Gairah Seksual Rendah, Hati-Hati Bisa Jadi Tanda Aseksual

Gairah Seksual Rendah, Hati-Hati Bisa Jadi Tanda Aseksual

Gairah Seksual Rendah, Hati-Hati Bisa Jadi Tanda AseksualGairah Seksual Rendah, Hati-Hati Bisa Jadi Tanda Aseksual

Mungkin sebagian dari anda merasa asing dengan istilah ‘aseksual’ bahkan banyak orang yang tidak memahami makna dari kata tersebut. kebanyakan orang menganggap jika aseksual merupakan kata lain yang ditujukan pada orang-orang yang mengalami gairah seks rendah atau belum pernah mengalami pengalaman berhubungan seks. Sebenarnya anggapan tersebut tidak dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan aseksual.

Aseksual merupaka orientasi seksual, seperti heterosesksualitas atau homoseksualitas yang ditandai dengan kurangnya atau tidak ada hasrat seksual ataupun ketertarikan seksual pada orang lain. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini.

Aseksual bukan jenis gangguan seksual

Sebenarnya seksualitas dapat dilihat dari berbagai aspek dari budaya yang dianut seperti iklan, film hingga tradisi agama. Seksualitas sebenarnya memainkan peran apapun dalam kehidupan seseorang meski sekecil apapun. Akan tetapi, karena asesksual bukan hal yang biasa, bukan berarti jika seseorang yang mengalami aseksual menandakan jika dia mengidap gangguan mental atau penyakit seksual lainnya.

Mencap aseksualitas sebagai salah satu penyakit, sebenarnya bukan hal yang tepat. Karena kondisi ini seakan-akan menyulitkan mereka yang mengalaminya. Padahal mereka yang mengidentidikasi diri sebagai aseksual merasa tidak terganggu sama sekali terhadap hal itu. Segala sesatu dapat dikatakan sebagai gangguan atau penyakit mental apabila hal tersebut membuat seseorang mengalami penderitaan, kecacatan, atau menimbulkan risiko kesehatan pada dirinya.

Mengalami aseksual bukan berarti ada yang salah pada diri

Para pakar seks berpendapat jika kurangnya hasrat seksual yang dialami oleh orang-orang aseksual tandanya ada sesuatu yang tidak benar dalam tubuh mereka. Namun dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lori Brotto dari University of British Columbia mengemukakan jika pada kenyataannya orang aseksual secara fisik tetap mampu melakukan ereksi atau menjalani pelumasan vagina seperti orang normal lainnya.

Aseksual bukan berarti disfungsi seksual. Beberapa orang aseksual merasa jijik dengan istilah ‘seks’ dan memilih untuk tidak melibatkan dirinya dalam hubungan seks dalam bentuk apapun selama hidupnya. Akan tetapi hal ini tidak berlaku pada semuanya. Seseorang yang mengalami aseksual juga masih bisa berpacaran, tanpa melibatkan hubungan seks, masturbasi, jatuh cinta, menikah atau memiliki keturunan. Sebenarnya orang aseksual memiliki beberapa alasan mengapa hal-hal diatas tanpa membutuhkan daya tarik secara seksual. Sebenarnya bagi orang-orang aseksual masih memungkinkan untuk melakukan orgasme atau gairah seksual.

Beberapa aseksual mungkin mempunyai seikit pengalaman gairah seksual serta ada pula yang tak memiliki pengalaman sama sekali mengenai hal tersebut. akan tetapi, di sisi lain beberapa orang aseksual  memiliki pengalaman masturbasi dan gairah seksual. Mereka masih memiliki dorongan seksual, akan tetapi tidak menghubungkannya dengan siapa pun. Sehingga orang aseksual tidak memiliki daya tarik seksual terhadap orang lain.

Dimuat dalam The Telegraph, seorang peneliti matematika dari University of Birmingham sekaligus pelaksana London Asexuality Conference bernama Michael Dore. Ia menganologikan jika aksesualitas seperti pulai terpencil. Jadi, coba bayangkan, anda merupakan seorang heteroseksual terdampar di sebuah pulai terpencil hanya tinggal bersama orang-orang yang berjenis kelamin sama dengan anda. Sebagai seorang heteroseks tentu anda tak memiliki ketertarkan seksual dengan mereka karena jenis kelamin yang sama. akan tetapi anda masih memiliki hasrat seksual dan kemampuan untuk orgasme.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *