Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi PerceraianMenjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Perceraian kedua pasangan bukan akhir dari sebuah hubungan pernikahan, kebanyakan orang memilih untuk memutuskan hubungan mereka setelah surat perceraian disahkan oleh pengadilan. Lalu bagaimana jika pasangan memiliki anak? Bagaimanapun kedua pasangan masih memiliki tanggung jawab yang sama terhadap anak mereka. Bagi anak perpisahan orang tua adalah kabar buruk bagi mereka, tak jarang banyak anak yang mulai mengalami perubahan pada perilaku atau bahkan mengalami trauma psikologis.

Tentu semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, meskipun mereka berpisah namun ada baiknya kedua orang tua berdiskusi mengenai bagaimana membesarkan anak bersama. Perpisahan memang sudah terjadi namun anak tetaplah membutuhkan orang tua yang utuh.

Untuk itu cobalah beberapa tips dibawah ini agar anak tak lagi menjadi korban perceraian orang tua berikut penjelasannya :

1.      Jangan merasa putus asa, terimalah apapun yang terjadi

Paris seorang konselor pernikahan mengatakan jika saat resmi bercerai, banyak pasangan yang mengkhawatirkan hal tersebut dapat menghancurkan hidup anak-anak mereka. Setiap anak mungkin merasakan kesedihan ketika kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan membuat hidup yang mereka jalani semakin menjengkelkan karena anda dan pasangan tak mampu memenuhi kebutuhan mereka.

Jika seandainya anak ingin pergi bersama sang Ayah, sebaiknya berilah izin dan pengertian padanya bukan  melarang ataupun memarahinya. “katakana juga bahwa dia beruntung memiliki seorang yang bisa menjadi teman untuk bersenang-senang” ucap Paris.

2.      Utamakan kualitas, bukan kuantitas

Kedekatan yang terjalin dengan anak dibangun bukan karena berapa lama anda dan anak bersama. Usahakan ketika anda resmi bercerai anak masih merasakan kasih sayang kedua orang tuanya tanpa ada pengurangan pada porsinya.

Contohnya ketika resmi bercerai sebaiknya berikan ruang bagi anak untuk tetap bertemu dan bersama sang Ayah. Misalnya sebelum berangkat kerja mantan suami anda tetap melakukan aktivitas rutin mengantar anak ke sekolah, sama seperti saat masih bersama. Jangan ragu untuk melakukan makan bersama beberapa kali.

Meskipun sudah tidak tinggal dalam satu atap, dengan begitu anak akan tetap memiliki Quality time bersama Ayahnya.

3.      Tetap berkomunikasi

Bagi sebagian pasangan banyak yang menolak ketika mantan pasangannya menjalin hubungan kembali. Sebagian orang masih merasa sakit hati terhadap perlakuan sang mantan. Sebaiknya hal itu harus anda hindari, cobalah untuk menurunkan ego, pikirkan bagaimana perasaan anak ketika kedua orangnya saling membenci satu sama lain.

Cobalah untuk memperbaiki komunikasi anda dengan mantan pasangan, kalau perlu bentuklah jadwal untuk mengasuh anak yang harus ditaati kedua pasangan. pastikan anak dapat bertemu ibu dan ayahnya tanpa ada larangan dari pihak manapun.

4.      Belajar bekerja sama dengan mantan pasangan

Jangan anggap mantan pasangan anda sebagai musuh, sehingga membuat anda tidak ingin bertemu atau bekerja sama dengannya. Anggaplah mantan pasangan anda adalah patner kerja, yang bekerja sama agar membahagiakan anak.

5.      Lakukan konsultasi dengan professional

Untuk melakukan hal itu semua terkadang banyak pasangan yang merasa keberatan. Untuk itu sebaiknya anda dan dia melakukan konsultasi bersama-sama, dengan bertemua konselor anda anda akan diberikan berbagai cara bagaimana anak tak mengalami trauma, dan mengasuh anak bersama meskipun saat ini anda dan pasangan telah resmi bercerai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *