Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Alasan mengapa banyak pasangan yang menjalani hubungan asmara adalah untuk lebih mengenal satu salam lain dan pada akhirnya melanjutkan ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan. Namun untuk melangkah sampai jenjang pernikahan tentu membutuhkan proses yang panjang, banyak hal yang perlu disiapkan baik dari pihak wanita maupun pria. Selain melalui proses pacaran, ada pun satu proses penentu apakah hubungan anda dapat berlanjut ke pelaminan atau tidak. Ya, proses itu adalah lamaran. Proses lamaran kerap menjadi proses yang menegangkan khususnya bagi kalangan pria.Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Tak selamanya jalinan asmara yang panjang menjamin lamaran akan diterima, menikah tentu tidak hanya membutuhkan kasih sayang saja. perlu adanya restu dari orangtua kedua pasangan. tak sedikit pria yang mengalami kegagalan karena tak mendapatkan restu dari orangtua wanita.

Lamaran ditolak tentu sebuah berita buruk bagi anda, hati rasanya hancur berkeping-keping. Sakit, kecewa, bahkan benci menyatu jadi satu dalam hati anda. Namun ingat hal ini bukan berarti akhir dari kehidupan anda. Ingatlah betapa berharganya diri anda, jangan terlalu lama anda terpuruk apalagi melakukan hal-hal yang menyimpang. Anda dapat masih memiliki kesempatan untuk menjalani hidup normal kembali. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan setelah lamaran anda ditolak antara lain:

1.      Tenangkan diri anda dan hargai keputusan yang telah dibuat oleh keluarga pasangan

Hal pertama yang dilakukan adalah tetap tenang, sakit memang saat anda harus menghadapi kenyataan jika lamaran ditolak oleh keluarga atau pasangan anda sendiri. namun sikap ini justru menunjukan betapa dewasanya anda. Meskipun berbagai reaksi emosional muncul dalam diri anda, namun cobalah untuk bersikap tenang dan menghargai apa yang telah diputuskan mereka. Rasa sedih itu pasti, namun cobalah untuk tetap menghadapi kenyataan yang pahit dengan lebih mengontrol diri anda.

2.      Cobalah untuk intropeksi diri

Entah apa yang menjadi penyebab lamaran anda ditolak, apakah karena orangtua pasangan anda tidak suka, pasangan merasa tidak ada kecocokan, atau hal lainnya. Dibalik alasan tersebut yang terpenting adalah intropeksi diri. karena bisa saja kesalahan yang pernah anda buat menyumbang penolakan tersebut. cobalah untuk berdiam diri sejenak dan lakukan intropeksi diri. kalau memang jelas anda tidak melakukan kesalahan maka ikhlaslah, mungkin benar jika dia bukanlah pasangan yang tepat, dia mungkin tidak bisa membuat anda merasa bahagia. Atau akan ada banyak masalah yang dihadapi jika anda dan dia terus bersama.

3.      Kalau dirasa anda cukup pantang mendampingi pasangan cobalah buktikan hal itu

Dengan sikap tenang yang anda miliki anda bisa membuktikan pada pasangan dan orangtuanya jika anda adalah sosok pasangan yang berkualitas dan sudah pantas untuk menjalani hubungan pernikahan bersama dia. Selain itu, anda juga buktikan jika anda akan membuat pasangan merasa bahagia. Jangan menyerah dengan mudah, apabilah niat dalam hati anda sudah kuat maka tak ada salahnya untuk berjuang lagi.

4.      Lepaskan pasangan, dan membuka hati untuk orang lain

Jika memang tak ada kesempatan anda untuk bersama pasangan, maka ikhlaskan. Mungkin kisah anda harus berakhir sekarang. Jangan terlalu larut dalam kesedihan, anggap saja dia bukan jodohnya. Setelah anda mampu mengikhlaskan pasangan, maka bukalah hati anda dan mulailah menjalin hubungan baru dengan orang lain yang lebih baik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *