Posts

Cara Tepat Mengkritik Pasangan Tanpa Menyakiti Hatinya

Cara Tepat Mengkritik Pasangan Tanpa Menyakiti Hatinya

Cara Tepat Mengkritik Pasangan Tanpa Menyakiti HatinyaCara Tepat Mengkritik Pasangan Tanpa Menyakiti Hatinya

Menyampaikan kritik kepada seseorang bukanlah hal yang mudah apalagi jika orang tersebut adalah sosok yang kita cintai. Tujuan anda mungkin saja membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik. Namun terkadang bukan termotivasi, kritik yang anda sampaikan justru berdampak buruk terhadap hubungan anda. Untuk itu memang kita perlu sedikit memperhatikan saat menyampaikan kritik ke pasangan.

Cara menyampaikan kritik kepada pasangan

Pada saat menyampaikan kritik kepada pasangan hindari kesan jika anda meremehkan atau menghinanya. Selain membuatnya jadi rendah diri tentu itu akan melukai harga dirinya. Sehingga hubungan yang seharusnya terbuka, menjadi tidak sehat karena pasangan menutup diri dari anda. Untuk itu simaklah tips-tips berikut ini :

1.      Memilih waktu dan situasi yang tepat

Salah satu yang harus anda perhatikan saat menyampaikan kritik adan memilih waktu yang tepat dan melihat situasi yang sedang terjadi. Misalkan saat pasangan anda melakukan kesalahan di kantor, yang harus anda lakukan justru mengkritiknya tanpa memberikan waktu pasangan untuk beristirahat sejenak. Perilaku seperti itu justru akan membuat pasangan marah dan akhirnya kalian bertengkar.

Untuk itu usahakan untuk menyampaikan kritik saat pasangan lebih tenang dengan begitu ia akan mampu mencerna apa yang anda sampaikan.

2.      Terima segala kekurangan pasangan

Memang tidak mudah untuk dilakukan, kritikan memang sering menjadi pemicu pertengakaran bagi siapa yang benar dan siapa yang salah. Dengan menerima kekurangan pasangan dan mengakui jika ia selayaknya manusia biasa justru akan membentuk rasa empati bagi anda dan pasangan.

Cobalah untuk lebih terbuka saat masing-masing dari anda menyampaikan kritik. Jika pasangan menerima kritikan anda maka anda harus berperilaku sama.

3.      Lakukan diskusi bukannya menceramahi

Banyak orang yang tidak memberikan kesempatan bagi pasangannya untuk menjelaskan dari sudut pandang mereka ketika menyampaikan kritikan. Ingat jika mengkritik seseorang apalagi itu pasangan sebaiknya lakukan dengan nuansa diskusi. Tujuannya agar anda mengetahui apa yang menjadi penyebab pasangan melakukan hal itu.

Bila kritikan hanya disampaikan satu arah, tentu akan membuat pasangan tidak punya kesempatan padahal apa yang sedang anda bahas adalah masalah pasangan. mulailah membiasakan diri untuk mendengarkan sudut pandang pasangan agar masalah dapat terpecahkan dengan tepat dan jelas.

4.      Selalu hargai setiap usaha pasangan

Sebelum anda menyampaikan kritikan usahakan untuk mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja kerasnya. Ingat apa yang sedang pasangan lakukan sebenarnya untuk kepentingan bersama. Misalnya saat anda mengkritik pasangan adalah orang yang sering terlambat saat bertemu. Cobalah ingat kembali berapa jarak yang harus ditempuh pasangan untuk menjemput anda di rumah. Selalu sampaikan perkataan yang positif karena hal tersebut akan membuat pasangan lebih terbuka dan merespon positif terhadap kritikan yang anda sampaikan.

Usahakan hindari unsur menjatuhkan atau menggurui pasangan, memang membutuhkan waktu dan latihan untuk mengkritik pasangan tanpa melukai hatinya. Kritikan adalah salah satu cara agar membangun komunikasi yang sehat.

Dengan memperhatikan beberapa hal diatas dan usaha yang anda lakukan bukan hal yang tidak mungkin jika kritikan akan meningkatkan keintiman anda dan pasangan. selain itu hubungan anda akan semakin dekat dan anda berdua akan menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri dan lebih kuat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Benar Jika Hubungan Yang Lama, Menurunkan Gairah Seks Pada Wanita?

Apakah Benar Jika Hubungan Yang Lama, Menurunkan Gairah Seks Pada Wanita?

Apakah Benar Jika Hubungan Yang Lama, Menurunkan Gairah Seks Pada Wanita?Apakah Benar Jika Hubungan Yang Lama, Menurunkan Gairah Seks Pada Wanita?

Dalam sebuah penelitian di Finlandia yang diterbitkan oleh Psychologi Medicine mengungkapkan dari 2.173 wanita yang terlibat dalam penelitian hampir 2000 orang mengalami penurunan gairah seks. Yang tak kalah mengejutkannya penyebab hal tersebut bukan karena perubahan hormone atau kondisi psikologi yang dialami. Melainkan hubungan jangka panjang.

Mengapa hubungan jangka panjang mengakibatkan menurunnya gairah seks pada wanita?

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang yang menjadi faktor utama dari penurunan gairah seks wanita saat menjalani hubungan jangka panjang. Tetapi bagi anda yang memiliki masalah serupa, janganlah terlalu panik atau khawatir. Karena itu bukan sebuah tanda jika anda mengalami kelainan pada kondisi tubuh secara fisik, misalkan disfungsi seksual.

Seorang pelatih dan sekaligus founder Ignite Your Pleasure  bernama Amy Levine, mengatakan jika setiap orang memiliki ciri gairah seks yang sehat berbeda-beda. Tidak semestinya satu orang dengan orang lain mengalami hal yang sama apalagi jika berkaitan dengan wanita. Banyak hal yang menjadi faktor pemicu gairah wanita yakni kondisi mental yang sehat, usia, waktu dan kualitas hubungannya.

Asumsi masyarakat yang dapat mempengaruhi

Meskipun hubungan jangka panjang dapat menurunkan gairah seks seorang wanita namun tidak semua wanita mengalami hal ini. itu terbukti ada beberapa wanita yang memiliki gairah seks yang bergejolak tinggi meskipun telah lama menikah. Hal ini tentu dipengaruhi oleh lingkungan sosial, yang menyakini jika semakin lama menjalin cinta, wajar saja dan bukan masalah jika wanita tidak lagi bersemangat untuk melakukan hubungan seksual. Namun pada akhirnya hal itu hanyalah presepsi semata, sehingga tidak ada usaha apapun untuk meningkatkan gairah seks mereka. Banyak wanita yang cenderung pasrah mempercayai jika hal tersebut benar adanya. Mereka menelan presepsi tersebut tanpa mengelolanya secara matang.

Akan tetapi cobalah tanyakan pada diri anda sendiri, apakah anda tetap berdiam diri saat gairah seks sedang menurun. Atau ingin berusaha untuk memperbaikinya agar hubungan pernikahan anda semakin harmonis dan mesra.

Faktor seks monogami

Dalam hubungan pernikahan jangka panjang bagi seorang wanita dewasa, kehidupan seksual merupakan hal yang menyenangkan serta menarik. semakin bertambahnya usia maka semakin sering dan lebih banyak melakukan eksperimen atau eksplorasi di ranjang. Akan tetapi lama kelamaan hubungan seks yang monogami dapat mempengaruhi gairah seksual pada wanita. Pada dasarnya setiap  manusia memiliki sifat bosan untuk menjalani sesuatu dalam jangka waktu yang panjang.

Jika sudah demikian, maka anda yang harus anda perbaiki dalam hubungan anda dan pasnagan. Hubungan seksual yang anda lakukan bukan hanya sekadar kemitraan lainnya dalam hidup. Hubungan seks cenderung lebih eksklusif, maka tak jarang pasangan akan merasa bosan.

Bahkan seorang peneliti seks yang berasal dari University Guelph Canada bernama Sarah Murray mengatakan mereka yang mengganggap jika hubungan seks sebagai sebuah hubungan yang eksklusif, akan merasa jika hubungan dengan satu orang akan membuatnya bosan. Selain itu, hubungan jangka panjang juga membuat wanita memiliki keinginan yang tidak realistis dari seks monogami.

Untuk itu anda bisa melakukan beberapa hal untuk meningkatkan gairah seks antara lain :

  1. Membangun komunikasi yang baik
  2. Tetap memberikan rayuan satu sama lain
  3. Mencoba posisi seks yang baru

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Cara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan BerselingkuhCara Mempertahankan Kembali Hubungan Usai Pasangan Ketahuan Berselingkuh

Saat anda mengetahui jika seseorang yang anda cntau selama ini telah berselingkuh, maka rasanya hancurlah semua harapan dan mimpi-mimpi yang telah anda bangun. Marah, kecewa, dan sedih adalah perasaan yang biasanya muncul dalam diri anda. Memang tak mudah untuk menjalani hidup setelah peristiwa menyakitkan tersebut terjadi. Namun, anda harus singkirkan hal-hal perasaan negatif tersebut dan fokus kembali dengan hubungan yang anda inginkan. Apakah anda ingin mengakhirinya atau tetap mempertahankannya? Jika anda lebih memilih untuk mempertahankan hubungan setelah terjadinya perselingkuhan. Maka anda dapat menyimak beberapa hal  berikut ini.

Pasangan yang berselingkuh, haruskah tetap bertahan atau malah berpisah?

Ada beberapa faktor dari luarhubungan anda dengan pasangan (salah satunya telah memiliki anak) terkadang menjadi alasan mengapa masalah menjadi berubah menjadi lebih rumit. Hubungan anda akan semakin parah salah satu pasangan masih bersikeras dengan egonya masing-masing dan anak menjadi tidak mendapatkan contoh pernikahan yang sehat.

Umumnya, keputusan antara bertahan atau berpisah setelah pasangan berselingkuh tergantung dari diri anda sendiri. kunci utama adalah jangan biarkan anda terpengaruhi oleh hal-hal yang justru membuat anda semakin sulit membuat keputusan, misalnya bagaimana komentar keluarga, teman, ataupun lingkungan tetangga di dekat rumah. Mulailah memantapkan diri untuk memilih keputusan yang tepat bagi anda dan pasangan. setelah itu pertimbangkan beberapa risiko yang akan anda hadapi kedepannya secara mendetail seperti hak asuh anak atau pembagian harta. Apabila baik anda maupun pasangan tak mampu memperbaiki hubungan maka berpisah adalah jalan terbaik.

Namun jika anda memilih untuk melanjutkan hubungan anda, karena anda merasa masih ada hal yang dapat anda perbaiki dengan pasangan. Maka dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.

Tips mempertahankan hubungan setelah terjadi perselingkuhan

Dalam beberapa kasuh perselingkuhan terbukti ada beberapa pasangan yang memilih untuk tetap mempertahankan hubungan mereka. Memang sulit untuk membangun kepercayaan kembali setelah ketahuan berselingkuh. Namun jika anda merasa bertahan adalah cara terbaik maka simak tipsnya berikut ini :

1.      Jujur

Kejujuran adalah hal utama yang harus anda lakukan untuk bangkit dari perselingkuhan. Sampaikan pada pasangan mengenai semua hal yang anda keluhkan dan rasakan. Janganlah memendam rasa sakit sendirian, karena itu bisa saja membuat korban perselingkuhan rawan mengalami gangguan depresi dan kesedihan yang mendalam.

Oleh karena itu jujur adalah hal yang sangat penting bagi pasangan yang ketahuan berselingkuh. Terus dengarkan setiap keluh kesar pasangan yang menjadi korban perselingkuhan.

2.      Buatlah peraturan

Bukan sesuatu yang aneh jika pasangan akan lebih posesif. Hal itu adalah salah satu bentuk pertahanan secara alamiah agar tindakan perselingkuhan tidak terulang kembali. Oleh sebab itu, bagi anda yang menjadi korban maka buatlah peraturan yang telah disepakati bersama. Peraturan itu wajib dilakukan oleh kedua pasangan.

Anda dapat meminta pasangan untuk selalu setiap menjawab telepon dari anda, meskipun tidak ada hal penting. Anda mungkin akan sulit mempercayai pasangan lagi namun seiring berjalannya waktu dan kedisiplinan pasangan menaati aturan maka kepercayaan dapat anda bangun kembali. Jangan ragu untuk mengapresiasi setiap usaha pasangan karena telah berusaha menaati aturan yang dibuat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Perlukah Memiliki Tabungan Bersama Setelah Pasangan Resmi Menikah?

Perlukah Memiliki Tabungan Bersama Setelah Pasangan Resmi Menikah?

Perlukah Memiliki Tabungan Bersama Setelah Pasangan Resmi Menikah?Perlukah Memiliki Tabungan Bersama Setelah Pasangan Resmi Menikah?

Setelah resmi menikah tentu hubungan anda bukan lagi “aku” dan “kamu” saja, namun berubah menjadi “kita”. Setelah menjadi satu kesatuan tentu segala hal yang berurusan dengan pernikahan akan ditanggung bersama. baik itu tempat tinggal, anak hingga masalah keuangan. Uang adalah aspek yang sensitif dalam sebuah hubungan selain penopang segala kebutuhan. Uang juga diperlukan untuk menyiapkan masa depan bersama, apalagi jika kedua pasangan memiliki penghasilan yang tetap setiap bulannya. Setelah anda dan pasangan berdiskusi mengenai pengeluaran sehari-hari dengan rinci maka yang menjadi pertanyaan perlukan keduanya membuat tabungan bersama?

Perlukah pasangan membuat tabungan setelah menikah?

Rekening tabungan yang dibuat bersama dan terpisah dari penghasilan pribadi. Dimana rekening tersebut adalah tempat anda dan pasangan menyisihkan pendapat masing-masing. Adanya tabungan bersama tentu akan menjadi sumber keuangan rumah tangga dalam membayar beberapa pengeluaran baik itu tagihan listrik, air, internet, uang sekolah anak, hingga kebutuhan pokok setiap bulannya.

Bahkan sebagian pasangan juga membuat tabungan khusus yang sengaja dibuat untuk rencana berlibur, menggapai cita-cita, membuka usaha, atau keadaan darurat yang terjadi dimasa depan. Sedangkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari dikeluarkan dari rekening masing-masing.

Membicarakan hidup dan uang, pada prinsipnya bagaimana cara seseorang menabung itu sangat penting. Pasangan tidak dapat membaca pikiran anda dan begitu pula sebaliknya. Jadi bersiaplah untuk terbuka dan jujur dengan ekspetasi dan impian masing-masing mengenai masalah keuangan setelah resmi menikah. Membahas semua hal tersebut akan membantu anda dan pasangan bekerja sama dalam mencapai tujuan pernikahan. Tidak lupa dengan menabung bersama tentu masing-masing pasangan akan bejalar untuk lebih realistis dan menyelaraskan prinsip kehidupan khususnya pada persoalan keuangan.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan pasangan sebelum membuat rekening bersama

Keputusan untuk membuat rekening bersama tentu adalah hasil kesepakatan bersama. tidak ada tujuan pribadi karena rekening tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga. Sebenarnya membuat tabungan bersama setelah menikah bukanlah sebuah kewajiban bagi pasangan. Namun sebelum memutuskan membuat atau tidak, simak hal yang harus anda pertimbangkan di bawah ini :

1.      Cek rekam jejak keuangan pasangan

Tak semua orang memahami tujuan dari tabungan bersama setelah menikah. Sebelum memutuskan apakah hal tersebut perlu atau tidak yang perlu anda lakukan adalah memastikan apa yang anda dan pasangan inginkan dari tabungan tersebut. Karena bisa saja uang yang ditabung bersama menjadi hilang tanpa jejak, atau terjadi pertengkaran hebat antara anda dan pasangan karena masalah keuangan.

Maka dari itu penting bagi anda untuk mengetahui bagaimana riwayat keuangan pasangan, terutama dari pengalaman keluarganya. Misalnya saja prinsip dan pengertian menanamkan menabung dalam keluarga. Apakah penting baginya untuk menabung dan hidup santai di masa tua?

2.      Perhatikan cara masing-masing pasangan dalam menghabiskan uang

Baik anda atau pasangan harus memperhatikan betul bagaimana cara masing-masing mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri sebelum menikah. Anda harus mampu menganalisis apakah pasangan tipekal orang yang menghabiskan uang untuk jajan? Atau dia termasuk orang yang lebih gemar untuk menabung dan berinvestasi? Atau menghabiskan sebagian besat gajinya untuk membayar tagihan, hutang atau cicilan?

3.      Carilah tujuan jangka panjang bagi anda dan pasangan

Jadikanlah uang ini menjadi cara agar anda dan pasangan meraih tujuan bersama selepas pernikahan. Bila sudah terjalin kesepakatan maka kedua pasangan wajib untuk berkomitmen dengan tujuan tersebut.

Jika kamu masih kebingungan dengan penjelasan diatas kamu dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan. Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive? Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain : 1. Konflik antara pikiran dan emosi Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan. 2. Rasa takut yang dimiliki korban Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain. Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban. 3. Tekanan agama, sosial, dan norma Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan. Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut. 4. Korban yang bergantung pada pelaku Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku. 5. Memiliki anak Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya. Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya. Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive

Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan. Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive? Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain : 1.	Konflik antara pikiran dan emosi Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan. 2.	Rasa takut yang dimiliki korban Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain. Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban. 3.	Tekanan agama, sosial, dan norma Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan. Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut. 4.	Korban yang bergantung pada pelaku Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku. 5.	Memiliki anak Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya. Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya. Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!Seseorang Yang Terjebak Dalam Hubungan Yang Abusive

Ketika teman atau kerabat anda sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang melalukan kekerasan atau abusive, mungkin membuat anda geram. Mungkin anda bertanya-tanya apa yang membuat teman atau kerabat anda tidak segera mengakhiri hubungannya? Padahal sudah terlihat jika ia mengalami banyak kerugian baik secara fisik, materil, dan emosional. Namun kenyataannya melepaskan diri dari hubungan yang diwarnai dengan unsur kekerasan bukanlah hal yang mudah seperti yang orang lain katakan.

Mengapa sulit bagi seseorang untuk mengakhiri hubungannya yang abusive?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari kenapa mereka masih mempertahankan hubunganya. Faktor tersebut yang secara tidak langsung memengaruhi korban maupun orang-orang di sekitarnya. Dari banyaknya faktor berikut ini adalah garis besarnya antara lain :

1.      Konflik antara pikiran dan emosi

Trauma kekerasan yang dialami oleh korban terkadang membuatnya merasa bingung, ragu serta menyalahkan dirinya sendiri. terkadang korban mempercayai jika dirinyalah pemicu konflik ini, satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan untuk bertanggung jawab adalah mempertahankan hubungan tersebut. mereka bahkan tidak menyadari jika perilaku pasangannya termasuk kedalam tindakan kekerasan.

2.      Rasa takut yang dimiliki korban

Salah satu alasan mengapa korban kesulitan untuk meninggalkan pasangannya adalah pelaku yang memanfaatkan korban untuk menjebaknya. Ia bahkan tidak segan untuk bertindak lebih kasar jika korban berusaha untuk melepaskan diri atau melaporkan kasus ini ke orang lain.

Bahkan tak jarang pelaku akan mengancam melukai anak, orang tua, atau orang lain yang penting bagi korban.

3.      Tekanan agama, sosial, dan norma

Pelaku kekerasan terkadang adalah orang yang memiliki citra baik di mata masyarakat. Hal tersebut yang terkadang membuat korban kesulitan untuk mengadukan tindakan pasangan, karena mereka tak mampu meyakinkan orang sekitar mengenai perilaku buruk pasangan.

Salain itu faktor lain seperti agama dan norma terkadang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan. Korban mungkin dapat mengakhiri hubungannya dengan pasangan melalui perceraian. Akan tetapi, hal tersebut berbenturan dengan makna perceraian yang buruk baik dari sisi agama maupun sosial. Sehingga banyak korban yang mengurungkan niatnya tersebut.

4.      Korban yang bergantung pada pelaku

Ada beberapa orang yang menjadi korban kekerasan oleh pasangan, namun masih tetap setia dan mempertahankan hubungannya karena bergantung pada pelaku. Kasus-kasus yang paling sering adalah ketergantungan dengan masalah keuangan. Korban cenderung memaksakan diri untuk dengan pasangan karena tidak memiliki penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidupnya.

Ada beberapa korban yang tidak mampu melepaskan diri dari pelaku tindak kekerasan karena tidak memiliki tempat tinggal lainnya. Rasa putus asa yang besar menjadi alasan terbesar mengapa mereka rela menjadi korban dan tetap tinggal bersama pelaku.

5.      Memiliki anak

Alasan yang terakhir adalah alasan yang paling sering membuat korban sulit untuk melepaskan diri dari pelaku. Sulit bagi korban untuk mempertimbangkan hal ini, mereka merasa takut jika tak mampu melindungi anaknya dari kekerasan, menginginkan anaknya tetap memiliki orangtua yang lengkap, dan lainnya.

Korban biasanya akan mendahulukan keselamatan anak dibandingkan kesejahteraannya sendiri. anak terkadang menjadi alasan terbesar kenapa banyaknya kasus KDRT yang tetap bertahan meskipun mereka ingin berpisah dari pasangannya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Komunikasi adalah salah satu dasar yang menguatkan sebuah hubungan baik itu berkaitan dengan bisnis, sosial, pribadi, keluarga, hingga asmara. Melalui komunikasi akan terbentuk sebuah ikatan emosional antara anda dan pasangan, untuk itu ada baiknya sebagai sepasang kekasih anda berdua menjaga komunikasi yang baik. Namun seberapa sering anda berkomunikasi dengan pasangan ternyata akan mempengaruhi hubungan anda, yang menjadi pertanyaan adalah apakah tidak masalah jika anda dan pacar berkomunikasi setiap saat?

Apakah komunikasi dalam masa pacaran harus dilakukan setiap hari?Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Saat hubungan sedang hangat-hangatnya, baik anda maupun pasangan pasti menginginkan untuk terus berbicara meskipun hanya sekedar chatting biasa. Rasanya anda tidak ingin kehilangan moment berharga untuk dibicarakan bersama pasangan, baik itu menyanyakan kegiatan pasangan sehari-hari, hingga membahas topik menyenangkan lainnya.

Akan tetapi, mungkin anda pernah bertanay apakah perlu menjalin komunikasi setiap hari dengan pacar? Anda mungkin merasa sedikit takut bagaimana jika pasangan merasa bosan dan jenuh apabila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Namun di sisi lain, anda tak ingin hubugan yang sedang dijalami menjadi hambar karena komunikasi antara anda dan pasangan semakin menurun seiring bertambahnya waktu.

Diambil dari “elite dialy”, menjelaskan seberapa sering komunikasi yang terjalin dalam hubungan pacaran harus dilakukan tidak selalu benar. Terdapat 3 hal penting yang harus dipehatikan dalam menjalani komunikasi selama pacaran antara lain :

  • Berapa lama hubungan anda berlangsung?
  • Seberapa nyaman anda dan pasangan menjalani hubungan tersebut?
  • Seperti apa kegiatan atau kesibukan masing-masing pasangan?

Apabila hubungan yang anda jalani masih termasuk baru, jadi sangatlah wajar jika komunikasi dilakukan hampir setiap saat. Hal itu karena anda dan pasangan masih dalam proses saling mengenal sehingga perlu banyak waktu untuk saling membicarakan hal penting bagi keduanya. Akan tetapi, bila hubungan yang terjalin tergolong hubungan yang cukup lama dan kedua pasang sudah mengenal satu sama lain. Maka intensitas komunikasi yang terjalin pun akan menurun.

Baik anda maupun pasangan akan merasa tidak perlu lagi saling bertanya kondisi ataupun kegiatan yang dilakukan masing-masing. Karena mungkin sudah mengerti jadwal kegiatan masing-masing. Apalagi semakin bertambahnya usia kesibukan seseorang akan semakin padat termasuk anda dan pasangan. Tidak ada aturan pasti yang membahas mengenai banyak atau sedikitnya komunikasi dalam sebuah hubungan. Hal tersebut akan kembali pada preferensi pribadi masing-masing.

Komunikasi yang harus dibangung untuk hubungan pacaran yang sehat?

Hal yang terpenting yang harus dipahami dalam membangun komunikasi dengan pasangan adalah saling mengerti satu sama lain. Apalagi jika salah satu pasangan mulai merasa jika komunikasi terlalu berlebihan, maka ia harus jujur dan mengatakannya kepada pasangan. Sehingga masalah tersebut akan dapat diselesaikan dengan cara baik-baik dan tidak menimbulkan pertengkaran. Hal ini juga berlaku jika anda mengalami kondisi yang sebaliknya.

Apabila anda menghadapi masalah dengan pasangan, maka selalu bicarakan dengan baik-baik tanpa harus terbawa  oleh emosi. Sesuaikan cara berkomunikasi anda dan pasangan yang mungkin saja ada perbedaan satu sama lain. Komunikasi yang sehat tidak ditentukan dari seberapa sering anda bertukar kabar, namun bagaimana komunikasi tersebut membuat kedua pasangan saling mengerti dan menerima satu sama lain.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan diatas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Tanda Jika Pasangan Anda Memiliki Sifat Kekanak-Kanakan

Tanda Jika Pasangan Anda Memiliki Sifat Kekanak-Kanakan

Tanda Jika Pasangan Anda Memiliki Sifat Kekanak-KanakanTanda Jika Pasangan Anda Memiliki Sifat Kekanak-Kanakan

Kedewasaan yang dmiliki oleh seseorang tidak bergantung pada usia yang dimiliki. Orang yang dewasa biasanya dapat dilihat melalui cara mereka menyelesaikan sebuah masalah. Seseorang tidak memiliki sifat dewasa atau terlalu kekanak-kanakan biasana akan merasa kesulitan untuk menghadapi masalah dengan cara yang mandiri. Maka dari itu seorang yang memiliki sifat kekanak-kanakan akan sulit untuk diberi tanggung jawab dan diandalkan oleh orang lain. Apabila anda memiliki pasangan yang memiliki sifat kekanak-kanakan tentu akan membuat anda jengkel, dan muncul keinginan untuk berpisah dengannya.

Tanda jika pasangan anda adalah orang yang tidak dewasa

Mungkin sebagian dari anda tidak dapat menyadari jika selama ini pasangan tidak memiliki kedewasaan, sehingga anda cenderung untuk membiarkannya. Oleh karena itu simak tanda apakah pasangan anda memiliki sifat kekanak-kanakan atau tidak? Berikut penjelasannya :

1.      Selalu anda yang diandalkannya

Orang yang memiliki kedewasaan pasti akan melakukan sesuatu dengan mandiri. Orang yang dewasa akan berusaha keras untuk tidak ada orang lain yang merasa kerepotan karenanya. Namun hal tersebut jauh berbeda dengan orang yang bersifat kekanak-kanakan, mereka biasanya membutuhkan atau mengandalkan orang lain. Terutama orang terdekatnya dalam mengerjakan sesuatu sekecil apapun.

Bila pasangan anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan benar, dan membuat anda yang harus berusaha untuk memperbaikinya.  Atau selalu anda yang mengingatkan segala kebutuhan pribadi atau bersama, maka itu bisa jadi tanda jika pasangan anda adalah sosok yang kekanak-kanakan.

2.      Anda sering mengomeli pasangan

Bagi seseorang yang memiliki sifat dewasa tentu akan memikirkan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Apalagi jika hal tersebut bekaitan dengan perasaan anda. Meskipun demikian tetap ada kemungkinan jika ada kesalahan atas sesuatu yang anda lakukan.

Namun apabila hal yang anda pertimbangkan adalah kesalahan pasangan tentu membuat anda merasa kesal dan kecewa. Bila anda sadar jika pasangan sering mengecewakan atau menjengkelkan sehingga berulang kali anda harus mengomelinya maka itu adalah tanda jika pasangan bukanlah sosok yang dewasa.

3.      Mengelak jika terbukti bersalah

Bagi orang yang memiliki sifat dewasa mereka akan berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi dengan kepala dingin, tetap tenang, dan berani mengakui jika terbukti bersalah. Hal itu justru kebalikan dari orang yang kekanak-kanak mereka justru lebih sering membuat kesalahan dan menimpakannya kepada orang lain.

Cobalah amati bagaimana tanggapan pasangan saat anda mengingatkannya terhadap kesalahan yang pernah dilakukan. Apabila ia memberikan respon yang tidak serius, dan cenderung mengangapnya sebagai bahan lelucon. Atau justru terpancing emosi serta mengomeli anda karena ia tak ingin disalahkan atas hal tersebut. Bisa menjadi tanda bila pasangan anda adalah orang yang tidak dewasa.

Untuk menghadapi itu usahakan anda menghindari sikap memarahinya untuk hal-hal kecil.

4.      Kurang romantis

Seorang yang dewasa akan paham bagaimana memperlakukan pasangannya dengan baik. Salah satunya adalah dengan memperlakukan anda dengan cara-cara yang romantis dan mesra sehingga anda pun nyaman berada di dekat pasangan.

Namun bila pasangan anda adalah sosok yang kekanak-kanakan, ia justru mementingkan egonya sendiri. Sikap ini akan  membuat anda beranggapan jika pasangan bukanlah sosok yang romantis, sehingga anda yang harus menuruti segala keinginannya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan diatas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

 

 

 

 

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Cara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap AndaCara Menghadapi Pasangan Yang Suka Bercanda Kelewatan Terhadap Anda

Memiliki pasangan yang humoris tentu membuat hubungan anda menjadi lebih mesra dan hangat. Terkadang canda tawa adalah kunci bagi pasangan yang langgeng, bahkan seseoang yang pandai membuat anda tertawa selalu dipandang sebagai sosok pasangan yang ideal. Bagaimana tidak? Setiap loluson yang dia buat membuat hubugan menjadi tidak lagi hambar. Namun sangat disayangkan terkadang ada beberapa pasangan yang suka bercanda kelewatan karena mengingat kedekatan yang sudah terjalin antara anda dengan dia.

Mungkin pasangan berniat untuk membuat anda tertawa, namun tak jarang hal itu justru membuat anda tersinggung. Perlu diakui jika toleransi setiap orang terhadap lolucon memang berbeda-beda. Apa yang dianggap sebuah lolucon belum tentu akan menghibur anda. Terlebih jika yang dijadikan bahan tertawaan adalah kehidupan pribadi anda. Jika pasangan memiliki gaya bercanda sudah kelewatan dan menyakiti hati anda, jangan buru-buru mengakhiri hubungan. Anda bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut ini :

Kenapa pasangan senang bercanda kelewatan?

Bercanda dengan pasangan adalah salah satu bentuk quality time selain itu bercanda dapat menjadi media bagi pasangan untuk menjadi diri sendiri, mengeluarkan lelucon pribadi serta karater konyol yang hanya dimiliki berdua. Bahkan bercanda juga dapat membangun kepercayaan kedua pasangan sehingga anda akan lebih menerima kekurangan dan kelebihan pasangan yang menurut anda aneh namun lucu. Hal itu juga akan berlaku sebaliknya.

Namun di sisi lain ada beberapa orang yang merasa tidak senang dengan bercanda yang kelewatan, mungkin termasuk diri anda. Pasangan mungkin berpikir lelucon yang ia utarakan adalah hal lucu, padahal itu tidak membuat anda kesal sebenarnya. Bahkan dalam beberapa kasus candaan terkadang membuat suasana kumpul dengan sahabat atau kerabat menjadi lebih seru. Untuk mencapai suasan tersebut tak heran pasangan mengorbankan anda sebagai bahan tertawaan orang lain.

Bukan ganya itu, candaan terkadang dijadikan sebagai pengalih perhatian jika anda membahas sebuah topik yang penting. Jika pasangan mulai berperilaku demikian maka itu berarti dia sedang bermasalah dengan topik yang anda bahas.

Bagaimana cara menghadapi pasangan yang senang bercanda kelewatan?

Banyak pasangan yang bertengkar karena bahan lelucon yang merugikan salah satu pihak. Candaan yang mengandung unsur merendahkan anda atau sindiran tentu membuat anda sakit hati. Namun jangan buru-buru meminta putus, simak tips menghadapinya sebagai berikut ini :

1.      Bicarakan dengan tegas

Jika anda merasa benarr-benar tersinggung oleh lelucon pasangan maka sampaikanlah dengan jujur. Cara ini adalah cara yang paling tepat untuk memulai meredam perilaku yang membuat anda tidak nyaman.

Katakanlah secara tegas tanpa harus melibatkan emosi atau menggunakan nada tinggi. Jika anda menyampaikannya dengan baik maka pasangan akan sadar dengan perilakunya yang sudah kelewatan.

2.      Jangan langsung menegur pasangan di depan umum

Meskipun hati anda tersakiti oleh lelucon pasangan, namun jangan sampai anda menegurnya di depan umum. Apalagi jika orang-orang tersebut adalah teman dekat atau kerabat. Urungkan niat anda untuk menegur pasangan hingga ada kesempatan bagian anda untuk berbicara empat mata denganya. Menegur pasangan di depan umum akan menunjukan jika hubungan anda tidak harmonis.

Selain itu, perilaku ini akan memicu konflik baru dalam hubungan anda dan bisa jadi anda dilabeli sebagai pasangan yang tidak menghormati pasangnya.

Jika kamu masih kebingungan dengan penjelasan diatas kamu dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

Sebuah hubungan romantis memang kelihatannya manis, namun jangan berpikir terlalu cepat. Dalam sebuah hubungan segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan berdampak baik, termasuk dalam perilaku yang terlalu manis. Bahkan ada beberapa hal terlihat romatis yang justru merusak hubungan asmara.

Mengapa hal yang romantis merusak hubungan asmara?

Jika dalam lingkungan keluarga, teman, maupun pekerjaan entah anda atau pasangan dinilai sebagai seorang yang romantis. Maka anda perlu sedikit berhati-hati, karena sukap romantis tak selalu berakhir dengan baik apalagi jika anda melakukannya secara berlebihan. Biasanya orang yang romantic memiliki hati yang sensitif. Bahkan banyak orang yang mengira jika semakin sensitif seseorang maka semakin romantic perilakunya.

Namun tidak selamanya keromantisan memiliki efek baik dalam hubungan anda. Perilaku romantis yang ditunjukkan secara berlebihan akan merusak hubungan secara pelahan. Kebiasaan-kebiasaan romantic yang sering dilakukan akan dianggap perlakuan yang biasa sehingga menurunkan tingkat kepekaan pasangan.

Hal romantis yang harus dihindari

Perilaku romantis yang berlebihan akan membuat pasangan merasa muak dan bosan. Untuk itu anda harus berhati-hati dalam berperilaku romantic, berikut ini adalah 3 hal romantis yang sebaiknya anda hindari adalah sebagai berikut :

1.      Terlalu sering memberikan gombalan

Pada awal pacaran mungkin pasangan atau anda sering mengutarakan kasih sayang atau kata-kata romantis agar hubungan semakin menghangat. Namun, bila anda atau pasangan terus menerus mengutarakan ucapan gombal tentu akan muncul rasa muak dan jenuh bagi keduanya.

Misalnya anda selalu  memuji pasangan dengan rayuan yang berlebihan. Jika dilakukan terus menerus lama kelamaan pasangan akan merasa lelah dan bosan dengan ucapan yang anda sampaikan.

Bukan membuat pasangan menjadi cinta, perilaku tersebut akan membuat pasangan jenuh dan menjadi mengabaikan anda. Ucapan manis atau sayang terhadap pasangan memang dapat membantu anda dalam menjaga keharmonisa, akan tetapi usahakan jangan terlalu sering melakukan itu.

2.      Terlalu sering bertanya kepada pasangan

Pada saat pasangan tidak didekat anda, tentu anda akan menanyakan keberadaannya untuk memastikan dia dalam kondisi yang baik. Terdengar biasa dan perilaku ini terkadang digolongkan sebuah tindakan romantis.

Akan tetapi terlalu sering bertanya mengenai kondisi pasangan terkadang menjadi pemicu pertengkaran. Dikarenakan pasangan merasa jika tidak ada kepercayaan antara satu sama lain. Semakin sering bertanya apalagi dengan persoalan yang sama, tentu akan membuat seseorang semakin kesal.

Misalnya pertanyaan dengan siapa saja pasangan pergi? Apakah ada wanita lain disana? Kapan pulang ke rumah? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Terlalu sering mengajukan pertanyaan ke pasangan akan membuatnya sibuk dengan ponselnya sendiri. sehingga kualitas waktu yang dimiliki pasangan bersama teman-temannya akan berkurang.

3.      Bertemu dengan keluarga yang terlalu cepat

Memperkenalkan diri dengan keluarga pasangan adalah tanda yang baik, karena pasangan menunjukan keseriusannya dalam hubungan ini. Akan tetapi hal ini bisa saja mengganggu, bila anda dihadapkan kondisi hubungan yang masih baru namun pasangan mengajak anda bertemu dengan keluarga besar.

Perlu dipahami jika setiap orang membutuhkan waktu untuk mengenal pasangannya dan tentu itu perlu pemahanan bagi anda dan pasangan untuk menemukan kecocokan satu sama lain. Jika anda merasa tidak cocok dengan pasangan maka bertemu dengan keluarganya bukanlah hal yang tepat.

Hal romantic akan menjadi perusak hubungan bila dilakukan terlalu sering dan terlalu cepat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?Siapa Yang Berkemungkinan Lebih Besar Untuk Selingkuh Setelah Menikah? Pria Atau Wanita?

Saat hubungan anda resmi dan disahkan oleh Negara adalah hal yang selalu dinanti oleh semua orang baik anda dan pasangan maupun seluruh keluarga besar. Pernikahan adalah salah satu kehidupan baru bagi seseorang. Namun perlu diketahui jika semua pernikahan rentan akan masalah. Salah satu masalah yang mengancam keretakan hubungan pernikahan adalah perselingkuhan.

Tidak menutup kemungkinan jika perselingkuhan dapat terjadi dalam pernikahan anda. Baik pria maupun wanita dapat melakukan hal tersebut apabila ada niatan dan kesempatan. Namun yang menjadi pertanyaan mana yang lebih rawan berselingkuh diantara keduanya?

Mana yang memungkinkan untuk berselingkuh setelah menikah, pria atau wanita?

Banyak yang mengganggap jika pria cenderung lebih mungkin untuk berselingkuh bila dibandingkan wanita. Padahal wanita juga berpeluang melakukan hal yang sama apabila memiliki kesempatan.

Pada umumnya, perselingkuhan yang terjadi dalam pernikahan kebanyakan dilakukan oleh kaum pria. Hal itu terjadi karena untuk memuaskan nafsu mereka, maka dari itu banyak orang yang mengatakan jika hal tersebut adalah hasrat sesaat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi di kemudian hari.

Sedangkan, pada kaum wanita, perselingkuhan dilakukan karena mereka merasa segala kebutuhan tidak dapat dipenuhi dengan baik oleh pasangannya dalam jangka waktu yang lama. Bahkan seorang terapi pernikahan bernama Tammy Nelson yang dikutik dapam artikel Fatherly menjelaskan perempuan yang berselingkuh cenderung lebih pandai menyembunyikan perselingkuhannya dibanding pria.

Akan tetapi di sisi lain pria memiliki kecenderungan lebih tenang saat berselingkuh. Hal inilah yang membuat pria mampu mempertahankan hubungan perselingkuhannya lebih lama. Itu karena mereka merasa tidak sedang penyimpangan yang dilakukan. Bahkan, ada banyak kasus pria yang berselingkuh dengan wanita yang berbeda-beda dalam beberapa waktu.

Oleh karena itu, tidak dapat disimpulkan mana yang lebih rawan untuk berselingkuh antara pria maupun wanita. Yang pasti baik pria maupun wanita apabila sudah memiliki niatan untuk berselingkuh maka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukannya.

Banyak alasan yang bisa memicu munculnya niat selingkuh setelah menikah, baik pada pria maupun wanita. Jadi dapat ditarik kesimpulan bila kedua pasangan yang telah menikah memiliki kemungkinan besar yang sama dalam untuk berselingkuh.

Hal yang memicu niatan berselingkuh dalam pernikahan

Banyak hal yang menjadi penyebab dari perselingkuhan mulai dari masalah pernikahan hingga keinginan pribadi. Selain itu faktor kebiasaan, masalah psikologis atau trauma masa lalu baik secara sadar maupun tidak dapat menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan, untuk lebih jelasnya simak di bawah ini :

  1. Kecanduan terhadap sesuatu, jika anda atau pasangan merasa kecanduan dengan obat-obatan terlarang, alkohol, judi dan lain-lain. Maka harus berhati-hari karena kecanduan dapat membuat anda melakukan hal yang diluar control termasuk berselingkuh.
  2. Perselingkuhan sebelumnya, seseorang yang pernah melakukan perselingkuhan sebelumnya akan lebih rawan melakukan hal yang sama setelah menikah.
  3. Gangguan kepribadian, salah satu gangguan kepribadian yang memicu seseorang untuk berselingkuh adalah “Narsisme”. Gangguan ini yang menyebabkan seserang menjadi lebih egois dan mementikan dirinya sendiri.
  4. Trauma masa kecil, apabila seseorang mengalami kejadian traumatis baik itu fisik, emosional maupun seksual serta tak diatasi dengan baik maka akan berpengaruh buruk pada pembentukan karakternya di masa depan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!