Berbagai info dan tips yang membahas tentang pernikahan

Cara Tepat Untuk Memanjakan Istri Agar Lebih Bahagia

Cara Tepat Untuk Memanjakan Istri Agar Lebih Bahagia

Cara Tepat Untuk Memanjakan Istri Agar Lebih BahagiaCara Tepat Untuk Memanjakan Istri Agar Lebih Bahagia

Saat menikahi wanita yang dicintai tentu rasanya anda selalu ingin membuat mereka merasakan kebahagiaan. Bahkan kata orangtua istri yang bahagia dapat memperlancar rejeki si suami. Bahkan ada pendapat lain yang mengatakan jika kebahagian pernikahan dimulai dari istri yang bahagia.

Oleh karena itu banyak suami yang berkonsultasi pada teman dekat atau anggota keluarga yang lebih dahulu menikah untuk mengetahui bagaimana cara tepat untuk membahagiakan sang istri. bahkan banyak orang yang menyarankan suami agar lebih memanjakan istrinya.

Cara tepat memanjakan istri di rumah

Memanjakan istri tak harus memberikan barang mewah atau liburan ke tempat yang jauh. Perilaku yang sederhana terkadang dapat membuat istri merasa bahagia. Anda mungkin bisa melakukan beberapa hal yang jarang anda lakukan, hal sederhana namun dilakukan dengan setulus hati dan cara yang manis akan adalah cara untuk memanjakan istri di rumah. Untuk itu simak tipsnya di bawah ini :

1.      Buatlah surat cinta

Selama bersama pasangan mungkin anda tidak pernah memberinya surat cinta. Jika memang demikian cara ini mungkin bisa anda coba.

Karena perkembangan teknologi yang semakin maju, sangat jarang bagi seseorang mengirim sebuah surat.

Menulis surat cinta dengan tangan sendiri adalah salah satu bentuk ungkapan cinta kasih dan kepedulian paling special dan romantis bagi sang istri. anda tak perlu mencari kata-kata puitis atau lirik lagu romantic di internet. Cukup tulis sesuatu yang ingin anda sampaikan, katakanlah betapa bahagianya anda mendapatkan wanita secantik dia atau ucapkan kekaguman anda terhadap istri.

2.      Pahami bahasa cinta yang diingin oleh istri

Ketahuilah jika setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan sekaligus mengartikan sebuah cinta. Bisa saja bahasa cinta yang selama ini anda tunjukan kepada istri, kurang tepat dan membuat istri berpaling dari anda.

Mungkin bahasa cinta setiap orang berbeda termasuk anda dan pasangan. namun jangan berkecil hati sebab pada umumnya ada 5 bahasa cinta yang paling sering ditemui adalah sebagai berikut :

  • Melalui kata-kata pujian. Contohnya “aku mencintaimu” atau “kamu tampak sangat cantik hari ini” dan kalimat pujian lainnya.
  • Sentuhan fisik, contoh bergandengan tangan, memeluk, mengelus kepala, atau sentuhan fisik lainnya.
  • Tindakan, contoh saat istri sedang sibuk memasak anda berinisiatif untuk membantunya.
  • Memberikan hadiah atau kejutan. Contoh sepulang kerja anda tidak lupa untuk memberikan makan favorit pasangan atau makanan yang memiliki kenangan berdua.
  • Menghabiskan waktu luang bersama, di tengah kesibukan anda tak ada salahnya untuk meluangkan waktu bersama pasangan meskipun hanya sekedar makan malam.

Dari semua cara yang telah dijelaskan diatas pilihlah yang paling cocok dengan istri anda, jangan ragu untuk konsultasi dengan seorang yang ahli dalam pakar cinta.

3.      Sempatkan ngobrol setiap hari

Terkadang banyaknya pekerjaan di kantor membuat anda terpaksa menghabiskan waktu di rumah untuk bekerja. Hal itu tentu berakibat dengan komunikasi yang berkurang antara anda dan pasangan. padahal komunikasi adalah salah satu pondasi dalam membangun pernikahan yang harmonis.

Oleh karena itu sempatkan waktu setidaknya 30 menit untuk mengobrol bersama istri. jauhkan diri dari TV, anak, telepon, Laptop, atau hal lain yang akan merusak obrolan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Sebelum menjalani hubungan yang serius biasanya seseorang harus melalui beberapa proses untuk meyakinkan dirinya jika kekasihnya tersebut adalah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Tak jarang jika banyak orang yang memilih proses pacaran untuk lebih mengenal pasangannya. Pada umumnya setiap pasangan yang merasakan jatuh cinta akan memikirkan seseriusan hubungan mereka dalam rentang waktu delapan bulan sampai dua tahun. Namun ada sebagian orang yang merasa cukup yakin dengan pasangannya dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Hal yang harus dipertimbangkan menuju jenjang pernikahan

Sebenarnya lama waktu pacaran tak berpengaruh besar pada keyakinan seseorang terhadap pasangannya. Pertimbangan yang paling penting justru terletak pada seberapa kenal pasangan terhadap diri anda, begitu pula sebaliknya.

Apakah selama masa pacaran anda sudah mengenal karakternya entah itu baik atau buruk? Terkadang banyak keraguan yang dilanda oleh pasangan yang hendak menikah. Keraguan apakah mereka mampu mengimbangi pasangannya atau tidak? Pahamilah jika pernikahan bukan serta merta merubah perilaku dan karakter seseorang.

Dalam menjalin hubungan pernikahan cara pandang dan nilai yang dimiliki harus sejalan, hal itu diperlukan untuk mengurangi terjadinya konflik dalam pernikahan. Selain itu pikirkan baik-baik apa yang menjadi point penting bagi anda saat mengajak pasangan menikah? Jika anda telah menemukannya maka anda siap untuk menikah.

Tanda jika anda belum siap dengan pernikahan

Sebelum anda memutuskan untuk mengajak pasangan menuju jenjang pernikahan, cobalah untuk mengintropeksi diri sendiri. bisa jadi dalam diri anda, ada beberapa hal yang menunjukkan jika anda belum siap untuk menikah. Berikut ini adalah tanda-tandanya :

1.      Masih suka menyimpan rahasia dari pasangan

Jika anda masih senang menyimpan rahasia pribadi dari pasangan maka bisa jadi tanda kalau anda belum siap untuk menikah. Saat anda sering menyembunyikan persoalan penting tentang diri anda seperti keuangan, maka ada baiknya anda mengurunkan niat menikah.

Ingatlah ketika anda berniat mengajak pasangan untuk menikah, ubahlah diri anda jadilah pribadi yang berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan pasangan, begitupun sebaliknya. Ingat setelah menikah pondasi dari keharmonisan hubungan adalah kejujuran kedua pasangan.

2.      Memiliki masalah yang sama dan terus berulang

Jika hubungan anda sering mengalami masalah yang sama dan terjadi berulang kali selama hubungan masih terjalin maka hal itu bisa menjadi tanda jika anda belum siap untuk menikah. Harus anda pahami penikahan yang akan dihadapi rentan akan berbagai konflik, dan tentunya perlu kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara berdua.

Saat masing-masing masih mementingkan ego dan merasa selalu menuntut ingin didengar dan dipahami. Maka sebaiknya lakukan intropeksi diri sebelum memutuskan untuk menikah.

3.      Menikah untuk membahagiakan orang lain

Jangan terlalu terburu-buru menikah hanya karena tuntutan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Menjelang bertambahnya usia seorang anak, adalah hal wajar jika orang tua menanyakan kesiapan pernikahannya.

Ingatlah jika pernikahan dilakukan karena memang anda sudah siap, bukan karena tuntutan orang tua agar mereka bisa merasa bahagia. Jika perlu lakukan konsultasi dengan seorang yang lebih dulu menikah. Atau melakukan konsultasi pra nikah dengan seorang professional. Tujuannya agar mempersiapkan anda menuju jenjang pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Konsultasikan Jika Pasangan Mengalami Trauma Masa Kecil Agar Pernikahan Tetap Harmoni

Konsultasikan Jika Pasangan Mengalami Trauma Masa Kecil Agar Pernikahan Tetap Harmoni

Konsultasikan Jika Pasangan Mengalami Trauma Masa Kecil Agar Pernikahan Tetap HarmoniKonsultasikan Jika Pasangan Mengalami Trauma Masa Kecil Agar Pernikahan Tetap Harmoni

Dalam hubungan pernikahan terkadang ada saja yang menjadi penghalang keharmonisan. Terkadang pasangan harus menghadapi sebuah konflik yang besar baik itu mengenai komunikasi, keuangan, perbedaan visi, atau hal lain.

Kejadian traumatis di masa kecil

Namun bagaimana saat anda menjalani kehidupan pernikahan ternyata pasangan mengalami kejadian traumatis di masa kecilnya? Kejadian traumatis dapat disebabkan oleh banyak hal misalnya perceraian orang tua, kehilangan orang yang dicintai, korban kekerasan fisik atau seksual, mengalami kecelakaan dan berbagai kejadian lainnya. Sulit bagi sebagian orang untuk melupakan kejadian tersebut sehingga ketakutan yang dialami bisa muncul kembali dikemudian hari. Tentu saja trauma masa kecil bukan hanya mempengaruhi aktivitas penderita saja, tetapi juga hubungan pernikahan anda.

Sebagai pasangan tentu anda harus melakukan sesuatu untuk orang yang dicintai, jangan sampai dia terjebak terlalu lama dalam perasaan trauma.

Efek dari kejadian traumatis di masa kecil

Efek kejadian traumatis saat masih kecil seperti korban keluarga broken home, tidak hanya berdampak pada ketidakstabilan seseorang pada usia yang masih belia saja. meskipun kejadian tersebut telah berlalu dalam waktu yang lama namun ingatan buruk akan peristiwa tersebut tidak mudah dihilangkan dalam memorinya. Meskipun tidak ingat secara mendetail namun seseorang akan menanamkan beberapa ingatan yang sangat membekas dalam benaknya, dan kemudian akan menimbulkan sebuah karakter atau sifat tertentu pada seseorang.

Dikutip dari Psychology Today, menyatakan seseorang yang mengalami trauma saat masih belia cenderung memiliki sifat minder, sulit mengendalikan emosinya hingga selalu menyembunyikan perasaan yang dirasakan. Beberapa ahli berpendapat, jika trauma pengalaman buruk di masa kanak-kanak ternyata dapat membuat seseorang menjadi sulit percaya dengan orang lain.

Dampaknya juga dapat merambat pada kemampuan seseorang saat menjalin hubungan asmara di kemudian hari. Hal ini bukan hanya mempengaruhi karakter penderitanya saja namun juga hubungan asmara seseorang dengan pasangannya.

Trauma masa kecil membuat sifat posesif dan cemburuan pada pasangan

Trauma masa kecil yang dimiliki dapat mengubah sifat seseorang menjadi lebih insecure (memiliki rasa takut berlebihan yang secara tidak wajar menghantui penderita). Percerian atau KDRT yang terjadi pada orang tua, berpotensi membuat seseorang menjadi sosok yang pasif atau memiliki kecenderungan bermain kasar baik secara fisik, psikologis atau verbal.

Salin itu trauma yang dialami lama kelamaan akan berpengaruh pada kondisi mental seseorang. Seseorang akan merasa kewalahan saat menghadapi sifat posesif pasangannya, kecemburuan yang berlebihan akan membuat anda lelah menjelaskan kebenaran. Tak jarang hal itu sering berakhir pada percecokan.

Apa yang harus dilakukan agar hubungan pernikahan membaik?

Anda tidak mungkin bisa mengatasi trauma pasangan dengan tangan anda sendiri. perlu adanya pihak ketiga untuk membantu anda menyelesaikan masalah tersebut. jangan ragu berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor pernikahan lainnya.

Jangan khawatir atau merasa takut dulu, karena sekelam apapun ingatan seorang efek dari kejadian traumatis dapat disembuhkan. Meski konsultasi tidak dapat menghapus ingatan seseorang 100% namun setidaknya dapat mengurangi rasa sakit hati dirasakan oleh pasangan.

Mengubah cara pikir melalui proses konsultasi akan membantu pasangan untuk pulih dari rasa trauma. Saat rasa trauma pasangan perlahan menghilang secara tidak langsung hubungan anda dan pasangan akan lebih baik dan harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Siap Untuk Menikah? Konsultasikan Kiat Hubungan Seksual Di Malam Pertama

Siap Untuk Menikah? Konsultasikan Kiat Hubungan Seksual Di Malam PertamaSiap Untuk Menikah? Konsultasikan Kiat Hubungan Seksual Di Malam Pertama

Menikah bukan hanya mengenai kesiapan materi saja, ketika seseorang menikah pada umumnya mereka cenderung mempersiapkan psikologi, emosional dan keuangan. Namun mereka mengabaikan satu point penting yaitu seks. Dalam menjalin hubungan seks adapun beberapa hal yang harus dipertimbangkan mengingat jika hal tersebut adalah pertama kalinya. Ketidaksiapan atau perasaan terpaksa seseorang dalam melakukan hubungan seks dengan pasangannya akan menimbulkan ketidaknyamanan dan trauma karena rasa sakit yang dirasakan.

Untuk itu jika anda ingin menikah maka ada baiknya anda melakukan konsultasi pra pernikahan karena bukan hanya pencapaian saja yang didiskusikan namun juga hubungan seks dan kesehatan organ reproduksi.

Malam pertama, malam yang dinantikna oleh para calon pengantin

Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, para pengantin pada umumnya menantikan kehadiran malam pertama. Malam pertama adalah malam yang mendebarkan untuk keberlangsungan pernikahan, terutama dalam hal keintiman. Untuk memulai itu mungkin ada baiknya anda memahami cara yang tepat untuk melakukannya.

Hal pertama, ketahuilah jika seks merupakan aktivitas yang intim, jadi usahakan untuk tidak terburu-buru saat hendak melakukan hubungan badan bersama pasangan pada malam pertama. Pendekatan perlu dilakukan sambil melakukan foreplay (pemanasan), adalah salah satu cara terbaik untuk membangun sebuah keintiman dengan saling menikmati keindahan tubuh pasangan anda bisa memulainya dengan belaian, sentuhan, berpelukan atau ciuman. Tapi ingat pastikan anda berada dalam kondisi yang santai dan rileks.

Kebanyakan wanita sangat antusias akan mencium atau berciuman dengan penuh gairah, hal tersebut sangat penting karena anda dan pasangan akan merasakan mood untul bercinta. Fakta lain mengatakan jika berciuman berkaitan dengan ikatan batin dan rasa aman antar dua emosi, yang dapat membantu seseorang lebih percaya diri dalam berhubungan seks.

Melakukan penetrasi dalam hubungan seks

Jika hasrat dan mood sudah hadir, maka itu adalah waktu yang tepat bagi pasangan untuk melakukan penetrasi. Umumnya dalam melakukan hubungan seks akan melibatkan beberapa posisi atau gaya, untuk hal ini mungkin anda bisa konsultasikan dengan konselor pernikahan anda.

Carilah informasi mengenai posisi atau gaya seks yang mudah untuk pengantin baru. Saat anda dan pasangan telah mengenal tubuh masing-masing dengan lebih baik dalam jangka panjang anda dapat mencoba berbagai jenis gaya atau posisi untuk mencegah hubungan seks yang monoton.

Selama mas konsulasi tanyakan pada konselor mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan hubungan seks. Rasa sakit yang dialami wanita biasanya disebabkan oleh kesalahan pria yang tak bisa membedakan lubang kecing dan lubang vagina.

Berapa kali idealnya pasangan untuk berhubungan intim?

Setelah malam pertama berhasil dilakukan oleh kedua pasangan, selanjutnya tugas kedua pasangan adalah mendisksusikan aktivitas seks selanjutnya. Hubungan intim yang dijalin secara rutin akan membantu pasangan untuk membangun ikatan batin satu sama lain. Namun kira-kira berapa idealnya pasangan untuk melakukan hubungan seks?

Menurut peneliti bernama Amy Muise Ph.D menjelaskan bahwa kebahagian pernikahan sangat berkaitan erat dengan rutinitas hubungan seks yang dilakukan. Pada umumnya untuk membangun hubungan pernikahan yang bergairah pasangan melakukan hubungan seks sekali dalam seminggu atau bisa lebih dari satu kali. Semakin jarang pasangan melakukan hubungan seks maka semakin renggan hubungan pernikahan mereka.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Tips Membangun Hubungan Intim Yang Menggairahkan

Tips Membangun Hubungan Intim Yang Menggairahkan

Tips Membangun Hubungan Intim Yang MenggairahkanTips Membangun Hubungan Intim Yang Menggairahkan

Dalam hubungan pernikahan seks merupakan salah satu point penting untuk membangun kehidupan yang bahagia. Namun pada kenyataannya seiring bertambah usia pernikahan seseorang maka hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan suami istri cenderung berkurang. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain pasangan mulai merasa stress dengan tekanan pekerjaan, merasa lelah setelah membereskan rumah, hingga kerepotan untuk mengurus anak.

Jika sudah demikian mungkin sulit bagi pasangan untuk menjalin hubungan seks yang baik kembali. Berikut ini adalah tips dan trik bagaimana membangun hubungan keintiman kembali dalam pernikahan anda.

Bagaimana cara mengatasi gairah seks yang menurun?

Dalam sebuah hubungan pernikahan biasanya wanita lah yang cenderung lebih mudah kehilangan gairah seksual seiring berjalannya waktu. Pada hampir sebagian kasus penurunan gairah seksual pada wanita disebabkan oleh pertambahan usia yang mempengaruhi naik-turunnya hormone, serta tingkat kepercayaan diri yang dimiliki terhadap bentuk tubuh. Selain itu, terkadang faktor lain seperti stress, kehamilan dan melahirkan, tanggung jawab dalam mengurus anak, hingga penyakit kronis yang dimiliki sangat berpengaruh pada gairah seks seorang wanita.

Selain itu pertambahan usia ternyata juga dialami oleh kalangan pria yang menjadi alasan mereka tidak bersemangat dalam melakukan hubungan seks. Hasrat seks yang menurun akan mempengaruhi kemampuan kedua pasangan untuk saling memuaskan satu sama lainnya.

Mengingat kasus diatas sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan gairah seks kedua pasangan dalam jangka waktu yang panjang. Hal seperti menjadwalkan hubungan seks dalam kalender, menambahkan waktu foreplay dengan saling berpelukan atau hanya bermesra-mesraan, hingga melakukan dinner romantis berdua.

Menjaga keintiman hubungan bukan hanya melalui hubungan seks dalam kamar tidur, namun aktivitas lainnya di luar tempat tersebut. usahakan melakukan segala kegiatan apapun bersama pasangan adalah salah satu cara membangun keintiman yang baik.

Cara agar gairah hubungan intim kedua pasangan terjaga

1.      Diskusikan hubungan seks untuk menemukan kepuasaan satu sama lain

Hal yang harus anda lakukan adalah mengetahui dan bicarakan pada pasangan mengenai daerah sensitif seksual anda, begitupun sebalinya. Ketika anda tahu apa yang anda suka, anda juga harus mengetahui daerah seksual pasangan. namun ada hal yang harus anda ketahui jika seorang pria membutuhkan arahan untuk mengetahui hal itu, jadi jangan ragu untuk memberikan instruksi padanya.

Anda bisa memulainya dengan memegang tangan pasangan dan mengarahkannya pada bagian tubuh yang dapat memuaskan hasrat seksual anda. Kemudian anda bisa melakukan hal serupa, cobalah bertanya pada pasangan dimana bagian yang memuaskan hasrat seksualnya

2.      Lakukan sesuatu yang berbeda di atas ranjang

Seks yang sehat terkadang tidak harus dilakukan secara monoton baik itu gaya, penampilan, atau lokasi. Ini bertujuan untuk menambah keintiman dan mengurangi kejenuhan pada pelakunya.

Cobalah untuk melakukan gaya baru atau dengan penampilan yang lebih seksi demi pasangan. anda bisa melakukan hubungan seks di ruang lain seperti dapur atau kamar mandi untuk hubungan intim yang lebih liar.

Jika anda masih merasa kesulitan tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan orang yang lebih lama menikah dan hubungan mereka tetap harmonis. Atau anda bisa mendatangi seorang konselor pernikahan untuk solusi keintiman anda yang tidak bergairah. Karena banyak kasus suami yang mendatangi konselor pernikahan karena merasa tidak puas dengan hubungan seks bersama pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat IniSimak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Membangun pernikahan bukanlah hal yang mudah perlu adanya pertimbangan serta persiapan yang harus dilakukan oleh kedua pasangan. pernikahan sebenarnya bukan hanya mengikat satu orang saja namun juga seluruh anggota keluarga besar. Tak jarang terkadang banyak pasangan yang masih menikah muda mengaku mengalami berbagai konflik.

Perceraian pada pasangan baru menikah

Konflik yang terjadi dalam pernikahan sebenarnya adalah cara agar hubungan pernikahan tersebut menjadi lebih dewasa namun tak sedikit orang pasangan baru menikah merasa kewalahan dengan konflik yang terjadi. Apakah anda masih ingat dengan Aktor Korea Song Joong Ki yang menikahi Song Hye Kyo. Tercatat pernikahan yang terjalin kurang lebih 2 tahun tersebut harus berakhir pada perceraian.

Alasan hubungan berakhir pada perceraian

Perceraian saat ini sudah menyerang pasangan muda, banyak alasan yang menyebabkan kenapa pasangan memilih untuk bercerai. Untuk itu dibawah ini merupakan alasan yang menyebabkan pasangan bercerai :

1.      Terburu-buru untuk menikah

Terkadang pernikahan berlangsung karena banyaknya tuntutan seperti usia, finansial, atau takut jika pasangan menikah dengan orang lain. Atas tuntutan tersebut terakadang membuat beberapa orang mengambil keputusan untuk segera menikah. Padahal banyak diantara mereka yang merasa jika sebenarnya sejak awal mereka mengetahui bahwa ada masalah yang terjadi. Mereka menganggap jika masalah tersebut akan dapat terselesaikan seingin berjalannya waktu dan perubahan status hubungan.

2.      Kehilangan identitas

Jika anda merasa terlalu bergantung pada pasangan atau mungkin sebalinya. Anda sangat enggan untuk melakukan apapun jika tidak ada dirinya, itu adalah tanda bahwa anda telah kehilangan jati diri anda sendiri. hal itu akan mengakibatkan anda akan kesulitan untuk memposisikan diri anda yang sebenarnya. Anda dan pasangan akan mengalami kesulitan untuk mengutarakan apa yang sebenarnya diinginkan, sehingga sulit bagi pernikahan untuk bertahan. Karena kedua pasangan memendang keinginannya masing-masing

3.      Terlalu sibuk dengan tanggung jawab sebagai orang tua

Setelah menikah tanpa sadar menjadi seorang yang tak lagi menghabiskan waktu untuk bermain dengan kawan dan mementingkan kepentingan suami. Sama halnya saat anak anda lahir, anda menjadi seorang yang fokus untuk membesarkan anak dan mendidiknya. Sehingga kamu lupa untuk mengurus dan memprioritaskan pasangan.

4.      Memiliki visi yang berbeda

Terkadang banyak pasangan yang baru menyadari jika mereka masih mementingkan tujuan masing-masing. Misalnya suami ingin mengembangkan karier atau usaha yang dimiliki sedangkan istri ingin menghabiskan waktunya untuk bersama anak. Hal ini terjadi pada pasangan yang tidak melakukan konsultasi pra nikah, karena mereka akan kehilangan arah dan tak mendiskusikan hal tersebut sebelumnya.

5.      Pasangan kurang mesra

Kemesraan adalah sebuah bumbu yang mempererat sebuah pasangan. kemesraan bisa ditunjukan melalui berbagai perilaku penuh cinta yang anda tunjukan pada pasangan. namun jika anda bersikap biasa terhadap pasangan maka sama saja anda memberikan jarak yang membuat hubungan menjadi canggung dan hambar.

6.      Tidak melakukan konsultasi

Konsultasi sangat disarankan bagi pasangan yang hendak menikah, sudah menikah atau pasangan yang sedang merencanakan untuk berpisah. Terkadang dengan berkonsultasi pasangan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi berdua. Dengan penyelesaian masalah yang baik tentu saja perceraian dapat dihindari.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska PerceraianHindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Kabar perceraian dalam pernikahan tentu membawa luka bukan hanya bagi kedua pasangan saja, namun anak dan seluruh keluarga besar mungkin merasakan hal yang sama. Dari seluruh anggota keluarga mungkin anak adalah pihak yang paling terluka.

Perceraian yang dilakukan oleh kedua pasangan tentu saja bukan sebuah keputusan yang sembarangan. Tentu ada banyak pertimbangan yang didiskusikan sebelumnya. Pertikaian yang sulit diselesaikan dan berbagai cara dilakukan agar kedua pasangan dapat bersatu kembali namun tidak ada hasil. Mungkin itu menjadi alasan kenapa perceraian menjadi solusi yang terakhir.

Hal yang harus dihindari kedua pasangan

Namun yang menjadi PR besar kedua pasangan paska bercerai adalah bagaimana dengan anak mereka? Mengasuh anak bersama saat kondisi keduanya resmi berpisah  bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus dihindari kedua pihak, diantaranya sebagai berikut :

1.      Jangan jadikan anak sebagai jembatan komunikasi anda dan mantan pasangan

Paska perceraian terkadang sulit bagi kedua pihak untuk menjalin komunikasi yang baik. Sering kali keduanya merasa canggung dan enggan memulai obrolan. Yang pada akhirnya anak harus terlibat dalam masalah tersebut. kedua pasangan menjadikan anak sebagai jembatan penghubung komunikasi, namun menurut seorang konselor keluarga perceraian bernama M. Gary Neuman menyatakan bahwa menjadikan anak sebagai jembatan komunikasi kedua pasangan yang telah bercerai bukanlah hal yang bijak.

Untuk itu, cobalah untuk mencari media komunikasi lain, jika anda merasa kesulitan untuk berbicara secara langsung cobalah berkomunikasi dengan pesan singkat. Meskipun dalam benak anda malas untuk menjalin hubungan kembali namun ingatlah jika dia juga orang tua dari anak anda.

2.      Jangan meminta anak untuk membuat sebuah pilihan

Saat perceraian terjadi bukan berarti anda menuntut anak untuk membuat sebuah piliha dengan siapa dia akan hidup. Meskipun saat ini anda dan pasangan tak lagi satu rumah namun  jangan biarkan anak kehilangan “tempat” yang membuat hatinya nyaman. Bagaimanapun anak tetap diberikan ruang dimana dia bisa mengobrol atau bertemu dengan mantan pasangan anda. Jangan biarkan anak merasa kehilangan salah satu peran orang tuanya sehingga membuatnya kesepian.

Meskipun hak asuh berada di salah satu pihak, nnamun bukan berarti dia memiliki kekuasaan dan mengambil hak asuh sepenuhnya terhadap anak. Berilah akses kapanpun saat anak ingin bertemu mantan pasangan anda.

3.      Jangan mendorong anak untuk membicarakan perceraian

Perceraian yang anda lakukan mungkin merupakan aib bagi sang anak. Bisa saja ketika orang sekitarnya mengetahui itu, sangat memungkinkan jika anak menjadi bahan lolucon baik dalam hubungan pertemanan atau lingkungan sosial lainnya. Saat anak mengeluhkan apa yang mereka alami, biasanyan orang tua meminta anak untuk mengatakan kondisi yang sebenarnya. Padahal hal tersebut adalah tindakan yang keliru, anak akan semakin terpuruk dengan perpisahan yang terjadi. Berikanlah anak ruang untuk menenangkan diri, karena memaksa mereka untuk menerima hal yang tidak diinginkan akan menumbuhkan kebencia pada orangtuanya.

4.      Jangan ragu untuk berkonsultasi

Mengasuh anak setelah perceraian bukanlah hal yang mudah, kedua pihak harus saling bekerja sama. Selain itu untuk menghilangkan rasa traumatis dan kebecian pada anak sebaiknya anda coba untuk melakukan konsultasi. Selain belajar tetap menjadi orang tua yang baik demi anak, dengan konsultasi anak bisa menemukan berbagai strategi membesarkan anak tanpa menyakitinya dengan kondisi anda yang telah bercerai dengan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Mencegah Perselingkuhan Terjadi Dalam Hubungan Rumah Tangga

Mencegah Perselingkuhan Terjadi Dalam Hubungan Rumah Tangga

Mencegah Perselingkuhan Terjadi Dalam Hubungan Rumah Tangga

Setiap hubungan suami istri pasti rentan akan konflik, baik itu konflik kecil seperti kesalahpahaman, kurangnya komunikasi yang terjalin. Hingga sebuah konflik besar yang melibatkan keuangan hingga indikasi perselingkuhan.

Perselingkuhan merupakan sebuah masalah yang sulit ditoleransi dalam sebuah hubungan, bila diibaratkan sebuah penyakit perselingkuhan adalah kasus yang kronis. Terkadang banyak yang heran kenapa seseorang memilih melakukan perselingkuhan.

Mencegah Perselingkuhan Terjadi Dalam Hubungan Rumah Tangga

Penyebab perselingkuhan terjadi

 

Menurut seorang penulis buku yang membahas tentang hubungan “30 Day No Contact Rule”, “The Really of Being the other Woman”, dan “Ex Addict” bernama CL Grant mengungkapkan ada beberapa penyebab yang mendorong seseorang untuk berselingkuh. Namun dari banyaknya kasus yang terjadi penyebab umum perselingkuhan antara lain :

  • Kurangnya komitmen untuk menjalani sebuah hubungan
  • Kurangnya kepuasaan seksual yang dirasakan dengan pasangan saat ini
  • Sikap terbuka terhadap seks di luar nikah
  • Kebutuhan seksual yang berbeda
  • Hasrat untuk pertemuan seksual dengan orang lain selain pasangannya
  • Kuranganya kepuasaan emosional saat bersama pasangan
  • Merasa dirinya tidak aman atau rendah diri terhadap pasangan
  • Tekanan keuangan, keluarga, atau pekerjaan
  • Sensasi saat mendapatkan cinta atau pengejaran pasangan untuk berselingkuh
  • Kesempatan untuk selingkuh muncul dengan sendirinya

Cara menghindari hubungan dari tindakan perselingkuhan

Perselingkuhan mungkin bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja namun bukan berarti anda tidak bisa mencegah hal itu terjadi. Berikut ini merupakan tindakan yang bisa anda lakukan untuk mencegah perselingkuhan itu terjadi, diantaranya :

1.      Menjaga komunikasi dengan pasangan

Seperti yang kita tahu jika komunikasi adalah pondasi utama dalam menjalin sebuah hubungan. Komunikasi bukan hanya secara verbal saja, melainkan juga dalam bentuk lainnya seperti non-verbal berupa ekspresi yang diberikan saat bertemu pasangan.

Cobalah bicaralah dengan baik-baik mengenai harapan, keinginan, serta solusi untuk menyelesaikan masalah berdua. Menjaga komunikasi melalui smartphone pun saat ini sudah bisa, tanyakan kabar pasangan saat ia sedang berada di tempat yang jauh. sering kirim pesan, telpon atau mungkin video call untuk mempererat hubungan anda.

2.      Keintiman lain selain seks

Sebenarnya pasangan tetap membutuhkan keintiman selain melalui hubungan seks. Lakukanlah berbagai perhtian kecil pada pasangan tunjukan padanya jika dia adalah orang yang sangat berharga dan anda cintai.

Misalnya jangan ragu untuk memanggilnya dengan panggilan sayang, berliah dia pujian setiap kerja keras yang dia lakukan, peluk pasangan ketika merasa lelah, jika perlu berikan sedikit perhatian kecil seperti membuatkan makanan favoritnya dan berilah kejutan kecil. Luangkan waktu untuk berdua, selain aktivitas seks lakukanlah aktivitas berdua akan membuat hubungan anda semakin mesra serta pasangan akan merasa jauh dihargai.

3.      Lakukan konsultasi pernikahan

Konsultasi pernikahan bukan hanya dilakukan saat hubungan anda berada dalam masalah besar seperti saat pasangan ketahuan berselingkuh. Konsultasi pernikahan bisa membantu anda untuk mencegah perselingkuhan itu terjadi. Terkadang pasangan merasa keberatan untuk mengutarakan keluh kesahnya secara langsung pada pasangan, mereka lebih memilih bercerita dengan orang lain seperti pada konselor pernikahan. Untuk itu lakukan konsultasi pernikahan untuk membangun hubungan yang lebih awet lagi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Waktunya Konsultasi : Cara Memperbaiki Hubungan Setelah Ketahuan Berselingkuh

Waktunya Konsultasi : Cara Memperbaiki Hubungan Setelah Ketahuan Berselingkuh

Waktunya Konsultasi : Cara Memperbaiki Hubungan Setelah Ketahuan BerselingkuhWaktunya Konsultasi : Cara Memperbaiki Hubungan Setelah Ketahuan Berselingkuh

Perselingkuhan memang meninggalkan luka terdalam bagi korban. Kebencian, amarah, dan kecewa adalah perasaan yang wajar dirasakan bagi seseorang yang merasa dirinya dikhianati. Akan tetapi disisi lain pelaku perselingkuhan terkadang merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan pada sang kekasih. Namun terkadang bagi sebagian orang merasa kebingungan bagaimana cara yang tepat agar rasa bersalah tersebut dapat hilang.

Cara bijak mengatasi rasa bersalah setelah ketahuan berselingkuh

1.      Pahamilah apa yang menjadi alasan anda berselingkuh

Sebelum anda melakukan cara-cara lain, yang harus anda lakukan terlebih dahulu adalah mengetahui mengapa anda melakukan perselingkuhan tersebut? pada umumnya perselingkuhan terjadi karena seseorang tidak mendapatkan apa yang ia inginkan dari pasangannya sendiri. sebenarnya banyak alasan mengapa seseorang berselingkuh seperti merasa kurang mendapatkan perhatian, tidak pernah dihargai oleh pasangannya, hingga alasan yang paling sering ditemui ialah ketidakpuasaan saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah.

Dengan mengetahui apa yang menjadi alasan utama kenapa anda berselingkuh maka anda akan tahu langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

2.      Putuskan untuk berkata jujur atau tidak tidak sama sekali

Saat anda berselingkuh anda harus memutuskan apakah anda mau memberitahukan kebenarannya atau memutuskan untuk bersembunyi darinya.

Jika perselingkuhan yang anda lakukan terjadi kesalahan fatal, dan anda takut untuk menyakiti perasaan pasangan, jalan terbaik yang dilakukan adalah menutupinya. Walaupun begitu anda pun harus berkomitmen pada diri sendiri agar perselingkuhan tak terulang di kemudian hari. Bila perlu anda dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mencegah hal yang di luar rencana anda.

Dasar dari sebuah hubungan adalah keterbukaan dan kejujuran. Apabila anda masih dihantui oleh rasa bersalah maka ungkapkan apa yang menjadi pemicu perselingkuhan dan diskusikan dari hati ke hati selagi masih ada waktu untuk memperbaikinya.

3.      Jika ingin berkata jujur, lakukanlah dengan cara yang tepat

Mengungkapkan sebuah kejujuran bukanlah perkara yang mudah, namun bukan berarti anda harus terus menyembunyikannya. Selalu ada cara yang tepat dan baik untuk menjelaskan perselingkuhan pada pasangan.

Jauhkan diri dan pasangan dari keramaian, kalau perlu siapkan satu ruangan hanya untuk  berdua. Katakanlah maaf dan rasa menyesal anda atas apa yang telah anda lakukan. Akui saja jika memang anda yang bersalah, dan yakinkan dia jika anda tak akan mengulanginya lagi.

4.      Terima bagaimanapun reaksi pasangan anda

Siapa yang terima jika pasangannya berselingkuh? Pasti tidak ada, kemarahan, kekecewaan, hingga kesedihan adalah hal yang harus anda terima. Hargai dan hormati setiap respon yang diberikan oleh pasangan. pasangan mungkin akan mengajukan berbagai pertanyaan kepada anda, bagaimana detailnya, siapa, kapan, dan mengapa? Untuk itu sebaiknya anda mempersiapkan diri.

5.      Membangun kembali kepercayaan

Cara lain untuk memperbaiki rasa bersalah yang anda pendam setelah perselingkuhan adalah dengan mencoba kembali membangun kepercayaan dalam hubungan anda dan pasangan. memang tak mudah untuk memperbaiki kondisi yang telah hancur, namun bukan berarti jika hal itu tidak mungkin terjadi. Berilah perubahan sikap yang anda tunjukan pada pasangan misalnya anda menjadi seseorang yang sering memberikan kabar dan lebih romantic. Selain itu pasangan mungkin akan menjadi sedikit posesif dengan anda. Selama perubahan yang terjadi masih pada batas kewajaran maka lamban laun akan menumbuhkan kepercayaan pasangan anda.

6.      Konsultasikan dengan seorang professional

Mintalah bantuan seorang professional karena tak semua tindakan anda akan sesuai dengan rencana. Jangan ragu untuk berkonsultasi karena seorang konselor akan memberikan tanggapan yang objektif untuk anda. Selain itu anda akan diberikan berbagai strategi untuk memperbaiki hubungan anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

 4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

Saat ini publik sedang digemparkan dengan berbagai berita perceraian yang terjadi pada tokoh publik. Mulai dari kalangan entertaint seperti artis, penyanyi, dan pelaku seni lainnya. Percerian bukan hanya dari pasangan yang bekerja dalam dunia entertaint, tokoh politik pun juga bisa terancam bercerai dengan pasangannya.

Siapa yang tak mengenal mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tokoh yang dikenal public sebagai gubernur yang bijak dan tegas ini menjadi sorotan bukan karena kepemimpinannya saja. namun kasus perceraiannya dengan sang istri beberapa bulan yang lalu. Perceraian dalam pernikahan memang tidak diinginkan setiap pasangan.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebeum kedua pasangan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Oleh karena itu berikut ini merupakan 4 hal penting yang harus anda pertimbangkan bersama pasangan.

1.      Anak

Bagi orang tua anak adalah segalanya, banyak orang tua yang mengusahakan apapun demi kebahagiaan sang buah hati tercinta. Terkadang beberapa pasangan rela mempertahankan hubungannya demi melihat kebahagiaan sang anak. Semua orang sudah mengetahui jika anak mengalami gangguan psikologis setelah melihat kedua orangtuanya bercerai. Karena itu banyak pasangan yang mengorbankan perasaan mereka demia tumbuh kembang anak mereka.

Selain hal itu terkadang paska perceraian banyak pasangan yang merebutkan hak asuh anak, salah satu ketakutan yang dialami oleh orang tua setelah bercerai adalah tak dapat melihat anak mereka kembali.

2.      Terlalu menyayangi saudara ipar dan mertua

Banyak orang yang rela mempertahankan hubungan pernikahan mereka karena sudah terlanjur sayang dengan keluarga pasangan. perasaan yang terjalin dengan saudara ipar atau mertua menimbulkan ketakutan pada diri seseorang. Seseorang takut jika tidak dapat melihat atau menghubungi mereka paska bercerai dari pasangan.  sehingga mereka rela bertahan dalam hubungan pernikahan yang tidak sehat.

3.      Keuangan

Jika sepasang suami istri memutuskan untuk berpisah maka mereka harus siap untuk mandiri. Seseorang tidak lagi bertanggung jawab atas segala kebutuhan pasangan. terkadang hal tersebut membuat seseorang enggan untuk berpisah, karena takut jika mereka tak mampu membiayai hidupnya sendiri dan anak-anak. Apalagi semakin hari keperluan semakin mahal dan banyak.

Dan pada akhirnya tak sedikit pasangan yang tidak mau bercerai dan masih tinggal satu atap dengan status menikah yang melepat. Padahal keduanya telah lama tidak menjali hubungan. Hal itu dilakukan demi keuntungan pribadi yang didapatkan melalui pernikahan, selain cinta dari pasangan.

4.      Kehancuran emosional

Perceraian dapat menghancurkan emosional seseorang. Perceraian memaksa anda untuk membunuh harapan-harapan saat pertama kali menikah. Perceraian juga memisahkan kita dengan seseorang yang sangat anda cintai dan percayai selama ini. rasa sakit akibat perpisahan memang sulit untuk disembuhkan. Semakin seseorang menyangkal sakit hatinya, rasa sakit akan semakin dalam terasa. Perceraian adalah kematian untuk cinta dan harapan anda terhadap pasangan.

Untuk mencegah perceraian ada baiknya anda sadar akan pentingnya konsultasi, perceraian memang tak kenal siapa? Namun masih ada cara untuk mengantisipasi itu terjadi dalam rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli. Karena dengan strategi penyelesain yang baik maka memperkecil potensi perceraian terjadi antara anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!