Problematika Yang Sering Membuat Hubungan Pernikahan Menjadi Rusak

Problematika Yang Sering Membuat Hubungan Pernikahan Menjadi Rusak

Problematika Yang Sering Membuat Hubungan Pernikahan Menjadi RusakProblematika Yang Sering Membuat Hubungan Pernikahan Menjadi Rusak

Setiap orang menginginkan hubungannya berakhir pada pernikahan. Namun untuk menjalani kehidupan rumah tangga memang gampang-gampang susah. Memutuskan untuk menikah dan hidup bersama dengan orang lain dalam sisa hidup merupakan sebuah momen dan pilihan terbesar bagi setiap orang. Pada awalnya pernikahan yang didasarik oleh perasaan cinta dan kasih sayang akan terasa begitu hanya dan menyenangakan. Akan tetapi, bukan sebuah rahasia jika setiap pernikahan rentan mengalami permasalahan. Bagaikan sebuah pohon semakin menjulang tinggi maka akan semakin besar angin yang menerpanya.

Bisa jadi semakin bertambah usianya pernikahan anda maka masalah yang dihadapi semakin banyak dan besar. Namun adanya masalah dalam pernikahan merupakan hal yang wajar, dan menjadi tanda jika pernikahan tersebut sehat. Bahkan beberapa ahli menunjukan pada 5 tahun pertama pernikahan rasanya merupakan masa-masa yang paling berat dan sulit untuk dilalui kedua pasangan.

Sebenarnya setiap pasangan suami istri memiliki masalahnya masing-masing. Akan tetapi, dari beragam masalah yang muncul dalam pernikahan. Berikut ini ada beberapa problematika yang umumnya terjadi dan cenderung merusak hubungan suami istri antara lain:

1.      Perselingkuhan

Masalah ini bisa dibilang sebagai masalah yang besar. Perselingkuhan merupakan salah satu faktor yang paling umum terjadi dalam hubungan pasangan suami istri. Banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang melakukan perselingkuhan dan tidak setia pada pasangannya. Bahkan kabar buruknya, perselingkuhan merupakan salah satu pemicu terbesar rusaknya pernikahan. Bahkan banyak pasangan yang berujung pada perpisahan, masalah seperti ini yang terkadang membuat pasangan harus berjuang untuk menghadapinya. Karena tak jarang korban perselingkuhan mengalami trauma akibat sakit hati mendalam akan pengkhianatan cinta pasangannya.

2.      Masalah seksual

Hubungan seks terkadang menjadi pemicu rusaknya pernikahan. Permasalahan di ranjang  dapa terjadi karena adanya salah satu atau kedua pihak merasa tidak puas dari segi seksual atau mungkin muncul rasa bosan dengan pasanganya. Bahkan masalah seksual terkadang menjadi pemicu mengapa seseorang berselingkuh dan bercerai. Sebenarnya ada beberapa kondisi yang memicu masalah seksual, salah satunya adalah  hilangnya libido pada pihak wanita ataupun laki-laki.

3.      Mengalami stres

Hubungan pernikahan memang rentan akan masalah, dan terkadang menyebabkan salah satu pihak merasa tertekan. Salah satu penyebab rusaknya pernikahan adalah rasa stres saat menjalani kehidupan pernikahan. Faktor penyebab stres sebenarnya berbagai macam antara lain masalah keuangan, adanya sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana, masalah keluarga, atau urusan diluar keluarga seperti pekerjaan. Untuk itu dangat penting bagi kedua pasangan mengelola stres dengan baik. Hal ini tentu dapat menghindarkan anda mengikutcampurkan masalah lain ke dalam masalah pernikahan. Saat anda berhasil mengelola stres dengan baik maka akan ada banyak masalah pernikahan yang dapat anda cegah.

4.      Berbeda pandangan

Hidup bersama dalam jangka waktu yang lama, terkadang membuat anda dan pasangan menemukan hal-hal baru yang belum ditemui sebelumnya. Sehingga anda dan pasangan dapat memulai rencana kehidupan baru, namun ternyata hal ini dapat memicu adanya masalah baru. Seperti perbedaan cara pandang dan rencana di masa depan. Jika anda dan pasangan tidak dapat menyikapinya dengan tepat, maka perbedaan pandangan dan nilai hidup dapat merusak pernikahan, untuk itu termukanlah jalan tengah setiap perbedaan yang terjadi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *