Konsultasi Pernikahan : Masalah Yang Menjadi Penyebab Perceraian

Konsultasi Pernikahan : Masalah Yang Menjadi Penyebab Perceraian

Konsultasi Pernikahan : Masalah Yang Menjadi Penyebab PerceraianKonsultasi Pernikahan : Masalah Yang Menjadi Penyebab Perceraian

Banyak masalah yang dihadapi oleh kedua pasangan saat menjalani hubungan pernikahan. Terkadang masalah yang dihadapi membuat pasangan kewalahan, dan berpikir untuk berpisah. Seperti yang telah kita ketahui jika semakin hari fenomena perceraian dalam semakin meningkat, baik itu dilakukan oleh public figure, tokoh masyarakat, atau masyarakat umum.

Sebab perceraian ada beberapa faktor, terkadang saat seseorang menghadapi sebuah perceraian mereka sengaja melakukan konsultasi pernikahan. Tujuan adanya konsultasi selain untuk menyakinkan diri, konsultasi bagi sebagian orang dimanfaatkan sebagai moment untuk menjelaskan keinginan mereka untuk berpisah.

Meskipun banyak kasus pernikahan yang akhirnya selamat karena adanya proses konseling. Namun tidak menuntup kemungkinan jika solusi untuk kedua pasangan adalah perpisahan. Meskipun berpisah adanya konsultasi akan membantu kedua pasangan untuk menjalin hubungan yang baik sehingga dapat membesarkan anak-anak mereka bersama.

Berikut ini merupakan masalah yang sering muncul dalam kehidupan pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Simak penjelasannya di bawah ini :

1.      Pasangan jarang merawat anak-anak

Salah satu seorang pengacara yang berasal dari San Diego, California bernama Puja A. Sachdev mengungkapkan pernah menangani sebuah kasus perceraian yang  disebabkan karena pasangan jarang merawat anak. Puja sering mendengar keluh kesah kliennya yang menceritakan jika suami atau istri sudah tidak lagi menyimpan perasaan saling memiliki atau mengenali pasangan mereka seutuhnya seperti dahulu. Rasa saling memiliki sangat berkaitan dengan rasa tanggung jawab dalam mengurus atau merawat anak mereka.

Saat seseorang merasa sudah tak sepertti sedia kala maka disitulah muncul kebencian, bila sebuah masalah telah melibat urusan anak maka masalah yang dihadapi oleh kedua pasangan menjadi semakin rumit.

2.      Pasangan tidak pernah membicarakan masalah dalam pernikahan

Seorang konsultan perceraian sekaligus seorang pengacara yang berasal dari kota Chicago bernama Karen Covy mengaku pernah menangani kasus perceraian pasangan. salah satu penyebab terjadinya sebuah perpisahan dalam rumah tangga disebabkan oleh kedua pasangan tidak pernah membicarakan masalah selama menikah. Dalam sebuah pernikahan dimana kedua pasangan tidak mengutarakan apa yang mereka pikirkan atau rasakan satu sama lain berpontensi mengalami perpisahan dikemudian hari.

Sedangkan pasangan yang pernah mencoba untuk membicarakan atau menyelesaikan masalah bersama namun akhirnya terjadi perdebatan sengit. Akan membuat kedua pasangan tidak bisa lagi menahan rasa kekecewaannya karena masalah yang dihadapi selalu datang dan silih  berganti.

3.      Keintiman dan hubungan seks pasangan yang gagal

Dalam sebuah hubungan pernikahan salah satu kunci agar kedua pasangan awet dan tetap mesra adalah terjalinnya keintiman dan hubungan seks yang baik. Dalam menjalin komunikasi ada baiknya jika menanamkan unsur keintiman di dalamnya.

Tentu saja komunikasi merupakan dasar sebuah hubungan, apabila komunikasi terjalin tidak sehat maka akan merusak berbagai aspek yang lainnya termasuk seks dan keintiman.

4.      Sosial media pembawa bencana

Saat ini banyak orang yang gila akan sosial media bukan hanya dari kalangan anak muda namun juga kalangan orang dewasa yang sudah menikah. Bahkan ada beberapa kasus perceraian yang disebabkan karena salah satu pasangan kecanduan sosial media.

Menurut Dauglas Kepanis seorang pengacara pernikahan dari kota New York mengatakan jika sosial media memiliki potensi besar bagi pasangan yang ingin berselingkuh.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *