Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah dengan seorang single parent sekaligus menjadi orangtua tiri bagi anak-anak tentu bukan hal yang mudah. Jika dalam dongeng-dongeng ibu tiri digambarkan seorang yang jahat dan kejam seperti pada kisah Cinderella, Hansel and Gretel, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Tentu hal ini tidak berlaku lagi, nyatanya masih ada orangtua tiri yang memberikan kasih sayang kepada anak-anak serta anggota keluarga besar pasangan. meskipun demikian setelah anda resmi menikah dengan pasangan, tandanya anda telah siap dengan apa yang pasangan miliki termasuk anak, isu mengenai pernikahan dengan seorang single parent serta mantan pasangan anda. Menjadi orangtua tiri tentu akan menghadapi tantangan tersendiri. Kedekatan dengan anak adalah salah satu kunci agar hubungan anda dan pasangan berjalan dengan harmonis.

Menghadapi situasi saat menjadi orangtua tiri

Agar anda mampu melalui masa-masa sulit ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, agar hubungan orangtua dan anak tetap baik serta pernikahan anda dan pasangan tetap awet dan harmonis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1.      Menjadi sahabat bagi anak-anak

Memasuki kehidupan anak-anak yang broken home atau kehilangan salah satu orang tuanya tentu bukan hal mudah dilakukan. Tentu anak-anak akan merasa canggung karena ada orang luar yang masuk dalam kehidupannya. Untuk mengatasi situasi seperti ini, kunci yang harus anda pegang adaah menjadi sahabat untuk anak-anak. Dengan begini anak-anak pun lebih nyaman dan anda akan semakin akrab dengan mereka. Apalagi jika anak menginjak usia remaja, cobalah mengajaknya bercerita mengenai keseharian yang dilakukan. Mulai dari pelajaran di sekolah, teman-teman, atau mungkin orang yang disukai anak.

Atau bisa saja anda sesekali mengajak anak berjalan-jalan, berbelanja atau kegiatan lain yang lebih santai sehingga anda dan anak-anak akan lebih mengenal satu sama lain.

2.      Tunjukan sikap positif pada anak

Ingatlah jika sosok orangtua kandung selamanya tidak dapat tergantikan oleh siapapun sekalipun anda. Entah bagaimana perpisahan yang terjadi pada kedua orangtua kandungnya, anak-anak tetap kan mencintai mereka. Untuk itu, hindari ungkapan negatif mengenai orangtua kandung mereka. Jika ada hal yang menurut anda tidak baik mengenai orangtua kandung anak-anak, maka sampaikan secara langsung pada suami. Atau anda hindari untuk ikut berkomentar negatif jika ada orang lain mengatakan hal buruk pada orangtua kandung anak-anak.

Selain itu, jangan buat anak merasa terhalangi saat harus bertemu dengan orangtua kandungnya karena kehadiran anda. Bahkan bisa saja anda mengantar atau bertemu dengan orangtua kandung anak-anak.

3.      Sayangi anak-anak selayaknya anak kandung anda sendiri

Untuk menjadi sosok ibu baru yang dapat diterima di keluarga, anda harus sanggup menenangkan hati anak-anak. akan ada saatnya mereka membutuhkan bantuan anda. Sehingga anda harus siap menjadi sahabatnya, tunjukan jika anda mencintai mereka dan tunjukan pada mereka jika adanya diri anda bukan berarti kasih sayang pasangan terhadap anak-anak berkurang.

Menjadi orangtua tiri memang cukup komplek dibandingkan dengan orangtua kandung. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang memandang negatif sosok orangtua tiri. Namun jangan jadikan stigma negatif tersebut membuat anda merasa gagal dan menyerah begitu saja. cinta dan kesabaranlah yang akan membuktikan besarnya cinta anda terhadap keluarga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *