Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah TanggaSemua orang pasti tahu jika komunikasi merupakan sebuah dasar dalam menjalin relasi. Baik itu mengenai bisnis, pertemanan hingga asmara. Entah yang sudah resmi menikah atau yang masih pacaran komunikasi adalah salah satu cara seseorang agar mampu memahami pasangannya. Namun sangat disayangkan terkadang banyak orang yang belum memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan pasangannya.

Tak jarang meski sudah menikah banyak pasangan yang mengalami miskomunikasi terus-menerus, tanpa disadari hal tersebut akan berpengaruh buruk pada keintiman kedua pasangan. untuk itu berikut ini merupakan kesalahan dalam berkomunikasi yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri.

Komunikasi yang salah dalam pernikahan

1.      Berteriak pada pasangan

Saat sedang dilanda amarah sering sekali anda melontarkan kalimat dengan nada yang meninggi. Tak heran jika seseorang justru berteriak saat sedang berbicara dengan pasangannya karena tak lagi mampu mengendalikan emosi. Namun tahukan anda saat berteriak kepada pasangan sebaiknya harus dihindari. Bukannya masalah yang dapat anda selesaikan hal itu justru akan memicu konflik baru dalam pernikahan anda. Anda mungkin merasa sedikit lega, namun anda akan diselimuti perasaan bersalah yang berkepanjangan.

Dalam sebuah pernikahan, cara berkomunikasi seperti ini sangat tidak dianjurkan. Berteriak pada pasangan layaknya menyalakan api dalam tangki bensin. Teriakan justru akan menjadi fokus utama pasangan, bukan apa yang anda jelaskan.

Sehingga hal tersebut dapat berakibat pasangan merasa sakit hati dan defensif, pesan yang seharusnya didengarkan oleh pasangan malah hilang begitu saja. Dibandingkan harus berteriak, cobalah untuk menenangkan diri sebentar. Ingat kembali apa tujuan dari mengkomunikasikan masalah dengan pasangan? jika anda bertujuan untuk membuatnya mengerti, maka berteriak bukanlah cara yang tepat. Bicaralah pada pasangan dengan nada yang tegas namun tidak berteriak.

2.      Selalu ingin menang sendiri

Bersikap kompetitif dalam sebuah hubungan bukanlah masalah yang besar. Namun anda dan pasangan perlu memahami jika kalian bukanlah saingan. Anda dan pasangan merupakan satu tim yang saling memberikan dukungan dan kekuatan. Saat anda berada dalam perdebatan yang mulai menegang maka jangan merasa menang sendiri, jangan berpikir bagaimana pasangan akan menuruti apa yang anda inginkan.

Dalam berkomunikasi hindari peran sebagai seseorang yang superior satu level lebih tinggi dari pasangan. karena ini akan menumbuhkan keegoisan dalam diri anda. Sehingga anda akan merasa lebih tinggi dan pasangan lebih rendah. Diskusi yang anda lakukan harus sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Jadi hindari keputusan yang merugikan pasangan namun menguntungkan bagi anda

3.      Obrolan selalu membahas “aku” bukan “kita”

Saat anda resmi menikah maka semua akan menjadi satu kesatuan. Artinya baik anda dan pasangan akan mengutamakan kepentingan bersama. Untuk itu saat menikah taka da lagi kata “aku” namun yang ada adalah “kita”.

Ingatlah ketika sedang berkomunikasi dengan pasangan, usahakan melakukan diskusi dari dua arah. Tujuannya apapun hasil kesepakatan yang dibuat merupakan hasil diskusi bersama yang harus ditaati kedua belah pihak. Selain itu anda mungkin bisa mencoba lebih peduli terhadap pasangan dengan  menanyakan bagaimana hari-harinya. Jangan sampai hanya anda saja yang didengarkan dan ditanyai, lakukan hal yang sama pada pasangan.

Untuk membangun pernikahan yang membahagiakan memang perlu usaha, jadi cobalah untuk menghindari kesalahan komunikasi di atas.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *