Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *