Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Saat ini zaman telah berubah, bukan hanya dari perilaku masyarakat namun juga pola pikir yang dimiliki. Salah satunya adaah batasan suami sebagai pencari nafkan dan istri sebagai pengurus rumah tangga, yang kini telah bergeser.Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Banyak kasus pernikahan yang ditemui jika jenjang karir seorang istri lebih tinggi dan mendapatkan gaji yang lebih besar dibanding sang suami. Tak heran hal ini terkadang menjadi persoalan baru dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan tak sedikit pula pertengkaran yang disebabkan oleh masalah finansial seperti ini yang berujung pada perceraian.

Tentu perlu usaha yang besar dari kedua pasangan untuk mempertahankan pernikahan jika anda mengalami kondisi tersebut. lalu adakah cara yang bisa dilakukan untuk meniminalisir kemungkinan terjadinya konflik saat gaji istri lebih tinggi dibanding suami? Simak penjelasannya di bawah ini.

1.      Menjaga peran masing-masing dalam pernikahan

Dimuat dalam liveolive, seorang psikolog keluarga bernama Alissa Wahid melihat permasalah yang umumnya muncul sebenarnya dari kebutuhan dasar laki-laki untuk dihormati. Hal ini pun dibuktikan dalam sebuah riset yang diikuti oleh 400 suami di Amerika Serikat. Nafka yang cukup sering diasosiasikan sebagai faktor agar suami dianggap sebagai orang yang berharga dan dihormati oleh anggota keluarga. Hal inilah yang menjadi pemicu kedua pasangan umumnya bukan mengenai uang, melainkan perilaku pasangan dalam menyakipi hal ini.

Seorang pria tentu ingin menjadi sosok pahlawan bagi orang-orang di sekitarnya terutama anak dan istri. jika suami tetapmerasa dihormati dan dianggap sebagai pahlawan keluarga maka masalah seperti ini tidak akan terjadi.

Tentu sebagai istri, anda pun tetap harus menghormati suami sebagai kepala keluarga. Bukan hanya rasa hormat rasa keterbukaan juga diperlukan, suami juga berhak mengetahui pekerjaan apa saja yang anda lakukan.

Selain itu anda bisa saja anda membagi tugas dalam masalah keuangan misalnya, gaji anda digunakan untuk membayar tagihan bulanan dan gaji pasangan untuk membeli kebutuhan bulanan.

2.      Mendiskusikan hal-hal kecil

Menurut Alissa bukan hanya soal gaji saja, segala kemungkinan perkembangan karir atau promosi jabatan hingga penempatan tugas ke luar kota dari kantor pun perlu didiskusikan bersama pasangan anda. Bicarakan dengan santai tanpa perlu merasa kaku atau canggung, suasana yang santai justru membuat anda lebih mudah membahas hal-hal yang bersikap sensitif seperti karir atau pekerjaan.

Selain itu, jangan lupa untuk bersikap terbuka pada pasangan, meskipun terkesan sulit awalnya, namun hal ini akan mempermudah anda dan pasangan di kemudian hari. Jadi tepislah keinginan untuk menyembunyikan bonus tahunan dari kantor hanya untuk kepentingan pribadi. Baik anda maupun pasangan tentu tidak ingin dibohongi bukan?

3.      Jangan terlalu mudah mengkritik pasangan

Dalam kondisi apapun untuk menghindari sikap atau perkataan mengkritik yang sifatnya merendahkan pasangan ada, apalagi di depan orang banyak baik itu teman dekat atau keluarga besar. Simpan kritik anda untuk hal yang lebih fundenmental agar suami tak mudah menceritakan konflik dalam pernikahan anda kepada orang lain.  Walaupun terkadang sikap pasangan berbeda dari keinginan anda, berikan rasa hormat terhadap segala tindakan maupaun keputusan yang dia buat. Kebiasaan memuji kualitas dan kerja keras pasangan akan membuatnya tetap berada posisinya sebagai kepala rumah tangga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *