Posts

Cara Membangun Hubungan Yang Baik Dengan Anak Tiri Pada Blended Family

Cara Membangun Hubungan Yang Baik Dengan Anak Tiri Pada Blended Family

Mungkin bisa menjadi sebuah kebahagiaan saat anda dapat  bertemu atau bahkan berinteraksi dengan anak dari pasangan anda. Menikah dengan single parent tentu memiliki tantangan tersendiri, menghadapi lingkungan baru, menerima anggota keluarga baru tentu bukan hal yang mudah. Apalagi anda tahu jika perhatian pasangan bukan hanya untuk anda saja namun juga untuk anaknya.Cara Membangun Hubungan Yang Baik Dengan Anak Tiri Pada Blended Family

Namun Sebelumnya ada beberapa hal yang sebaiknya anda mengetahui tanda dan cara yang tepat untuk mengatasi anak-anak khususnya anak dari pasangan anda. Tentu anda ingin baik diri anda ataupun anak dari pasangan anda dapat beradaptasi secara sehat dalam sebuah keluarga baru yang harmonis. Selain itu, setiap anggota keluarga dapat merasakan kebahagian yang nyata di dalam keluarga.

Tips membangun kedekatan dengan anak dari pasangan

Sebenarnya ada beberapa tahapan yang perlu anda lalui saat hendak menjalin kedekatan dengan anak dari pasangan. yang terpenting anda berfokus kepada cara agar membangun hubungan yang positif. Anda tentu tidak ingin dikenal sebagai sosok perebut posisi orangtua kandung bukan. Memang sedikit klise, namun setiap calon pasangan yang hendak atau telah berasa dalam blended family tentu hal itu wajar dialami. blended family istilah penyatuan dua pasangan yang menikah dan membawa anak-anaknya. Namun anda tak perlu khawatir berikut ini adalah tips tepat membangun kedekatan dengan sang anak tiri.

1.      Anda tidak pelu memaksanya

Memaska anak untuk memanggil anda dengan sebutan ayah atau ibu justru akan membuat hubungan anda merenggang. Sebelum hal ini terjadi ada baiknya anda memastikan jika telah mengenalnya dengan baik. Terdapat beberapa episode usia anak dapat dengan mudahnya  menyesuikan diri dengan anda, namun tak menutup kemungkinan jika ia justru menjauh. Untuk anak dengan rentang usia 5 sampai 9 tahun, anda dapat dengan mudah menerima anda tanpa ada paksaan.

Namun jika anak beranjak ke usia remaja sekitar 10 sampai 14 tahu mereka akan cederung menutup diri. pada saat inilah ada baiknya anda mengenalkan diri dengan baik, mereka pun mencoba untuk mengenal diri anda secara perlahan. Anda harus memaklumi jika mereka sulit untuk didekati mereka dihadapkan dengan masalah perpisahan orangtua. Bisa saja sebenarnya mereka masih menyimpan luka terhadap perpisahan tersebut. pada tahap 15 tahun ke atas mereka akan cenderung bersikap memberontak. Anda harus bersabar untuk menghadapi situasi ini, mungkin saja mereka juga mengatasi situasi yang sulit dan kebingungan bagaimana harus menyikapi pernikahan anda dan pasangan. pada kondisi ini cinta dan perhatian anda sangat dibutuhkan.

2.      Memahami apa yang mereka inginkan

Hal ini dapat menandakan jika anda berada pada pihak yang lebih dewasa, jangan pernah berhadap lebih dari mereka. Mungkin saja selama ini anda telah melakukan apa saja agar membuat mereka senang, memberi uang jajan, memasak makanan yang nikmat, pergi bersama dan lain sebagainya. Namun mereka masih menjauh dan tetap melakukan penolakan, bagaimana pun sikap mereka ada baiknya anda menerima.

Anda harus tahu perceraian orangtua kandung membuat mereka terluka dan sulit untuk mempercayai siapa pun sekalipun pasangan anda. Ada baiknya anda terus memberikan cinta dan perhatian yang sewajarnya, cobalah untuk mendengarkan mereka, tanyakan apa keinginannya. Jika anda memutuskan sesuatu secara sepihak maka hal ini akan memperburuk hubungan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!