Melakukan Konseling Pra Perceraian, Apakah Artinya Hubungan Dapat Diperbaiki?

Melakukan Konseling Pra Perceraian, Apakah Artinya Hubungan Dapat Diperbaiki?

Melakukan Konseling Pra Perceraian, Apakah Artinya Hubungan Dapat Diperbaiki?Melakukan Konseling Pra Perceraian, Apakah Artinya Hubungan Dapat Diperbaiki?

Apa anda termasuk masyarakat yang menyayangkan perceraian yang terjadi dalam keluarga Gading Martin dan Gisella? Pasangan yang digadang sebagai family goals ini beberapa bulan terakhir menjadi topik hangat masyarakat Indonesia karena keputusan mereka untuk bercerai.

Bukan hanya Gading dan Gisel, para idola K-POP mungkin sudah taka sing dengan Song-Song Couple. Yups, kisah cinta drama Korea yang berakhir pada ke hidupan nyata antara Song Kye Kyo dan Song Joong Ki. Usia pernikahan yang masih mudah kini dikabarkan dalam proses perceraian. Padahal pernikahannya kemarin sempat menjadi sorotan banyak orang, tak membuktikan jika hubungan yang dijalami akan harmonis dan bertahan lama.

Fenomena perceraian di masyarakat

Dampak perceraian sendiri tidak hanya berkaitan kedua pasangan, namun juga berdampak pada anak dan keluarga besar. Perceraian selalu digambarkan sebagai bentuk kegagalan, meskipun sudah banyak kasus perceraian  yang dipublikasikan oleh media namun tetap saja banyak masyarakat yang menganggap jika hal  tersebut menyimpang dari nilai sosial.

Tak mudah bagi seseorang untuk memutuskan apakah dia ingin bercerai atau tidak. Saat melepaskan anda ingin seseorang berarti anda harus siap menghadapi resiko yang terjadi. Banyak pasangan yang mampu menjalani proses perceraian tapi tak mampu menjalani perpisahan secara emosional, fisik bahkan mental. Banyak hal yang harus dipertimbangan sebelum seseorang bercerai faktor emosional, baik mental maupun fisik, pengasuhan anak, serta kehidupan yang akan berubah secara drastis paska bercerain.

Tak banyak pasangan yang mampu memperhitungkan apa yang akan terjadi setelah perceraian. Tak sedikit pasangan yang merasa sangat menyesal dan berharap dapat kembali atau rujuk lagi dengan mantan kekasihnya.

Mengenal konseling pra perceraian

Mungkin sudah banyak orang yang mengenal konseling pernikahan atau konseling pra nikah. Tapi bagaimana dengan konseling pra perceraian? Apa yang dibahas? Atau apakah dengan melakukan konseling pra perceraian, pasangan akan membatalkan gugatannya dan hidup bersama lagi?

Pasti banyak pertanyaan yang muncul dalam benak anda.

Konseling perceraian adalah sebuah layanan yang diberikan untuk pasangan suami istri yang hubungan mereka berada diujung tanduk atau dalam proses pengadilan agama. Saat ini sudah banyak layanan umum yang menawarkan konseling pra perceraian yang ditangani oleh tenaga yang berkompeten.

Konseling ini akan dijalankan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, bisa jadi konselor akan sedikit banyak terlibat dalam urusan pribadi kliennya.

Tujuan dan manfaat yang didapatkan dengan konseling

Adanya konseling ini dapat membantu pasangan yang hendak bercerai untuk melakukan mediasi. Kebanyakan dari pasangan akan merasa sungkan dan tidak nyaman bila diajak berbicara secara pribadi. Namun  dengan adanya konseling ini memungkinkan pasangan pra perceraian untuk melakukan komunikasi. Kedua pasangan harus saling mengetahui mengenai resiko dan dampak apa saja yang akan terjadi jika mereka resmi bercerai.

Pasangan harus mampu menyesuaikan diri dengan kehidupannya yang baru, dan meminimalisir dampak negative yang muncul pada anak jika orangtuanya bercerai. Misalnya anak akan mengalami trauma, perubahan yang dramatis akan terjadi sepertinya tumbuh rasa benci terhadap orangtuanya.

Konseling ini tidak dibutuhkan oleh pasangan yang telah bercerai. Namun konseling pra perceraian akan dibutuhkan oleh pasangan yang ingin mengajukan atau sedang dalam proses perceraian namun masih ingin hidup bersama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *