang tubuh anda belum siap, sebaiknya jangan paksakan tak ada salahnya bila anda menunda ‘malam pertama.’ Apabila anda dan pasangan memaksakan diri hubungan seks akan berujung pada rasa sakit.

3.      Tidak tahu harus memulai hubungan seks

Banyak pasangan pengantin baru yang tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai seks. Terkadang mereka enggan mencari tahu sendiri bagaimana cara untuk memulai hubungan intim. Sehingga saat malam pertama mereka hanya saling berdiam diri dan merasa kikuk karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Untuk itu sambil menyiapkan pernikahan tak ada salahnya anda mencari informasi mengenai foreplay, intercourse dan after play baik melalui media atau bertanya langsung kepada ahli. Sehingga hubungan seks anda terasa lebih rileks, menyenangkan, dan meminimalisir rasa sakit.

4.      Malu untuk berinisiatif

Saat sudah resmi menjadi pasangan suami istri, seharusnya tidak ada hal yang diragukan untuk dibicarakan bersama, salah satunya adalah hubungan intim yang dapat meningkatkan keharmonisan. Namun, jika anda dan pasangan belum terbiasa membicarakan hubungan seks atau masih bingung menghadapi pasangan saat di ranjang, maka keinginan untuk berinisiatif hanya bisa dipendam. Padahal inisiatif mengenai seperti apa sentuhan tubuh yang anda sukai akan mempermudah hubungan seks.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Malam pertama merupakan waktu pertama kalinya pasangan suami istri berbuhungan seks. Namun tak sedikit pasangan suami istri yang terkadang melewatkannya, masih banyak diantara mereka yang kebingungan waktu yang ideal bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Meskipun beberapa pasangan memilih untuk menunda malam pertamanya, namun ada pasangan yang langsung melakukan hubungan seks usai pesta pernikahan.

Apakah malam pertama adalah waktu ideal untuk bercinta?

Terkadang menyelenggarakan pesta pernikahan terkadang membuat kedua pasangan merasa lelah dan tidak bergairah untuk melakukan aktivitas di atas ranjang, apalagi jika pesta tersebut dilakukan di malam hari. Meskipun melakukan hubungan seks, pada akhirnya kedua pasangan tidak dapat menikmatinya. Sehingga seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan.

Menurut pakar kesehatan seksual Dr. Andri Wanananda M.S dalam situs health detik mengungkapkan saat pasangan suami istri ingin melakukan hubungan seks di malam pertamanya, maka yang harus diperhatikan adalah kedua pasangan dalam keadaan bugar, baik secara fisik ataupun psikis. Jika dirasa masih letik untuk melakukan hubungan seks di malam pertama, maka sebaiknya tidak usah dipaksakan.

Fakta dan mitos mengenai malam pertama

Bila memaksakan malam pertama maka pasangan pengantin baru tidak dapat mencapai hubungan seks yang ideal dan sehat. Aspek kesehatan yang dimaksudkan adalah tidak ada rasa nyeri, kedua pasangan dapat mencapai kenikmatan seksual atau orgasme, serta hubungan seks harus diakhiri dengan wellness atau kasih sayang.

Akan tetapi menurut Dr. Andri sebagai pasangan suami istri yang baru resmi menikahperlu memahami 3 fungsi dalam berhubungan seksual. 3 fungsi tersebut adalah fungsi reproduksi (menghasilkan keturunan), fungsi rekreasi (mencapai kenikmatan seksual atau orgasme) yang terakhir kasih sayang.

Berbagai fantasi liar yang terkadang mengiringi malam pertama sering dialami pasangan pengantin baru. Mulai dari membuat moment romantis, seperti memenuhi kamar dengan lilin-lilin atau taburan bunga. Bukan hanya itu saja, terdapat mitos yang dipercayai oleh masyarakat mengenai darah yang keluar dari vagina wanita saat pertama kali berhubungan seks.

Dilangsir dari laman She Knows, mitos lain yang berkembang mengenai malam pertama adalah mengalami orgasme yang berlangsung beberapa kali baik wanita maupun pria. Atau mitos yang mengatakan ukuran penis mempengaruhi orgasme wanita. Berbagai mitos tersebut muncul akibat dari adegan seks yang ditunjukan dalam beberapa film porno.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Brand lingerie Bluebella, Inggris telah mematahkan mitos berbagai mitos tersebut. survei tersebut diikuti 1000 orang dewasa. Hasil yang didapatkan lebih dari 52 persen pasangan pengantin baru menghabiskan malam pertamanya tanpa melakukan hubungan seks. para partisipan mengaku pengalaman malam pertama dilewatkan dengan alasan terlalu lelah seusasi pesta pernikahan. apa yang menjadi fantasi pasangan mengenai malam pertama dibentuk dari cerita novel dan pengaruh film.

Malam pertama terkadang menjadi malam yang dinantikan kedua pasangan karena pertama kalinya mereka melakukan aktivitas seksual berdua. Namun malam pertama bukan berarti waktu yang ideal bagi pasangan untuk melakukan hubungan intim tersebut. waktu yang ideal sebenarnya saat kedua pasangan berada dalam kondisi sehat dan tidak keleleahan. Tak ada salahnya sambil menyiapkan pesta pernikahan anda dan pasangan berdiskusi kapan saatnya berhubungan seks, diskuis tersebut akan mempermudah anda merakan kenikmatan seksual.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan PasanganTanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tak sedikit orang yang ingin langsung melanjutkan hubungan asmaranya ke jenjang yang lebih serius, padahal sebenarnya ia belum sepenuhnya siap. Sebenarnya hal itu wajar dialami khususnya bagi mereka yang usia hubungannya terbilang baru. Yang jelas, jangan sampai anda dan pasangan memutuskan untuk berkomitmen ke hubungan yang lebih serius karena paksaan, baik dari dalam diri maupun pihak luar. Akan tetapi, baik anda maupun pasangan sama-sama sudah yakin tak ada masalah jika ingin langsung melanjutkan hubungan ke pernikahan. namun ada baiknya anda menyimak beberapa tanda di bawah ini yang menunjukan jika anda belum siap untuk menikah meskipun anda berdua sama-sama yakin, antara lain:

1.      Anda belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan

Walaupun saat ini anda telah memiliki pasangan bukan berarti anda benar-benar menginginkan hubungan asmara tersebut. mungkin saja keinginan anda untuk memiliki pasangan hanya karena takut merasa kesepian, ingin balas dendam, atau tekanan sosial. Ingatlah, jangan sampai nekat untuk hidup dengan seseorang jika anda belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan. Pastikan juga jika pasangan memiliki keyakinan yang sama. jujurlah dengan diri sendiri, serta beritahu pasangan mengenai harapan dan ekspektasi anda terhadap hubungan ini sejelas mungkin.

2.      Anda belum pernah bertengkar dengan pasangan sebelumnya

Pasangan yang kompatibel bukanlah mereka yang tidak pernah bertengkar. Umumnya semua pasangan pasti pernal melalui hal itu, mereka harus mendiskusikan perbedaan serta kebutuhan masing-masing sehingga hubungan menjadi sehat. Pasangan yang tidak pernah bertengkar justru menunjukan mereka tidak pernah menyampaikan penolakan. Mereka cenderung diam dan menghindari masalah, pasangan seperti ini justru tidak siap untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius.

3.      Anda berdua belum menemukan gaya komunikasi yang tepat

Saat dibuai asmara, segala masalah yang terjadi dapat mudah dilupakan. Sehingga anda berdua tidak sempat membentuk fondasi komunikasi yang baik bagi kedua pihak. Hubungan yang sehat didasari oleh komunikasinya, hal ini dapat dilihat dari apakah anda berani terbuka dengan pasangan saat sedang membahas sesuatu. Jika anda masih takut membicarakannya tentu itu tandanya anda belum siap untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius.

4.      Salah satu pihak belum siap menjalani hubungan yang serius

Ini adalah salah satu hal yang paling sulit, untuk itu perlu adanya kejujuran masing-masing. Jika anda ingin lebih serius sedangkan pasangan masih ungin bermain-main. Tentu anda berdua tidak pernah bisa serius di kemudian hari. Untuk itu pastikan baik anda maupun pasangan memiliki tujuan yang jelas dalam hubungan asmara ini.

5.      Anda dan pasangan belum berkenalan dengan teman satu sama lain

Pertemanan merupakan salah satu aspek terpenting dalam hidup seseorang. Umumnya teman juga membantu anda menilai apakah pasangan anda cocok dengan menjadi pendamping anda atau tidak. Itulah sebabnya sebelum menjalin hubungan yang lebih serius ada baiknya kedua pasangan saling memperkenalkan teman masing-masing. Bertemu dengan teman masing-masing akan membantu anda berdua apakah layak hubungan berlanjut ke hubungan yang lebih serius.

6.      Anda merasa tertekan jika hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius

Mungkin anda belum ingin menikmati kesendirian atau belum terlalu mencintai pasangan saat ini. atau mungkin anda masih memerlukan waktu, sebenarnya bukan masalah. Pastikan anda memutuskan untuk lebih serius bukan karena merasa tertekan baik dari keluarga, lingkungan sosial ataupun pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Banyak Wanita Yang Ragu Menyatakan Cinta, Simak Alasan Yang Membuat Anda Yakin!

Banyak Wanita Yang Ragu Menyatakan Cinta, Simak Alasan Yang Membuat Anda Yakin!

Banyak Wanita Yang Ragu Menyatakan Cinta, Simak Alasan Yang Membuat Anda Yakin!Banyak Wanita Yang Ragu Menyatakan Cinta, Simak Alasan Yang Membuat Anda Yakin!

Bagaimana pendapat anda mengenai wanita yang menyatakan cinta lebih dahulu, apakah anda menyetujui hal itu atau masih ragu? Anggapan jika wanita tidak boleh menyatakan perasaan lebih dulu sangat berkembang di masyarkat. Anggapan ini terkadang membuat kalangan wanita dihantui rasa penasaran mengenai perasaan apa yang dirasakan oleh orang yang dicintainya.

Kaum wanita yang identik sebagai pihak yang ‘dikejar’ terkadang membuat seorang wanita harus menunggu dalam jangka waktu yang lama sampai si ‘dia’ menyatakan perasaannya. Wanita selalu digambarkan sebagai orang yang selalu menunggu dan menunggu, padahal lamanya ia menunggu tidak selamanya akan menjamin apakah orang yang dicintai akan membalas dengan perasaan yang sama. daripada terlalu lama anda menunggu dan terus-terusan dihantui rasa penasaran, lebih baik anda mengutarakannya bukan? Mengutarakan perasaan bukan berarti anda harus memaksa dia menjadi pasangan.

Ingat semakin anda memendam perasaan cinta, maka anda semakin tersiksa. Agar anda semakin yakin untuk menyatakan cinta berikut ini adalah alaan yang perlu anda tahu jika tak ada salahnya wanita menyatakan perasaan terlebih dahulu.

1.      Perasaanmu akan terasa lebih lega, mengenai reaksi yang dia tunjukan itu urusan belakangan

Saat anda memendam perasaan tentu anda akan dihantui oleh berbagai pertanyaan mengenai perasaan dia terhadap anda. Selain itu, anda juga dihantui oleh perasaan takut dan menyesal jika suatu saat anda tahu jika dia memiliki perasaan yang sama. Daripada perasaan tersebut menghantui anda, lebih baik utarakan saja. percayalah, anda akan merasa sangat lega setelah mengungkapkannya. Entah bagaimana reaksi yang akan ia tunjukan setidaknya beban yang dipendam telah hilang.

2.      Anda bisa menentukan langkah apa yang dilakukan setelah itu

Hal yang paling baik saat anda berhasil mengutarakan perasaan adalah anda bisa tahu perasaan yang ia miliki sebenarnya. Jika ternyata ia tak memiliki perasaan yang sama, bukan berarti ini adalah hal buruk. Anda akan lebih mudah untuk meninggalkannya, dan memulai hubungan baru dengan orang lain. Namun jika perasaan anda tak kunjung tersampaikan maka anda akan terus menerus dilanda perasaan dilema, dan anda akan kesulitan untuk melupakannya jika perasaan yang dimiliki terlalu dalam.

3.      Banyak laki-laki yang menganggap wanita yang mengutarakan perasaannya lebih dulu adalah wanita yang keren

Meskipun saat ini wanita yang menyatakan perasaan lebih dulu adalah hal yang wajar, namun bagi beberapa pria hal ini termasuk tindakan yang keren. Banyak laki-laki yang justru mengapresiasi keberania wanita yang seperti ini. bahkan mereka juga berpendapat jika akan membahagiakan jika mengetahui ada wanita yang meninggalkan rasa gengsinya demi laki-laki yang disukai.

4.      Mungkin awalnya dia tidak menyukai anda, namun bisa jadi hal ini akan berbalik karena keberanian anda

Terkadang perasaan cinta laki-laki baru akan tumbuh saat seorang wanita menyatakan perasaannya. Saat mendapatkan pernyataan cinta dari wanita, laki-laki cenderung merasa penasaran dengan keberanian wanita tersebut. rasa penasaran tersebut yang nantinya membuatnya tertarik dengan anda. Laki-laki akan memberikan perhatian yang besar pada wanita yang menarik baginya. Jika sikap anda saat dia memberikan perhatian sesuai dengan keinginannya maka bukan hal yang mustahil bila dia berbalik jatuh cinta pada diri anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!