Posts

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Berbagai Mitos Mengenai Perselingkuhan Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Sumber: Freepik

Banyak stigma negatif yang melekap pada perselingkuhan yang berkembang di masyarakat. Terkadang hubungan yang kacau atau pelaku perselingkuhan umumnya akan sulit berubah dan memperbaiki keadaan karena berbagai kabar burung yang melekat padanya.

Sebelum anda mempercayai berbagai anggapan yang belum tentu benar mengenai perselingkuhan, berikut ini adalah bebagai mitos mengenai perselingkuhan. Apa saja? simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini.

1.      Pria lebih sering menjadi pelaku perselingkuhan dibanding wanita

Sebenarnya baik pria maupun wanita sama-sama memiliki peluang untuk berselingkuh. Namun siapa yang lebih sering melakukan perselingkuhan? Dikutip dari situs Psychology Today menjelaskan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Washington di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan surve terkait perselingkuhan selama 15 tahun. Dari survei tersebut diperoleh data jika terjadi peningkatan jumlah perselingkuhan 5% berubah menjadi 15% pada wanita, serta dari 20% berubah menjadi 28% pada pria.

Selain itu, dalam penelitian lain yang dilakukan oleh tim peneliti dari University Kinsey Institute dan University of Guelph di tahun 2011 lalu, mengambil kesimpulan teranyar jika ada 19% pelaku perselingkuhan dilakukan oleh wanita. Sedangkan, 23% pelaku perselingkuhan dilakukan oleh pria.

Meskipun jumlah kasus perselingkuhan didominasi oleh kalangan pria, namun nyatanya dari penelitian tersebut, kasus perselingkuhan yang dilakukan wanita pun semakin bertambah.

2.      Perselingkuhan selalu ada dalam hubungan yang tidak sehat

Pada kenyataanya, hubungan yang tampak tentram dan adem anyem bahkan berantakan dan tak bahagia rentan terhadap perselingkuhan baik dari salah satu ataupun kedua pasangan. ada berbagai motif yang menjadi penyebab dari kasus perselingkuhan tersebut. baik karena ada kesempatan, bosan dengan hubungan yang itu-itu terys, merasa ada orang lain yang lebih membuatnya bahagia dibandingkan pasangannya sendiri, dan lain-lain. Akan tetapi, apa pun alasannya perselingkuhan tetap menjadi penyebab retaknya rumah tangga.

Seorang terapis pernikahan dan keluarga berasal dari California, Foojan Zeine, PsyD menjelaskan pelaku perselingkuhan biasanya memerlukan perubahan yang ‘menarik’ agar membangkikan semangatnya dalam menjalani hubungan. Hal ini yang kemudian membuat pelaku merasa seperti tertantang untuk melakukan hal yang tanpa sadar mengkhianati pasangannya.

3.      Pelaku perselingkuhan tidak dapat berubah

Setiap orang tentu memiliki kesempatan untuk sadar dan berubah dari kesalahannya, termasuk para pelaku perselingkuhan. Jika mereka ingin berubah, bertekad, berjanji, serta berusaha untuk tidak mengulanginya tentu kemungkinan bersar mereka akan berubah menjadi lebih baik.

Selingkuh sebenarnya bukanlah sebuah jawaban pasti, namun sebuah pilihan yang masih dapat diabaikan. Bagi anda yang pernah melakukan perselingkuhan, cobalah untuk mencari tahu akar permasalahan dan cara mengendalikan diri agar tak melakukan kesalahan yang sama lagi.

4.      Sulit percaya kembali pada pasangan yang sempat berselingkuh

Perasaan marah, kecewa, dan sedih setelah mengetahui pasangan mendua diam-diam tentu dapat menghancurkan kepercayaannya pada pelaku. Meskipun kebanyakan kasus memilih untuk berpisah setelah kejadian tersebut.

Namun, tidak sedikit pula korban perselingkuhan yang berhasil membangun kepercayaan pasangannya kembali. Meskipun tidak mudah, namun cobalah untuk pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk berpisah. Tak ada salahnya jika anda membuka hati untuk memaafkan kesalahan pasangan. terkadang proses pemulihan diri dari masalah besar seperti perselingkuhan, justru membuat hubungan semakin harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hal Yang Dilakukan Saat Anda Mencurigai Pasangan Berselingkuh

Hal Yang Dilakukan Saat Anda Mencurigai Pasangan Berselingkuh

Hal Yang Dilakukan Saat Anda Mencurigai Pasangan Berselingkuh

Memikirkan pasangan yang mungkin berselingkuh di belakang anda tentu rasanya kesal sendiri. rasanya sangat sulit untuk berpikir jernih apalagi dalam kondisi sakit hati seperti ini, meskipun ini masih berada pada tahap curiga namun terkadang gejolak emosi telah membara. Bahkan ada banyak orang yang melakukan konfrontasi pada orang yang anda dicurigai berselingkuh dengan pasangan. Padahal belum tentu apa yang dituduhkan itu benar.Hal Yang Dilakukan Saat Anda Mencurigai Pasangan Berselingkuh

Supaya anda tetap bersikap tenang dan hubungan anda tetap langgeng tanpa ada isu perselingkuhan. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan saat anda mencurigai pasangan diam-diam berselingkuh.

1.      Tanyakan pada diri sendiri apa yang menjadi pemicu kecurigaan anda

Cobalah pikirkan lagi dari mana rasa curiga itu muncul? Apakah memang pasangan menunjukan perilaku yang berbeda? Apakah anda pernah memergoki pasangan yang menggoda wanita lain melalui pesan singkat? Atau hanya ketakutan anda sendiri. cobalah identifikasi hal tersebut apa yang menjadi sumber rasa curiga anda. Misalnya saat suasana hati anda sedang tidak stabil, kemudian orang yang anda curigai berselingkuh dengan pasangan anda tidak dapat dihubungi. Dalam kondisi tersebut anda pun menaruh curiga jika pasangan benar-benar berselingkuh.

2.      Ingatlah bagaimana sikap pasangan akhir-akhir ini

Setelah anda berhasil menemukan sumber masalah yang sebenarnya. Maka jangan buru-buru anda ungkapkan, cobalah membuat catatan pro dankontra terlebih dahulu. Terlalu cepat meluapkan amarah atau menyudutkan pasangan jika dia berselingkuh justru akan menjadi boomerang dalam hubungan anda.

Dibandingkan itu, cobalah ingat bagaimana sikap yang ditunjukan pasangan akhir-akhir ini. apakah memang dia bersikap dingin pada anda, berusaha menghindari anda, atau memang pasangan sedang disibukkan dengan pekerjaan? Cobalah cek lagi apakah perilaku pasangan patut anda curigai? Intinya jangan sampai anda bersikap gegabah tanpa ada bukti yang jelas.

3.      Ceritakan pada orang yang dapat anda percayai

Mungkin saat ini emosi anda sedang diuji, saat ini anda merasa stres dan tertekan, sehingga muncul keinginan untuk melakukan konfrontasi terhadap pasangan atau orang yang anda curigai sebagai selingkuhan pasangan. akan tetapi, tenanglah anda tak perlu mengumbar masalah ini kepada orang-orang di sekitar anda. Namun tentu anda tidak bisa menyimpan hal ini sendirian.

Untuk itu, cobalah cari satu orang yang dapat anda percayai sampaikanlah segala keluh sesah yang selama ini dirasakan. Curhat memang tak akan menyelesaikan masalah anda, tapi setidaknya hati anda merasa lebih lega. Sambil mencari bukti kuat tak ada salahnya untuk curhat.

4.      Bicarakan dengan pasangan anda, namun tetap dalam kondisi tenang

Setelah anda menganalisa, mengoreksi kecurigaan anda, serta mengumpulkan berbagai bukti dan tanda perselingkuhan semakin terlihat. Maka ini adalah saatnya anda berbicara dengan pasangan. Jangan telalu lama anda memendam masalah ini sendirian, karena hal ini akan berdampak buruk pada diri anda dan hubungan anda. Sebelum anda mengajak pasangan berbicara, pastikan kondisi hati dan emosi anda tenang. Mungkin memang sulit namun cobalah untuk mengontrol emosi anda.

Salah satu cara yang dapat anda lakukan untuk menenangkan diri adalah dengan menulis. Anda bisa menulis buku harian, curahkan segala perasaan anda di dalamnya. Hal ini akanmembantu anda mengurangi beban emosi. Selain itu dengan menulis anda dapat membacanya kembali, sehingga anda akan ingat apa saja yang akan disampaikan pada pasangan nanti.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Saat menjalani sebuah hubungan wajar saja muncul rasa curiga satu smaa lain, termasuk kecurigaan jika pasangan berselingkuh. Kecurigaan tersebut muncul karena Anda memiliki insting yang kuat untuk mengenal tanda-tanda yang muncul. Akan tetapi tak semua kecurigaan itu benar adanya.Alasan Mengapa Banyak Orang Yang Curiga Pasangannya Berselingkuh

Dikutip dari Elite seorang konselor kesehatan psikologis sekaligus pendiri situs Healing with Wisdom Kerri, Anne Brown menjelaskan jia perasaan atau intuisi perempuan bisa saja benar, akan tetapi tidak selamanya reliabel. Terkadang anda akan bisa saja mengandalkan insting namun tak selalu berlaku. Hal-hal yang tidak selalu berlaku seperti yang dapat dilihat saat merasa ragu. Untuk itu sangat penting bagi anda mengomunikasikan rasa khawatir yang dimiliki dan mengapa anda merasakannya kepada pasangan. hal ini menandakan jika tak selamany naluri anda itu benar.

Alasan mengapa anda curiga pasangan berselingkuh

Jadi saat anda merasa takut bila pasangan berselingkuh di belakang anda hanya karena insting tersebut. maka cobalah untuk mempertimbang kembali sebelum menunduh pasangan.

Sebenarnya kecurigaan tidak datang begitu saja, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa anda merasa takut jika pasangan berselingkuh. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini:

1.      Merasa tidak aman

Alasan pertama yang membuat anda merasa curiga jika pasangan berselingkuh adalah karena rasa tidak aman. Perasaan ini umumnya dapat disebabkan oleh kejadian tidak menyenangkan yang pernah dialaminya, sehingga berpengaruh terhadap rasa percaya diri.

Susan Winter seorang pakar hubungan menjelaskan jika perubahan dapat menakutkan dan memiliki potensi untuk menghilangkan rasa aman dalam diri seseorang sehingga membuat rasa tersebut mengendalikan dirinya. Misal saat anda memiliki masalah kesehatan yang kronis, sehingga kehilangan pekerjaan atau orang yang disayangi. Hal ini dapat berpengaruh pada rasa percaya diri anda saat menjalani hubungan.

2.      Pernah diselingkuhi

Pengalaman tentu merupakan guru terbaik bagi seseorang. Bila anda merasa takut akan diselingkuhi pasangan, bisa saja karena hal tersebut pernah anda alami di masa lalu. Brown berpendapat, jika pengkhianatan di masa lalu menjadi sumber dari kegelisahan terbesar seseorang terhadap hubungan yang dijalaninya.

Anda akan sulit mempercayai pasangan, meskipun tidak ditemukan indikasi penyimpangan terhadap kepercayaan. Hal ini karena pengalaman anda pada hubungan sebelumnya. Saat anda mengalami perselingkuhan maka anda merasa sedikit trauma sehingga berdampak buruk pada hubungan hubungan anda saat ini.

3.      Mendadak tidak tertarik secara seksual

Dalam hubungan yang resmi seperti pernikahan, melakukan hubungan mesra dan intim tentu wajar saja terjadi. Akan tetapi jika sewaktu-waktu anda merasa ketertarikan seksual pasangan menurun tanpa tahu penyebabnya. Maka hal ini terkadang membuat anda berasumsi jika pasanagn sedang berselingkuh.

Akan tetapi hal itu berum tentu benar, hubungan seksual di ranjang tidak selamanya menjadi indikasi jika pasangan telah berselingkuh. Jarang melakukan hubungan intim bisa saja karena kesibukan sehari-hari.

4.      Menjalani hubungan jarak jauh

Apakah anda dan pasangan sedang menjalani hubungan Long Distance Relationship (LDR). Tuntutan pekerjaan atau pendidikan yang memaksa anda dan dia harus terpisahkan oleh jarak yang membentang. Jarak yang dirasakan satu sama lain mungkin hanya secara fisik. Akan tetapi jika jarak tersebut justru mengganggu hubungan anda, maka cobalah luangkan waktu untuk melakukan perjalanan berdua. Hal ini dapat mengatasi curiga jika pasangan berselingkuh.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Setiap orang tentu tidak suka bila cintanya dikhianati oleh pasangan. Banyak orang yang merasa marah dan kesal dengan tindakan pasangan yang berani berselingkuh di belakangnya. Hal inilah yang membuat sebagian orang ingin mengakhiri hubungannya dengan pasangan, bahkan mereka sulit untuk percaya kembali padanya. Akan tetapi ternyata tak sedikit orang yang memilih untuk memaafkan pasangan yang ketahuan berselingkuh. Meskipun terdengar mustahil namun ternyata ada beberapa alasan yang mendasari keputusan mereka.Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Mengapa orang dapat memaafkan pasangannya yang berselingkuh?

Dalam jurnal Personalitu and Social Psychology Bulletin, memaafkan pasangan setelah berselingkuh ternyata dapat berpengaruh buruk terhadap hubungan. Pasangan yang berselingkuh dapat mengulangi perbuatannya lagi dikemudian hari, bahkan risiko kekerasan fisik dan psikologis jauh lebih besar.

Berikut ini merupakan alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk memaafkan pasanannya setelah beselingkuh antara lain:

1.      Rasa nyaman dan cinta

Saat anda tahu pasangan berselingkuh, tentu perasaan anda akan berperan pada tindakan apa yang akan anda ambil selanjutnya. Hal ini wajar saja terjadi, mengingat kedekatan anda berdua telah mengikat emosional dan rasa nyaman yang kuat. Beberapa orang yang memilih untuk memaafkan pasangan merasa kesalahan tersebut tak sebesar rasa cinta yang telah lama dibangun.

Mereka ingin segera menyelesaikan konflik yang menjadi penyebab mengapa pasangan berselingkuh, untuk mencegah hal ini terulang lagi di kemudian hari. Jadi mereka cenderung melihat akar masalah, mereka sadar jika perkara utama sebenarnya bukanlah perselingkuhan melainkan hal lain.

2.      Tergantung terhadap kondisi finansial

Alasan lain mengapa banyak orang yang memilih untuk memaafkan pasangan adalah rasa bergantung terhadap pasangannya secara finansial. Bisa saja mereka terpaksa harus bertahan dan tak bisa memaafkan pasangan sepenuh hati, namun mereka berusaha menerima kesalah tersbeut karena tak ada pilihan lain.

Bukan hanya dalam perkara perselingkuhan, bahkan alasan yang sama terjadi pada hubungan yang diwarnai kekerasan. Setiap korban tak memiliki penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Mereka tak mampu hidup dengan mandiri, hingga akhirnya mereka mengabaikan kebahagiaannya sendiri.

3.      Pasangan benar-benar merasa bersalah

Banyak orang yang justru merasa bersalah atas tindakan pasangan yang berselingkuh. Rasa bersalah yang muncul merupakan tanda jika mereka masih menginginkan hubungan asmaranya bertahan.

Hal inilah yang menyebabkan mengapa sebagian orang memilih untuk memaafkan tindakan pasangan yang berselingkuh. Kedua pasangan untuk berdamai dan saling intropeksi diri. apalagi jika pasangan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Meskipun hubungan tak berakhir pada perpisahan, namun proses pemulihan tetap membutuhkan waktu.

4.      Rela bertahan demi anak-anak

Salah satu alasan mengapa beberapa orang memutuskan untuk memaafkan pasangannya setelah berselingkuh adalah anak. Masalah anak tentu menjadi pertimbangan yang sangat besar, bagi kedua pasangan apakah harus bertahan atau berpisah. Seberapa besar keinginan anda untuk berpisah dari pasangan, yang perlu anda ingat adalah segala keputusan anda tentu akan berdampa pada anak-anak.

Anak mungkin saja memiliki kedua orangtuanya secara utuh dirumah, namun jika mereka mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan anda, tentu akan muncul gejolak emosi negatif. Sehingga, tak jarang banyak orangtua yang memilih untuk berdamai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Perselingkuhan bisa dikatakan sebuah konflik besar dalam sebuah hubungan baik berstatus pacaran atau sudah menikah. Bahkan perselingkuhan sering kali dijadikan sebuah konflik besar yang seolah tertanam dalam benak korban sehingga menimbulkan trauma yang dalam. Bahkan sudah banyak kasus perselingkuhan rumah tangga yang berakhir pada perceraian.Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Hal ini dikarenakan banyak orang yang sulit memaafkan pelaku perselingkuhan, bahkan banyak kasus perselingkuhan yang akhirnya tak dapat membangun kepercayaan lagi dalam hubungan mereka. Tentu hal ini akan menjadi boomerang bagi kedua pasangan terlebih jika rumah tangga mereka telah dikaruniai anak, entah berusia masih anak-anak ataupun sudah menginjak dewasa.

Tanda jika pasangan berselingkuh

Perselingkuhan tentu dapat berpengaruh buruk terhadap pernikahan. meskipun ada banyak kasus perselingkuhan yang berakhir pada perpisahan, namun ternyata tak sedikit dari pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dan memperbaiki kesalahan satu sama lain.

Meskipun demikian, tentu perselingkuhan menjadi malapetakan dalam pernikahan. Apalagi saat ini mudah bagi setiap orang untuk menemukan bukti kecurigaan jika pasangan sedang berselingkuh. Seperti riwayat chat atau telpon yang mengandung unsur menggoda atau berselingkuh dengan lawan jenis.

Selain itu menurut situs Men’s Health yang dikutip dari kompas ada beberapa tanda jika pasangan berselingkuh antara lain:

1.      Kasih sayang tak biasa cenderung berlebihan

Dalam sebuah penelitian menunjukan saat seseorang berselingkuh, maka ia akan mmulai melakukan upaya yang jelas untuk meningkatkan kepuasaan pasangan terhadap hubungannya. Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam Personalitu and Social Psychology Bulletin dijelaskan gejala lain yang menjadi tanda saat pasangan berselingkuh adalah mengatakan hal-hal yang bersifat merendahkan mengenai orang yang diduga berselingkuh dengannya.

Hal ini merupakan taktik salah arah untuk mengurangi kecurigaan anda terhadap pasangan atas dugaan perselingkuhan.

2.      Masih berkomunikasi dengan mantan kekasih

Tanda ini merupakan hal yang biasanya terjadi, terkadang anda merasa khawatir saat pasangan berkomunikasi dengna mantan kekasih secara diam-diam. Akan tetapi, penting untuk dipahami perselingkuhan dapat terjadi jika tidak ada keterbukaan antara kedua pasangan.

Seorang psikoterapis bernama Jackie Jaye Brandt M.F.T dari Universal City, California menyarankan saat anda memiliki masalah dengan hubungan, cobalah untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada pasagan anda.

3.      Memutar tuduhan

Menurut psikolog Susan Heitler Ph.D sering kali saat seseorang menuduh memiliki perasaan romantis atau terlibat dalam hubungan dengan orang lain yang belawan jenis, maka mereka justru membalikkan tuduhan tersebut pada pasangannya.

4.      Tidak dapat lepas dari handphone

Anda patut curiga ketika perilaku pasangan saat bermain ponsel sudah tidak biasa, misalnya mengangkap telpon dengan sembunyi-sembunyi dan berbisik, menyembunyikan layar hp dari tatapan anda, mengganti kata sandi, tidak bisa lepas dari ponsel meskipun sebentar. Jika pasangan menunjukan perilaku demikian maka anda patut curiga bisa jadi dia berselingkuh.

Lalu mana yang harus dipilih bertahan atau bercerai?

Tentu ini bukan persoalan yang mudah, ada banyak pertimbangan yang harus anda pikirkan matang-matang. Jangan mengambil keputusan berdasarkan emosi saja, sikap reaktif sering membuat anda mengambil keputusan yang salah. Menurut psikolog Irma Gustiana Andirani M.Psi mengatakan sepahit apapun kenyataan baik suami maupun istri tetap harus mencoba berkomunikasi kembali dan rekonsiliasi. Jika kondisi anda telah tenang maka barulah mengajak pasangan berbicara, jangan ragu untuk mengajak pihak ketiga jika tidak menemukan jalan tengah. Usahakan pihak ketiga yang anda ajak adalah seorang konsultan pernikahan karena dapat bersikap objektif dan netral.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Faktor Psikologi Yang Membuat Pasangan Berani Berselingkuh

Faktor Psikologi Yang Membuat Pasangan Berani Berselingkuh

Faktor Psikologi Yang Membuat Pasangan Berani BerselingkuhFaktor Psikologi Yang Membuat Pasangan Berani Berselingkuh

Perselingkuhan merupakan hal yang sering ditemui sebelumnya, bukan hanya di Indonesia namun juga dibelahan dunia lainnya. Perselingkuhan bahkan ditemukan pada orang-orang zaman Yunani dan Romawi kuno, Eropa pra-industri, Jepang kuno, cinta dan berbagai masyarkat lainnya.

Dikutip dari Psych Central, dalam jajakan pendapat terbesar yang paling komprehensi tahun 1994 lalu, Edward Launan dan timnya menemukan jika 20 persen wanita dan lebih dari 31 persen pria berusia 40 sampai 50 tahun melaporkan pernah terlibat dalam hubungan seksual dengan orang lain selain pasangannya sendiri yang resmi. Selain itu dalam sebuah buku yang berjudul The Chemistry Betwwen Us: Love, Sex and teh Science of Attraction melaporkan jika hampir 30 sampai 40 persen kasus perselingkuhan ternyata terjadi dalam pernikahan, baik itu perempuan maupun laki-laki.

Apa yang membuat seseorang berselingkuh?

Saat ini kita mengetahui beberapa orang yang dapat berselingkuh dari pasangannya, namun terkadang kita bertanya-tanya. Mengapa mereka berani mengamil risiko baik emosional maupun praktis untuk berselingkuh? Beberapa pendapat ahli menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berani berselingkuh antara lain:

1.      Merasa kurang kepuasan seksual dalam pernikahan, dan hasrat untuk berhubungan seksual tambahan

Nafsu seksual sering kali hanya berumur pendek, dan gairah yang dirasakan seseorang dapat merosot turun dengan cukup cepat. Hal itu biasanya terjadi saat gairah seksual seseorang perlahan mati atau saat anda mengalami masalah emosional yang dengan pasangan. selain itu nafsu seksual juga dapat memudar saat kedua pasangan dalam hubungan perselingkuhan tidak menemukan banyak kesamaan lainnya yang terjadi di luar aktivitas seks.

2.      Merasa kurang puas secara emosinal dalam pernikahan

Keintiman baik itu keintiman fisik maupun emosional adalah salah satu kunci eratnya hubungan pernikahan, namun sayang tak semua pernikahan dapat mencapai hal itu. Saat seseorang tidak menemukan keintiman lahir-batin pada pasangannya tentu dia akan mencari hal lain.

Mencari keintiman emosional sebenarnya sama menariknya saat anda mencari keintiman fisik sebagai penyebab seseorang berselingkuh. Sebagian besar orang yang berselingkuh dengan alasan ini mengaku mereka merasa jika kebutuhan emosionalnya belum terpenuhi oleh pasangan. jenis perselingkuhan seperti ini umumnya tidak hanya melibatkan aktivitas seksual dan pelaku cenderung memilih untuk tetap dalam hubungan platonis ini.

3.      Keinginan untuk memperoleh penghargaan dari orang lain

Saling menghargai tentu menjadi kunci dalam aspek emosional pasangan yang harmonis. Dua orang yang tubuh terpisah secara emosional serta gagal untuk mengakui kebutuhannya dimiliki di dalam hubungan. Dapat menjadi salah satu alasan mengapa seseorang berselingkuh. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Susan Berkowitz pada beberapa suami yang berheni berhubungan seks dengan istrinya, 44 persen mengtaakan mereka merasa marah, dikritik dan tidak dalam pernikahannya. Selain itu peneliti lain bernama M.Gary Neuman, menemukan jika 48 persen pria mengaku tidak puas secara emosional sebagai alasan mereka berselingkuh. Mereka merasa jika tidak dihargai atau diharapkan.

4.      Tak lagi mencintai pasanganya dan telah menemukan cinta yang baru

Karena (baik emosional dan fisik) yang menurun/berkurang keintiman sering menjadi faktor utama yang mengarahkan seseorang untuk berselingkuh

5.      Ingin balas dendam

Saat sebuah hubungan terlanjut dalam kondisi buruk, keinginan untuk melukai pasangan dapat menjadi pemicu perselingkuhan. Sering kali salah satu pihak sengaja melakukan agar pihak lain tersakiti, dan merasakan luka yang sama yang dirasakan sebelumnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

5 Hal Yang Membuat Seorang Istri Bermain Hati Dengan Pria Lain Dibelakang Suaminya

5 Hal Yang Membuat Seorang Istri Bermain Hati Dengan Pria Lain Dibelakang Suaminya

5 Hal Yang Membuat Seorang Istri Bermain Hati Dengan Pria Lain Dibelakang Suaminya5 Hal Yang Membuat Seorang Istri Bermain Hati Dengan Pria Lain Dibelakang Suaminya

Setiap pasangan suami istri tentu menginginkan hubungannya akan langgeng dan tidak akan berakhir pada perpisahan. namun perlu diingat jika tak ada pernikahan yang rentan akan masalah yang menguji kesetiaan kedua pasangan. masalah yang sering kali muncul dalam pernikahan adalah perselingkuhan. Masalah ini terkadang lebih sering dikaitkan oleh pihak suami, namun tak sedikit pula ditemukan kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh sang istri. sebenarnya ada beberapa hal yang membuat seorang istri berani berselingkuh, mulai dari hal yang “disepelekan” hingga hal yang serius. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasannya antara lain:

1.      Merasa kesepian

Salah satu penyebab mengapa seorang istri berselingkuh adalah kesepian. Banyak wanita yang mengeluhkan rasa sepi, kurang perhatian dan kasih sayang suami saat ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kesibukan yang dialami suami terkadang membuatnya jarang memperhatikan sang istri, mereka justru lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dibandingkan di rumah.

Oleh karena itu, mereka cenderung mencari perhatian dan kasih sayang pada laku-laki lain.

2.      Ingin membalas dendam atas perbuatan yang dilakukan oleh suami

Balas dendam merupakan hal yang tidak dapat dihilangkan dengan mudahnya saat hati seorang istri telah disakiti atau dikhianati oleh pasangannya. Keinginan bales dendam adalah dorongan yang membuat istri berani berselingkuh. Ia ingin sang suami merasakan lukan yang sama seperti yang pernah dirasakan dulu.

Meskipun setiap istri mempunyai cara yang berbeda untuk membalaskan dendanya atas perbuatan buruk sang suami. Untuk itu, tak semua orang akan melakukan cara ini agar dapat membalas dendam.

3.      Merasa suaminya bukanlah pasangan yang tepat

Hati seseorang memang tak pernah bisa ditebak karena sewaktu-waktu perasaan seseorang dapat berubah. Saat ini mungkin anda merasa yakin, namun dikemudian hari belum tentu seperti itu.

Beberapa wanita mengaku memilih berselingkuh karena merasa suaminya bukanlah orang yang tepat untuk mendampinginya. Mereka lebih memilih untuk mencari pria lain yang lebih cocok dibanding suaminya sendiri. padahal kecocokan dalam sebuah pernikahan bukan hanya dilihat dari  seberapa ideal pasangan anda. Namun bagaimana kepercayaan dan kerja sama satu samalain untuk menerima dan memperbaiki kekurangan yang dimiliki masing-masing.

4.      Kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi

Gairah seks antara suami dan istri tidak selamanya akan klop. Ada saatnya salah satu pihak merasa capek dan stres namun pihak lain ingin bermesraan. Hal seperti ini sebenarnya wajar terjadi dalam pernikahan. Namun jika terus dibiarkan maka satu pihak akan merasai kebutuhan seksnya terabaikan.

Selain itu kehidupan seks yang monoton dan terasa hambar menjadi salah satu alasan mengapa seseorang berani berselingkuh. Meskipun terdengar tabu untuk anda, namun sering kali wanita yang berselingkuh merasa tidak ada lagi tantangan ataupun sponatitas dalam aktivitas seksualnya bersama pasangan.

5.      Merasa tidak dihargai

Dalam membangun hubungan rumah tangga perli adanya rasa “saling”. Keluarga adalah sebuah tim yang terdiri dari suami, istri, dan anak, intinya dalam tim tersebut perlu adanya saling membantu, menghargai, dan menghormati.

Namun terkadang tuntutan suami yang harus mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa membantu sedikitpun, membuat seorang istri muak dengan perlakuan tidak adil oleh suami. Hal inilah yang membuat wanita merasa terabaikan, tidak dihargai dan tidak dicintai pasangannya. Sehingga ia lebih memilih untuk berpaling dengan laki-laki lain yang lebih menghargainya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan BerselingkuhCara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Saat anda mengetahui jika seseorang yang anda cntau selama ini telah berselingkuh, maka rasanya hancurlah semua harapan dan mimpi-mimpi yang telah anda bangun. Marah, kecewa, dan sedih adalah perasaan yang biasanya muncul dalam diri anda. Memang tak mudah untuk menjalani hidup setelah peristiwa menyakitkan tersebut terjadi. Namun, anda harus singkirkan hal-hal perasaan negatif tersebut dan fokus kembali dengan hubungan yang anda inginkan. Apakah anda ingin mengakhirinya atau tetap mempertahankannya? Jika anda lebih memilih untuk mempertahankan hubungan setelah terjadinya perselingkuhan. Maka anda dapat menyimak beberapa hal  berikut ini.

Pasangan yang berselingkuh, haruskah tetap bertahan atau malah berpisah?

Ada beberapa faktor dari luarhubungan anda dengan pasangan (salah satunya telah memiliki anak) terkadang menjadi alasan mengapa masalah menjadi berubah menjadi lebih rumit. Hubungan anda akan semakin parah salah satu pasangan masih bersikeras dengan egonya masing-masing dan anak menjadi tidak mendapatkan contoh pernikahan yang sehat.

Umumnya, keputusan antara bertahan atau berpisah setelah pasangan berselingkuh tergantung dari diri anda sendiri. kunci utama adalah jangan biarkan anda terpengaruhi oleh hal-hal yang justru membuat anda semakin sulit membuat keputusan, misalnya bagaimana komentar keluarga, teman, ataupun lingkungan tetangga di dekat rumah. Mulailah memantapkan diri untuk memilih keputusan yang tepat bagi anda dan pasangan. setelah itu pertimbangkan beberapa risiko yang akan anda hadapi kedepannya secara mendetail seperti hak asuh anak atau pembagian harta. Apabila baik anda maupun pasangan tak mampu memperbaiki hubungan maka berpisah adalah jalan terbaik.

Namun jika anda memilih untuk melanjutkan hubungan anda, karena anda merasa masih ada hal yang dapat anda perbaiki dengan pasangan. Maka dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.

Tips mempertahankan hubungan setelah terjadi perselingkuhan

Dalam beberapa kasuh perselingkuhan terbukti ada beberapa pasangan yang memilih untuk tetap mempertahankan hubungan mereka. Memang sulit untuk membangun kepercayaan kembali setelah ketahuan berselingkuh. Namun jika anda merasa bertahan adalah cara terbaik maka simak tipsnya berikut ini :

1.      Jujur

Kejujuran adalah hal utama yang harus anda lakukan untuk bangkit dari perselingkuhan. Sampaikan pada pasangan mengenai semua hal yang anda keluhkan dan rasakan. Janganlah memendam rasa sakit sendirian, karena itu bisa saja membuat korban perselingkuhan rawan mengalami gangguan depresi dan kesedihan yang mendalam.

Oleh karena itu jujur adalah hal yang sangat penting bagi pasangan yang ketahuan berselingkuh. Terus dengarkan setiap keluh kesar pasangan yang menjadi korban perselingkuhan.

2.      Buatlah peraturan

Bukan sesuatu yang aneh jika pasangan akan lebih posesif. Hal itu adalah salah satu bentuk pertahanan secara alamiah agar tindakan perselingkuhan tidak terulang kembali. Oleh sebab itu, bagi anda yang menjadi korban maka buatlah peraturan yang telah disepakati bersama. Peraturan itu wajib dilakukan oleh kedua pasangan.

Anda dapat meminta pasangan untuk selalu setiap menjawab telepon dari anda, meskipun tidak ada hal penting. Anda mungkin akan sulit mempercayai pasangan lagi namun seiring berjalannya waktu dan kedisiplinan pasangan menaati aturan maka kepercayaan dapat anda bangun kembali. Jangan ragu untuk mengapresiasi setiap usaha pasangan karena telah berusaha menaati aturan yang dibuat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Saat hubungan anda resmi dan disahkan oleh Negara adalah hal yang selalu dinanti oleh semua orang baik anda dan pasangan maupun seluruh keluarga besar. Pernikahan adalah salah satu kehidupan baru bagi seseorang. Namun perlu diketahui jika semua pernikahan rentan akan masalah. Salah satu masalah yang mengancam keretakan hubungan pernikahan adalah perselingkuhan.

Tidak menutup kemungkinan jika perselingkuhan dapat terjadi dalam pernikahan anda. Baik pria maupun wanita dapat melakukan hal tersebut apabila ada niatan dan kesempatan. Namun yang menjadi pertanyaan mana yang lebih rawan berselingkuh diantara keduanya?

Mana yang memungkinkan untuk berselingkuh setelah menikah, pria atau wanita?

Banyak yang mengganggap jika pria cenderung lebih mungkin untuk berselingkuh bila dibandingkan wanita. Padahal wanita juga berpeluang melakukan hal yang sama apabila memiliki kesempatan.

Pada umumnya, perselingkuhan yang terjadi dalam pernikahan kebanyakan dilakukan oleh kaum pria. Hal itu terjadi karena untuk memuaskan nafsu mereka, maka dari itu banyak orang yang mengatakan jika hal tersebut adalah hasrat sesaat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi di kemudian hari.

Sedangkan, pada kaum wanita, perselingkuhan dilakukan karena mereka merasa segala kebutuhan tidak dapat dipenuhi dengan baik oleh pasangannya dalam jangka waktu yang lama. Bahkan seorang terapi pernikahan bernama Tammy Nelson yang dikutik dapam artikel Fatherly menjelaskan perempuan yang berselingkuh cenderung lebih pandai menyembunyikan perselingkuhannya dibanding pria.

Akan tetapi di sisi lain pria memiliki kecenderungan lebih tenang saat berselingkuh. Hal inilah yang membuat pria mampu mempertahankan hubungan perselingkuhannya lebih lama. Itu karena mereka merasa tidak sedang penyimpangan yang dilakukan. Bahkan, ada banyak kasus pria yang berselingkuh dengan wanita yang berbeda-beda dalam beberapa waktu.

Oleh karena itu, tidak dapat disimpulkan mana yang lebih rawan untuk berselingkuh antara pria maupun wanita. Yang pasti baik pria maupun wanita apabila sudah memiliki niatan untuk berselingkuh maka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukannya.

Banyak alasan yang bisa memicu munculnya niat selingkuh setelah menikah, baik pada pria maupun wanita. Jadi dapat ditarik kesimpulan bila kedua pasangan yang telah menikah memiliki kemungkinan besar yang sama dalam untuk berselingkuh.

Hal yang memicu niatan berselingkuh dalam pernikahan

Banyak hal yang menjadi penyebab dari perselingkuhan mulai dari masalah pernikahan hingga keinginan pribadi. Selain itu faktor kebiasaan, masalah psikologis atau trauma masa lalu baik secara sadar maupun tidak dapat menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan, untuk lebih jelasnya simak di bawah ini :

  1. Kecanduan terhadap sesuatu, jika anda atau pasangan merasa kecanduan dengan obat-obatan terlarang, alkohol, judi dan lain-lain. Maka harus berhati-hari karena kecanduan dapat membuat anda melakukan hal yang diluar control termasuk berselingkuh.
  2. Perselingkuhan sebelumnya, seseorang yang pernah melakukan perselingkuhan sebelumnya akan lebih rawan melakukan hal yang sama setelah menikah.
  3. Gangguan kepribadian, salah satu gangguan kepribadian yang memicu seseorang untuk berselingkuh adalah “Narsisme”. Gangguan ini yang menyebabkan seserang menjadi lebih egois dan mementikan dirinya sendiri.
  4. Trauma masa kecil, apabila seseorang mengalami kejadian traumatis baik itu fisik, emosional maupun seksual serta tak diatasi dengan baik maka akan berpengaruh buruk pada pembentukan karakternya di masa depan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya 1

Apakah anda pernah merasa menyayangi orang lain, merasa cocok dan nyaman saat mengobrol Apalagi jika dia merasakan hal yang sama. Anda sering menggoda, berusaha berpenampilan terbaik di depannya, dan menghabiskan waktu luang bersama dia meskipun hanya sekedar makan siang dikantor. Tak ada yang salah dengan seseorang yang sedang jatuh cinta. Namun yang menjadi masalah adalah jika anda sudah memiliki hubungan yang sah dengan pasangan.

Affair emosional yang marak terjadi

Affair Emosional, Perselingkuhan Tanpa Kontak Fisik! Simak Tanda-Tandanya

Mesikpun hanya sekedar mengobrol atau saling mengirim pesan namun jika hal tersebut membuat anda tertarik padany secara emosional tentu akan menjadi sebuah hal yang harus diwaspadai. Apalagi jika pasangan anda tidak mengetahui siapa orang tersebut, entah sekedar rekan kerja, teman waktu masih sekolah, mantan pacar atau justru teman yang dikenal melalui media sosial. Perasaan ketertarikan yang anda rasakan bermula pada sebuah perbincangan yang hangat sebagai seorang teman, namun itu terus berlanjut hingga akhirnya berakhir pada perselingkuhan.

Walaupun tidak ada kontak fisik sekalipun antara anda dan dia, namun secara emosional anda telah terikat. Jangan salah banyak kasus yang membuktikan jika hubungan secara emosional cenderung bertahan cukup lama dibandingkan hubungan yang melibatkan kontak fisik. Kondisi tersebut sering disebut dengan Affair emosional.

Bahkan menurut seorang penulis buku Monogamy Mith bernama Peggy Vuaghan mengungkapkan “Ketidaksetiaan emosional adalah bentuk dimana anda memiliki hubungan emosional dengan lawan jenis yang disembunyikan keberadaannya.”

Dan pada akhirnya pernikahan anda akan ternodai dengan adanya orang ketiga. Kebanyakan orang memang dapat sembuh dari Affair emosional. Namun kebohongan yang dilakukan terhadap pasangan akan sulit untuk dilupakan. Mungkin pasangan akan mencoba memaafkan tindakan anda namun mungkin sulit baginya untuk melupakan kesalah yang telah anda buat. Hal itu tentu memengaruhi hubungan pernikahan anda.

Terkadang banyak pelaku affair emosional yang merasa tidak bersalah atas tindakannya. Maklum saja karena tidak ada kontak fisik atau seks yang dilakukan. Sehingga mereka menganggap jika hubungannya layaknya pertemanan biasa. Padahal anggapan jika hubungan anda sebatas teman hanyalah cara anda untuk mengelak jika sebenarnya anda tertarik dengan orang tersebut.

Tanda jika Affair emosional terjadi dalam hubungan

Banyak orang yang terkadang tak menyadari jika hubungan pertemanan dengan lawan jenisyang dilakukannya sudah pada tahap Affair emosional. Untuk itu berikut ini adalah tanda-tanda yang dapat anda kenali dalam diri sendiri atau pasangan :

  • Terjadi pertemuan dan hubungan yang berlebihan dengan orang yang bersangkutan, baik via online maupun offline.
  • Anda mulai menjauhkan diri dari pasangan secara fisik
  • Selalu terobsesi akan ponsel, sulit bagi anda jauh dari benda tersebut. bahkan anda rutin mengecek notifikasi.
  • Anda berusaha keras meyakinkan pasangan jika hubungan yang dijalani hanyalah sekedar pertemanan biasa.
  • Terjadi perubahan perilaku baik cara bicara maupun cara pandang mengenai pernikahan
  • Anda tidak ingin membahas orang lain dengan pasangan saat sedang berduaan
  • Seseorang yang bersangkutan dengan affair emosional sangat mengetahui betul bagaimana kondisi pernikahan anda dan pasangan.

Mengatasi affair emosional

Affair emosional layaknya masalah pernikahan lainnya, yang dapat diatasi dan diperbaiki namun dengan catatan ada kemauan bagi kedua pasangan untuk memperbaikinya. Jika anda merasa hubungan pertemanan sudah melampaui batas, maka cobalah untuk menjauh dari orang yang terlibat affair emosional dengan anda.

Usahakan untuk tidak menjalin komunikasi dengannya. Jangan mencoba mengangkat telpon atau membalas pesannya. Meskipun hubungan anda sudah terlanjur dekat, namun jika terus anda biarkan maka bisa saja pernikahan anda akan kandas. Jika perlu anda dapat memblokir semua kontak dan akun media yang dimilikinya.

Cara lain yang bisa anda lakukan untuk memulihkan diri dari affair emosional adalah dengan melakukan konsultasi pernikahan. Meskipun terdengar tidak mudah namun dengan niat yang kuat dan konselor yang berkompeten tentu hubungan pernikahan anda akan kembali membaik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!