Sejarah Boneka Seks

Boneka seks sering kali kita kaitkan dengan hal yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Tak bisa dipungkiri, sebenarnya sejarah mencatata tentang keberadaan boneka seks pertama kali. Adanya boneka seks sebenarnya berawal dari mitology Yunani Kuno yang bernama Pygmalion.

Pygmalion adalah seorang pematung yang karya-karyanya sangat terkenal. Ia memutuskan tidak menikah karena menganggap perempuan yang ada disekitarnya tidak memenuhi standart kecantikan seperti yang diimpikannya. yang jatuh cinta kepada sosok perempuan cantik hasil pahatannya sendiri. Dengan sepenuh hati pematung itu. Namun, suatu ketika ia ia akhirnya menyalurkan energi seksualitasnya untuk membuat sebuah patung dengan kecantikan yang sempurna sesuai dengan hasrat yang dimilikinya. Pygmalion memberi nama patung tersebut dengan Galatea.

pygmalion

Kesempurnaan Galatea membuat Pygmalion jatuh cinta. Galatea diperlakukan dengan sangat lembut penuh dengan kemesaraan layaknya istrinya. Setiap harinya, Pygmalion bercengkrama dan berbicara dengan Galatea, seolah-olah Galatea hidup. Pada saat pemujaan Dewi Venus, Pygmalion berdoa sepenuh hati, agar Galatea bisa menghidupkan Galatea. Dengan kesungguhan dan besarnya rasa cinta pada Galatea, maka Dewi Venus memberikan kekuatan hidup pada Galatea. Dan alangkah terkejutnya, saat mencium bibir Galatea, ia merasakan hangatnya bibir Galatea. Pygmalion dan Galatea akhirnya menikah dan hidup sebagai sepasang suami istri yang dikaruniai seorang putra bernama Paphos.

Mitology Pygmalion sebenarnya menunjukan bahwa sebenarnya daya tarik seksual terhadap benda mati seperti patung sangat mungkin terjadi pada manusia. Ekspektasi yang terlalu tinggi seperti yang di alami Pygmalion bisa menjadi salah satu faktornya, namun ada juga karena adanya asas kebutuhan. Para pelaut pada masa lalu seringkali menggunakan pakaian untuk membuat boneka kekasih yang disebut dame de voyage. Keadaan terombang-ambing ditengah lautan yang luas mendorong para pelaut untuk melampiaskan hasrat seksualnya pada boneka yang dianggap sebagai kekasihnya.

boneka seks

Dalam sejarah, pencipta dan pengguna boneka seks lebih banyak pada pria. Karena pria lebih dominan pada ranah visual, sehingga seringkali menggunakan fantasi-fantasinya untuk menggambarkan wanita idaman yang menggairahkan. Banyak berbagai alasan seseorang memutuskan untuk memiliki boneka seks. Ada yang memang karena faktor kelainan seksual yang hanya bisa bergairah dengan benda mati, ada yang memiliki kecemasan sosial sehingga sulit menjalin hubungan dengan sesama manusia, dan ada pula yang menggunakan boneka seks sebagai pelampiasan. Seperti ada seseorang yang membeli boneka seks untuk membantunya secara emosional setelah kehilangan pasangan.

child sex doll

Tingginya permintaan boneka seks membuat produsen menghasilkan beberapa varian boneka seks. Ada konsumen yang secara khusus memesan boneka seks yang sesuai dengan kriteria yang dimintanya, seperti boneka seks memiliki bokong yang besar hingga memiliki gigi kelinci. Setiap orang memiliki fantasi yang berbeda-beda, maka mereka akan mencari boneka seks yang sesuai dengan kriterianya. Selain itu, ada pula seseorang yang memesan boneka seks dengan ukuran anak kecil. Seseorang yang memiliki kelainan seks pedofilia akan mencari cara untuk bisa menyalurkan hasrat seksualnya dengan cara aman, salah satunya melalui boneka seks anak kecil.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *