Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan. Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive? Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain : 1. Konflik antara pikiran dan emosi Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan. 2. Rasa takut yang dimiliki korban Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain. Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban. 3. Tekanan agama, sosial, dan norma Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan. Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut. 4. Korban yang bergantung pada pelaku Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku. 5. Memiliki anak Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya. Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya. Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive

Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan. Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive? Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain : 1.	Konflik antara pikiran dan emosi Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan. 2.	Rasa takut yang dimiliki korban Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain. Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban. 3.	Tekanan agama, sosial, dan norma Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan. Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut. 4.	Korban yang bergantung pada pelaku Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku. 5.	Memiliki anak Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya. Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya. Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive

Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan.

Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain :

1.      Konflik antara pikiran dan emosi

Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan.

2.      Rasa takut yang dimiliki korban

Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain.

Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban.

3.      Tekanan agama, sosial, dan norma

Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan.

Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut.

4.      Korban yang bergantung pada pelaku

Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya.

Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku.

5.      Memiliki anak

Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya.

Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *