Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanHubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Baik karena pendidikan ataupun pekerjaan, terkadang seseorang harus menjalani hubungan jarak jauh atau yang dikenal dengan LDR. Layaknya hubungan cinta lainnya menjalani hubungan LDR juga memiliki suka dan duka. Pada awalnya mungkin sulit bagi kedua pasangan menjalani hubungan ini, mungkin ada  perasaan tidak terima akan perpisahan yang terjadi.

Hubungan LDR apakah berakhir dengan perpisahan atau keseriusan?

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanBerpisah dari pasangan membuat hari-hari anda dipenuhi dengan rasa rindu, namun bagaimana lagi pasangan harus mampu beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi. Selama berjalannya waktu lama kelamaan baik anda dan pasangan akan mulai terbiasa. Namun tetap saja masih tersimpan harapan agar dapat menjalani kebahagiaan bersama lagi. Terkadang untuk menepis rasa rindu dan sepi anda berusaha mengalihkan diri dengan berbagai aktivitas dan kebiasaan baru.

Menjalani hubungan LDR memang tak semudah kelihatannya terkadang untuk mengatasi rasa sepi beberapa orang tergoda untuk menjalin hubungan dengan pihak lain. Hingga pada kondisi tersebut hubungan LDR diwarnai dengan rasa tidak percaya, cemburu, gelisah, dan berbagai pertengkaran karena salah paham atau perselingkuhan. Sebenarnya banyak hubungan LDR yang berakhir pada perpisahan.

Namun nyatanya hal itu tidak selamanya terjadi, terbukti dari kisah cinta Tasya kamila dan suaminya Randi yang menjalin hubungan LDR dan berakhir pada pernikahan. Meskipun anda merasa ragu dengan hubungan jarak jauh. Apakah dapat bertahan lama, atau paangan yang hanya bermain-main.

Tanda hubungan LDR yang dijalani serius oleh pasangan

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan tanda jika pasangan anda serius menjalani hubungan LDR dengan anda.

1.      Komunikasi yang terjalin masih aktif dan pasangan berusaha menunjukan keadaan yang menyenangkan

Kunci dari suksesnya hubungan LDR adalah komunikasi yang baik. Selama komunikasi yang anda jalani dan pasangan masih aktri serta setiap kali berkomunikasi pasangan selalu menunjukan keadaan yang menyenangkan. Hal itu bisa jadi tanda jika hubungan anda baik-baik saja. oleh karena itu untuk mengetahui apakah hubungan yang dijalani baik-baik saja maka bisa dilihat dari cara berkomunikasi anda dan pasangan. pikirkan seandainya komunikasi yang terjalin antara anda dan pasangan buruk maka bisa jadi anda akan dipenuhi dengan pemikiran yang negatif dan berniat untuk melakukan hal negatif pula. Perilaku seperti itu justru akan merusak hubungan anda dan pasangan.

2.      Dia tidak berhenti menyatakan rindu kepada anda atau merespon kerinduan anda dengan tanggapan yang baik

Mungkin tidak setiap saat, namun pernyataan rindu akan meyakinkan anda jika apa yang dikatakan pasangan adalah benar adanya. Atau saat anda sering menyatakan rindu dan pasangan menyatakan kerinduan yang sama terhadap anda. Pasangan yang serius dengan hubungan LDR dapat dilihat dari perilakunya yang membuat anda tidak merasa ragu dengannya.

3.      Dia tetap menyimpan kisah perjalanannya untuk diceritakan pada anda

Jangan khawatir akan kehabisan topik pembicaraan nanti, jika pasangan anda serius dengan hubungan yang dijalani maka ia akan selalu menyimpan kisah perjalanannya untu diceritakan pada anda. Pasangan akan merasa senang jika anda selalu setia mendengarkan ceritanya. Dalam situasi itu tugas anda adalah memberikan respon positif setiap kali pasangan bercerita. Mungkin kamu akan merasa sedikit bosan menjadi pendengar, namun cobalah untuk membuatnya senang dengan menyimpan kisah anda yang dapat anda ceritakan pada pasangan. meskipun anda terpisah oleh jarak namun bukan penghalang bagi anda untuk saling berbagi cerita.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Pasangan Anda Adalah Workaholic, Lakukan Hal Ini Agar Hubungan Anda Semakin Dekat

Saat Pasangan Anda Adalah Workaholic, Lakukan Hal Ini Agar Hubungan Anda Semakin Dekat

Saat Pasangan Anda Adalah Workaholic, Lakukan Hal Ini Agar Hubungan Anda Semakin Dekat

Saat Pasangan Anda Adalah Workaholic, Lakukan Hal Ini Agar Hubungan Anda Semakin DekatSuami adalah kepala rumah tangga, dimana segala kebutuhan istri dan anak harus mampu ia cukupi. Untuk memenuhi semua itu tak jarang suami harus bekerja keras mulai dari pagi hingga malam, meskipun hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun terkadang kesibukan yang dilakukan pasangan menyita banyak waktu bagi anda. Sehingga sulit sekali untuk berhubungan atau sekedar mengobrol santai dengan pasangan. banyak kasus yang dikeluhkan oleh istri mengenai pasangan mereka yang Workaholic.

Jika pasangan tidak mengurangi kebiasaannya dan anda tidak melakukan apapun untuk merubah kebiasaan buruk pasangan. maka bisa saja workaholic yang dimiliki pasangan akan memicu konflik yang besar hingga menyebabkan perpisahan.

Cara jitu menjaga hubungan dengan pasangan yang workaholic

Jangan stress dulu bila pasangan memiliki sifat workaholic. Anda beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk menjaga pernikahan anda agar tetap harmonis meskipun pasangan gemar bekerja. Simak penjelasannya di bawah ini :

1.      Bicarakan masalah dengan baik-baik

Walau kebiasaan pasangan yang satu ini sering membuat anda jengkel sendiri, namun anda tetap harus membicarakannya berdua dengan pasangan secara baik-baik. Anda dan pasangan sama mengertinya jika saat ini kondisi pernikahan pernuh tekanan, dan amarah tidak akan membantu anda untuk menyelesaikan masalah.

Dengan nada bicara yang baik, cobalah untuk menyampaikan kepada pasangan mengenai sifat workaholicnya membuat anda cemas. Ingatkan padanya jika aka nada beberapa hal yang telah ia lewatkan karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, seperti bermain dengan anak atau waktu makan malam bersama.

2.      Biarkan pasangan merasakan konsekuensinya

Tanpa perlu menjelaskan panjang lebar dan berulang kali, anda cukup lakukan kegiatan seperti biasanya. Misal tetap menyiapkan menu makan malam pada jam yang sama. Jika pasangan melewatkan jam makan malam, maka biarkan dia merasakan konsekuensinya yakni makanan yang sudah dingin atau habis.

Pasangan yang workaholic biasanya akan sulit untuk diajak berpergian bersama baik dekat maupun jauh. Namun jangan memarahinya, anda masih bisa pergi bersama anak-anak. atau anda bisa menghabiskan waktu bersama dengan anggota keluarga dan teman dekat tanpa menunggu pasangan menyelesaikan pekerjaan.

3.      Habiskan waktu berdua

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mengalihkan perhatian pasangan dari pekerjaannya. Anda bisa mengajak pasangan untuk berkencan, ini adalah kesempatan untuk meredam tekanan dan stress pekerjaan akibat dari workaholic pasangan. dengan menghabiskan waktu berdua, selain membuat hubungan anda semakin dekat dengan pasangan. anda juga memiliki kesempatan untuk berbicara lebih dalam, katakana sejujurnya mengenai kecemasan yang anda rasakan saat pasangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja daripada dengan keluarga.

4.      Fokus pada kualitas, bukan kuantitas

Kesibukan bekerja mungkin menjadi penyebab kenapa tak banyak waktu untuk anda dan pasangan bersama. Bamun cobalah fokuskan diri untuk meningkatkan kualitas bukan kuantitas. Saat ada kesempatan anda untuk berdua bersama pasangan, maka lakukanlah hal yang semakin membuat hubungan pernikahan anda menjadi hangat.

Singkirkan pemikiran akan berapa banyak waku yang dapat anda dan pasangan habiskan. Cobalah memfokuskan diri terhadap energi dengan kesempatan tersebut. hingga pada akhirnya tujuan anda bukan lagi mencari kuantitas waktu, melainkan kualitas waktu bersama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan AndaAjukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Pernikahan adalah komitmen seumur hidup antara anda dan pasangan, dimana janji suci sehidup semati diucapkan. Oleh karena itu, anda harus benar-benar selektif dalam memilih calon pasangan hidup. Namun memilih pasangan hidup tak semudah memilih baju yang ada butik. Mengingat jika orang yang anda nikahi adalah partner hidup dalam sisa hidup anda, untuk itu anda bisa mencoba mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini sebagai pertimbangan untuk menikahi pasangan anda.

Daftar pertanyaan yang menjadi pertimbangan sebelum menikah

Agar anda semakin mantap untuk menikahi pasangan berikut ini adalah pertanyaan yang dapat anda ajukan sebelum mengajak dia menuju jenjang yang lebih serius.

1.      “apa yang kamu harapkan setelah menikah nanti”

Pertimbangkan ini sangat penting anda tanyakan kepada pasangan, sebab anda perlu tahu bayangan kehidupan pernikahan yang dimiliki pasangan. Apapun jawaban pasangan saat ini adalah hal yang memang diharapkannya. Jika pasangan tidak menjawab tidak ingin meninggalkan rumah orang tuanya, maka bisa saja hal tersebut tidak bisa anda ganggu gugat. Menyakan harapan dan bayangan pasangan jauh sebelum pernikahan bertujuan agar menyelaraskan semua keinginan yang dimiliki pasangan dan anda. Jika dirasa ada hal yang harus didiskusikan karenatidak sesuai dengan harapan anda, maka bicarakanlah hingga bertemu jalan keluarnya.

Jangan mengira jika pasangan akan langsung berubah setelah anda dan dia resmi menikah. Hal ini karena menikah tidak akan mengubah perilaku, kebiasaan atau keinginan seseorang. Jika memang pasangan berubah perlu adanya waktu yang panjang, dan anggaplah jika itu sebuah bonus.

2.      “bolehkah saya tetap menikah setelah bekerja”

Pertanyaan penting lain yang biasanya diajukan oleh kaum wanikah sebelum menikah adalah apakah mereka diperbolehkan tetap berkarier seperti waktu masih pacaran? Bagi sebagian pria ada beberapa yang menginginkan jika istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga saja, namun ada pula yang mengizinkan sang istri tetap bekerja dengan membuka usaha di rumah.

Hal ini sebenarnya boleh-boleh saja, jika anda ingin menjadi seorang ibu rumah tangga atau tetap ingin berkarier seusai menikah. Selalu tanyakan hal itu kepada pasangan anda sebelum memutuskan untuk menikah. Jangan sampai anda baru mengetahu larangan bekerja setelah pernikahan terjadi. Tentu hal itu akan mengundang konflik dalam pernikahan, bahkan hal tersebut dapat berdampak pada stress yang berkepanjangan dan keharmonisan rumah tangga juga terancam.

3.      “bagaimana pembagian kerja di rumah setelah menikah nanti”

Jangan salah paham, pembagian pekerjaan rumah yang tidak adil akan menjadi konflik klasik yang sering mewarnai hubungan pernikahan orang-orang. Agar anda dan pasangan tak sampai memperdebatkan hal kecil seperti mencuci baju, atau pekerjaan rumah lainnya.

Tanyakan pada pasangan kira-kira bagaimana dia memahami pembagian tugas beres-beres rumah. Jika pasangan menyetujui dengan adanya pembagian mengenai urusan pekerjaan rumah anda bisa merasa lega. Namun jika pasangan justru berpendapat sebaliknya cobalah diskusikan terlebih dahulu sebelum membuat kesepakatan.

4.      “Apa kita berencana memiliki anak”

Pertanyaan lain yang bisa anda ajukan kepada pasangan adalah, berapa banyak anak yang ingin dimiliki. Hal ini diperlukan mengingat jika semua orang memiliki ekspetasinya masing-masing mengenai jumlah anak, bahkan terkadang ada beberapa pasangan yang enggan memiliki anak.

Jika anda dan pasangan sepakat dengan jumlah anak atau menunda memiliki anak. maka bicarakan hal tersebut sejelas-jelasnya, karena anak merupakan pembahasan yang krusial dalam pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Bercerai selalu meninggalkan luka bagi siapapun yang mengalaminya, entah itu pihak pria maupun perempuan. Bahkan terkadang perubahan emosional sangat dapat anda rasakan misalnya anda merasakan sangat kesepian, karena kehilangan teman diskusi dan seseorang untuk mencurahkan kasih sayang. Meskipun demikian tak mudah bagi anda untuk memulai kisah cinta baru, walau teman dan kerabat menyarankan untuk segera mencari pendamping hidup yang baru.

Tapi terkadang banyak orang yang merasa ragu sebelum memutuskan untuk memulai kembali kisah cinta dengan orang lain. Mungkin akan menjadi pertanyaan diri anda sendiri mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulai hubungan baru setelah perceraian? Menurut seorang psikolog yang berasal dari Philadelphia mengungkapkan “hal ini tentunya bervariasi. Semua orang yang bercerai akan berada dalam kondisi emosional yang berduka.”

Bukan hanya kondisi emosional yang memengaruhi kapan saatnya seseorang memulai hubungan baru, faktor lain seperti finansial, mental dan batin pun ikut berperan. Untuk itu jangan terburu-buru untuk menjalin hubungan baru bersama orang lain, berikut ini merupakan hal yang harus anda pertimbangankan setelah mengalami perceraian :

1.      Turuti apa kata hati

Beberapa orang yang siap mencari pasangan baru setelah 2 bulan perceraian, namun ada beberapa orang pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencari pasangan baru. Untuk itu janganlah tergesa-gesa karena kondisi anda belum stabil saat ini. berilah sedikit waktu untuk menenangkan diri dari trauma psikologis akibat perceraian. Berilah sedikit waktu untuk berpikir dan membiarkan duka anda berlalu. Sedikit waktu untuk membantu menemukan orang lain yang tepat bagi anda.

2.      Pengaruh dari mantan pasangan

Jika anda masih memikirkan mantan pasangan anda baik itu perilaku yang pernah anda lakukan atau dengan bersama siapa dia saat ini. itu artinya kondisi anda sedang tidak baik untuk memulai hubungan yang sehat. Janganlah memaksakan diri untuk menikah lagi, jika hanya untuk membuktikan sesuatu kepada mantan pasangan anda. Karena pada akhirnya hal itu akan memperburuk kondisi anda.

3.      Tanyakan pada diri sendiri apakah anda terbuka untuk pengalaman baru?

Jika hubungan yang ingin anda jalani berikutnya dapat bertahan dalam waktu yang lama, mungkin memulai hubungan baru saat anda masih ragu akan menjadi hal yang menakutkan. Karena anda masih terngiang-ngiang akan kegagalan yang pernah dialami sebelumnya.

Apakah anda siap melakukan sesuatu yang merupakan penegasan dari diri anda sendiri dan kehidupan anda, siapkah anda untuk menerima setiap risiko yang akan dihadapi? Jika anda siap dengan semua hal itu artinya andasiap untuk menerima sehala suka dan duka yang dialami nanti.

4.      Terimalah diri anda sebagai seorang individu

Identitas anda tidak ada hubungannya dengan status hubungan yang anda miliki saat ini. daripada anda harus melompati ke dalam sebuah hubungan baru untuk mengatasi kesendirian. Lebih baik anda memberikan waktu sekarang ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi kehidupan anda sendiri. hal tersebut akan membantu anda memulihkan diri paska perceraian. Dengan menjadi diri sendiri akan membantu anda lebih selektif memilih pasangan hidup selanjutnya.

5.      Hal yang berubah sejak terakhir kali anda berkencan

Usai bercerai mungkin semua akan berubah, tak hanya kehidupan anda pribadi, namun juga kehidupan sosial anda. Baik itu pertemanan hingga rutinitas sehari-hari. Anda mungkin bisa bertemu dengan calon pasangan baru melalui teman atau orang yang pernah dekat dengan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Apakah anda pernah merasa menyayangi orang lain, merasa cocok dan nyaman saat mengobrol Apalagi jika dia merasakan hal yang sama. Anda sering menggoda, berusaha berpenampilan terbaik di depannya, dan menghabiskan waktu luang bersama dia meskipun hanya sekedar makan siang dikantor. Tak ada yang salah dengan seseorang yang sedang jatuh cinta. Namun yang menjadi masalah adalah jika anda sudah memiliki hubungan yang sah dengan pasangan.

Affair emosional yang marak terjadi

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Mesikpun hanya sekedar mengobrol atau saling mengirim pesan namun jika hal tersebut membuat anda tertarik padany secara emosional tentu akan menjadi sebuah hal yang harus diwaspadai. Apalagi jika pasangan anda tidak mengetahui siapa orang tersebut, entah sekedar rekan kerja, teman waktu masih sekolah, mantan pacar atau justru teman yang dikenal melalui media sosial. Perasaan ketertarikan yang anda rasakan bermula pada sebuah perbincangan yang hangat sebagai seorang teman, namun itu terus berlanjut hingga akhirnya berakhir pada perselingkuhan.

Walaupun tidak ada kontak fisik sekalipun antara anda dan dia, namun secara emosional anda telah terikat. Jangan salah banyak kasus yang membuktikan jika hubungan secara emosional cenderung bertahan cukup lama dibandingkan hubungan yang melibatkan kontak fisik. Kondisi tersebut sering disebut dengan Affair emosional.

Bahkan menurut seorang penulis buku Monogamy Mith bernama Peggy Vuaghan mengungkapkan “Ketidaksetiaan emosional adalah bentuk dimana anda memiliki hubungan emosional dengan lawan jenis yang disembunyikan keberadaannya.”

Dan pada akhirnya pernikahan anda akan ternodai dengan adanya orang ketiga. Kebanyakan orang memang dapat sembuh dari Affair emosional. Namun kebohongan yang dilakukan terhadap pasangan akan sulit untuk dilupakan. Mungkin pasangan akan mencoba memaafkan tindakan anda namun mungkin sulit baginya untuk melupakan kesalah yang telah anda buat. Hal itu tentu memengaruhi hubungan pernikahan anda.

Terkadang banyak pelaku affair emosional yang merasa tidak bersalah atas tindakannya. Maklum saja karena tidak ada kontak fisik atau seks yang dilakukan. Sehingga mereka menganggap jika hubungannya layaknya pertemanan biasa. Padahal anggapan jika hubungan anda sebatas teman hanyalah cara anda untuk mengelak jika sebenarnya anda tertarik dengan orang tersebut.

Tanda jika Affair emosional terjadi dalam hubungan

Banyak orang yang terkadang tak menyadari jika hubungan pertemanan dengan lawan jenisyang dilakukannya sudah pada tahap Affair emosional. Untuk itu berikut ini adalah tanda-tanda yang dapat anda kenali dalam diri sendiri atau pasangan :

  • Terjadi pertemuan dan hubungan yang berlebihan dengan orang yang bersangkutan, baik via online maupun offline.
  • Anda mulai menjauhkan diri dari pasangan secara fisik
  • Selalu terobsesi akan ponsel, sulit bagi anda jauh dari benda tersebut. bahkan anda rutin mengecek notifikasi.
  • Anda berusaha keras meyakinkan pasangan jika hubungan yang dijalani hanyalah sekedar pertemanan biasa.
  • Terjadi perubahan perilaku baik cara bicara maupun cara pandang mengenai pernikahan
  • Anda tidak ingin membahas orang lain dengan pasangan saat sedang berduaan
  • Seseorang yang bersangkutan dengan affair emosional sangat mengetahui betul bagaimana kondisi pernikahan anda dan pasangan.

Mengatasi affair emosional

Affair emosional layaknya masalah pernikahan lainnya, yang dapat diatasi dan diperbaiki namun dengan catatan ada kemauan bagi kedua pasangan untuk memperbaikinya. Jika anda merasa hubungan pertemanan sudah melampaui batas, maka cobalah untuk menjauh dari orang yang terlibat affair emosional dengan anda.

Usahakan untuk tidak menjalin komunikasi dengannya. Jangan mencoba mengangkat telpon atau membalas pesannya. Meskipun hubungan anda sudah terlanjur dekat, namun jika terus anda biarkan maka bisa saja pernikahan anda akan kandas. Jika perlu anda dapat memblokir semua kontak dan akun media yang dimilikinya.

Cara lain yang bisa anda lakukan untuk memulihkan diri dari affair emosional adalah dengan melakukan konsultasi pernikahan. Meskipun terdengar tidak mudah namun dengan niat yang kuat dan konselor yang berkompeten tentu hubungan pernikahan anda akan kembali membaik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Menjalani Pernikahan LDR Hal Ini Membuat Hubungan Tetap Harmonis

Saat Menjalani Pernikahan LDR Hal Ini Membuat Hubungan Tetap Harmonis

Saat Menjalani Pernikahan LDR Hal Ini Membuat Hubungan Tetap HarmonisSaat Menjalani Pernikahan LDR Hal Ini Membuat Hubungan Tetap Harmonis

Mungkin sebagian dari anda merasa sedih saat berada jauh dengan pasangannya, atau merasa iri dengan pasangan yang sudah menikah dan dapat tinggal serumah. Sedangkan anda dan pasangan harus menjalin hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR). Bagaimana lagi terkadang tuntutan pekerjaan membuat pasangan terpaksa harus berada di luar kota atau luar negeri sekalipun.

Pekerjaan seperti tentara yang harus menjaga perbatasan Negara, atau seorang pilot yang menerbangkan pesawat ke luar negeri dan masih banyak lagi pekerjaan yang mengharuskan kedua menjalani hubungan LDR. Tentu saja rindu pasti menyelubungi kehidupan baik anda maupun pasangan setiap hari. Namun jangan khawatir, karena masih ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk membangun hubungan yang harmonis meskipun sedang LDR. Simak tipsnya di bawah ini :

1.      Anggaplah ini sebagai sebuah kesempatan

Meskipun awalnya berat bagi anda dan pasangan, namun anggaplah ini sebagai kesempatan bagi anda dan pasangan untuk belajar mandiri, namun tetap saling mendukung satu sama lain. Hal itu jauh lebih baik dibandingkan anda memusingkan diri dengan asumsi jika LDR akan merenggangkan hubungan,anda harus percaya pengalaman ini akan mempererat hubungan pernikahan anda. Selain itu dengan LDR anda akan lebih fokus dengan diri sendiri, serta meluangkan waktu bersama anak atau teman-teman.

2.      Hindari komunikasi yang berlebihan

Jika memang pasangan berada jauh dari rada anda, janganlah terlalu takut atau posesif dengannya. Jangan menuntut pasangan untuk sering memberikan kabar atau berkomunikasi selama 8 jam lebih baik anda melakukan aktivitas lain yang bermanfaat. Misal memasak menu baru atau bermain dengan anak. jika anda terlalu berlebihan dalam komunikasi pada akhirnya anda akan kehabisan topik dan lelah dengan obrolan yang berlangsung.

3.      Selalu jujur dan terbuka

Jujur dan keterbukaan adalah kunci dalam hubungan baik itu LDR maupun bukan. Jika anda merasa takut, insecure, atau cemburu maka ungkapkan dan berikan alasan sejelasnya pada pasangan. jika anda memilih untuk menyembunyikan perasaan tersebut, maka hal itu akan membuat anda stress. Untuk itu cobalah buka hati dan biarkan pasangan unuk meyakinkan jika tidak akan ada hal yang perlu ditakuti.

4.      Ketahui jadwal masing-masing

Saat sedang LDR sebaiknya anda wajib tahu kapan jam-jam sibuk pasangan agar anda dapat mengirim pesan atau menelponnya. Catatlah kapan waktunya dia berangkat atau pulang kerja, selain itu anda juga harus tahu kapan tanggal-tanggal penting bagi pasangan misalnya saat mereka melakukan business trip atau presentasi penting dengan klien/atasan. Dengan begitu anda juga dapat memberikan dukungan padanya.

5.      Lakukan kegiatan bersama-sama

Selain mengirim singkat atau menelpon, anda juga bisa memanfaatkan via video call sambil melakukan aktivitas di rumah masing-masing. Atau jika anda dan pasangan menyukai bermain game online, anda dan pasangan bisa bermain game online seperti mobile legend, PUBG, atau game online lainnya. Selain itu anda juga bisa mengirim care package melalui bos, untuk menunjukan sisi romantis dalam hubungan anda.

6.      Selalu memiliki energi positif

Agar hubungan LDR anda tetap baik, maka baik anda maupun pasangan harus memiliki energi positif, hindari perasaan kesepian yang mungkin anda rasakan dalam beberapa waktu. Namun ingatlah bagaimanapun kondisi hubungan anda tetap ada yang bisa disyukuri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

Terkadang banyak orang yang merasa dilema saat harus menikahi seorang menjadi janda atau duda karena perceraian. Meskipun cinta tidak memandang siapa dia? Dari mana asalnya? Apa latar belakangnya? Namun untuk mengambil langkah besar khususnya dalam membangun kehidupan pernikahan tentu perlu pertimbangan kuat. Bagi seseorang yang menikah namun tak memiliki anak mungkin perceraian akan menjadi hal yang normal. Namun berbeda jika pasangan anda adalah seseorang yang telah memiliki anak dan bercerai tentu masalah akan jauh lebih rumit.

Terlepas dari nasib pernikahan yang sebelumnya, seorang psikolog klinis bernama Joseph Cilona Psy.D. dari Manhattan mengungkapkan jika perceraian ternyata dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalani hubungan asmara yang baru. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk segera menikahinya ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan jika perlu anda bisa bertanya pada pasangan anda mengenai hal berikut ini :

1.      Pastikan status perceraiannya telah sah

Perceraian dapat dikatakan sah secara hukum Negara jika pasangan memiliki bukti fisik yakni akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan agama. Point ini sangat penting bagi hubungan anda jika ingin melanjutkan ke pernikahan. Keabsahan dokumen secara fisik dapat membantu anda dan pasangan terhindar dari kejadian buruk yang mungkin saja terjadi di kemudian hari terkait masa lalu pasangan.

2.      Tanyakan berapa lama pasangan telah bercerai dan bagaimana perasaannya terkait hal itu

Tidak ada pasangan yang menginginkan perceraian. Meskipun perceraian adalah hal yang diinginkan oleh kedua belah pihak namun tetap saja akan menimbulkan luka bagi dirinya bahkan sang buah hati. Melewati masa-masa duka setelah perpisahan bukanlah hal yang mudah, kebanyakan orang yang hidup dan pernah mengalami kasus perceraian pasti merasa bersalah.

Ketika anda dan pasangan memutuskan untuk menikah, anda perlu mencari tahu berapa lama pasangan sudah resmi bercerai dan bagaimana perasaannya mengenai perceraian tersebut. apakah ia masih menyimpan duka atau sudah benar-benar pulih dan siap memulai hubungan yang baru? Anda harus memastikan jika pasangan yang anda nikahi siap untuk berkomitmen atas segala hal yang dihadapi nanti. Bukan karena anda dianggap sebagai pelariannya dari kesendiriannya saja.

Jika dia membicara mantan pasangannya dengan nada tinggi dan penuh kemarahan, hal itu menandakan jika ia masih terjebak dalam emosi masa lalu atau memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya.

3.      Tanyakan apakah ada batasan yang dibuat antara dia dengan mantan pasangannya dulu

Anda perlu mengetahui batasan apa yang terjalin antara dia dan mantan pasangnnya, hal ini sangat dibutuhkan meningat sejauh mana batasan dan camput tangan mantan pasangannya terhadap dia. Apalagi jika anda menikah itu berarti apapun urusan pasangan menjadi urusan berdua.

Misalnya saat pasangan telah memiliki anak,tentu kontak antara pasangan anda dan mantan pasangnnya dulu masih terjalin walau hanya membicarakan anak. anda perlu meminta kejelasan dan keterbukaan dalam masalah ini. sebagai calon pasangan yang sah, anda juga berhak untuk menetapkan batasan yang sehat pada pasangan dan mantan suami atau istrinya. Hal ini diperlukan agar hubungan anda berdua terjaga dari orang lain dan mantan pasangan tidak mengusik kehidupan pribadi kalian. Batasan adalah cara untuk mencegah segala kemungkinan buruk yang akan anda hadapi di kemudian hari.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak FisikTidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Kekerasan dalam rumah tangga atau yang dikenal dengan KDRT kini semakin marak terjadi, bahkan semakin lama semakin ekstrim diberitakan oleh media. Kekerasan dalam pernikahan selalu berkaitan dengan kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang ataupun tindakan lainnya. Kekerasan dapat berupa kekerasan verbal dan kekerasan emosional. Baik dalam bentuk apapun kekerasan dalam hubungan pernikahan akan selalu merugikan korban secara fisik maupun psikologis anda. Banyak pelaku kekerasan KDRT yang terpaksa menjadikan kekerasan sebagai solusi satu-satinya. Padahal hal tersebut adalah salah besar, kekerasan yang dilakukan justru akan memperkeruh hubungan pernikahan.

Untuk itu berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya simak artikel berikut ini.

Kekerasan dalam pernikahan

Kekerasan fisik

Kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang menggunakan kekuatan fisik dengan tujuan untuk melukai atau membahayakan korban. Kekerasan fisik bukan hanya pemukulan semata, bahkan kekerasan seksual termasuk dalam hal ini. jika anda mengalami kondisi dimana terpaksa melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan maka hal itu termasuk dalam kekerasan seksual. Atau ada beberapa kasus hubungan seks yang melibatkan tindakan agresi dan kekerasan.

Kekerasan verbal

Kekerasan verbal tidak hanya berkaitan tentang nada bicara yang tinggi atau salah satu pasangan yang membentak. Kekerasan ini memang tidak memberikan luka yang kasat mata, namun rasa sakit yang dialami korban cenderung lebih lama. Sejumlah penelitian membuktikan kalau korban kekerasan verbal cenderung mengalami trauma psikologis yang serius. Bentuk dari kekerasan verbal bisa berupa merahasiakan sesuatu dari pasangan, membantah, menyangkal, mendominasi percakapan, menuduh dan menyalahkan, meremehkan, memaki atau menghina, mengancam, memerintah, hingga membela diri meskipun terbukti bersalah.

Kekerasan emosional

Kekerasan emosional dalam pernikahan adalah masalah yang cukup besar meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pasangan yang menggunakan ancaman kekerasan baik itu fisik maupun verbal akan membuat anda merasa tidak berharga dan bodoh. Jika dalam hubungan pernikahan anda sering mendapatkan perlakuan tidak baik seperti terisolasi, trintimidasi atau mungkin dikendalikan sepenuhnya oleh pasangan adalah tanda jika anda mengalami kekerasan emosional.

Padahal anda harus memahami jika dampak dari kekerasan emosional ini sangatlah buruk, salah satunya adalah korban berencana bunuh diri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kekerasan dalam pernikahan?

Tentu saja kekerasan dalam pernikahan tidak boleh dibiarkan begitu saja, bagaimana pun hal itu telah merugikan anda. Meskipun pernikahan didasari oleh rasa cinta, namun ketahuilah tak ada cinta yang saling menyakiti.

1.      Mengenali

Terkadang banyak orang yang menganggap jika kekerasan dalam pernikahan selalu berhubungan dengan kontak fisik. cobalah untuk lebih mengenali bentuk kekerasan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

2.      Tidak membiarkan

Jika pasangan mulai mengancam atau melakukan kekerasan maka jangan biarkan. Semakin anda diam maka semakin bertambah buruk kekerasan yang akan dilakukan. Bicarakan masalah dengan baik-baik bersama pasangan. jika pasangan tidak menerima putuskanlah untuk berpisah.

3.      Mencari dukungan

Kasus kekerasan bukan hanya anda saja yang mengalami, banyak orang yang mengalami hal serupa. Jangan ragu untuk meminta dukungan orang lain entah keluarga, sahabat atau orang lain yang senasib dengan anda. Masalah kekerasan seperti ini tidak mudah untuk dihadapi sendiri.

4.      Minta bantuan profesonal

Jika anda mulai menyalahkan diri sendiri atas kegagalan hubungan pernikahan anda, ada baiknya anda berkonsultasi dengan seorang professional. Karena kondisi psikologis yang semakin tertekan akan memperburuk anda dan berpotensi mengalami gangguan mental berat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang TahuKenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Mungkin terdengar aneh dan asing ditelinga anda sewaktu mendengar istilah “pemerkosaan dalam perkawinan”. Umumnya bila seseorang telah resmi menikah maka bebas bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Apakah mungkin seorang suami memperkosa istri atau sebaliknya?

Hal itu sangat mungkin, perlu anda pahami pernikahan bukan berarti anda bebas menuntut pasangan untuk menuruti atau melayani semua keinginan anda termasuk dalam hubungan seks. Pernikahan juga bukan berarti pasangan bebas melakukan hubungan seks sesukanya. Meskipun hubungan seks adalah salah satu aspek penting yang menjaga keharmonisan, namun bukan berarti baik anda atau pasangan wajib melakukan hal tersebut kapanpun saat ada salah satu pihak yang meminta.

Untuk itu anda harus mulai memahami apa yang dimaksud dengan pemerkosaan dalam perkawinan. Simak ulasannya berikut ini.

Pentingnya melakukan hubungan seks setelah mendapatkan persetujuan dari pasangan

Banyak kekeliruan orang-orang khususnya yang sudah menikah, yang mengartikan jika suami bebas berhubungan intim dengan istrinya kapan pun mereka mau. Karena hal inilah wanita sering dianggap sebagai objek pemuasan kebutuhan seksual yang keinginannya tidak penting. Seks memang harus dilakukan secara rutin bahkan jika sering dilakukan hubungan pernikahan akan menjadi lebih lama dan harmonis. Namun hal tersebut dapat dilakukan dengan catatan baik suami maupun istri sama-sama menyetujuinya.

Berhubungan seks atas dasar ancaman atau paskaan termasuk tindakan kekerasan seksual dalam pernikahan. Hal tersebut sama dengan pemerkosaan dalam perkawinan. Menikah bukan menjamin jika anda berhak memiliki tubuh pasangan dan begitu pula sebaliknya. Meskipun telah resmi menikah satu-satunya orang yang memiliki kuasa atas tubuh anda adalah diri anda sendiri.

Oleh karena itu, hanya karena andalah yang menentukan apakah ingin berhubungan seks atau tidak. Pasangan tak berhak memaksa, mengancam, apalagi jika sampai melakukan pemerkosaan.

Tanda-tanda jika anda mengalami pemerkosaan dalam perkawinan

Bahkan Komnas perempuan juga menegaskan bahwa pemerkosaan dalam perkawinan telah masuk dalam ranah hukum dan diatur dalam UU pasal 8 (a) serta pasal 66 UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Pemerkosaan dalam rumah tangga terjadi jika seseorang baik suami maupun istri tidak ingin melakukan aktivitas seksual apa pun namun dipaksa oleh pasangannya. Berikut ini merupakan tanda-tanda pemerkosaan dalam perkawinan.

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu 11.      Dipaksa berhubungan intim

Jika dalam hubungan pernikahan anda dipaksa untuk melakukan hubungan intim baik secara verbal  misalnya, “Ayolah itu kan sudah tugas kamu untuk memuaskan saya” meskipun diucapkan dengan halus oleh pasangan. ataupun  fisik misalkan pasangan menahan tubuh anda atau melucuti pakaian secara paksa.

2.      Diancam untuk berhubungan seks

Terkadang ancaman adalah hal yang dilontarkan saat anda tidak dapat menuruti keinginan pasangan untuk berhubungan seks. Karena merasa ketakutan dan terancam anda terpaksa melakukan hal itu. Selain ketakukan anda juga ingin menghindari kemarahan pasangan atau hal lain yang tidak diinginkan. Ancaman bisa berupa lisan maupun sikap yang membahayakan anda secara fisik dan emosional.

3.      Seks dalam keadaan pasangan tidak sadar

Misalnya ada dalam kondisi mabuk/pingsan atau pasangan sengaja memberikan obat tidur, hingga dibius agar dapat berhubungan seks dengan anda. Hal ini termasuk dalam tindakan pemerkosaan karena pasangan tidak meminta izin anda terlebih dahulu meskipun sempat berkata “iya” dalam kondisi pengaruh  alkohol atau obat-obatan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak SolusinyaMerasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Apakah dalam hubungan pernikahan anda sering mengalami keributan yang masalahnya itu-itu terus? Jika iya mungkin saat ini anda sudah merasa lelah dengan masalah tersebut. Walaupun dalam pernikahan pasangan akan menemui banyak masalah baik itu uang, pekerjaan, anak-anak, atau hal lain yang menjadi sumber masalah. Bahkan  menurut pakar hubungan bernama Sheryl Paul MD yang dikutip oleh Huffington Post, mengungkapkan jika banyak pasangan yang mendebatkan hal yang sama setiap harinya. Hal itu karena mereka belum mempelajari bagaimana komunikasi harusnya dibangun.

Maka dari itu pertengkarang yang terjadi tidak boleh berulang-ulang yang disebabkan oleh hal sama dan tak terselesaikan. Berikut ini adalah cara menyelesaikan masalah yang sama dengan pasangan.

1.      Cobalah menurunkan ego

Saat sedang bertengkar dengan pasangan, terkadang banya orang yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosinya. Tak jarang hal itu terkadang membuat nada bicara anda meninggi saat sedang bersama pasangan, bahkan anda juga lebih memilih menuruti ego sendiri.

Jika ingin masalah segera selesai, usahakan untuk berbicara dari hati ke hati. Cobalah ajak pasangan untuk berbicara dengan nada lembut tanpa dibumbui kalimat yang kasar.

Ingatlah yang terpenting saat menyelesaikan masalah adalah kedua pasangan tidak mementingkan ego. Belajar untuk lebih berempati dengan pasangan, jangan melihat sebuah masalah dari sisi anda saja, cobalah pahami sudut pandang pasangan pula.

2.      Pahami jika tak semua masalah akan langsung mendapatkan solusi

Siapa yang tidak ingin masalah mereka segera selesai? Setiap pasangan pasti menginginkannya, namun anda harus tahu untuk menyelesaikan sebuah masalah bukan hanya soal cara atau solusi namun juga waktu. Tak semua masalah akan selesai dalam waktu yang singkat, bahkan anda dan pasangan harus melalui beberapa tahap penyelesaian.

Menurut The Gottman Institute, sebuah lembaga penelitian mengenai hubungan yang berasal dari Amerika menemukan sebuah fakta jika sekitar 69% masalah dalam hubungan memang tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

Jika sudah demikian, anda dan pasangan pun harus mulai belajar untuk menerima dan menghilangkan rasa sakit sehingga masalah yang sama tak lagi diperdebatkan di kemudian hari.

3.      Hindari kebiasaan saling menyalahkan satu sama lain

Saling menyalahkan saat bertengkar adalah hal yang biasa. Sangat disayangkan banyak pasangan yang tidak menyadari jika perilaku tersebut tidak akan menyelesaikan sebuah masalah. Jika pasangan saling menyalahkan akibatnya mereka merasa jika dialah yang lebih pantas untuk disalahkan.

Selain itu anda dan pasangan tidak akan berfokus pada pencarian solusi, tenaga yang anda miliki akan habis hanya untuk saling tuding menuding satu sama lain.

4.      Ingat kembali bagaimana rasa cinta dan ketertarikan anda terhadap pasangan

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya 1Saat terus mendebatkan hal yang sama kemungkina terbesar hal yang akan terjadi adalah hilangnya ketertarikan dan rasa cinta. Anda dan pasangan akan lebih mementingkan ego dan kepentingan masing-masing. Padahal dalam menjalin hubungan kebahagiaan dan tujuan bersama hal yang harus diperoleh bersama.

Cobalah untuk membiasakan kembali perhatian sederhana yang dulu sering dilakukan saat awal pernikahan. Misalnya menanyakan kabar pasangan di kantor atau pergi ke tempat pertama kali  anda berkencan sambil bernostalgia dengan hal-hal yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!