Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah TanggaKonsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Setiap pasangan pasti menginginkan pernikahan yang harmonis dan awet. Baik suami maupun istri pasti  berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka agar tidak tidak berakhir pada perceraian. Namun yang disayangkan adanya kehidupan tak selalu berjalan mulus. Ada saja konflik yang terjadi dalam pernikahan, sehingga membuat hubungan terancam pada perpisahan.

Pengajuan perceraian tidak memandang suami atau istri, kedua pihak berhak mengajukan perpisahan. Meskipun banyak berita perceraian yang diajukan oleh istri, sebenarnya kasus suami yang mengajukan perceraian pun sama banyaknya.  Namun terkadang banyak orang yang bertanya apa yang menjadi penyebab seorang suami/istri mengajukan perceraian?

Permasalahan rumah tangga yang berujung pada perceraian

Bicara mengenai konflik rumah tangga, sebenarnya banyak faktor pemicu yang menjadi sumber permasalahan utama. Mulai dari komunikasi yang terjalin kurang baik, kurangnya gairah seks, atau masalah keuangan hingga adanya orang ketiga.

Jika masalah tersebut terus dibiarkan tanpa ada penangan dari kedua pasangan, maka bisa saja pernikahan berakhir pada perceraian. Menurut seorang psikolog dan konsultan pernikahan bernama Antonio Borrello mengungkapkan “lama kelamaan masalah rumah tangga akan menjadi periode ketidakbahagiaan yang lama, komunikasi menjadi semakin lemah, dan konflik menimbulkan kemarahan serta kebencian”.

Tanda saat pasangan menginginkan perceraian dalam rumah tangga

Namun sebenarnya ada beberapa tanda-tanda dimana pasangan menginginkan perpisahan. Untuk itu berikut ini adalah tanda-tandanya :

1.      Komunikasi pasangan berubah

Jika beberapa waktu terakhir tidak ada lagi pillow talk setelah melakukan hubungan seks. Atau cerita lucu, keluh kesah dan obrolan lainnya yang dibicarakan. Maka itu bisa menjadi sebuah tanda jika ada masalah dalam hubungan pernikahan anda.

2.      Perilaku finansial dan percekapan mengenai uang menjadi berubah

Saat pasangan menyembunyikan tagihan kartu kredit, atau membuka rekening baru, mengubah pin ATM dan kartu kredit. Perubahan pada perilaku finansial bisa diartikan pasangan memikirkan masa depan bersama, atau justru mengurusi masalah keuangan tanpa melibatkan anda.

Waspadai pula dengan jatah belanja atau keluhan lainnya yang berhubungan dengan riwayat karier dan peforma kerja yang baik.

3.      Perubahan emosi yang signifikan

Cobalah perhatikan sifat pasangan belakangan ini, apakah mereka kerap marah? Jika sebelumnya mereka berperilaku baik. Kini semua itu tak lagi terjadi, terlebih saat semua apa yang anda lakukan selalu dinilai salah olehnya. Saat pasangan memarahi anda tanpatahu penyebabnya, memberikan kritikan pedas, atau terus menyalahkan anda. Sebaiknya anda berhati-hati itu bisa jadi tanda jika ia ingin berpisah.

4.      Pasangan sangat tertarik dengan hal-hal lain kecuali anda

Setiap orang pasti memiliki hobi,termasuk pasangan anda. Namun saat pasangan mulai menyukai hal baru tanpa melibatkan anda. Saat mereka cenderung lebih senang bergaul dengan teman-temannya atau pergi sendiri, dan tidak mengharapkan kehadiran anda. Itu bisa jadi tanda jika pasangan ingin bercerai.

Perceraian bisa dicegah

Jika tanda-tanda tersebut anda alami maka ada baiknya anda melakukan tindakan pencegaha. Anda bisa menghubungi seorang konsultan pernikahan untuk mengatur jadwal konsultasi. Anda bisa datang sendiri atau jika ingin lebih baik datanglah bersama pasangan. konsultasi pernikahan terbukti dapat mencegah perceraian dalam rumah tangga, bila masalah yang dihadapi ditangani oleh tenaga yang berkompeten. Ingatlah setiap pernikahan pasti rentan akan perceraian namun yang terpenting adalah bagaimana cara anda mencegahnya?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Konsultasi Pernikahan : Tips Untuk Mengembalikan Gairah Seks Setelah Melahirkan

Konsultasi Pernikahan : Tips Untuk Mengembalikan Gairah Seks Setelah Melahirkan

Konsultasi Pernikahan : Tips Untuk Mengembalikan Gairah Seks Setelah MelahirkanKonsultasi Pernikahan : Tips Untuk Mengembalikan Gairah Seks Setelah Melahirkan

Dalam kehidupan pernikahan pada umunnya setiap wanita mengalami penurunan terhadap gairah seksualnya setelah melahirkan. Setelah memiliki anak, hasrat seksual cenderung menurun dan membuat sang suami pun kebingungan. Selain itu dalam kesehariannya seorang istri akan lebih fokus mengurus anak sehingga kebutuhan suami menjadi hal yang disampingkan.

Padahal memenuhi kebutuhan seks suami adalah tanggung jawab istri, selain itu hubungan seks yang dilakukan secara rutin akan membuat hubungan pernikahan menjadi lebih awet.

Tips meningkatkan gairah seks istri setelah melahirkan

Sebuah studi menunjukan jika setelah kadar hormone yang dimiliki wanita kembali normal, tetapi keinginan untuk melakukan hubungan seks masih rendah. Sering terjadi seiring berjalannya waktu selama masa pernikahan. Oleh karena itu anda bisa bisa melakukan beberapa cara dibawah ini untuk menggembalikan gairah seks wanita setelah melahirkan.

1.      Konsultasi dengan dokter

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menemui dokter kandungan untuk berkonsultasi. Ceritakan bagaimana dan kapan waktu gairah seks istri bisa kembali paska melahirkan. Kemungkinan besar dokter akan memberitahu anda bagaimana cara meningkatkan gairah seks istri. selain itu, konsultasi dengan dokter akan membantu anda untuk mengetahui kondisi medis istri setelah melahirkan.

Biasanya dokter menganjurkan agar kedua pasangan tidak melakukan hubungan seks selama 6 mingga pertama setelah melahirkan.

2.      Istirahat yang cukup

Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan gairah seks pada wanita adalah dengan istirahat yang cukup. Cobalah untuk bekerja sama dengan pasangan untuk saling menjaga, memberi makan bayi, serta bertukar waktu agar masing-masing pasangan memiliki waktu yang cukup istirahat. Istirahat yang cukup dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual baik suami maupun istri.

3.      Berkomunikasi dengan pasangan anda

Ditengah kesibukan mengurus anak, cobalah untuk meluangkan waktu berdiskusi dan jujur dengan pasangan. katakanlah jika mungkin anda merasa kurang bergairah untuk melakukan hubungan seks paska melahirkan. Kemudian utarakan apa yang menjadi penyebab menurunnya gairah seks anda, apakah karena merasa kelelahan mengurus anak atau anda sedikit trauma paska melahirkan.

Dengan begitu suami akan memahami kondisi anda dan mencari solusi bersama. Contohnya membuat kesepakatan kapan anda dan pasangan akan melakukan hubungan seks dan kalau perlu buatlah jadwal. Sehingga anda dan pasangan akan merasa tidak sabar menantikan hari yang sudah ditetapkan untuk melakukan hubungan seks.

4.      Mengatur suasana hati

Suasana hati anda dan pasangan sebelum melakukan hubungan seks tentu sangat berpengaruh dengan gairah dan kepuasan anda. Untuk itu cobalah mandi dengan air hangat, mendengarkan music favorit, sehingga gairah seks anda dapat kembali. Walaupun kedengarannya membuang waktu, namun baik anda atau pasangan memerlukan transisi dari orangtua untuk anak menjadi pasangan untuk suami/istri.

5.      Mengatur waktu

Seorang istri yang telah melahirkan pasti tidak mau berpisah terlalu lama berpisah dengan bayinya. Hal itu sangat lumrah bagi setiap wanita, tetapi cobalah untuk mengatur waktu anda. Anda dan pasangan harus bersama-sama meluangkan waktu berdua, tanpa ada kehadiran si bayi.

Jika perlu buatlah rencana romantis untuk pasangan, awali dengan makan malam yang romantis di dalam rumah, atau meluangkan waktu untuk mengobrol atau berdansa setiap malam adalah solusi yang cukup efektif untuk dilakukan. Memanfaatkan waktu untuk berduaan akan membantu anda meningkatkan gairah seks istri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan komunikasi adalah salah satu landasan untuk membangun keluarga yang bahagia dan bertahan lama. Namun sangat disayangkan masih banyak pasangan yang cenderung membangun komunikasi yang buruk. Pola komunikasi yang kurang baik dapat terlihat saat kedua pasangan saling beradu argument. Meskipun diskusi adalah salah satu cara agar pasangan saling memahami, namun jika setiap diskusi berakhir pada percecokan atau menyakiti salah satu pihak tentu itu bukan lagi komunikasi yang sehat.

Sebagian orang berperilaku atau mengucapkan kata yang diluar kendali mereka sehingga sangat memungkinkan munculnya sebuah konflik yang baru. Tentu jika dibiarkan maka bisa jadi hubungan akan semakin merenggang dan kedua pasangan akan merasa tertekan bahkan mengalami stress.

Untuk itu ada baiknya anda menyimak pembahasan di bawah ini mengenai 5 sikap yang memicu pertengkaran dalam pernikahan.

1.      Membela diri

Setiap orang pasti memiliki ego, terkadang ego akan sulit dikendalikan seseorang saat bertengkar dengan lawan bicaranya. Kebanyakan pasangan yang sedang bertengkar justru membela diri mereka dan tidak mau mengakui kesalahannya. Hal ini biasanya dikarena kedua pasangan memiliki gengsi yang tinggi, tidak mau disalahkan, dan menolak kenyataan jika merekalah penyebab masalah ini.

Anda mungkin akan kekekg dengan argumen anda, namun lama kelamaan pasangan akan pelahan mundur dari pembicaraan dan kewalahan dengan status pernikahan ini. membela diri saat anda terbukti bersalah tidak akan memperbaiki segalanya. Lebih baik anda mengakui jika memang anda yang salah. Belajarlah untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat.

2.      Selalu merasa diri yang paling benar

Hanya karena pasangan memiliki cara pandang dengan anda bukan berari hal tersebut salah. Anda tidak boleh memaksa pasangan untuk sependapat dengan anda atau melihat sesuatu dengan cara yang sama dengan anda. Jangan buat perbedaan cara pandang yang terjadi antara anda dan pasangan menjadi sebuah masalah.

Daripada merasa diri paling benar, lebih baik anda mencari titik tengah. Jangan karena ingin dianggap benar oleh pasangan membuat anda menghiraukan pendapat pasangan ataupun menyepelekan saran yang ia berikan.

Ingatlah ketika anda menikah maka segala hal yang akan dilakukan adalah hasil keputusan bersama. Sehingga apapun yang terjadi dalam pernikahan baik itu kebahagiaan, kepentingan, kepuasan sekalipun adalah hal yang diinginkan kedua pasangan.

3.      Mengungkit kesalahan pasangan

Dalam sebuah pertengkaran terkadang setiap orang tak sengaja “keceplosan” mengatakan kalimat “kamu itu selalu…” “kamu juga tida pernah” dan kalimat lainnya yang terkesan mengungit kesalahan yang dilakukan pasangan. sebenarnya tujuan seseorang hanya untuk menggeneralisasi keadaan, padahal faktanya malah sebaliknya.

Jika anda mengatakan kalimat diatas maka bisa saja pasangan merasa tidak pernah dihargai. Rasanya semua hal besar yang telah dilakukan tidak lagi bernilai hanya karena kesalahan kecil yang dilakukannya.

4.      Menolak untuk berdiskusi

Ketika pasangan mengajak anda untuk berdiskusi masalah apapun, namun anda cenderung menolak atau hal itu malah sebaliknya. Tentu sikap seperti tidak akan menyelesaikan masalah dihadapi.

Masalah tentu akan selesai jika kedua pasangan hal tersebut dibicarakan keduanya. Namun jika anda bersikeras menolak adanya diskusi maka hubungan pernikahan anda tak akan membaik. Jika anda mengira masalah akan selesai begitu saja tanpa ada pembicaraan maka itu adalah hal yang keliru.

Mengingat pentingnya komunikasi anda baiknya anda meminta pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Anda bisa berkonsultasi dengan orang terdekat, namun akan lebih baik jika anda memutuskan berkonsultasi dengan seorang konselor pernikahan. Hasil yang anda terima akan lebih maksimal dan masalah komunikasi anda akan teratasi dengan baik

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Situs Online Untuk Melakukan Konseling Pernikahan Secara Gratis

Situs Online Untuk Melakukan Konseling Pernikahan Secara Gratis

Situs Online Untuk Melakukan Konseling Pernikahan Secara GratisSitus Online Untuk Melakukan Konseling Pernikahan Secara Gratis

Dalam menjalani bahtera rumah tangga pasti ada kalanya suami istri mengalami sebuah konflik baik itu besar maupun kecil. Terkadang masalah yang terjadi berasal dari berbagai macam, bisa berasal dari komunikasi yang kurang baik. Atau berasal dari kesibukan masing-masing pasangan dalam hal pekerjaan, karir atau profesi, atau bisnis yang digeluti. Ditambah dengan persoalan anak, problema mertua, indikasi adanya orang ketiga, dan masih banyak lagi masalah lain yang terkadang menjadi pemicu percecokan suami istri.

Jika diperhatikan dari ruang lingkupnya semua konflik yang terjadi dalam pernikahan, sebagian besar bersumber pada bentuk unsur komunikasi yang terjalin antara kedua pasangan. perlu diingat lagi jika komunikasi adalah pondasi dari sebuah hubungan baik itu hubungan asmara, hubungan bisnis, keluarga dan lain sebagainya.

Komunikasi dalam hubungan pernikahan

Komunikasi yang dilakukan kedua pasangan mungkin telah terjalin lama. Akan tetapi terkadang kedua pasangan tidak memperhatikan bentuk komunikasi yang dijalin seperti apa? Kualitas komunikasi sampai sejauh mana? Apakah komunikasi sudah dilakukan secara komprehensif? Tentu hal tersebut adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh kedua pasangan secara case by case (kasus demi kasus).

Bahkan terkadang banyak pasangan yang tidak sadar jika komunikasi mereka ternyata sudah tidak sehat lagi, hal ini terkadang jarang ditangani dan cenderung dibiarkan dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah tanda jika komunikasi pasangan tidak lagi sehat antara lain :

  • Salah satu pasangan merasa terancam, diabaikan, tidak dihargai dan tertekan selama komunikasi terjalin.
  • Setiap obrolan yang dilakukan berakhir pada percecokan
  • salah satu pihak selalu menyangkal atau membentak
  • mengambil keputusan penting tanpa melibatkan anda atau sebaliknya
  • salah satu pihak sering menghindari obrolan atau bentuk komunikasi lainnya

Konsultasi adalah solusi membangun komunikasi yang lebih sehat

Tak mudah memang memperbaiki komunikasi yang sebelumnya memburuk, namun hal tersebut bukan berarti tidak ada solusinya. Untuk itu sebaiknya jika anda mengalami tanda-tanda yang disebutkan di atas. Ada baiknya anda meminta pihak ketiga untuk memperbaikinya. Anda bisa melakukan konsultasi dengan seorang konselor pernikahan, meskipun kedengarannya merepotkan akan tetapi anda bisa mendapatkan strategi yang tepat bagaimana membangun komunikasi yang sebelumnya telah hancur.

Konflik mengenai komunikasi bila tak segera ditangani akan memicu masalah yang lebih besar lagi. Komunikasi yang buruk menandakan jika pasangan masih mementingkan ego masing-masing dan tidak memiliki kedewasaan dalam menyelesaikan masalah.

Situs Online yang dapat dikunjungi untuk melakukan konseling pernikahan

Terkadang biaya konseling adalah hal yang membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk bertemu konselor pernikahan. Namun anda tak perlu khawatir karena saat ini sudah banyak situs online yang menyediakan layanan konseling pernikahan bagi siapapun. Banyak keunggulan yang didapatkan dari konseling online bukan hanya harganya yang lebih hemat, namun anda dapat mengaksesnya kapan saja dan dimana saja.

Untuk itu berikut ini adalah situs online bagi anda yang ingin melakukan konseling pernikahan antara lain :

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saatnya Berkonsultasi Untuk 8 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang PernikahanSaatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Hari pernikahan merupakan hari yang dinantikan oleh semua calon pengantin. Bukan hanya kedua pengantin yang tidak sabar menantikan hari tersebut pasti bagi keluarga besar mereka juga merasakan hal yang sama. Hari pernikahan adalah hal hari dimana kedua pasangan yang saling memantapkan diri resmi menjadi pasangan suami istri. takheran saat ini banyak pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk mempersiapkan pernikahannya.

Untuk itu segala sesuatu harus diperseiapkan agar pernikahan berjalan dengan sempurna. Namun pendapat orang-orang mengatakan jika persiapan pernikahan akan membuat orang gila. Butuh waktu lama yang tidak sebentar untuk mewujudkan pernikahan sesuai dengan harapan. Tak jarang banyak orang yang memanfaatkan jasa WO untuk mengurus berbagai hal yang merepotkan dari gedung, make up, gaun pernikahan, makanan hingga dekorasi. Namun tidak semua hal bisa dipasrahkan kepada WO, anda pun harus melakukan berbagai persiapan lainnya.

Supaya anda semakin mantap untuk menikah berikut ini adalah hal yang harus anda persiapkan antara lain :

1.      Persiapan mental

Mental adalah persiapan yang paling utama sebelum anda memutuskan untuk menikah. Sebelum menyelenggarakan pesta pernikahan cobalah tanyakan dalam hati anda maksud dan tujuan dari pernikahan ini. optimis di dalam hati jika pernikahan adala hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang, anda bukanlah orang yang paling pertama atau paling terakhir dalam urusan pernikahan.

Jika perlu lakukanlah konsultasi untuk menghindarkan diri dari keraguan yang ada di hati anda. Konsultasikan dengan orang tua mengenai kehidupan pernikahan mereka, atau anda bisa memilih melakukan konsultasi dengan seorang professional karena selain memantapkan diri untuk menikah anda bisa meminta bantuannya untuk membangun pernikahan impian. Jangan takut dengan isu-isu pernikahan yang tersebar di masyarakat ingat, ketika hal itu justru akan membuat anda dan pasangan lebih berhati-hati dalam membina hubungan pernikahan.

2.      Bicarakan antar keluarga

Jika kedua pasangan sudah putuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, selanjutnya hal yang perlu dilakukan adalah membicarakannya dengan kedua keluarga. Jangan merasa canggung untuk mengutarakan persiapan pernikahan anda, atau apa yang anda butuhkan menjelang pernikahan. Selain itu anda juga bisa berdiskusi mengenai masalah keuangan atau biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan begitu permasalahan akan menjadi lebih transparan sehingga salah satu pihak tidak akan merasa terbebani. Bicarakan dengan jujur dan terbuka siapa tahu sebagian dari keluarga anda maupun pasangan memiliki solusi untuk masalah yang dihadapi.

3.      Tetapkan biaya pernikahan

Setelah kedua keluarga setuju maka hal yang harus dilakukan adalah menetapkan biaya yang anda miliki. Jika perlu buatlah daftar pengeluaran yang cukup besar menjelang pernikahan jauh-jauh hari. Misalkan sewa tenda penikahan, make up penganting, catering, mas kawin dan lain-lain.

Selain itu jangan lupakan hal kecil seperti souvenir dan peralatan lainnya.

4.      Tetapkan tanggal dan tempat acara pernikahan

Sebaiknya dua bulan sebelum acara diselenggarakan, kedua belah pihak harus memastikan waktu dan tempat pelaksanaan lebih dahulu. Bila biaya yang anda miliki telah memenuhi maka anda bisa menyewa gedung atau daerah yang layak pakai untuk menggelar persta pernikahan. Namun jika dana yang dimiliki tidak mencukupi pernikahan bisa dilangsungkan di rumah salah satu calon mempelai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Berpengaruh Perbedaan Usia Dengan Kualitas Hidup Pernikahan

Apakah Berpengaruh Perbedaan Usia Dengan Kualitas Hidup Pernikahan

Apakah Berpengaruh Perbedaan Usia Dengan Kualitas Hidup PernikahanApakah Berpengaruh Perbedaan Usia Dengan Kualitas Hidup Pernikahan

Saat anda merasa mantap untuk menikah pasti sudah banyak hal yang anda pertimbangkan sebelumnya. Seperti yang telah diketahui jika mempersiapkan sebuah pernikahan tidaklah mudah, kedua pasangan harus bersiap bukan hanya segi materi namun fisik, emosi dan mental pun juga dipertimbangkan.

Bukan hanya itu memilih pasangan untuk diajak ke jenjang yang lebih serius juga tidak mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Oleh sebab itu tak jarang beberapa orang memilih pasangan yang usianya terpaut jauh dengan dirinya. Pernikahan beda usia memang bukan sebuah hal yang taboo di masyarakat. Usia yang berjarak 3, 5, 10 hingga belasan tahun bukan sebuah masalah bagi mereka.

Namun terkadang yang menjadi pertanyaan adalah apakan pasangan yang menikah beda usia akan berpengaruh terhadap kualitas hidup mereka? Untuk mengetahuinya lebih lanjut berikut ini merupakan penjelasan seorang konsultan pernikahan bernama Zooks.

1.      Usia mempengaruhi cara berpikir

Menurut seorang psikoterapi yang bernama Nicole McCance yang mendalami sebuah hubungan mengungkapkan bahwa, “otak manusia akan berhenti berkembang sampai pada usia 25 tahun”.

“Maka jika seseorang berusia 29 tahun berkencan dengan pasangan yang masih berusia 23 tahun (dimana otak mereka masih berkembang), jadi dapat diasumsikan saat mereka menina hubungan rumah tangga bisa terjadi perubahan yang nantinya akan berpengaruh pada hubunganya” tambah Nicole.

Sehingga saat seseorang memilih menjalin hubungan dengan seseorang yang otaknya masih berkembangan, kemungkinan yang terjadi akan ada beberapa perubahan yang dramatif padanya.

2.      Tidak kesehatandan energi lebih penting dari usia

Ada beberapa orang yang berusia diatas 40 tahun namun kesehatan yang dimiliki masih prima dan berjiwa muda. Jadi tidak heran jika seorang wanita berusia 25 tahun jatuh cinta dengan lelaki tersebut. menutuk Nicole sendiri yang terpenting bagi seseorang dalam menjalani hubungan adalah kesehatan mental, kebugaran serta tingkat emosional yang dimiliki.

“Usia kronologis seseorang sebenarnya mengacu pada berapa lama dia hidup. Kemudian, ada pula usia biologis yang mengacu pada kesehatan tubuh seseorang. Selain itu terdapat pula usia psikis yang berkaitan dengan kedewasaan serta pengalaman hidup yang dimiliki” ungkap Nicole.

Jadi jika seseorang menjalin hubungan yang serius dengan pasangan yang usianya terpaut jauh, tetapi memiliki tubuh yang bugar dan berenergi, sehat fisik dan robani. Tentu saja hal itu seharusnya bukan menjadi sebuah masalah.

Jika seseorang berkencan dengan orang yang lebih muda, mungkin secara emosional ia sudah dewasa akan tetapi secara psikologis mereka sama.

3.      Bukan berkaitan dengan usia melainkan gaya hidup

Menjalani hubungan yang serius dengan seseorang yang lebih tua memiliki pembahasan yang berbeda yakni gaya hidup. Misal wanita dan pria yang masih sama-sama muda menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Namun bila seseorang menjalin hubungan dengan pasangan yang lebih tua maka tidak peduli seberapa jauh jarak usia mereka, mereka akan berfokus pada target hidup dan produktif bekerja.

4.      Perbedaan usia bukan sebuah jurang pemisah

Meskipun pasangan yang anda nikahi terpaut usia yang cukup jauh dengan anda, jangan berpikir jika hubungan anda akan berakhir pada perpisahan, atau malah kehidupan anda mungkin tak bahagia. Kunci dari kehagiaan pernikahan adalah saling menerima, memahami dan komproni dengan pasangan. untuk itu luangkan waktu untuk berdiskusi dan jika perlu lakukan konsultasi untuk memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Apakah Boleh Berteman Dengan Mantan Kekasih Setelah Resmi Menikah?

Apakah Boleh Berteman Dengan Mantan Kekasih Setelah Resmi Menikah?

Apakah Boleh Berteman Dengan Mantan Kekasih Setelah Resmi Menikah?Apakah Boleh Berteman Dengan Mantan Kekasih Setelah Resmi Menikah?

Setelah resmi menikah biasanya banyak orang yang memutuskan kontak mereka dengan mantan kekasi. Namun tak sedikit pula orang yang tetap menjalin hubungan baik dengan matan setelah pernikahan meskipun hanya sekedar teman. Namun yang menjadi pertanyaan apakah boleh seseorang berteman baik dengan mantanya setelah resmi menikah?

Bolehkah berteman baik dengan mantan setelah menikah?

Dikutip dari Psychology Today, yang menyatakan sebauh hasil dari survey 260 orang yang masih berhubungan dengan mantan padahal mereka berada dalam hubungan yang baru. Menunjukan sebanyak 40% mengaku tetap menjalin hubungan pertemanan dengan mantan mereka. Hal tersebut terjadi setelah beberapa bulan mereka putus dari hubungannya dan beberapa kali pula mereka saling menghubungi satu sama lain.

Meskipun tidak terlalu sering berkomunikasi namun mereka tetap menjadi hubungan baik dalam beberapa minggu. Umumnya seseorang yang masih berhubungan dengan mantan kekasih adalah mereka yang sudah memiliki hubungan yang serius. Namun bukan berarti jika hal tersebut menjadi faktor utama kenapa seseorang berhubungan baik dengan mantan kekasih.

Terkadang ada beberapa penyebab kenapa seseorang masih memiliki hubungan baik dengan mantan kekasih mereka meskipun telah resmi menikah, antara lain :

  • Seseorang masih mencintanya
  • Keduanya masih dalam satu lingkaran pertemanan jadi sering bertemu dalam beberapa waktu
  • Mendapati bila perpisahan yang terjadi berdampak positif bagi hidup mereka

Akibat jika seseorang masih berhubungan baik dengan mantan setelah menikah

Hubungan yang terjadi antara anda dan mantan kekasih atau persahabatan antara laku-laki dan perempuan, sebenarnya akan memberikan dampak positif jika anda dan mereka sudah move on total.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 mengenai kasus seperti ini, mengungkapkan jika meskipun terdapat dampak positif yang muncul saat seseorang menjalin hubungan yang baik dengan mantan, namun akan ada akibat buruk yang mempengaruhi hubungan pernikahannya.

Misalkan anda dan mantan kekasi masih sering bertemu, ngobrol atau mengirim pesan, tidak menutup kemungkinan jika kegiaran tersebut akan memicu ikatan asmara yang pernah terjadi sebelumnya. Meskipun saat ini anda dan mantan kekasih memiliki hubungan serius dengan kekasih bari.

Bahkan seseorang yang berteman baik dengan mantan kekasih meskipun sudah menikah maka berpeluang besar bagi mereka untuk berselingkuh.

Namun hal tersebut tidak akan terjadi jika keduanya menganggap hubungan sudah selesai dan tidak ada perasaan mereka satu sama lain, serta menjaga jarak. Maka itu bisa jadi tanda jika hubungan pertemanan anda memang tulus.

Ada baiknya menghapus kontak mantan setelah menikah

Jika anda merasa ragu, maka sebaiknya anda putuskan hubungan dan blokir kontak mantan kekasih, sehingga anda tidak perlu mencampuraduk kehidupan masa lalu dengan masa sekarang. Memutuskan komunikasi dengan mantan pacar adalah satu tindakan yang bijak dimana anda dapat menjaga dan menghargai perasaan pasangan. bukan hanya menghargai pasangan anda juga menghargai hubungan pernikahan yang anda jalani sendiri. berkomunikasi dengan mantan kekasih akan membuat anda terpaksa menyembunyikan fakta tersebut padahal pondasi utama dalam pernikahan adalah kejujuran dan keterbukaan.

Ingat menjalin hubungan dengan mantan adalah salah satu keputusan yang baik untuk menjaga silahturahmi namun masih ada cara lain yang bisa dilakukan selain membalas chat atau sering ketemu.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih TuaKonsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Cinta memang tak mengenal siapa pasangan anda, entah dari suku mana, latar belakang seperti apa, atau bahkan berapa usia pasangan. saat ini sudah banyak pria yang memutuskan menikahi pasangannya yang cenderung lebih tua darinya.

Sebagian masyarakat menilai jika pasangan pengantin yang menikah dengan usia yang berbeda apalagi jika pihak wanita yang cenderung lebih tua, dianggap terlalu berlebihan. Sebab banyak orang yang khawatir jika pihak pria tak mampu menyeimbangi kedewasaan pasangannya. Wanita secara psikologis memiliki proses pendewasaan yang lebih cepat dibandingkan pria, selin itu umumnya mereka memiliki kehidupan yang lebih stabil. Namun bagi sebagian pria menikahi wanita yang lebih tua adalah tantangan tersendiri bagi mereka.

Tantangan saat pria menikahi wanita yang lebih tua

Wanita yang lebih muda biasanya cenderung lebih berpengalaman, independen, dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama pasangannya. Meski memiliki banyak kelebihan namun tetap saja ada beberapa tantangan yang akan anda hadapi di kemudian hari. Oleh sebab itu  siapkan diri anda untuk menghadapi kondisi di bawah ini.

1.      Kendala untuk memiliki keturunan

Seorang wanita dikatakan mampu mengandung anaknya selama masih mengalami siklus menstruasi. Akan tetapi seiring bertambahnya usia fungsi organ reproduksi seorang wanita akan semakin menurun. Saat seorang wanita memasuki usia 35 tahun risiko kehamilan yang dialami akan terus meningkat. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi anda dan pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jika anda dalam kondisi belum memiliki keturunan atau terlalu lama menundah kehamilan maka akan membahayakan kondisi medis istri.

Selain itu bertambahnya usia wanita akan mengalami penurunan kesuburan, jumlah dan kualitas sel telur akan menurun pada saat usia 32 tahun. Sedangkan pria mengalami penurunan kesuburan saat usianya menginjak 40 tahun.

2.      Adanya perkara masa lalu

Tantangan lain yang akan anda hadapi saat menikahi wanita yang lebih tua adalah munculnya perkara dari masa lalu yang belum terselesaikan. Meskipun tak semua wanita mengalami hal ini, namun hal ini sering terjadi pada wanita yang pernah menikah sebelumnya.

Perkara yang mungkin belum terselesaikan seperti berkaitan dengan mantan suami, anak, kasus perceraian yang belum selesai, masalah keuangan (harta gono-gini).

Untuk itu sebelum melangsungkan pernikahan ada baiknya anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain. Agar anda dan pasangan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

3.      Ada banyak hal yang tidak sejalan

Jarak usia antara anda dan pasangan yang cukup jauh memungkinkan kesulitan bagi anda dalam mencari hal yang sama. Anda mungkin senang menghabiskan waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sosial, namun pasangan lebih senang menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

Perbedaan tidak hanya berada pada kesukaan masing namun juga bagaimana anda dan pasangan mengasuh anak. Walaupun perbedaan itu wajar namun hal ini adalah tantangan yang harus anda hadapi saat anda memutuskan menikahi wanita yang lebih tua.

Tantangan yang dijelaskan bukan bermaksud untuk menyiutkan niat anda untuk menjalin hubungan yang serius dengan kekasih. Seperti yang telah dijelaskan jika cinta memang tak mengenal usia, saat anda putuskan untuk menikahi seseorang yang lebih tua. Ada baiknya untuk saling terbuka dan membuat ruang diskusi berdua, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang lain atau seorang konselor pernikahan sekalipun. Karena perbedaan usia pasangan tidak akan mempengaruhi anda untuk membangun pernikahan yang harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah PerceraianLangkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Apapun alasan setiap pasangan untuk bercerai, tentu bukanlah hal yang mudah bagi semua pihak saat mengetahui pernikahan mereka berakhir pada perceraian. Perceraian memang selalu meninggalkan luka dan sakit hati baik sisi suami maupun istri. sangat wajar jika paska berpisah keduanya mengalami tekanan mental dan emosional, mengingat setelah berpisah banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masing-masing. Stress dan kesedihan adalah perasaan yang sering muncul.

Namun yang menjadi pertanyaan bagiamana seseorang dapat mengembalikan perasaan mereka? Apa yang harus dilakukan agar rasa sakit berangsung-angsur menghilang? Tentu harus ada usaha dan kemauan dari dalam diri sendiri untuk terus melangkah serta dukungan dari sekitar juga sangat dibutuhkan.

Cara agar sembuh dari rasa sakit akibat perceraian

Menurut sebuah survey dari 4000 orang yang telah bercerai mereka membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk sembuh dari kesedihannya akibat pernikahan yang gagal.

Bagi sebagian orang waktu tersebut tidaklah cukup untuk menyembuhkan mereka dari sakit hati dan memulai kembali kehidupan baru. Bahkan tak jarang mereka mengurung diri dari lingkungan sosial dan takut untuk menata kembali masa depannya.

Seorang Konsultan Psikiater dari Fortis Hospital, Kaylan mengatakan jika perceraian bukanlah akhir dari kehidupan. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan korban perceraian untuk memperbarui harapan dan menjalani hidup dengan otimis setelah bercerai.

Berikut ini adalah langkah agar anda dapat pulih setelah perceraian :

1.      Visi makro

Cobalah anda untuk melihat gambaran yang lebih besar dari kehidupan yang dijalani selama ini, terlepas dari kondisi anda yang telah bercerai. Dengan demikian anda akan melihat banyak hal yang sebaiknya disyukuri, dibandingkan terpuruk dalam kesedihan setelah hubungan cinta anda hancur.

2.      Carilah bantuan professional

Sembuh dari perceraian bukanlah hal yang mudah, apalagi jika anda memiliki trauma psikologi yang berat paska bercerai. Untuk itu jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan seorang professional. Jika anda menghadapinya sendiri tentu anda akan kewalahan dan kondisi mental akan semakin buruk. Jika tidak segera diatasi dapat berdampak buruk pada diri anda, ancaman bunuh diri, menganggap diri tidak berdaya, penuh keputusasaan, tidak berharga dan perasaan bersalah akan menyelimut korban perceraian.

3.      Melatih energi

Perubahan yang berkaitan dengan suasana hati, pikiran yang depresif, regu dengan diri sendiri, merasa kesepian, mudah terpancing emosi, adalah bentuk emosi negatif yang pelahan akan menghancurkan diri anda sendiri. anda akan sangat rentan mengelami gangguan kesehatanbaik fisik maupun psikis. Untuk itu cobalah alihkan pikiran anda dalam bentuk aktivitas positif, seperti olahraga. Berikan energi positif anda untuk membangun tingkat kekebalan anda baik fisik maupun psikis, saat pikiran anda segar maka tubuh anda pun juga lebih bugar.

4.      Meningkatkan pemahaman spiritual yang dimiliki

Anda harus percaya jika setiap kejadian yang anda alami terdapat hikmah yang Tuhan sembunyikan. Untuk itu salah satu cara memulihkan diri adalah dengan berserah dengan ketentuan Tuhan. Tingkatkan kemampuan spiritual anda melalui ilmu agama, atau berguru dengan tokoh agama. Dengan begitu anda akan merasa lebih sabar, tenang, damai, dan tidak kehilangan harapan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Orangtua Yang Terlalu Ikut Campur Urusan Pernikahan

Menghadapi Orangtua Yang Terlalu Ikut Campur Urusan Pernikahan

Menghadapi Orangtua Yang Terlalu Ikut Campur Urusan PernikahanMenghadapi Orangtua Yang Terlalu Ikut Campur Urusan Pernikahan

Saat anda dan pasangan resmi menikah itu tandanya kalian bertanggung jawab atas hidup masing-masing dan terlepas dari tanggungan kedua orangtua. Kalian memiliki hak dan kewajiban atas diri sendiri dan pasangan. namun pada kenyataannya masih banyak kasus pernikahan yang sulit melepaskan diri dari kekangan orangtua kandung atau mertua. Bahkan terkadang beberapa orangtua masih bersieras untuk ikut campur dalam pengambilan keputusan masalah pernikahan sang anak.

Tentu saja adanya ikut campur orangtua membuat hubungan pernikahan anda tidak sehat, meskipun terkadang orangtua menjadi salah satu tempat untuk berkonsultasi. Namun bukan berarti mereka memiliki hak sepenuhnya atas pernikahan anda. Orangtua yang terlalu banyak ikut campur urusan pernikahan anda akan menjadi konflik yang besar di kemudian hari.

Jika anda mengalami kondisi demikian berikut ini merupakan tips untuk menghadapi orangtua yang terlalu ikut campur urusan pernikahan.

Menghadapi orangtua yang suka ikut campur dalam urusan rumah tangga

Menghadapi kondisi itu terkadang sebagai anak anda mengalami dilema yang besar. Di satu sisi anda ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih baik dari kedua orangtua. Namun di sisi lain anda minim akan pengalaman, dan orangtua lah orang terdekat anda yang akan memberikan banyak nasehat-nasehat untuk menjalani kehidupan pernikahan.

Yang menjadi permasalahan adalah orangtua akan tersinggung saat anda mengatakan ketidaknyamanan saat mereka terlalu ikut campur. Agar hubungan anda dengan pasangan tetap baik tanpa menyakiti perasaan orangtu berikut ini adalah tips yang bisa anda praktekan.

1.      Satukan suara dengan pasangan

Dalam hubungan pernikahan adalah saatnya anda dan pasangan menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu semua hal yang dilakukan harus berdasarkan kesepakatan bersama terutama saat menghadapi orangtua. Saat anda putuskan untuk satu suara dengan pasangan itu artinya anda menyepakati keputusan yang telah didiskuiskan tanpa rasa keberatan sedikitpun.

Pertama, cobalah terbuka dengan pasangan mengenai perilaku orangtua yang terlalu ikut campur. Setelah anda dan pasangan saling mengutarakan perasaan masing-masing, maka mulailah buat kesepakatan batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dicampuri oleh kedua orangtua.

Diskusikan pula bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan setiap batasan yang dibuat kepada orangtua. Tujuannya agar mereka tidak mudah tersinggung dengan penyampaian anda yang kurang tepat.

2.      Mendekatkan diri dengan orangtua atau mertua

Ketika orangtua terlalu banyak mencampuri urusan pernikahan anda, janganlah menjauhi mereka. Mungkin menjauh dari orangtua bisa membuat mereka berhenti ikut campur urusan pernikahan anda. Namun hubungan antara anda dan orangtua menjadi merenggan.

Untuk itu cobalah untuk mengakrabkan diri dengan mereka. Kenali karakter orangtua lebih  dalam, dengan begitu anda bisa mencari cara bagaimana menghadapi mereka. Dan orangtua pun akan lebih memahami perasaan anda dan pasangan.

3.      Kendalikan emosi di depan orangtua

Rasa kesal yang muncul saat orangtua ikut campur adalah hal yang wajar. Namun yang harus diingat adalah tetap menahan diri agar tidak terbawa emosi. Jangan terlalu diambil pusing tentang apa yang disampaikan mereka. Ingatlah di sisi lain anda masih memiliki beberapa alasan kenapa anda menolak pendapat mereka. Dengan argument yang jelas dan mendasar tentu kedua orangtua tak akan memaksa anda dan pasangan untuk mengikuti kehendaknya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!