Masalah Kesehatan Yang Sering Dialami Setelah Putus Dari Kekasih

Masalah Kesehatan Yang Sering Dialami Setelah Putus Dari Kekasih

Masalah Kesehatan Yang Sering Dialami Setelah Putus Dari KekasihMasalah Kesehatan Yang Sering Dialami Setelah Putus Dari Kekasih

Putus cinta memang menyakitkan, rasanya hari-hari yang cerah berubah mendung seketika. Tentu hal ini akan berdampak buruk pada kondisi kesehatan anda baik secara fisik atau mental. Terlebih jka anda mengalami perasaan sedih yang dalam setelah putus dari orang yang dicintai. Kira-kira apa saja dampak yang muncul setelah anda putus cinta? Simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini:

1.      Anda mengalami stres

Putus dari orang yang anda sayangi tentu membuat anda merasa stres. Apalagi jika stres tersebut anda biarkan begitu saja, tentu hal ini akan memperparah kondisi fisik anda. Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Dalam beberapa kasus kadar hormon kortisol meningkat akan mempengaruhi beberapa organ tubuh manusia seperti denyut jantung dan tekanan darah.

Saat seseorang mengalami stres, jantung anda akan berdetak lebih cepat dan tekanan darah pun ikut meningkat. Jika terus dibiarkan kondisi ini akan menjadi beban pada jantung anda. Selain kondisi tersebut, stres setelah putus cinta akan membuat anda menjadi lebih muda panik dan merasa takut saat menghadapi sesuatu.

2.      Kualitas tidur akan terganggu

Bukan hanya stres yang dapat alami, kualitas tidur anda pun ikut rusak setelah putus dari kekasih. Misalnya sebelum tidur anda menelpon mantan pasangan untuk menceritakan apa yang terjadi selama satu hari ini. namun selepas putus anda tak lagi melakukan kebiasaan itu tak dapat anda lakukan lagi. Sekarang anda justru sering melamun bernostalgia mengingat hal tersebut sehingga kadar hormon kortisol pun meningkat.

Peningkatkan hormon ini akan membuat anda tidur tidak nyenyak, akibatnya kualitas tidur pun rusak. Bisa saja anda tak bisa tidur hingga dini hari, atau tiba-tiba terbangun di tengah malam tanpa tahu sebabnya. Atau bisa saja anda terlalu sering memimpikan sang mantan sehingga rasanya sulit untuk tidur dengan nyenyak.

3.      Mengalami kenaikan berat badan

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Yale University menjelaskan, stres kronis yang dilepaskan oleh hormon kortisol ternyata dapat menimbun lemak dalam perut seseorang. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sebagian orang yang mengalami kegemukan setelah putus cinta. Kondisi ini cenderung lebih sering dialami oleh kalangan wanita dibandingkan pria. Bukan hanya itu, saat seseorang mengalami stres umumnya nafsu makan mereka akan naik. Makan sering menjadi pelampiasan seseorang untuk menghilangkan rasa sedih, sehingga mereka sanggup menghabiskan porsi besar atau mengonsumsi makanan cepat saji.

Aktivitas makan yang tak terkendali mengakibatkan asupan makanan yang tingi lemak, mengandung gula dan garam menjadi tidak terkontrol.

Bukannya membuat perasaan anda membaik, makanan tersebut justru membuat anda semakin stres. Meski tak semua orang mengalami hal ini, ada sebagai lainya yang justru kehilangan nafsu makan sehingga berat badan pun turun.

4.      Nyeri pada dada

Saat seseorang mengalami putus cinta, ternyata kondisi otak saat itu sama seperti saat seseorang sedang sakit secara fisik. Apalagi saat melihat barang-barang kenangan dari mantan, kondisi ini memicu saraf simpatis dan parasimpatis aktif secara bersamaan.

Saraf parasimpatif adalah sarah yang bertugas untuk mengatur sistem pencernaan serta produksi air liur dalam mulu. Jika saraf ini akti maka, detak jantung dan pernapasan seseorang akan melambat. Sementara, saraf simpatis akan mengencankan otot dan membuat detak jantung berdenyut lebih cepat. Jika keduanya aktif bekerja, maka dapat menimbulkan rasa nyeri pada dada.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *