Menghadapi Masalah Yang Serius Dengan Kekasih? Apakah Bertahan Atau Berpisah?

Menghadapi Masalah Yang Serius Dengan Kekasih? Apakah Bertahan Atau Berpisah?

Menghadapi Masalah Yang Serius Dengan Kekasih? Apakah Bertahan Atau Berpisah?Menghadapi Masalah Yang Serius Dengan Kekasih? Apakah Bertahan Atau Berpisah?

Bertengkar dengan kekasih atau pacar sangat lumrah terjadi. Hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapat oleh kedua pihak. Namun bagaimana jika masalah yang anda hadapi saat ini memicu konflik yang besar, sehingga dapat mengganggu pikiran dan aktivitas anda.

Mungkin sempat terbesit dalam pikiran anda apakah harus tetap bertahan atau berpisah. Pertanyaan seperti itulah yang membuat anda dilanda dilema, namun sebelum buru-buru memutuskan sesuatu ada baiknya anda mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Apa yang harus dilakukan? Berpisah atau bertahan?

Dalam sebuah survei dibuktikan sebanyak 70 persen orang yang pernah berpikir untuk memutuskan kekasihnya setalah menghadapi konflik yang besar. Akan tetapi kata putus tak semudah itu untuk dilakukan. Kenyataannya dari sebagian besar dari mereka berpikir lebih takut jika mereka sendirian dan harus berpisah dengan sang pasangan, bahkan dalam menghadapi pertengkaran besar sekalipun.

Agar anda lebih bikal dalam menentukan sebuah keputusan berikut ini merupakan hal-hal dapat anda dipertimbangkan antara lain.

1.      Mempunyai alasan yang kuat dan nyata untuk memutuskan sebuah hubungan

Banyak orang yang menghadapi sebuah masalah dan ingin berpisah dari pasangannya, sebenarnya mereka belum memiliki alasan yang kuat untuk berpisah. Sebagian besar disebabkan oleh emosi dan ego yang dimiliki keduanya. Untuk itu anda harus menemukan alasan yang kuat dan nyata jika benar-benar ingin meninggalkan pasangan tanpa ada penyesalan di kemudian hari.

Ada beberapa alasan yang dapat anda jadikan sebagai dasar mengambil keputusan antara lain pasangan yang berselingkuh, terlalu sering berbohong, mengalami kekerasan fisik, pasangan kecanduan akan sesuatu sehingga tidak dapat mengendalikannya, atau pasangan tidak menginginkan anak sementara anda menginginkannya.

Jika memang anda memiliki salah satu alasan yang disebutkan, maka cobalah pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan asmara anda. Namun jika ada hanya ingin merasa putus saja tanpa ada alasan yang jelas, maka yang harus anda perbaiki adalah komunikasi yang terjalin. Jika perlu sempatkan waktu luang untuk melakukan intropeksi diri sendiri.

2.      Berharap pasangan selalu tahu apa yang anda inginkan

Banyak pasangan yang berpisah karena menganggap tidak saling memahami keinginan satu sama lain. Padahal kemungkinan bukan masalah paham atau tidaknya pasangan, namun bisa jadi anda belum terbuka secara perasaan dan pikiran. Anda hanya berharap dan menuntut pasangan untuk mengerti apa yang diinginkan tanpa memberi tahu.

Jika pertengkaran anda muncul akibat anda merasa pasangan yang tidak memahami anda. Untuk itu cobalah lebih baik terbuka pada pasangan, ingatlah jika sebuah hubungan perlu keterbukaan satu sama lain. Bukan hanya sekadar berasumsi dan memendam ekspetasi saja.

3.      Berilah ruang sendiri terlebih dahulu, baru pikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya

Seperti yang disebutkan pada poin pertama. Apabila sudah terlalu sering bertengkar dengan kekasih, maka cobalah cari ruang bagi anda berdua menyendiri dan menenangkan diri. hal yang dibutuhkan pasangan adalah berpikir dingin untuk mengambil keputusan, terbawa emosi terkadang jebakan bagi anda untuk memilih.

Jika anda dan pasangan telah tenang, dan merasa bila diri sendiri telah berbuat salah (bukan hanya pasangan saja). Maka diskusikan kembali dengan pasangan anda, ingat komunakasi adalah kunci dari hubungan yang awet.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *