abuse

Pelecehan Seks oleh Pemuka Agama

Pemuka Agama adalah sosok yang sangat bermoral dan dipersepsikan jauh dari yang namanya dosa. Tapi namanya juga manusia terkadang (atau seringkali) mereka juga bisa berbuat dosa sama seperti manusia umumnya. Dosa yang dilakukan juga bisa jadi bukan dosa kecil biasa, tapi juga memiliki peluang melakukan dosa besar seperti pelecehan seksual.

Kita nggak bisa menutup mata, bahwa sebenernya disekitar kita sudah banyak banyak pemuka agama yang memakai kedok agamawannya untuk tujuan memenuhi birahi Si Otong. Seperti kasus yang akhir-akhir ini geger di Australia, bahwa lebih dari 20% tokoh Gereja Katolik diduga terlibat berbagai kasus pelecehan seksual. Kebanyakan pelaku yang termasuk Pendeta, Pastus, dan pegai gereja ketika melakukan kasus pelecehan segera dipindahkan dan tidak di hukum. Sehingga saat di tempat tugas baru seolah-olah kasus mereka leyap begitu saja.

Tak beda dengan kasus pelecehan yang dilakukan oleh tokoh agama Katolik di Australia, di Indonesia sendiri yang sebagian besar penduduknya Muslim juga tidak bisa terlepas dari resiko pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemuka Agama Islam. Salah satu kasusnya di daerah Cibitung, Bogor seorang ustad tega melakukan pelecehan seksual pada empat siswa Madrasah Tsanawiyah. Dengan dalih ingin melakukan pengobatan, si Ustad cabul malah melakukan sodomi pada korbannya. Ada pula seorang Habib di Gresik yang juga mencabuli santri-santri di pesantrennya.

Sebenarnya, kalo dikorek-korek lagi masih banyak kasus pelecehan seksual yang belum terungkap. Diatas adalah contoh kasus yang terungkap dan tidak menutup kemungkinan pemuka agama apapun agamanya melakukan pelecehan seksual.

Semua Agama itu baik dan mengajarkan dan mengajarkan untuk menghindari perbuatan dosa seperti pencabulan. Sehingga jika ada pemuka agama yang melakukan pelecehan bukan ajarannya yang salah, namun si pemuka agama itu lah yang salah. Karena kembali lagi bahwa pemuka agama juga manusia yang tidak lepas dari dosa. Iya, dosa. Jangan terlalu menaruh kepercayaan atau otoritas pada orang lain. Walaupun orang itu terlihat alim, sholeh ataupun santun seperti pemuka agama. Karena banyak kasus pelecehan seksual terjadi karena memanfaatkan otoritas pemuka agama pada umat atau jemaatnya. Kalo nggak nurut sama Pak Yai, nanti masuk neraka! Kalo nggak nurut sama Pendeta nanti kena azab! dll . Ya semua omong kosong, karena kita beriman pada Tuhan bukan pada Habib, Pendeta, Pastur, Bante, dll.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *