Posts

Cara Tepat Mengatasi Stres Dan Gugup Menjelang Pernikahan Bagi Calon Pengantin

Cara Tepat Mengatasi Stres Dan Gugup Menjelang Pernikahan Bagi Calon Pengantin

Cara Tepat Mengatasi Stres Dan Gugup Menjelang Pernikahan Bagi Calon Pengantin

Cara Tepat Mengatasi Stres Dan Gugup Menjelang Pernikahan Bagi Calon Pengantin

Sumber gambar: Freepik

Tentu anda tahu jika ada banyak hal yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan. mulai dari makanan, gedung, dekorasi dan make up, busana pengantin, undangan para tamu dan masih banyak lagi. Terkadang di tengah persiapan yang dilakukan, baik salah satu atau keduanya merasa ragu dan takut akan komitmen yang dibuat.

Hal ini karena komitmen tidak hanya berlaku dalam 2 atau 3 tahun saja, namun seumur hidup mereka. Maka tak jarang rasa ragu dan takut tersebut membuat mereka merasa stres dan sangat gugup/cemas menjelang hari pernikahan. Tentu hal ini membuat anda merasa tidak nyaman, lalu bagaimana cara yang tepat untuk mentasi rasa gugup menjelang pernikahan? simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Wajarkah jika anda merasa gugup menjelang pernikahan?

Jeilyn Ross MA, seorang CEO Anxiety Disorder Assosiation of Amerca menjelaskan, merasa gugup atau takut menjelang pernikahan adalah hal yang normal, bahkan banyak calon penganti yang mengalami hal itu.

Perasaan stres sebenarnya dapat mendorong anda untuk lebih fokus dalam melakukan sesuatu, mengambil sebuah tindakan, dan menyelesaikan masalah. Selain itu, perasaan cemas yang anda rasakan juga dapat mendorong untuk merencanakan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan agar lebih baik. Stres memang memacu diri seseornag untuk bekerja lebih baik lagi, sehingga anda berdua dapat membuat pesta pernikahan yang tak terlupakan.

Akan tetapi yang perlu diingat, jangan sampai anda merasa sangat kewalahan. Stres berat dapat berpengaruh buruk pada kondisi fisik anda seperti kehilangan nafsu makan, kesulitan untuk tidur, tidak dapat fokus, hingga perubahan mood yang lebih sensitif dan mudah marah. Bahkan stres berat bisa membua anda terobsesi pada detail-detail pernikahan, atau merasa paranoid apabila pernikahan tersebut gagal.

Cara mengatasi gugup menjelang hari pernikahan

Tentu dampak buruk jika seseorang terlalu stres menjelang pernikahan perlu dihindari. Bahkan jika stres terus berlanjut menjelang pernikahan maka anda bisa mengalami depresi, untuk itu berikut ini adalah cara tepat mengatasi rasa gugup menjelang pernikahan antara lain:

1.      Bicarakan dengan orang-orang yang dapat anda percaya

Menjelang pernikahan sangat disarankan bagi calon pengantin untuk mengobrol dengan anggota keluarga atau teman dekat yang telah menikah dan dapat dipercaya. Ceritakan kekhawatiran yang anda rasakan kepada mereka. Jangan ragu meminta saran untuk mengatasi rasa gugup tersebut. setidaknya dengan bercerita beban pikiran anda akan terasa lebih ringan.

2.      Bicarakan hal ini dengan pasangan

Di tengah kesibukan yang ada tak ada salahnya anda meluangkan waktu untuk berdua dengan pasangan. hal ini akan memperkuat ikatan batin satu sama lain. Selain bersenang-senang mungkin anda dapat memanfaatkan momen ini untuk membahas mengenai urusan pernikahan. selain itu anda bisa menceritakan pada pasangan tentang rasa gugup yang selama ini dirasakan.

3.      Libatkan pasangan pada setiap perencanaan pernikahan secara aktif

Mengingat banyaknya  persiapan pernikahan, maka ada baiknya anda bekerja sama dengan pasangan. jangan membebankan diri sendiri dengan hal-hal yang membuat anda merasa stres termasuk detail pernikahan. rasa gelisah dan cemas yang anda rasakan bisa jadi disebabkan oleh suatu hal yang perlu lebih diperhatikan. Mungkin selama ini anda tidak bisa melibatkan pasangan selama proses persiapan. Untuk itu, jangan ragu mengajak pasangan, biarkan dia menyampaikan sudut pandangny terkait pernikahan tersebut. Bahkan hal ini justru melatih anda berdua dalam menyelesaikan masalah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Pernikahan adalah hal yang dinanti oleh kedua calon pengantin, tentu hal ini membuat jantung mereka berdebar-bedar bahkan sampai gelisah tidak karuan. Namun menjelang hari bahagian terkadang muncul berbagai masalah yang diperdebatkan keduanya. Perdebatan ini terkadang bukan hanya menguras tenaga namun juga pikiran dan emosi. Bahkan rasanya ingin meledak setiap kali berdebat dengan pasangan.

Pernikahan pada dasarnya bukan hanya mengikat dua orang, namun juga mengikat dua keluarga yang memiliki perbedaan latar belakang. Menjelang pernikahan tentu keduanya disibukkan dengan berbagai hal baik itu kecil maupun besar yang menguras seluruh tenaga dan pikiran. Namun ditengah masalah yang sering kali muncul menjelang pernikahan, ada baiknya anda dan pasangan sama-sama saling menguatkan satu sama lain.

untuk mengetahui lebih lanjut lagi, berikut ini adalah problematika yang muncul menjelang pernikahan.

1.      Campur tangan kedua keluarga

Berbagai Konflik Yang Muncul Menjelang Hari Perikahan

Sumber Freepik

Pada awal perencanaan, tentu pernikahan selalu melibatkan kedua keluarga. Terkadang campur tangan keluarga ini sering kali menjadi sumber masalah yang dialami kedua pasangan. padahal, niat awal memang anda dan pasangan yang merencanakan semuanya. Misalnya anda dan pasangan memilih konsep pernikahan dengan adat sunda dan dekorasi yang didominasi warna putih. Akan tetapi, tiba-tiba, orang tua anda atau calon mertua meminta konsep pernikahan menggunakan adat Bali dan dekorasi pun dipadupadankan dengan warna lain seperti biru atau emas.

Jika pasangan anda menyetujui apa yang diminta orang taunya tanpa meminta pendapat anda terlebih dahulu tentu akan muncul konflik. Selain itu bila kedua pasangan sama-sama keras kepala, dan tetap pada pendiriannya masing-masing, maka perdebatan pun memang tak bisa dihindari. Untuk itu, dibanding terus berselisih paham ada baiknya anda dan pasangan saling berdiskusi mencari jalan tengah yang tidak merugikan salah satu pihak.

2.      Membahas masa lalu

Persiapan menjelang pernikahan yang melelahkan terkadang membuat kedua pasangan membuat pasangan rentan mengalai gesekan. Rasa letih, pikirkan yang semrawut, dan sikap pasangan yang tidak sesuai harapan kerap memicu pertengkaran. Saat kedua pasanga mudah terpancing emosi, semua hal bisa dibahas mulai dari hal sepele hingga masalah yang terjadi di masa lalu.

Masalah yang membekas di masa lalu kerap memicu kekesalan kedua pihak seperti perselingkuhan pasangan atau sikap buruk pasangan seperti gaya hidup pasangan yang boros hingga menghabiskan uang tabungan anda.

Menjelang pernikahan, kesalahan sekecil apa pun dapat memicu rasa tidak percaya yang dikaitakan dengan masalah di masa lalu. Jika terus begini, maka kemarahan sudah tak terkendali dan suasana hati anda dan pasangan pun memburuk. Untuk cobalah membangun komunikasi yang sehat bersama pasangan, hindari kebiasaan asal tuduh-menuduh.

3.      Ekspetasi yang terlalu tinggi

Tentu anda dan pasangan memiliki harapan yang berbeda mengenai pesta pernikahan. akan tetapi terkadang harapan tersebut tak sesuai dengan realita. Inilah yang memicu pertengakaran, misalnya anda berharap pasangan selalu siap untuk mengurus persiapan pernikahan bersama baik itu di hari kerja maupun libur. Akan tetapi, ternyata hal tersebut tidak sesuai. Pasangan justru memilih tidur siang ketimbang menemani anda untuk mengunjungi pameran pernikahan. hal ini membuat anda marah, padahal di sisi lain pasangan ingin istirahat sejenak dari kesibukkan kerja dan mengurus pernikahan.

Untuk itu, cobalah buat kesepatakan yang disetujui berdua, cobalah untuk mengajak pasangan dengan cara baik-baik tanpa menggunakan emosi. Sertakan pula alasan-alasan yang jelas mengapa perlu menyiapkan hal tersebut.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Merasa Stres Dengan Berbagai Pertengkaran Menjelang Pernikahan, Simak Tips Menghadapinya

Merasa Stres Dengan Berbagai Pertengkaran Menjelang Pernikahan, Simak Tips Menghadapinya

Merasa Stres Dengan Berbagai Pertengkaran Menjelang Pernikahan, Simak Tips Menghadapinya

Terkadang banyak pasangan yang justru mengalami pertengkaran dan konflik menjelang haru pernikahannya. Hal ini muncul karena adanya perbedaan pendapat antara kedua pasangan maupun kedua keluarga. Apalagi menjelang pernikahan biasanya calon pasangan penting disibukkan dengan berbagai hal-hal yang berkaitan dengan hajatan. Mulai dari catering, sewa gedung, fitting baju penganting, undangan yang harus disebar, dan lain sebagainya.Merasa Stres Dengan Berbagai Pertengkaran Menjelang Pernikahan, Simak Tips Menghadapinya

Tentu hal di atas membuat anda dan pasangan merasa lebih sensitif dan mudah berdebat mengenai hal apa pun. Namun anda tak perlu cemas atau khawatir, ada beberapa hal yang dapat anda berdua lakukan untuk menghadapi kondisi ini.

Meminimalisir pertengkaran menjelang hari pernikahan

Hampir semua calon pengantin mengaku sering mengalami pertengkaran menjelang hari pernikahannya. Sehingga terkadang, terbesit dalam pikiran anda jika anda belum siap untuk menikah atau anda dan pasangan belum tentu cocok untuk menjadi pasangan suami-istri.

Namun, tenangkan diri anda terlebih dahulu. Ini adalah hal yang wajar, dikutip dari Psychology Today konflik dapat membantu anda mengenal kepribadian pasangan dalam mengahadapi sebuah masalah, dan bergitu pun sebaliknya. Selain itu, anda berdua akan lebih memahami perspektif satu sama lain. Jika konflik yang anda alami sekarang dapat terselesaikan dengan baik, maka kedekatkan dan keintiman anda berdua semakin meningkat. Akan tetapi, ada baiknya anda dan pasangan meminimalisir terjadinya konflik. Untuk itu berikut ini adalah tips mudah untuk anda dan pasangan yang sering bertengkar menjelang pernikahan.

1.      Selalu bersikap terbuka pada pasangan

Cara pertama adalah selalu bersikap terbuka dengan pasangan anda entah apa saja masalah yang dihadapi. Apalagi jika hal ini berkaitan dengan finansial, masalah finansial sering menjadi pemicu konflik kedua calon pengantin. Bahkan isu ini dapat menjadi perdebatan yang lebih besar ketika keduanya telah resmi menikah. Untuk meminimalisir konflik ini, maka cobalah anda berdua terbuka mengenai budget pernikahan. Selalu diskusikan dengan pasangan anda secara terbuka mengenai pengeluaran dan berbagai keperluan untuk hajatan nanti.

Dengan begini maka anda dan pasangan akan saling mengerti satu sama lain. Selain itu, anda dan dia dapat menentukan batasan budget pernikahan sehingga baik kedua pasangan maupun keluarga tak ada yang merasa keberatan

2.      Pilihlah jalan keluar yang menguntungkan satu sama lain

Terkadang pertengkaran bisa disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan tentang hajatan nanti. Misalnya jumlah tamu yang akan diundang, ditambah dengan permintaan khusus kedua keluarga yang semakin membuat pusing kedua calon pengantin.

Untuk cobalah luangkan waktu untuk berkumpul dari anda sendiri, pasangan dan kedua keluarga. Dengarkan setiap pendapat mereka, setelah itu ambillah jalan keluar terbaik dimana tak ada pihak yang merasa dirugikan. Dengan begini maka pikiran semua pihak dapat disatukan, namun ingat hindari sikap merasa diri paling benar.

3.      Diskusi dengan kepala dingin

Jika anda merasa kesulitan untuk mengontrol emosi dan konflik dapat terjadi, maka cobalah tenangkan diri terlebih dahulu. Sebaiknya anda dan pasangan sama-sama menyendiri untuk sementara waktu. Namun jangan sampai anda berdua telalu lama menjauh karena hal ini dapat menimbulkan masalah baru.

Setelah anda dan pasangan tenang maka anda dapat mendiksusikan masalah kembali. Hindari intonasi suara yang terlalu tinggi. Jangan mengatakan kalimat yang sifatnya menyudutkan atau menghakimi. Pastikan anda berdua dalam kondisi kepala dingin dan jernih.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mencari Modal Untuk Nikah, Simak Tips Konsisten Menabung Dengan Pasangan

Mencari Modal Untuk Nikah, Simak Tips Konsisten Menabung Dengan Pasangan

Mencari Modal Untuk Nikah, Simak Tips Konsisten Menabung Dengan Pasangan

Menikah tentu memerlukan banyak persiapan, mulai dari fisik, mental, psikologis, dan emosional. Selain itu, persiapan lain yang tidak kalah penting adalah finansial. Finansial atau uang bisa menjadi faktor penentu apakah pernikahan bisa segera dilaksanakan atau tidak. Mengingat kebutuhan hajatan yang besar seperti katering, gaun pengantin, cetak undangan, make up, dekorasi dan lain sebagainya.Mencari Modal Untuk Nikah, Simak Tips Konsisten Menabung Dengan Pasangan

Tentu semua hal tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit apalagi jika anda mendambakan pesta resepsi yang besar. Untuk itu sebelumnya kedua pasangan menyiapkan modal nikah terleih dahulu. Akan tetapi menabung bersama untuk modal nikah tentu bukan hal yang mudah butuh kerja sama dan konsistensi dari kedua pihak. Akan tetapi, anda tak perlu khawatir berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu anda untuk segera merealisasikan pernikahan impian.

Tips menabung untuk modal nikah

Setelah anda dan pasangan telah mantap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan serta mendapatkan restu dari kedua keluarga, tentu langkah yang harus anda berdua lakukan adalah mempersiapkan pernikahan. akan tetapi, untuk menabung biaya nikah ada baiknya anda siapkan jauh-jauh hari. Selain untuk meringankan biaya pernikahan, hal ini juga membuat kedua pasangan belajar bagaimana mengelola uang dengna baik. Meskipun gampang-gampang susah, tak ada salahnya anda dan pasangan menyimak beberapa tips berikut ini:

1.      Buat komitmen bersama

Komitmen tentu bukan hanya dibutuhkan saat anda dan pasangan menjalani hubungan. Komitmen juga dibutuhkan saat anda ingin mencapai sesuatu termasuk dalam hal menabung. Mengingat betapa susahnya proses menabung maka baik anda maupun pasangan harus sama-sama berkomitmen apalagi jika tujuannya untuk kepentingan bersama.

Mungkin akan ada banyak godaan dan rintangan yang siap menghadang anda berdua, maka dari itu perlu ada komitmen yang kuat dan jelas. Dengan saling menguatkan satu sama lain selama proses menabung nanti akan membuat hubungan anda semakin intim, serta menabung pun menjadi hal yang menyenangkan dan mudah.

2.      Hindari hidup boros

Kunci utama menabung adalah berhemat. Untuk itu, hentikan kebiasaan anda yang menghambur-hamburkan uang hanya untuk bersenang-senang. Jangan terlalu boros dalam belanja sesuatu yang bukan kebutuhan pokok. Mulailah, melatih diri untuk mengurangi kebiasaan jajan karena lapar mata atau hanya untuk mengikuti tren. Dibanding menghabiskan waktu untuk dinner romantis di restoran lebih baik anda dan pasangan memasak dan makan malam bersama di rumah.

Meskipun harus berhemat bukan berarti anda dilarang untuk menikmati waktu berkualitas berdua. Cobalah strategi kencan yang baru, yang tak memerlukan banyak uang namun hubungan tertap semakin intim.

3.      Buat pembukuan sederhana

Agar keuangan anda berdua semakin jelas, cobalah untuk membuat pembukuan sederhana yang berisi uang masuk dan uang keluar. Hal ini akan membantu anda untuk memisahkan mana yang kebutuhan dan mana yang tidak. Selain itu, dengan cara ini anda berdua akan berlatih untuk lebih disiplin dalam mengelola uang bersama saat resmi menikah nanti.

Untuk itu usahakan mencatat semua bentuk transaksi anda berdua setiap hari meskipun nilainya tidak terlalu besar. Jika menulis dalam buku membuat anda kerepotan, cobalah menggunakan aplikasi digitas yang dapat membantu anda memantau cashflow setiap saat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Saja Yang Dibicarakan Saat Konseling Pra Nikah Nanti?

Apa Saja Yang Dibicarakan Saat Konseling Pra Nikah Nanti?

Apa Saja Yang Dibicarakan Saat Konseling Pra Nikah Nanti?

Saat anda dan pasangan memutuskan untuk melakukan konseling pra nikah, terkadang muncul kebingungan kira-kira apa yang sebaiknya dikomunikasikan dengan konselor nanti? Selain pehamanan mengenai rasa cinta dalam pernikahan topik seperti seks dan pengelolaan finansial ternyata jadi bagian yang tak boleh luput dari pembicaraan.

Seks dan uang seringkali menjadi faktor penyebab merenggangnya hubungan pasangan suami istri. Bahkan jika tidak diatasi dengan baik, masalah kedua hal tersebut dapat berujung pada perpisahan. akan tetapi, untuk melihat sejauh mana anda dan pasangan ingin membahas topik tersebut menjelang pernikahan tentu kembali pada kesiapan mental bagaimana anda berdua menerima perbedaan.Apa Saja Yang Dibicarakan Saat Konseling Pra Nikah Nanti?

Yang dibicarakan saat konseling pra nikah

Perlu dipahami dalam proses konseling pra nikah umumnya dilakukan secara bertahap. Mulai dari konseling satu orang kemudian konseling berdua. Anda dan pasangan juga bisa meminta konselor untuk fokus pada satu topik tertentu atau membatasi topik yang akan diangkat. Peran konselor sebagai moderator sangatlah penting karena ia harus mampu menyelaskan perbedaan dua individu menjelang hidup bersama.

Dikutip dari kompas seorang ahli kejiwaan bernama Dr. Ratna Mardiati Sp.KJ dari klinik Angsamerah, mengungkapkan perempuan dan laki-laki dapat memilih apa yang ingin dibahas dalam konseling pernikahan. Akan tetapi umumnya terdapat 3 hal yang sering dikomunikasikan antara lain:

1.      Persoalan keuangan

Apabila pasangan memilih untuk mengangkat topik keuangan serta bagaimana cara yang tepat mengelolanya. Umumnya pasangan akan membicarakan berapa bagian yang akan diperlukan keluarga serta sejauh mana uang yang akan dipakai untuk pengembangan setiap individu.

2.      Pembagian waktu

Meskipun telah resmi menikah namun setiap orang tentu tetap menjadi dirinya sendiri, tentu tak selamanya hubungan pernikahan akan terus menempel pada diri seseorang. Untuk itu, pembagian waktu sangatlah penting, pembagian mengenai kegiatan apa yang boleh dilakukan sendiri, bersama kelurga dan aktivitas bersama pasangan tentu akan dibahas selama proses konseling nanti.

Pemahaman yang dibangun sebelum menikah tentu akan membuat kedua pasangan lebih memahami kebutuhan masing-masing.

3.      Perencanaan ke depan

Baik anda maupun pasangan tentu masih menyimpan keinginan untuk mengembankan potensi diri. Misalnya jika suami atau istri masih menginginkan menempuh  pendidikan yang tinggi dan meraih cinta-cita yang belum tercapai. Dalam proses konseling nanti ada baiknya jika  anda dan pasangan sama-sama membicarakan keinginan pribadi. Sehingga baik anda maupun pasangan akan menyepakati bagaimana membangun pernikahan yang harmonis namun mimpi masing-masing tetap bisa diraih. Untuk itu perencanaan masa depan sangat dibutuhkan.

Membicarakan seks menjelang pernikahan

Sedangkan jika membahas mengenai seks, pembekalan mengenai cinta saat proses konseling pra nikah justru menjadi penguat. Menurut seorang seksolog dan androlog Dr. Heru Oetoeng menjelaskan jika sudah saling mencintai, pasangan akan menjadi lupa menganai latar belakang masing-masing. Diperlukan penerimaan atas diri dan risiko dari persoalan sesksualitas yang dibahas, yang penting adalah cinta.

Selain itu, Dr. Heru juga menegaskan isu keperawanan seringkali menimbulkan perpecahan pada pasangan yang hendak menikah atau yang telah menjalani pernikahan. Akan tetapi, dengan adanya pemahaman mengenai pentingnya menumbuhkan cinta dalam hubungan isu seperti ini bukan lagi sebuah masalah bagi pasangan suami dan istri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Alasan Mengapa Anda Dan Pasangan Memerlukan Konseling Pra Nikah

Alasan Mengapa Anda Dan Pasangan Memerlukan Konseling Pra Nikah

Alasan Mengapa Anda Dan Pasangan Memerlukan Konseling Pra Nikah

Siapa yang sedang mempersiapkan diri untuk menikah? Tentu menjelang pernikahan anda direpotkan dengan berbagai keperluan, mulai dari mencari WO yang tepat, foto pre-wedding, fitting busana pengantin, mempersiapkan dokumen pendaftaran pernikahan dan lain sebagainya.

Namun dari banyaknya hal yang perlu dipersiapkan menjelang pernikahan, terkadang banyak calon pengantin yang melupakan persiapan emosional, fisik, dan mental mereka. Pernikahan tentu bukan hanya hidup dalam satu atap saja. perlu adanya diskusi dan sikap memahami agar kedua pasangan mampu mempertahankan pernikahan.Alasan Mengapa Anda Dan Pasangan Memerlukan Konseling Pra Nikah

Saat ini sudah banyak orang sadar akan hal tersebut, jadi tak heran menjelang pernikahan mereka mendatangi konselor untuk melakukan konseling pra nikah. Sebenarnya ada banyak manfaat yang anda peroleh dari konseling pra nikah, simak penjelasannya berikut ini:

1.      Untuk mempermudah menyatukan visi kedua pihak

Dua orang yang berbeda dan unik akan hidup bersama terikat oleh tali pernikahan. sangat penting bagi anda dan pasangan untuk menjelaskan harapan masing-masing terhadap pernikahan tersebut. ada baiknya sebelum resmi menjadi pasangan suami istri anda dan pasangan menjelaskan visi serta apa yang diyakini dan direncakan setelah menikah nanti.

Salah satu manfaat dari konseling pra nikah adalah membantu anda dan pasangan untuk mengenali visi masing-masing dan menyatukannya.

2.      Membantu anda dan pasangan memahami keluarga satu sama lain

Menikah bukan hanya mengikat satu orang saja, namun juga satu keluarga. Untuk itu sebelum menikah ada baiknya anda memahami seluruh keluarga pasangan baik itu pola asuh maupun latar belakang begitu pun sebaliknya.

Tentu akan ada perbedaan yang cukup jauh saat tinggal bersama keluarga kandung dan keluarga pasangan. Adanya konseling pernikahan akan membantu anda untuk lebih memahami keluarga pasangan, sehingga baik anda maupun pasangan akan sama-sama bekerja sama menjalani kehidupan baru.

3.      Menyembuhkan diri dari trauma pernikahan

Terkadang trauma bisa muncul sebab perceraian yang dialami orangtua atau diri sendiri. Trauma dapat membuat seseorang merasa ketakutan bahkan tidak percaya dengan pasangannya. Hal ini akan mengganggu pernikahan anda jika tak kunjung disembuhkan.

Manfaat lain yang didapatkan dari konseling pra nikah adalah menyembuhkan diri dari trauma. Selain proses konseling dukungan dari pasangan tentu akan membuat seseorang lebih cepat memulihkan diri dari rasa traumanya.

4.      Membangun pondasi pernikahan yang kuat

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Amercan Association of Marriage and Family Therapis menjelaskan jika hampir 98% pasangan mengaku jika konseling pernikahan sangat membantu mereka. Mereka mengaku puas dengan hasul yang diperoleh setelah menjalani proses konseling, sedangkan 97% dari mereka mengatakan jika  mendapatkan apa yang dibutuhkan melalui proses konseling.

Perlu dipahami jika setiap pernikahan rentan terhadap masalah, banyak pernikahan yang hancur karena komunikasi yang buruk dan pertengkaran yang tak kunjung selesai. Untuk itu, saat anda dan pasangan mulai menjalani kehidupan rumah tangga, cobalah untuk melakukan konseling pra nikah. Karena anda berdua akan tahu bagaimana cara tepat untuk membangun pernikahan yang sehat dan baik.

5.      Meningkatkan kepuasan anda dan pasangan terhadap pernikahan

Manfaat lain yang anda dapatkan adalah meningkatkan kepuasaan terhadap pernikahan. Kebanyakan pasangan menghindari rasa khawatir terhadap pernikahannya, akan tetapi anda dan pasangan justru mampu membicarakannya hal tersebut baik itu berkaitan dengan mimpi, nilai, keyakinan dan beban hidup lain. Hal inilah yang meningkatkan kepuasan terhadap pernikahan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Alasan mengapa banyak pasangan yang menjalani hubungan asmara adalah untuk lebih mengenal satu salam lain dan pada akhirnya melanjutkan ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan. Namun untuk melangkah sampai jenjang pernikahan tentu membutuhkan proses yang panjang, banyak hal yang perlu disiapkan baik dari pihak wanita maupun pria. Selain melalui proses pacaran, ada pun satu proses penentu apakah hubungan anda dapat berlanjut ke pelaminan atau tidak. Ya, proses itu adalah lamaran. Proses lamaran kerap menjadi proses yang menegangkan khususnya bagi kalangan pria.Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Tak selamanya jalinan asmara yang panjang menjamin lamaran akan diterima, menikah tentu tidak hanya membutuhkan kasih sayang saja. perlu adanya restu dari orangtua kedua pasangan. tak sedikit pria yang mengalami kegagalan karena tak mendapatkan restu dari orangtua wanita.

Lamaran ditolak tentu sebuah berita buruk bagi anda, hati rasanya hancur berkeping-keping. Sakit, kecewa, bahkan benci menyatu jadi satu dalam hati anda. Namun ingat hal ini bukan berarti akhir dari kehidupan anda. Ingatlah betapa berharganya diri anda, jangan terlalu lama anda terpuruk apalagi melakukan hal-hal yang menyimpang. Anda dapat masih memiliki kesempatan untuk menjalani hidup normal kembali. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan setelah lamaran anda ditolak antara lain:

1.      Tenangkan diri anda dan hargai keputusan yang telah dibuat oleh keluarga pasangan

Hal pertama yang dilakukan adalah tetap tenang, sakit memang saat anda harus menghadapi kenyataan jika lamaran ditolak oleh keluarga atau pasangan anda sendiri. namun sikap ini justru menunjukan betapa dewasanya anda. Meskipun berbagai reaksi emosional muncul dalam diri anda, namun cobalah untuk bersikap tenang dan menghargai apa yang telah diputuskan mereka. Rasa sedih itu pasti, namun cobalah untuk tetap menghadapi kenyataan yang pahit dengan lebih mengontrol diri anda.

2.      Cobalah untuk intropeksi diri

Entah apa yang menjadi penyebab lamaran anda ditolak, apakah karena orangtua pasangan anda tidak suka, pasangan merasa tidak ada kecocokan, atau hal lainnya. Dibalik alasan tersebut yang terpenting adalah intropeksi diri. karena bisa saja kesalahan yang pernah anda buat menyumbang penolakan tersebut. cobalah untuk berdiam diri sejenak dan lakukan intropeksi diri. kalau memang jelas anda tidak melakukan kesalahan maka ikhlaslah, mungkin benar jika dia bukanlah pasangan yang tepat, dia mungkin tidak bisa membuat anda merasa bahagia. Atau akan ada banyak masalah yang dihadapi jika anda dan dia terus bersama.

3.      Kalau dirasa anda cukup pantang mendampingi pasangan cobalah buktikan hal itu

Dengan sikap tenang yang anda miliki anda bisa membuktikan pada pasangan dan orangtuanya jika anda adalah sosok pasangan yang berkualitas dan sudah pantas untuk menjalani hubungan pernikahan bersama dia. Selain itu, anda juga buktikan jika anda akan membuat pasangan merasa bahagia. Jangan menyerah dengan mudah, apabilah niat dalam hati anda sudah kuat maka tak ada salahnya untuk berjuang lagi.

4.      Lepaskan pasangan, dan membuka hati untuk orang lain

Jika memang tak ada kesempatan anda untuk bersama pasangan, maka ikhlaskan. Mungkin kisah anda harus berakhir sekarang. Jangan terlalu larut dalam kesedihan, anggap saja dia bukan jodohnya. Setelah anda mampu mengikhlaskan pasangan, maka bukalah hati anda dan mulailah menjalin hubungan baru dengan orang lain yang lebih baik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Banyak isu yang membahas mengenai anak dari keluarga broken home, salah satunya adalah mereka merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius seperti pernikahan. mereka yang menjadi korban broken home menyaksikan secara langsung orangtua mereka berpisah. Atau orangtua yang terus bertahan namun hubungan mereka tak lagi sehat. Kondisi pernikahan yang sering diwarnai dengan pertengkaran bahkan kekerasan fisik dan verbal terkadang menjadi hal yang menakutkan. Jika anda bukan anak keluarga broken home mungkin akan kesulitan memahami perasaan mereka.Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Berbagai percekcokan, penghianatan, saling diam, membentak, pisah ranjang  hingga percerian menimbulkan rasa traumatik pada mereka. Sehingga hal tersebut membuat mereka membentuk benteng pertahanan di hatinya yang sulit untuk dibuka. Hal ini bukan karena mereka tak ingin merasakan jatuh cinta atau percaya dengan orang lain. Atau bukan tanda jika mereka takut pacaran, takut berkomitmen, atau bahkan takut menikah. Sebenarny ada sesuatu yang telah menyabotase hati mereka sehingga adalah sebuah kesalahan jika mereka melakukan hal yeng serupa seperti kedua orangtuanya termasuk memberi kepercayaan, jatuh cinta atau menikah.

Anak broken home memandang sebuah penikahan

Bila ditanya bagaimana kesiapan seorang anak broken home mengenai pernikahan, banyak diantaranya berdiam diri. pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan, mereka harus melakukan pertimbangan bahkan rasa ragu terkadang turut ambil bagian. Bahkan ada beberapa yang memilih menghindar, tidak ingin menikah atau menundanya.

Sebenarnya anak broken home cenderung takut pada hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan, sekalipun hal itu tidak terjadi. Sehingga, meskipun sekarang mereka berstatus lajang, ataupun telah memiliki kekasih namun pikiran tersebut tetap menghantui mereka.

Perasaan gelisah terhadap nasib yang serupa seperti orangtuanya sering kali muncul. Mereka merasa cemas bila mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti terluka, gagal membina rumah tangga, kehilangan orang yang disayangi, ditelantarkan, diperlakukan berbeda, diselingkuhi, dan lain sebagainya. Mereka merasa takut jika apa yang dicemaskan menjadi kenyataan.

Anak broken home juga dapat menjalani hubungan dengan baik

Akan tetapi tak selamanya anak keluarga broken home bersikap seperti demikian. Jika mereka mampu mengelola dan memahami apa yang terjadi pada orangtuanya sebagai bekal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini justru akan berdampak baik terhadap hubungan.

Mereka dapat belajar bagaimana seorang istri/suami bertindak, bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya, bagaimana menghadapi sebuah konflik atau pertengkaran dengan pasangan, bagaimana perasaan anak-anak saat orangtuanya bertengkar, dan lain sebagainya.

Sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang setia, penyayang, mampu berkomunikasi dengan baik, jujur, berusaha keras untuk mempertahankan hubungan, dan memiliki respect yang baik. Namun hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instan. Peran pasangan sebagai sosok yang mendukung sangatlah penting.

Pernikahan merupakan keputusan yang penting bagi setiap orang

Bukan hanya bagi anak borken home saja, namun setiap orang tentu akan mempertimbangkan baik-baik hubungan mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. meyakinkan pasangan yang pernah mengalami trauma akibat dari hancurnya pernikahan orangtua tentu bukan hal yang mudah. Perlu adanya kesabaran dan dukungan agar mereka lebih berani menjalin hubungan yang serius. Namun percayalah, setiap niat baiktentu akanmendapatkan jalan, biarkan pasangan yang menilai keseriusan anda, jika anda benar-benar mencintainya cobalah untuk lebih memahami perasaannya. Jangan terlalu cepat menyerah atau mengeluh. Semakin besar usaha anda maka semakin besar pula keberanian pasangan untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Saat menjalin hubungan asmara dengan seorang single paren, tandanya anda harus siap dengan apa yang melekat pada mereka. Mulai dari anak, isu pernikahan sampai mantan pasangannya. Meskipun cinta tak mengenal latar belakang pasangannya, namun terkadang ada beberapa orang yang terlihat belum siap untuk menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent. Agar anda semakin yakin lagi berikut ini adalah beberapa tanda yang ditunjukkan.Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Apakah anda siap menjalin hubungan dengan seorang single parent?

Bagi mereka yang menjalani hubungan asmara dengan seorang janda atau duda tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak sama dengan saat anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang belum memiliki anak. jika anda belum siap sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu ada beberapa tanda jika anda belum siap menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent antara lain:

1.      Merasa cemburu dengan anak-anak

Cemburu adalah hal yang wajar dalam hubungan asmara ketika pasangan terlihat lebih dekat dengan orang lain selain diri sendiri. Namun pada kasus seperti ini, mungkin pasangan anda akan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya. Terkadang hal ini memicu kecemburuan pada diri anda.

Apabila kecemburuan anda membuat anda bersikap tidak menyenangkan kepada anak dari pasangan anda, dan mencoba merebut perhatiannya maka hal ini adalah tanda jika anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Peter Gray dari University of Nevada mengungkapkan pendapat anak tentang pasangan baru orangtuanya merupakah hal yang sangat penting. Untuk itu rasa cemburu terhadap anak pasangan anda justru akan merusak hubungan. Ada baikny anda mendekatkan diri dengan mereka dan berusaha untuk menyayanginya pula.

2.      Menyampaikan kritikan mengenai pola asuh yang diterapkan pasangan

Jika anda telah mengenal dekat anak pasangan anda, dan melihat pola asuh yang diterapkan pada mereka. Mungkin saja muncul keinginan untuk mengkritik cara pasangan mendidiknya. Akan tetapi cobalah untuk menahannya, ingat pasangan anda telah mengasuh anda sejak mereka lahir. Mengkritik pola asuh yang ia terapkan justru akan menyinggung perasaannya.

Cobalah untuk masuk dengan perlahan, jangan ucapkan rasa tidak setuju anda pada tahap awal pendekatan.

3.      Merasa berhak untuk mengatur jadwal dan waktu pasangan

Saat anda memiliki hubungan dengan seorang singleparent sebaiknya anda harus lebih menghargai waktu selama proses hubungan anda. Contohnya lebih bersabar dengan waktu pasangan akan memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Umumnya masalah yang sering diperdebatkan dalam hubungan asmara yang seperti ini adalah menunjukan rasa sayangnya di depan anak pasangan anda.

Apakah pantas jika anda memegang tangan, menyentuh bagian tubuh atau mencium pasangan di depan anak-anaknya dan bagaimana reaksi mereka nantinya. Jika anda tidak mempedulikan hal itu, tandaknya anda tidak dapat menghargai pasangan, dan anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

4.      Mencari spontanitas

Dikutip dari American Psychological Association, ada beberapa faktor stres yang sering menyerang seorang single parent yaitu:

  • Adanya masalah dalam keluarga besar
  • Waktu kunjungan anak
  • Efek dari masalah yang terus berlanjut antara orangtua

Sehingga sulit bagi mereka menemukan waktu yang tepat untuk menjalani hubungan asmara dengan orang lain, untuk mempertahankan hubungan asmara anda terkadang anda berinisiatif untuk melakukan hal yang spontan. Sehingga meminta pasangan untuk meluangkan waktu agar rencana anda terealisasikan. Akan tetapi ia tidak dapat menyanggupinya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!