Mengenal Berbagai Bentuk Bahasa Cinta Dari Pasangan

Mengenal Berbagai Bentuk Bahasa Cinta Dari Pasangan

Mengenal Berbagai Bentuk Bahasa Cinta Dari Pasangan

Apakah anda pernah merasa telah memberikan perhatian, waktu dan tenaga untuk menunjukan rasa sayang anda pada pasangan sepenuhnya. Akan tetapi anda masih merasa kurang atau bahkan tidak cukup. Sebenarnya kondisi ini bukan anda atau pasangan yang salah. Bisa jadi bahasa cinta yang anda berikan pada pasangan kurang cocok dengannya. Atau mungkin sebaliknya, kira-kira apa itu bahasa cinta dan seberapa penting bahasa cinta dalam hubungan asmara? Untuk lebih jelas anda dapat menyimak pembahasa berikut ini.Mengenal Berbagai Bentuk Bahasa Cinta Dari Pasangan

Memahami bahasa cinta itu perlu

Menurut seorang konselor perikahan bernama Gary Champan mengungkapkan hal dasar yang harus kita semua sadari adalah “people speak different love languages.” Setiap orang tentu memiliki bahasa cintanya masing-masing, sama halnya dengan bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang tidak memahami bahasa asing yang dikomunikasikan oleh orang lain, tentu akan sulit baginya untuk mengetahui apa yang dimaksud bahkan ia cenderung merasa stres dan frustasi.

Misalnya saat anda pergi ke sebuah tempat wisata, di sana anda menemui turis asing yang berasal dari negara China, tentu saat tengah mengobrol anda tidak dapat paham apa yang dibicarakan oleh turis tersebut bukan? Hal ini juga berlaku dalam bahasa cinta. Bagaimana pun usaha anda dalam mengungkapkan rasa sayng pada pasangan, sampai kapan pun pasangan tidak akan mengerti apa maksud anda. Karena ia memiliki bahasa cinta yang berbeda.

Jenis bahasa cinta manusia

Menurut Gary Champan terdapat 5 jenis bahasa cinta yang biasanya digunakan oleh kebanyakan orang, antara lain:

1.      Kata-kata yang menguatkan.

Orang yang memiliki bahasa cinta ini cenderung menyukai dan merasa disayangi jika dirinya sering mendapatkan pujian, motivasi, atau dukungan yang diucapkan oleh pasangannya sendiri. sebaliknya, jika pasangan sering mendapatkan kata-kata negatif seperti kalimat yang terkesan meremehkan, menjatuhkan dan kalimat buruk lainnya mereka akan merasa tersakiti. Selain itu mereka akan mengungkkapkan rasa cintanya melalui kata-kata pula kepada anda.

2.      Waktu yang berkualitas (quality time)

Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini cenderung lebih senang jika menghabiskan waktu berdua atau melakukan berbagai aktivitas bersama pasangannya. Khususnya pada momen khusus dan penting dalam hidupnya seperti perayaan ulang tahun, pergi berlibur, pertemuan keluarga, berkencan, atau aktivitas lain bersama pasangan. Sebaliknya ketidakhadiran pasangan pada momen tersebut justru melukainya, mungkin saja ia akan berpikir jika pasangan tak mencintainya.

3.      Pemberian

Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini, cenderung mengartikan cinta dengan pemberian. Ia akan merasa diperhatikan dan dikasihan saat menerima hadiah. Hadiah bukan sekadar materialistis, karena mereka tidak menginginkan hadia yang mahal, namun perhatian yang tercurahkan dalam bentuk pemberian. Mereka sangat menyukai meskipun sekadar kartu ucapan yang sederhana.

4.      Tindakan melayani

Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini akan merasakan kasih sayang apabila pasangannya membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan, misalnya saat anda dan pasangan menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga, atau saat membagi tugas untuk membersihkan rumah bersama-sama.

5.      Sentuhan fisik

Seseorang yang memiliki bahasa cinta ini cenderung merasa senang dan menginginkan sentuhan fisik saat bersama pasangannya seperti bergandengan, memainkan rambut, mencium, dan sentuhan lainnya dalam batas wajar. Sentuhan ini akan menenangkan hatinya dan merasa jika dirinya diperhatikan, namun ingat sentuhan ini tidak boleh kasar karena akan melukai pasangan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *