Digital Dating Abuse, Saat Pasangan Terlalu Mengatur Anda Di Dunia Maya

Digital Dating Abuse, Saat Pasangan Terlalu Mengatur Anda Di Dunia Maya

Digital Dating Abuse, Saat Pasangan Terlalu Mengatur Anda Di Dunia Maya

Saat ini teknologi semakin berkembang. Tentu kita sendiri merasakan manfaatnya, salah satunya dalam bidang komunikasi. Kemajuan teknologi adalah adanya media sosial, yang dapat menghubungkan kita dengan orang lain tanpa batasan waktu dan jarak. Seiring berjalannya waktu media sosial menjadi sebuah gaya hidup tersendiri, dimana setiap orang dibebaskan untuk berekspresi dan berpendapat. Terkadang sosial media juga menjadi ajang untuk pamer kehidupan cinta seseorang.

Digital Dating Abuse, Saat Pasangan Terlalu Mengatur Anda Di Dunia Maya

Sumber Freepik

Namun tahukan anda seiring berkembangnya zaman, tindak kekerasan dalam hubungan asmara juga semakin berkembang. Jika sebelumnya kita mengenal kekerasan dalam bentuk fisik dan emosional saja. Namun dewasa ini, banyak orang yang mengatur akun media sosial pasangannya meskipun terdengar sederhana namun ini termasuk kekerasan dalam hubungan yang dikenal sebagai digital dating abuse.

Apa yang dimaksud dengan digital dating abuse?

Digital dating abuse bukan hanya sekadar kencan dari aplikasi online saja. jenis kekerasan ini bisa dialami oleh pasangan yang bertemudi dunia nyata. Digital dating abuse adalah perilaku penyalahgunaan teknologi, mulai dari e-mail hingga media sosial untuk melukai pasangannya. Entah itu melecehkan, menguntit, hingga mengintimidari secara online.

Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Journal of Adolescence teknologi yang sudah berkembang membuat media sosial menjadi salah satu ranah yang sering terlibat dalam hubungan. Memberikan akses media sosial ternyata salah satu bentuk digital dating abuse yang sering ditemui. Hal ini membuat pasangan dapat memantau berbagai aktivitas anda di media sosial seperti instagram, facebook, dan twitter.

Hal ini berakibat beberapa pasangan merasa sulit untuk menerapkan aturan danbatasan dalam komunikasi mereka secara online. Saat pasangan terlalu mengatur dan ikut campur dalam penggunaan media sosal anda, maka ini termasuk dalam digital dating abuse.

Bahayanya digital dating abuse

Kekerasan seperti ini tentu dapat mebuat hubungan anda dan pasangan menjadi tidak sehat, selain itu anda berdua akan sulit mempercayai satu sama lain. padahal seperti yang kita ketahui jika kepercayaan merupakan dasar sebuah hubungan yang harmonis. Ingatlah, anda tentu memiliki privasi yang tak boleh diganggu gugat oleh siapapun termasuk pasangan sendiri. berada dalam hubungan tak mengharuskan anda untuk memberikan kata santi sosial media. Anda juga bukan layanan call center yang selalu siap siaga 24 jam penuh.

Apalagi tak seorang pun boleh meminta bahkan memaksa anda untuk mengirim foto/video yang tak ingin anda perlihatkan ke orang lain. apabila, pasangan telah sangat sering berperilaku seperti itu. Maka ajaklah ia berdiskusi, buatlah batasan-batasan yang anda dan pasangan sepakati bersama.

Tanda jika anda mengalami digital dating abuse

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling menghormai satu sama lain entah itu online, bertemu langsung, maupun telpon. Sehingga anda dan pasangan harus menghormati privasi masing-masing. untuk pemahaman lebih lanjut berikut ini ada beberapa tanda jika anda terjebak dalam digital dating abuse, antara lain:

  • Membatasi orang yang bisa anda terima sebagai teman di media sosial
  • Mengirim pesan negatif baik dalam bentuk hinaan atau ancaman
  • Mengirim pesan gambar yang tak diinginkan dan eksplisit
  • Memaksa untuk mengirimkan pesan berisikan foto atau video yang tidak diinginkan
  • Memaksa atau mencuri kata sandi media sosial anda
  • Sering memeriksa ponsel anda untuk melihat riwayat pesan/panggilan, hingga galeri foto
  • Menuntut agar selalu ‘fast respon’

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *