Posts

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tnetu tak semua orang dapat dekat dengan mertuanya, apalagi jika sikap mertua membuat pernikahan anda menjadi panas. Sesekali sebagai  anda merasa kesulitan untuk membela diri meskipun sikap mertua yang berlebihan. Bahkan terkadang pasangan anda justru membela ibunya dibandingkan anda pasangan hidupnya. Sebelum pernikahan anda semakin memburuk, berikut ini ada beberapa tanda mertua yang berpengaruh buruk terhadap pernikahan anda. Simak penjelasannya di bawah ini:Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

1.      Mengontrol persiapan pernikahan anda dan pasangan

Terkadang mertua menjadi ancaman bagi rumah tangga anda, hal ini dapat dilihat saat anda dan pasangan menyiapkan pernikahan. apabila mertua ikut ambil andil dalam pengambilan keputusan mengenai persiapan pernikahan, maka anda harus sedikit berhati-hati. Cobalah bicarakan hal ini pada pasangan anda, jangan sampai perilaku tersebut akan terus berlanjut hingga anda resmi menikah.

2.      Merasa menjadi teman dekat anda

Sebenarnya bukan masalah jika anda begitu dekat dengan mertua selayaknya teman dekat. Namun yang ditekankan adalah sikap yang  berlebihan agar lebih dekat dengan anda, seperti menelpon tak kenal waktu serta menawarkan nasihat atau kritikan terhadap hal apapun mulai dari memasak, berdandan, cara berpakaian, bahkan mendidik anak.

3.      Berniat untuk ikut bulan madu anda dan pasangan

Bulan madu merupakan momen dimana hanya ada anda dan pasangan. Bulan madu sering dimanfaatkan pasangan untuk merajut kemesraan ditengah gejolak cinta yang membesar. Meskipun demikian ternyata masih banyak mertua yang ingin ikut anaknya berbulan madu bersama pasangan. tentu kehadiran mertua membuat anda merasa tidak nyaman. Mertua tipe ini merasa dia tidak dapat jauh dari anaknya, atau mereka tak ingin anaknya berlibur tanpa kehadirannya.

4.      Menjadi pemicu pertengakaran dalam pernikahan anda

Bertengkar karena sikap mertua sudah menjadi hal yang wajar, namun hal ini tentu menjadi masalah jika anda dan pasangan sering mengalaminya. Apalagi jika mertua terlalu sering menyebabkan anda dan pasangan saling berdebat, maka ini bisa jadi tanda jika mertua anda menjadi ancaman dalam pernikahan. mertua seperti ini bisa jadi sengaja melontarkan topik apa pun yang membuat suasana hati anda dan pasangan memanas, mereka cenderung memanfaatkan kekurangan yang anda berdua miliki.

5.      Membersihkan dan membereskan rumah

Beberapa wanita mungkin merasa senang saat mertua ikut membantunya dalam membersihkan dan membereskan rumah. Beberapa mertua mungkin tulus melakukan hal tersebut karena ingin meringankan pekerjaan anda. Namun ada beberapa mertua yang justru memiliki maksud untuk mempermalukan anda atau mengkritik bagaimana cara anda mengurus rumah.

6.      Sering meminta waktu untuk bersama pasangan anda

Mertua yang sering ikut campur masalah pernikahan anaknya, terkadang tidak menyadari jika anaknya telah menikah dan keluarganya adalah prioritasnya dalam hidup. Namun jika mertua anda selalu menuntut pasangan untuk lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama atau menomersatukan dirinya tentu ini adalah tanda jika mertua anda akan berpengaruh buruk pada pernikahan.

7.      Membuat anda terus merasa bersalah

Tanda lain yang ditunjukan jika mertua anda merupakan ancaman pernikahan adalah membuat anda terus merasa bersalah, meskipun anda tak berbuat apa-apa. Rasa bersalah dan tidak berdaya dapat anda rasakan kapan saja.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Setiap pernikahan tentu akan mengalami masalah entah kecil maupun besar. Masalah yang anda hadapi pun, bisa berasal dari dalam pernikahan seperti selisih paham atau komunikasi yang kurang baik. Namun bisa saja masalah yang anda hadapi justru berasal dari luar seperti ibu mertua. Ibu mertua mungkin menjadi sosok ibu kedua bagi anda. Bahkan tak heran terkadang ibu mertua memperlakukan menantunya selayaknya anak kandung. Namun ternyata ada beberapa sikap mertua yang justru menjadi masalah dalam pernikahan anda, apa saja? simak lebih jelasnya berikut ini.Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Mertua yang terlalu otoriter

Apakah saat ini ibu mertua anda memegang kontrol terhadap pernikahan anda dan pasangan? atau apakah ia sering kali melakukan atau tidak melakukan sesuatu, menentukan tempat tinggal anda, mengkritik pola asuh anda terhadap anak, bahkan ia akan memarahi anda jika tak melakukan sesuai apa yang diperintahkan.

Jika anda mengalami semua kondisi itu, maka itu tandanya mertua anda bersikap otoriter. Tentu hal ini akan menjadi masalah dalam pernikahan anda, di satu sisi anda harus menghormati dia sebagai orangtua. Namun di sisi lain anda pun juga memiliki keputusan untuk melakukan sesuatu terlebih mengenai keluarga anda sendiri. ibu mertua yang terlalu menekan akan membuat anda stres sehingga berpengaruh buruk terhadap hubungan pernikahan.

Untuk mengatasi masalah ini, cobalah gali lebih dalam cari tahu apa yang membuat pasangan tak berdaya bila berhadapan dengan orangtuanya. Apakah memang kebiasaan sedari kecil, atau karena mertua anda takut kehilangan kontrol terhadap anaknya setelah menikah? Saat anda menemukan alasan yang mendasari masalah ini, cobalah diskusikan dengan pasangan. katakan pada pasangan anda berdualah yang lebih berhak mengendalikan pernikahan ini. bersikaplah kompak di depan merdua serta ingatlah anda juga tidak perlu meminta pertujuan mertua untuk membuat sebuah keputusan. Secara perlahan mertua anda akan mengerti

Mertua yang judes

Keinginan dekat dengan mertua tentu anda inginkan, maka tak jarang anda menunjukan keramahan dan sikap terbuka terhadap mereka. Namun terkadang kesan yang anda dapatkan justru sebaliknya, mereka cenderung cuek bahkan judes terhadap anda. Bahkan mereka terang-terangan menunjukan ketidaksukaannya terhadap anda, mulai dari perkataan hingga perilaku. Misalnya mereka sering mengomentari buruk pekerjaan anda di rumah, merendahkan anda di depan teman-temannya, hingga membandingkan diri anda dengan mantan kekasih pasangan anda. Tentu semua tindakan ini membuat anda panas.

Hal yang harus anda lakukan untuk mengatasinya adalah dengan menceritakan perlakuan atau perkataan mertua yang melukai anda. Mintalah asangan untuk lebih berperan dalam menegur orangtuanya. Atau anda bisa menyampaikan rasa keberatan anda terhadap sikap mertua secara langsung, namun sampaikanlah dengan kalimat yang tegas dan tetap sopan tanpa memancing emosi. Ingat jangan sampai anda terpancing amarah, mintalah ibu mertua anda untuk lebih menghargai anda sebagai menantunya.

Anda juga bisa menemukan persamaan dalam dirinya agar anda dan ibu mertua dapat saling mengenal kepribadian masing-masing. Jika masalah ini terlalu sering anda alami, maka cobalah cari area pribadi, sehingga interaksi anda dengan mertua sedikit berkurang. Bagaimana pun anda harus tetap menghormatinya sebagai orang tua. Anda juga tidak perlu memaksakan diri untuk akrab dengannya jika memang sulit dan justru membuat anda semakin tertekan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah dengan seorang single parent sekaligus menjadi orangtua tiri bagi anak-anak tentu bukan hal yang mudah. Jika dalam dongeng-dongeng ibu tiri digambarkan seorang yang jahat dan kejam seperti pada kisah Cinderella, Hansel and Gretel, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Tentu hal ini tidak berlaku lagi, nyatanya masih ada orangtua tiri yang memberikan kasih sayang kepada anak-anak serta anggota keluarga besar pasangan. meskipun demikian setelah anda resmi menikah dengan pasangan, tandanya anda telah siap dengan apa yang pasangan miliki termasuk anak, isu mengenai pernikahan dengan seorang single parent serta mantan pasangan anda. Menjadi orangtua tiri tentu akan menghadapi tantangan tersendiri. Kedekatan dengan anak adalah salah satu kunci agar hubungan anda dan pasangan berjalan dengan harmonis.

Menghadapi situasi saat menjadi orangtua tiri

Agar anda mampu melalui masa-masa sulit ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, agar hubungan orangtua dan anak tetap baik serta pernikahan anda dan pasangan tetap awet dan harmonis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1.      Menjadi sahabat bagi anak-anak

Memasuki kehidupan anak-anak yang broken home atau kehilangan salah satu orang tuanya tentu bukan hal mudah dilakukan. Tentu anak-anak akan merasa canggung karena ada orang luar yang masuk dalam kehidupannya. Untuk mengatasi situasi seperti ini, kunci yang harus anda pegang adaah menjadi sahabat untuk anak-anak. Dengan begini anak-anak pun lebih nyaman dan anda akan semakin akrab dengan mereka. Apalagi jika anak menginjak usia remaja, cobalah mengajaknya bercerita mengenai keseharian yang dilakukan. Mulai dari pelajaran di sekolah, teman-teman, atau mungkin orang yang disukai anak.

Atau bisa saja anda sesekali mengajak anak berjalan-jalan, berbelanja atau kegiatan lain yang lebih santai sehingga anda dan anak-anak akan lebih mengenal satu sama lain.

2.      Tunjukan sikap positif pada anak

Ingatlah jika sosok orangtua kandung selamanya tidak dapat tergantikan oleh siapapun sekalipun anda. Entah bagaimana perpisahan yang terjadi pada kedua orangtua kandungnya, anak-anak tetap kan mencintai mereka. Untuk itu, hindari ungkapan negatif mengenai orangtua kandung mereka. Jika ada hal yang menurut anda tidak baik mengenai orangtua kandung anak-anak, maka sampaikan secara langsung pada suami. Atau anda hindari untuk ikut berkomentar negatif jika ada orang lain mengatakan hal buruk pada orangtua kandung anak-anak.

Selain itu, jangan buat anak merasa terhalangi saat harus bertemu dengan orangtua kandungnya karena kehadiran anda. Bahkan bisa saja anda mengantar atau bertemu dengan orangtua kandung anak-anak.

3.      Sayangi anak-anak selayaknya anak kandung anda sendiri

Untuk menjadi sosok ibu baru yang dapat diterima di keluarga, anda harus sanggup menenangkan hati anak-anak. akan ada saatnya mereka membutuhkan bantuan anda. Sehingga anda harus siap menjadi sahabatnya, tunjukan jika anda mencintai mereka dan tunjukan pada mereka jika adanya diri anda bukan berarti kasih sayang pasangan terhadap anak-anak berkurang.

Menjadi orangtua tiri memang cukup komplek dibandingkan dengan orangtua kandung. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang memandang negatif sosok orangtua tiri. Namun jangan jadikan stigma negatif tersebut membuat anda merasa gagal dan menyerah begitu saja. cinta dan kesabaranlah yang akan membuktikan besarnya cinta anda terhadap keluarga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Banyak isu yang membahas mengenai anak dari keluarga broken home, salah satunya adalah mereka merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius seperti pernikahan. mereka yang menjadi korban broken home menyaksikan secara langsung orangtua mereka berpisah. Atau orangtua yang terus bertahan namun hubungan mereka tak lagi sehat. Kondisi pernikahan yang sering diwarnai dengan pertengkaran bahkan kekerasan fisik dan verbal terkadang menjadi hal yang menakutkan. Jika anda bukan anak keluarga broken home mungkin akan kesulitan memahami perasaan mereka.Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Berbagai percekcokan, penghianatan, saling diam, membentak, pisah ranjang  hingga percerian menimbulkan rasa traumatik pada mereka. Sehingga hal tersebut membuat mereka membentuk benteng pertahanan di hatinya yang sulit untuk dibuka. Hal ini bukan karena mereka tak ingin merasakan jatuh cinta atau percaya dengan orang lain. Atau bukan tanda jika mereka takut pacaran, takut berkomitmen, atau bahkan takut menikah. Sebenarny ada sesuatu yang telah menyabotase hati mereka sehingga adalah sebuah kesalahan jika mereka melakukan hal yeng serupa seperti kedua orangtuanya termasuk memberi kepercayaan, jatuh cinta atau menikah.

Anak broken home memandang sebuah penikahan

Bila ditanya bagaimana kesiapan seorang anak broken home mengenai pernikahan, banyak diantaranya berdiam diri. pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan, mereka harus melakukan pertimbangan bahkan rasa ragu terkadang turut ambil bagian. Bahkan ada beberapa yang memilih menghindar, tidak ingin menikah atau menundanya.

Sebenarnya anak broken home cenderung takut pada hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan, sekalipun hal itu tidak terjadi. Sehingga, meskipun sekarang mereka berstatus lajang, ataupun telah memiliki kekasih namun pikiran tersebut tetap menghantui mereka.

Perasaan gelisah terhadap nasib yang serupa seperti orangtuanya sering kali muncul. Mereka merasa cemas bila mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti terluka, gagal membina rumah tangga, kehilangan orang yang disayangi, ditelantarkan, diperlakukan berbeda, diselingkuhi, dan lain sebagainya. Mereka merasa takut jika apa yang dicemaskan menjadi kenyataan.

Anak broken home juga dapat menjalani hubungan dengan baik

Akan tetapi tak selamanya anak keluarga broken home bersikap seperti demikian. Jika mereka mampu mengelola dan memahami apa yang terjadi pada orangtuanya sebagai bekal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini justru akan berdampak baik terhadap hubungan.

Mereka dapat belajar bagaimana seorang istri/suami bertindak, bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya, bagaimana menghadapi sebuah konflik atau pertengkaran dengan pasangan, bagaimana perasaan anak-anak saat orangtuanya bertengkar, dan lain sebagainya.

Sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang setia, penyayang, mampu berkomunikasi dengan baik, jujur, berusaha keras untuk mempertahankan hubungan, dan memiliki respect yang baik. Namun hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instan. Peran pasangan sebagai sosok yang mendukung sangatlah penting.

Pernikahan merupakan keputusan yang penting bagi setiap orang

Bukan hanya bagi anak borken home saja, namun setiap orang tentu akan mempertimbangkan baik-baik hubungan mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. meyakinkan pasangan yang pernah mengalami trauma akibat dari hancurnya pernikahan orangtua tentu bukan hal yang mudah. Perlu adanya kesabaran dan dukungan agar mereka lebih berani menjalin hubungan yang serius. Namun percayalah, setiap niat baiktentu akanmendapatkan jalan, biarkan pasangan yang menilai keseriusan anda, jika anda benar-benar mencintainya cobalah untuk lebih memahami perasaannya. Jangan terlalu cepat menyerah atau mengeluh. Semakin besar usaha anda maka semakin besar pula keberanian pasangan untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Saat menjalin hubungan asmara dengan seorang single paren, tandanya anda harus siap dengan apa yang melekat pada mereka. Mulai dari anak, isu pernikahan sampai mantan pasangannya. Meskipun cinta tak mengenal latar belakang pasangannya, namun terkadang ada beberapa orang yang terlihat belum siap untuk menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent. Agar anda semakin yakin lagi berikut ini adalah beberapa tanda yang ditunjukkan.Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Apakah anda siap menjalin hubungan dengan seorang single parent?

Bagi mereka yang menjalani hubungan asmara dengan seorang janda atau duda tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak sama dengan saat anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang belum memiliki anak. jika anda belum siap sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu ada beberapa tanda jika anda belum siap menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent antara lain:

1.      Merasa cemburu dengan anak-anak

Cemburu adalah hal yang wajar dalam hubungan asmara ketika pasangan terlihat lebih dekat dengan orang lain selain diri sendiri. Namun pada kasus seperti ini, mungkin pasangan anda akan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya. Terkadang hal ini memicu kecemburuan pada diri anda.

Apabila kecemburuan anda membuat anda bersikap tidak menyenangkan kepada anak dari pasangan anda, dan mencoba merebut perhatiannya maka hal ini adalah tanda jika anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Peter Gray dari University of Nevada mengungkapkan pendapat anak tentang pasangan baru orangtuanya merupakah hal yang sangat penting. Untuk itu rasa cemburu terhadap anak pasangan anda justru akan merusak hubungan. Ada baikny anda mendekatkan diri dengan mereka dan berusaha untuk menyayanginya pula.

2.      Menyampaikan kritikan mengenai pola asuh yang diterapkan pasangan

Jika anda telah mengenal dekat anak pasangan anda, dan melihat pola asuh yang diterapkan pada mereka. Mungkin saja muncul keinginan untuk mengkritik cara pasangan mendidiknya. Akan tetapi cobalah untuk menahannya, ingat pasangan anda telah mengasuh anda sejak mereka lahir. Mengkritik pola asuh yang ia terapkan justru akan menyinggung perasaannya.

Cobalah untuk masuk dengan perlahan, jangan ucapkan rasa tidak setuju anda pada tahap awal pendekatan.

3.      Merasa berhak untuk mengatur jadwal dan waktu pasangan

Saat anda memiliki hubungan dengan seorang singleparent sebaiknya anda harus lebih menghargai waktu selama proses hubungan anda. Contohnya lebih bersabar dengan waktu pasangan akan memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Umumnya masalah yang sering diperdebatkan dalam hubungan asmara yang seperti ini adalah menunjukan rasa sayangnya di depan anak pasangan anda.

Apakah pantas jika anda memegang tangan, menyentuh bagian tubuh atau mencium pasangan di depan anak-anaknya dan bagaimana reaksi mereka nantinya. Jika anda tidak mempedulikan hal itu, tandaknya anda tidak dapat menghargai pasangan, dan anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

4.      Mencari spontanitas

Dikutip dari American Psychological Association, ada beberapa faktor stres yang sering menyerang seorang single parent yaitu:

  • Adanya masalah dalam keluarga besar
  • Waktu kunjungan anak
  • Efek dari masalah yang terus berlanjut antara orangtua

Sehingga sulit bagi mereka menemukan waktu yang tepat untuk menjalani hubungan asmara dengan orang lain, untuk mempertahankan hubungan asmara anda terkadang anda berinisiatif untuk melakukan hal yang spontan. Sehingga meminta pasangan untuk meluangkan waktu agar rencana anda terealisasikan. Akan tetapi ia tidak dapat menyanggupinya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang BurukTanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Setiap pasangan suami istri sebaiknya mamiliki komunikasi yang menyenangkan dan nyaman bagi keduanya. Mengingat jika komunikasi merupakan bagian penting dalam pernikahan untuk menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan kedua pasangan. jika komunikasi yang terjalin antara kedua pasangan menjadi lancar, nyaman, efektif dan menyenangkan. Maka hari-hari pernikahan mereka akan lebih menyenangkan dan harmonis.

Akan tetapi terkadang kita sering menjumpai pasangan suami istri yang menjalani komunikasi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pola komunikasi yang buruk. Akumulasi dari berbagai konflik kecil yang dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang tepat, sehingga menyebabkan suasana hati diantara keduanya menjadi tegang dan tidak nyaman. Ada suasana sensitif yang terbentuk antara suami dan istri sehingga hal itu menimbulkan banyak hal yang menjadi masalah.

Jika sudah dalam situasi ini, hendaknya kedua pasangan segera mengambil langkan tepat untuk menyelesaikannya. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut, sehingga kondisi pernikahan semakin buruk. Namun ada baiknya anda mengenali beberapa tanda-tanda komunikasi yang buruk dalam hubungan suami istri di bawah ini.

1.      Merasa suasana antara kedua pasangan menjadi sensitif

Jika suami dan istri sama-sama merasakan suasana yang sensitif yang terjalin antara keduanya. Seperti muncul perasaan tidak nyaman setiap kali bertemu atau berkomunikasi. Keduanya saling menahan diri dan akhinya komunikasi semakin jarang terjalin.

2.      Mudah terbawa emosi setiap kali membahas sesuatu dengan pasangan

Jika suami atau istri mudah terpancing emosi atau marah, setiap kali berbicara atau bertemu adalah tanda jika komunikasi yang dibangun tidak sehat. Untuk itu, keduanya cenderung menghindari komunikasi agar pasangan tidak marah.

3.      Mudah tersulut konflik, meskipun itu hal kecil

Hanya karena hal kecil, dapat membuat suami dan istri terlibat pertengkaran yang besar. Misalnya suami yang lupa menaruh kunci mobil, sehingga istri pun ikut kerepotan mencarinya sehingga rumah menjadi berantakan. Sebenarnya konflik adalah hal yang wajar terjadi, namun sangat banyak konflik yang tidak produktif dan tidak semestinya terjadi justru dialami oleh kedua pasangan.

4.      Pasangan suami istri sering mengalami kesalahpahaman

Setiap kali mengobrol secara langsung atau berkomunikasi melalui telpon atau pesan singkat selalu berujung pada kesalahpahaman, kedua pasangan justru tidak dapat berakhir pada saling pengertian. Baik kata maupun kalimat yang disampaikan sering tidak dapat dimengerti oleh pasangan. sehingga salah paham sering terjadi.

5.      Tidak ada yang mau mengalah setiap kali berdebat

Setiap muncul tanda konflik atau kedua pasangan saling berdebat, selalu berakhir pada pertengkaran yang sulit untuk dilerai. Hal ini karena kedua pihak tidak ada yang mau mengalah. Mereka justru merasa heran mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah setiap kali bertengkar.

6.      Selalu merasa diri sendiri benar

Suami dan istri selalu menganggap jika dirinya benar, dan pasangan adalah pihak yang salah. Sikap selalu ingin menang sendiri dan menganggap diri benar adalah tanda jika pasangan memiliki komunikasi yang buruk. Rasa heran mengapa pasangan tidak pernah merasa bersalah justru akan membuat kondisi pernikahan semakin buruk.

7.      Menganggap diri sebagai pihak yang selalu mengalah

Tanda lainnya adalah baik suami maupun isri menganggap dirinya adalah pihak yang selalu mengalah apabila terjadi konflik. Bahkan mereka justru menuduh pasangannyalah yang tidak pernah mau mengalah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Cara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki MomonganCara Tepat Berdiskusi Yang Tepat Saat Pasangan Belum Siap Memiliki Momongan

Bagi beberapa pasangan, kehadiran anak dalam pernikahan adalah hal yang dinantikan. Akan tetapi tak sedikit pasangan yang sengaja menunda momongan sampai dirasa benar-benar siap. Bagaimana pun merencanakan kehamilan memang membutuhkan kesiapan dan kesepakatan antara suami dan istri. ada banyak dorongan bagi seseorang agar dapat segera memiliki momongan, namun ada pula yang justru memilih untuk menundanya.

Namun bagaimana kondisinya jika anda sudah siap namun pasangan justru merasa belum siap untuk memiliki anak. Jangan khawatir anda dapat menyimak beberapa cara berikut ini.

1.      Bersikap terbuka satu sama lain

Cara ini sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum anda dan pasangan belum menikah. Dengan demikian, anda akan lebih memiliki banyak waktu untuk berdiskusi dengan pasangan anda mengenai kehidupan pernikahan termasuk momongan. Sampaikan alasan anda mengapa siap untuk memiliki anak, dan dengarkan mengapa pasangan memilih menunda momongan. jagalah suasana obrolan anda dengan pasangan tetap hangat. Sebaiknya hindai sikap menghakimi dan kritik secara langsung yang bersifat menyerang pasangan.

2.      Pastikan alasan yang anda miliki tepat

Sebelum berdiskusi pastikan anda telah memiliki argumen yang tepat, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Argumen yang anda sampaikan dapat menggugah hati pasangan anda. Bahkan mungkin ia akan mempertimbangkan alasan yang anda sampaikan hingga akhirnya ia setuju untuk menunda momongan. Jika memang anda benar siap untuk memiliki momongan, maka sebaiknya hindari beberapa alasan berikut ini:

  • Tuntutan orangtua, mertua, atau orang lain
  • Menuruti norma yang menuntut seorang istri harus segera memiliki anak
  • Agar kelak ada seseorang yang meneruskan usaha keluarga
  • Untuk mempertahankan pernikahan
  • Untuk menemukan tujuan hidup

3.      Kedua pasangan saling membangun sikap bertanggung jawab

Mungkin salah satu penyebab mengapa pasangan anda memilih untuk menunda kehamilah adalah takut untuk menghadapi tanggung jawab sebagai orangtua. Baik dalam segi keuangan, emosional, dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi, cobalah manfaatkan waktu menunda momongan sebagai momen  untuk membangun tanggung jawab masing-masing.

Misalnya, anda dan pasangan mulai menyisihkan pendapatan bulanan untuk ditabung, untuk mempersiapkan diri sebagai orangtua dalam segi keuangan. Selain itu, anda dapat mempersiapkan kondisi emosional dengan menjalani proses konsultasi pernikahan.

4.      Menjalani konseling pernikahan

Persoalan tentang rencana kehamilan seharusnya dapat diselesaikan  dengan komunikasi yang terbuka. Akan tetapi, jika semua yang anda dan pasangan diskusikan berujung pada pertengkaran mungkin ada baiknya anda berdua melakukan konseling bersama. Terkadang ada alasan yang tidak dapat diungkapkan ketika pasangan anda merasa belum siap memiliki anak. peran konselor akan membantu anda untuk menggali masalah tersebut secara lebih dalam sehingga didapatkan jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.

Setiap orang yang menunda kehamilan sebenarnya memiliki alasan tersendiri, begitupun pasangan anda. Dalam situasi tersebut, cara terbaik menghadapinya ialah berdiskusi untuk mencapau kesepakatan bersama. Dengarkan baik-baik alasan pasangan menunda momongan, barulah anda menyampaikan sudut pandang anda. Kompromi dengan pasangan memang tak selamanya berjalan mulus, apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan keinganan pernikahan seperti anak. meskipun demikian, langkah kompromi yang tepat akan membantu anda dan pasangan menemukan solusi terbaik bagi kedua pihak.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam PertamaKesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Malam pertama merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai pengantin. Pada saat ini, pengantin baru bisa menghabiskan waktu bedua di kamar dan sudah diperbolehkan untuk melakukan berbagai aktivitas berdua termasuk dalam berhubungan intim. Akan tetapi ternyata banyak beredar mitor masyarakat yang menyebabkan perasaan kedua pengantin baru berkecamuk karena tidak sesuai dengan ekspetasi mereka, salah satunya adalah rasa nyeri yang dirasakan oleh wanita saat sedang berhubungan intim pertama kali.

Rasa nyeri yang muncul saat anda berhubungan intim pada malam pertama dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi psikologis serta sisi medis. Misalnya adanya infeksi pada bagian intin atau penyakit lainnya yang membuat hubungan seks anda menjadi tidak nyaman. Namun ada beberapa faktor lain yang menyebabkan malam pertama terasa menyakitkan sehingga tak jarang beberapa wanita mengaku sedikit trauma. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasan di bawah ini.

1.      Perasaan gugup dan stres

Seks adalah interaksi paling intim yang terjadi antara dua manusia, seks mengkombinasikan kenikmatan fisik serta hubungan emosional kedua pasangan. akan tetapi bagi pengantin baru, seks merupakan hal yang baru. Adalah hal yang wajar jika kedua mempelai merasa gugup ataupun khawatir saat sedang melakukannya.

Pada dasarnya hubungan intim membutuhkan pikiran yang rileks saat melakukannya. Jika pikiran seseorang telah stres karena reaksi pasangan ataupun ketakutan tidak dapat memuaskan gairah seksual yang dirinya atau pasangan miliki, maka hubungan seks menjadi tidak nyaman.

2.      Memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks di malam pertama

Ungkapan ‘malam pertama’ sangat erat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada malam pertama setelah resmi menjadi pasangan suami istri. maka tak sedikit pengantin baru yang berpikir hubungan seksual perlu dilakukan pada malam setelah mereka menikah. Padahal, bisa saja anda dan pasangan, sama-sama kelelahan setelah menyelenggarakan perta resepsi sehingga tidak mampu melakukan aktivitas seks. Jika harus memiliki, mungkin ada baiknya anda memilih beristirahat atau tidur.

Saat kondisi fisik dan psikos anda lelah maka hubungan seks menjadi tidak maksimal. Jika memang tubuh anda belum siap, sebaiknya jangan paksakan tak ada salahnya bila anda menunda ‘malam pertama.’ Apabila anda dan pasangan memaksakan diri hubungan seks akan berujung pada rasa sakit.

3.      Tidak tahu harus memulai hubungan seks

Banyak pasangan pengantin baru yang tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai seks. Terkadang mereka enggan mencari tahu sendiri bagaimana cara untuk memulai hubungan intim. Sehingga saat malam pertama mereka hanya saling berdiam diri dan merasa kikuk karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Untuk itu sambil menyiapkan pernikahan tak ada salahnya anda mencari informasi mengenai foreplay, intercourse dan after play baik melalui media atau bertanya langsung kepada ahli. Sehingga hubungan seks anda terasa lebih rileks, menyenangkan, dan meminimalisir rasa sakit.

4.      Malu untuk berinisiatif

Saat sudah resmi menjadi pasangan suami istri, seharusnya tidak ada hal yang diragukan untuk dibicarakan bersama, salah satunya adalah hubungan intim yang dapat meningkatkan keharmonisan. Namun, jika anda dan pasangan belum terbiasa membicarakan hubungan seks atau masih bingung menghadapi pasangan saat di ranjang, maka keinginan untuk berinisiatif hanya bisa dipendam. Padahal inisiatif mengenai seperti apa sentuhan tubuh yang anda sukai akan mempermudah hubungan seks.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Malam pertama merupakan waktu pertama kalinya pasangan suami istri berbuhungan seks. Namun tak sedikit pasangan suami istri yang terkadang melewatkannya, masih banyak diantara mereka yang kebingungan waktu yang ideal bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Meskipun beberapa pasangan memilih untuk menunda malam pertamanya, namun ada pasangan yang langsung melakukan hubungan seks usai pesta pernikahan.

Apakah malam pertama adalah waktu ideal untuk bercinta?

Terkadang menyelenggarakan pesta pernikahan terkadang membuat kedua pasangan merasa lelah dan tidak bergairah untuk melakukan aktivitas di atas ranjang, apalagi jika pesta tersebut dilakukan di malam hari. Meskipun melakukan hubungan seks, pada akhirnya kedua pasangan tidak dapat menikmatinya. Sehingga seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan.

Menurut pakar kesehatan seksual Dr. Andri Wanananda M.S dalam situs health detik mengungkapkan saat pasangan suami istri ingin melakukan hubungan seks di malam pertamanya, maka yang harus diperhatikan adalah kedua pasangan dalam keadaan bugar, baik secara fisik ataupun psikis. Jika dirasa masih letik untuk melakukan hubungan seks di malam pertama, maka sebaiknya tidak usah dipaksakan.

Fakta dan mitos mengenai malam pertama

Bila memaksakan malam pertama maka pasangan pengantin baru tidak dapat mencapai hubungan seks yang ideal dan sehat. Aspek kesehatan yang dimaksudkan adalah tidak ada rasa nyeri, kedua pasangan dapat mencapai kenikmatan seksual atau orgasme, serta hubungan seks harus diakhiri dengan wellness atau kasih sayang.

Akan tetapi menurut Dr. Andri sebagai pasangan suami istri yang baru resmi menikahperlu memahami 3 fungsi dalam berhubungan seksual. 3 fungsi tersebut adalah fungsi reproduksi (menghasilkan keturunan), fungsi rekreasi (mencapai kenikmatan seksual atau orgasme) yang terakhir kasih sayang.

Berbagai fantasi liar yang terkadang mengiringi malam pertama sering dialami pasangan pengantin baru. Mulai dari membuat moment romantis, seperti memenuhi kamar dengan lilin-lilin atau taburan bunga. Bukan hanya itu saja, terdapat mitos yang dipercayai oleh masyarakat mengenai darah yang keluar dari vagina wanita saat pertama kali berhubungan seks.

Dilangsir dari laman She Knows, mitos lain yang berkembang mengenai malam pertama adalah mengalami orgasme yang berlangsung beberapa kali baik wanita maupun pria. Atau mitos yang mengatakan ukuran penis mempengaruhi orgasme wanita. Berbagai mitos tersebut muncul akibat dari adegan seks yang ditunjukan dalam beberapa film porno.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Brand lingerie Bluebella, Inggris telah mematahkan mitos berbagai mitos tersebut. survei tersebut diikuti 1000 orang dewasa. Hasil yang didapatkan lebih dari 52 persen pasangan pengantin baru menghabiskan malam pertamanya tanpa melakukan hubungan seks. para partisipan mengaku pengalaman malam pertama dilewatkan dengan alasan terlalu lelah seusasi pesta pernikahan. apa yang menjadi fantasi pasangan mengenai malam pertama dibentuk dari cerita novel dan pengaruh film.

Malam pertama terkadang menjadi malam yang dinantikan kedua pasangan karena pertama kalinya mereka melakukan aktivitas seksual berdua. Namun malam pertama bukan berarti waktu yang ideal bagi pasangan untuk melakukan hubungan intim tersebut. waktu yang ideal sebenarnya saat kedua pasangan berada dalam kondisi sehat dan tidak keleleahan. Tak ada salahnya sambil menyiapkan pesta pernikahan anda dan pasangan berdiskusi kapan saatnya berhubungan seks, diskuis tersebut akan mempermudah anda merakan kenikmatan seksual.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!