Siapkah Untuk Menjadi Ibu Tiri Bagi Anak-Anak Pasangan Anda?

Siapkah Untuk Menjadi Ibu Tiri Bagi Anak-Anak Pasangan Anda?

Siapkah Untuk Menjadi Ibu Tiri Bagi Anak-Anak Pasangan Anda?

Saat ini sosok ibu tiri ynag digambarkan dalam sebuah film, serial drama di TV, ataupun dalam dunia nyata. Selalu dikaitakn dengan sosok yang jahat dan cenderung buruk. Bagi sebagian wanita mungkin hal ini cukup berat, dimana mereka harus menghadapi berbagai presepsi masyarakat sekaligus mendidik anak tirinya. Tetapi ini adalah tantangan yang telah anda ketahui sebelum menikah dengan seorang duda yang telah memiliki anak.

Siapkah Untuk Menjadi Ibu Tiri Bagi Anak-Anak Pasangan Anda?

Memasuki sebuah keluarga yang telah establishe memang memerlukan tahapan dan waktu yang tepat, serta kemampuan dan kemauan anda dalam menyesuaikan diri. seorang psikoterapis sekaligus penulis buku berjudul “Hell…p! I’m A Stepmother” menjelaskan beberapa tahapan yang perlu anda lalui. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan di bawah ini:

1.      Tahap khayalan

Pada masa awal anda menjalin hubungan dengan pasangan, biasanya anda cenderung merasa dunia begituindah. Selain itu, anda cenderung menerima masa lalu pasangan dengan mudaah dan berkhayal masa depan anda akan lebih baik setelah menikah nanti. Jangan terlena dengan khayalan anda sendiri. Pada masa ini ada baiknya anda bersikap lebih realistis, karena kenyataan yang terjadi tak seindah dengan apa yang anda pikirkan. Untuk itu sebelum anda melangkah ke jenjang yang lebih serius, carilah informasi sebanyak mungkin mulai dari buku atau sharing-sharing dengan orang lain untuk lebih siap lagi menjadi seorang ibu tiri.

2.      Tahap transisi

Pada tahap ini, pasangan akan mulai memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Pada pertemuan pertama, cobalah untuk menunjukan sikap jik ayah mereka tetap menjadi miliki mereka dan kehadiran anda bukan untuk menggeser posisi ibu kandung mereka. Usahakan menempatkan diri anda sebagai teman, pelajari pola hubungan yang terjalin antara pasangan dan anak-anaknya serta aturan main yang berlaku. Selain itu, penting untuk mengenal karakter anak-anak pasangan dengan baik, bagaimana hubungan mereka dengan ibu kandungnya, dan bagaimana sikap pasangan membawa anda di tengah anak-anak.

3.      Tahap konflik

Jangan kaget jika nanti akan mendapatkan sambutan dingin atau sikap bermusuhan dari anak-anak pasangan. mungkin mereka membayangkan sosok ibu tiri yang jahat, dalam situasi ini sikap pasangan anda mungkin saja berubah-ubah karena ia bingun mana yang harus dibela. Selain itu, akan konflik juga bisa disebabkan oleh mantan istri pasangan. terkadang ia bebaskeluar masuk rumah dan menemui anak-anak. bahkan sikap anak terhadap anda bisa dipengaruhi oleh ibu kandungnya sendiri.

4.      Tahap damai

Setelah melalui masa-masa sulit anda boleh sedikit lebih tenang karena kehadiran anda mulai diterima. pada tahap ini mulailah membuat komitmen untuk menerapkan pola hubungan dan sistem yang baru baik dengan pasangan ataupun dengan anak-anak. salah satu hal yeng perlu dibahas adalah keuangan. Buatlah kesepakatan dengan pasangan dalam mengelola keuangan terutama saat anda dan pasangan telah memiliki anak (anak kandung anda sendiri).

5.      Tahap resolusi

Idealnya seteah melalui berbagai hambatan, akhirnya anda berhasil membangun keluarga baru yang solid. Jangan terlalu berharap jika dapat menciptakan suasana hangat dalam sekejap mata. Tapi tidak menutup kemungkinan jika hubungan dalam keluarga baru anda dapat terjalin lebih indah bila ada persiapan dengan penuh toleransi dan kerjasama bersama pasangan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *