Posts

Faktor Yang Membuat Hasrat Seksual Wanita Menurun

Faktor Yang Membuat Hasrat Seksual Wanita Menurun

Faktor Yang Membuat Hasrat Seksual Wanita MenurunFaktor Yang Membuat Hasrat Seksual Wanita Menurun

beberapa wanita terkadang mengalami penurunan pada gairah seks namun hal itu bukan berarti jika mereka tidak memiliki libido. Setiap orang, entah itu wanita maupun pria pasti memiliki hasrat seksual, akan tetapi terkadang mereka mengalami penurunan gairah seks. Ketika libido wanita sangat rendah, mereka biasanya enggan untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Penurunan libido yang tidak diduga, khususnya saat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang atau berulang beberapa kali dapat menandakan adanya masalah baik masalah pribadi, masalah kesehatan, gaya hidup atau bisa saja masalah dalam hubungannya dengan pasangan.

Tanda wanita yang mengalami penurunan hasrat seks

penurunan hasrat seksual sebenarnya dapat dikenali dengan beberapa tanda, dibawah ini 3 gejala yang menandakan jika seorang wanita mengalami libido yang rendah :

  • Tidak tertarik untuk melakukan hubungan seks, meskipun hanya sekedar masturbasi
  • Tidak memiliki nafsu atau fantasi seksual atau justru jarang merasakan adanya fantasi atau mafsu seksual dalam hidupnya.
  • Merasa ternganggu dengan berkurangnya nafsu atau fantasi seksual yang dialami

Jika anda mengalami salah satu dari ketiga tanda yang disebutkan diata, maka bisa jadi anda mengalami penurunan libido.

Penyebab wanita mengalami penurunan libido

Sebenarnya terdapat 4 faktor penyebab yang membuat seorang wanita mengalami penurunan libido antara lain :

1.      Penyebab fisik

Penyebab fisik bisa meliputi berbagai macam penyakit, perubahan fisik, serta obat-obatan yang dapat menyebabkan menurunnya hasrat seksual. Selain itu terdapat kondisi fisik lain seperti :

  • Masalah seksual. Misalnya anda merasa sakit saat berhubungan seks atau kesulitan untuk orgasme.
  • Penyakit medis. Penyakit non-seksual seperti artritis, diabetes, hipertensi, kanker, dan lain-lain.
  • Obat-obatan. Beberapaobat antidepresan dan anti kejang yang disebut pembunuh libido
  • Beberapa alat KB yang membuat libido wanita menurun seperti pil progestogen, pil gabungan, cincin vagina, injeksi depo-provera, serta kontrasepsi implan.
  • Gaya hidup. Apabila wanita kecanduan narkoba, rokok dan minuman beralkohol
  • Operasi yang berkaitan dengan dada dan alat kelamin wanita
  • Rasa capek karena aktivitas sehari-hari dan mengurus anak dapat membuat penurunan pada libido wanita.

2.      Perubahan hormon

Berubahnya tingkat hormon dapat mempengaruhi libido seorang wanita misalnya :

  • Kadar estrogen akan menurun seiring wanita mendekati masa menopause. Hal ini dapat menurunkan hasrat wanita berhubungan seks karena vagina yang mengering, sehingga seks akan terasa sakit dan tidak nyaman bagi mereka.
  • Masa kehamilan dan menyusui. Perubahan hormon wanita akan terjadi pada masa kehamilan, melahirkan hingga menyusui.

3.      Kondisi psikologis

Ada beberapa kondisi psikologis yang menyebabkan wanita mengalami penurunan libido antara lain :

  • Masalah kesehatan mental (gangguan kecemasan atau depresi)
  • Stres
  • Menurunnya kepercayaan diri
  • Mengalami pengalaman seksual yang buruk

4.      Masalah dalam hubungan

Kedekatan emosional dengan pasangan tentu sangat penting dalam hubungan seks. Namun terkadang penurunan libido pada wanita bisa dipicu oleh masalah dalam hubungannya. Libido yang menurun sering disebabkan oleh isu-isu dalam rumah tangga antara lain :

  • Kurangnya hubungan kedua pasangan
  • Adanya konflik yang belu selesai
  • Memiliki komunikasi yang buruk terhadap kebutuhan dan preferensi seksual
  • Perselingkuhan salah satu pihak

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Pasangan Anda Ternyata Maniak Seks, Begini Yang Harus Anda Lakukan

Saat Pasangan Anda Ternyata Maniak Seks, Begini Yang Harus Anda Lakukan

Saat Pasangan Anda Ternyata Maniak Seks, Begini Yang Harus Anda LakukanSaat Pasangan Anda Ternyata Maniak Seks, Begini Yang Harus Anda Lakukan

Apakah sempat terpikir dalam diri anda jika pasangan adalah seseorang yang maniak seks? Hal ini tentu membuat anda kebingungan dengan sikap pasangan, yang rasanya menginginkan berhubungan seks setiap saat bahkan sampai 24 jam.

Sebenarnya memang tak mudah untuk mengetahui apakah pasangan termasuk maniak seks atau tidak? Namun ada beberapa gejala dan tanda-tanda yang bisa anda amati jika pasangan memang kecanduan terhadap sesuatu yang bernuansa seks. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Berbagai tanda jika pasangan seorang yang maniak seks

Untuk mengenali apakah pasangan maniak seks atau tidak, anda harus memahami tanda-tandanya. Berikut adalah :

  • Sering meminta anda untuk melakukan hubungan seks secara intens dan terus-menerus
  • Memiliki hobi membaca atau menonton gambar porno dan erotis
  • Selalu mengambil alih ketika sedang berhubungan seks, serta biasanya seks dilakukan tidak normal, dan mengikuti fantasinya sendiri
  • Sulit bagi anda untuk menemukan ikayan emosional yang mendalam saat berhubungan seks dengan pasangan, selain nafsu seks yang bergejolak.
  • Pasangan mengalami masturbasi meskipun sudah berhubungan seks dengan anda
  • Perilaku pasangan menjadi agresif, cenderung terbuka dan tidak malu-malu saat di depan wanita lain
  • Pasangan akan memarahi anda saat anda tidak menuruti keinginannya untuk berhubungan seks. Kemudian, ketika anda menahan lampiasan hasrat seksual pasangan, maka ia akan menuntut.
  • Pasangan menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi.

Perbedaan antara seseorang yang bernafsu tinggi dengan maniak seks

Untuk membedakan antara seseorang yang bernafsu tinggi dengan seseorang yang maniak seks tentu tidak dapat ditentukan dalam waktu yang sebentar. Namun cobalah anda rasakan apakah pasangan melakukan seks untuk kenikmatan berdua, atau hanya agar dirinya mencapai orgasme sendiri? biasanya seseorang yang maniak seks tidak terlalu mengkhawatirkan apakah pasangannya puas atau tidak saat berhubungan seks. Yang ia pikirkan hanyalah untuk mencapai orgasme terlebih dahulu dibandingkan kenikmatan bersama. Bisa saja pasangan yang maniak seks akan terus melanjutkan hasrat seksualnya tanpa memikirkan kepuasaan yang anda miliki.

Hal itu sangat berbeda dengan pasangan yang memiliki nafsuseks yang tinggi. Saat sedang berhubungan seks, ia hanya akan bergairah dengan diri anda. Ia akan berusaha menyenangkan diri anda terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hasrat seksual yang dimilikinya. Jadi dengan demikian anda dapat membedakan apakah pasangan seseorang yang bernafsu seks tinggi atau dia adalah seorang maniak seks?

Apa yang harus dilakukan saat pasangan adalah seorang maniak seks?

Hal yang anda harus ingat adalah bukan tugas anda sepenuhnya untuk meluruskan perilaku pasangan ini, karena anda adalah orang biasa yang minim akan pengetahuan seks. Tak mudah bagi anda untuk menangani masalah pasangan sendirian, untuk itu sebaiknya anda meminta bantuan seorang terapis.

Sebelumnya cobalah bicarakan keluh kesah anda terhadap pasangan, mengenai maniak seks yang dimiliki pasangan. jika pasangan menyadari hal tersebut, dan berniat untuk sembuh karena ingin mempertahankan hubungan anda. Maka barulah anda menghubungi seorang terapis yang berkompeten dalam bidang kesehatan seksual.

Namun jika pasangan justru mengelak, maka semua akan kembali kepada anda, apakah anda sanggup menuruti permintaan pasangan atau tidak? Jangan sampai anda hanya dianggap sebagai objek seksual bagi pasangan. hubungan asmara yang kuat bukan hanya dilihat dari aktivitas seksualnya saja namun juga ikatan emosi, cinta dan kasih sayang satu sama lain.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Benar Pasangan Yang Sering Mengumbar Kemesaraan Di Sosmed Akan Lebih Bahagia?

Apakah Benar Pasangan Yang Sering Mengumbar Kemesaraan Di Sosmed Akan Lebih Bahagia?

Apakah Benar Pasangan Yang Sering Mengumbar Kemesaraan Di Sosmed Akan Lebih Bahagia?Apakah Benar Pasangan Yang Sering Mengumbar Kemesaraan Di Sosmed Akan Lebih Bahagia?

Apakah anda pernah saat sedang melihat halaman beranda menemukan beberapa pasangan yang terlihat begitu mesra dan bahagian? Atau justru anda sendiri yang sering memposting itu? Memang saat ini semakin banyak pengguna sosial media dari masyarakat biasa hingga tokoh publik. Mereka tak canggung untuk membagikan kehidupannya baik itu pekerjaan, liburan hingga kisah cintanya.

Namun apakah benar jika seseorang yang memosting kemesraannya bersama pasangannya menandakan jika hubungan mereka bahagia? Atau sengaja dibuat-buat agar mendapatkan perhatian dari pengikutnya? Untuk lebih lanjut simak pembahasannya berikut ini.

Pasangan yang memamerkan kemesraan di media sosial tidak benar-benar bahagia

Sebuah penelitian mengungkapkan jika seseorang atau pasangan yang memiliki hubungan erat justru tidak akan mengumbar segalanya ke media sosial. Penelitian ini dibuktikan dengan melakukan uji terhadap akun facebook, ditunjukan pula jika depresi biasanya menyerang pada seseorang yang menggunakan sosial media secara berlebihan.

Selain itu penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan erat dengan kondisi mental yang kurang baik. Jadi tidak mengherankan jika seseoranga atau pasangan yang menggunakan media sosial secara berlebihan akan berpengaruh buruk pada huubungan personalnya.

Pasangan yang benar-benar bahagia tidak membutuhkan pengakuan dari pengguna media sosial yang lain

Mereka yang cenderung memposting kemesraan di media sosial baik berupa story maupun unggahan foto/video dalam profil anda. Akan menunjukan jika mereka membutuhkan “pengakuan” dari orang lain. Hal ini akan berbeda dengan pasangan yang jarang menunjukan kemesraan di media sosial. Mereka tidak ingin memperlihatankan kemesraan yang terjalin hanya untuk menunjukan jika mereka merasa bahagia. Bagi mereka, kebahagiaan yang sebenarnya tidak didapatkan dari ranah umum. Memposting kemerasraan juga bukan sebuah bukti mutlak jika seseorang benar benar-benar mencintai pasangannya.

Konflik atau kesedihan seharusnya bukan bahan konsumsi publik

Apakah anda pernah melihat seseorang yang bertengkar di sosial media atau justru anda sendiri yang terlibat hal itu? Baik itu saling berbalas di kolom komentar, atau sekedar mendengarkan lagu sedih sebagai kode jika anda sedang dilanda kegalauan.

Kebiasaan seperti itu dapat menunjukan jika anda rela menjadikan kisah cinta sebagai konsumsi publik, khususnya pengguna sesama media sosial. Hal ini justru berbeda dengan seseorang atau pasangan yang tidak suka mengumbar di media sosial. Bagi mereka bertengkar di media sosial bukan solusi yang tepat, dan bukan hak orang lain pula untuk mengetahui masalah apa yang anda hadapi. Bukankah dengan membiarkan orang lain mengetahui masalah anda menandakan jika hubungan asmara anda tidak benar-benar bahagia.

Saat pasangan benar bahagia maka tak ada waktu untuk mengupdate informasi di media sosial

Sebenarnya tidak masalah jika anda memposting kemesraan sekali atau duka kali saat bersama pasangan. tapi jika anda melakukannya terus menerus, maka akan sulit bagi anda meresapi sebuah kebahagiaan. Momen kebersamaan dengan pasangan akan terganggu, bisa saja momen yang seharusnya membahagiakan tidak bisa anda nikmati. Hal yang lumrah jika muncul keinginan seseorang untuk menunjukan kebahagiaannya ke orang lain. Tetapi pasangan yang benar-benar bahagia, justru akan saling menghargai waktu bersama, tanpa terganggu oleh media sosial.

Media sosial bukanlah tolak ukur kebahagian bagi pasangan, cobalah untuk lebih menghargai waktu dan privasi. Kebahagian yang sebenarnya bukan berasal dari media sosial.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Tepat Hadapi Pasangan Yang Selalu Cemburuan

Cara Tepat Hadapi Pasangan Yang Selalu Cemburuan

Cara Tepat Hadapi Pasangan Yang Selalu CemburuanCara Tepat Hadapi Pasangan Yang Selalu Cemburuan

Cemburu adalah hal yang lumrah dalam sebuah hubungan asmara. Namun jika pasangan selalu dipenuhi dengan kecemburuan terhadap anda tentu akan menjadi sebuah konflik. Lama-kelamaan anda akan merasa risih dan lelah untuk menghadapi pasangan yang cemburu buta. Apalagi jika rasa cemburu tidak dilandasi oleh alasan yang mendasar. Atau bahkan anda mungkin tidak melakukan hal apa pun.

Jika terus dibiarkan bisa saja hubungan anda akan berakhir pada perpisahan, untuk itu sebelum anda memilih untuk putus. Simaklah artikel di bawah ini caratepat menghadapi pasangan yang cemburuan.

1.      Tanyakan padanya alasan mengapa ia merasa cemburu

Hal yang biasanya dilakukan kebanyakan orang saat pasangan merasa cemburu adalah berbalik mengomelinya. Bukannya masalah selesai justru pasangan akan semakin ribut, oleh karena itu lebih baik anda menanyakan alasan mengapa pasangan merasa cemburu. Usahakan saat sedang mengatakan itu, anda tetap dalam kondisi yang tenang. Jika perlu sampaikanlah dengan intonasi yang lembut. Lalu dengarkanlah penjelasan pasangan dengan baik tanpa harus membantah.

Kesimpulannya, anda harus mengetahui terlebih dahulu alasan mengapa pasangan merasa cemburu. Barulah anda dan pasangan dapat mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

2.      Hindari sikap menyangkal dan defensif

Banyak orang yang menganggap jika kecemburuan bukanlah kesalahannya. Meskipun itu benar terjadi namun sikap meremehkah dan menyangkal pasangan dengan cara yang kasar justru akan memperkeruh masalah.

Mungkin anda perlu mengganti kalimat penyangkalan dengan kalimat yang lebih menenangkan pasangan misalnya “Maaf ya kamu jadi cemburu, tapi percayalah denganku. Apa yang kamu dengar kemarin sama sekali tidak benar”.

Saat anda berhasil menenangkan perasaan takut pasangan, maka kecemburuannya pun juga ikut mereda. Sedangkan semakin anda berusaha menyangkal tanpa ada pernyataan yang menenangkan, pasangan justru semakin merasa terancam. Tentu perasaan cemburu pasangan akan semakin meningkat. Ingatlah semakin anda menyangkal atau menghindari percakapan maka masalah yang dihadapi akan semakin besar dan sulit diselesaikan.

3.      Lakukan instropeksi diri

Sebelum anda menyalahkan pasangan atas rasa cemburunya, cobalah untuk lebih intropeksi diri. Bisa saja sikap anda yang terlalu cuek membuat pasangan merasa cemburu. Saat ini cobalah luangkan sedikit waktu untuk berpikir. Apakah ada perilaku yang secara tidak sengaja anda lakukan menjadi pemicu kecemburuan pasangan?

Jika anda masih belum menemukan jawabannya, anda bisa tanyakan kepada pasangan apa yang menjadi pemicu rasa cemburunya? Dengan demikian, anda akan tahu batasan dan sikap yang harus diubah.

4.      Menentapkan batasan kedua pasangan

Setelah anda mengomunikasikan masalah ini dengan baik, maka sebaiknya buatlah kesepakatan mengenai apa saja batasan yang dapat anda dan pasangan lakukan. Anda dapat membuat batasan tersebut melalui beberapa pertanyaan berikut ini :

  • Apa yang disukai dan tidak disukai pasangan
  • Apa yang membuat pasangan merasa nyaman dan apa yang membuatnya merasa ketakutan
  • Bagaimana pasangan ingin diperlakukan dalam beberapa situasi tertentu

Dengan memiliki berbagai informasi tersebut anda akan paham bagaimana seharunya bersikap. Selain itu anda dan pasangan akan tahu mana yang boleh dilakuan dan tidak.

Namun jika pasangan terus merasa cemburu cobalah tanyakan apa yang sebenarnya ia inginkan? Namun perlu diingat selalu pilih kata-kata yang baik agar tidak menyinggung perasaannya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Cara Efektif Menghilangkan Rasa Cemburu Pada Pasangan

4 Cara Efektif Menghilangkan Rasa Cemburu Pada Pasangan

4 Cara Efektif Menghilangkan Rasa Cemburu Pada Pasangan4 Cara Efektif Menghilangkan Rasa Cemburu Pada Pasangan

Cemburu terkadang menjadi sebuah pemicu masalah yang sering dialami oleh pasangan. terkadang cemburu buta dapat berakhir pada konflik yang besar dan membuat pasangan haru berpisah. Cemburu saat pasangan terlihat begitu dekat dengan orang lain baik itu teman sepermainan atau rekan kerja rekan kerja sangat sering dialami. Cemburu tidak hanya dialami oleh pihak perempuan saja, terkadang pihak laki-laki juga bersikap demikian.

Cemburu adalah tanda sayang, namun jika tidak dikelola dengan baik cemburu akan menjadi racun dalam hubungan. Untuk itu anda perlu bersikap bijak saat merasa cemburu agar hubungan asmara yang dijalani tetap harmonis.

Menghilangkan rasa cemburu terhadap kekasih

Saat seseorang merasa cemburu bisa jadi karena ia takut jika ada orang lain yang lebih menarik dibandingkan dirinya. Perasaan cemburu terkadang membuat anda merasa terancam sehingga anda menjadi lebih protctive terhadap pasangan.

Mungkin bagi anda ini merupakan hal yang wajar karena anda berusaha melindungi hak-hak yang dimiliki. Namun, terkadang sikap ini justru memancing masalah baru dan berdampak buruk pada hubungan anda.

Untuk itu berikut ini adalah cara tepat untuk mengtasi rasa cemburu antara lain :

1.      Akui jika anda cemburu

Terkadang banyak orang yang justru menepis atau tidak menyadari jika dirinya sedang cemburu. Padahal dari tutur kata dan gerak-gerik tubuh sudah tampak jelas jika anda sedang cemburu. Cara pertama yang dilakukan untuk menghilangkan rasa cemburu adalah dengan mengakui dan menerima perasaan yang sebenarnya anda alami.

Setelah anda mengakuinya, maka luangkan sejenak waktu anda untuk memikirkan kembali mengenai perasaan tersebut. terkadang rasa cemburu dapat mengesampingkan fakta yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai rasa cemburu mengendalikan diri anda dan membuat anda menutup diri dari kenyataan.

2.      Jaga emosi dan tetap tenang

Jika anda sudah berhasil melakukan langkah yang pertama, maka selanjutnya tetap bersikap tenang. Jangan sampai anda dikuasai oleh emosi dan menimbulkan pertengkaran dengan pasangan. wajar saja jika saat ini anda dilanda perasaan marah dan kecewa, namun jangan langsung melampiaskan hal itu begitu saja.

Cobalah untuk bersikap tenang, ambil posisi yang membuat anda nyaman kemudian tarik napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan. Pikirkan kembali tentang apa yang anda rasakan. Jika perlu jauhkan diri anda dari pasangan atau objek lain yang memicu kecemburuan.

3.      Ingatlah kembali prinsip hubungan anda

Salah satu cara untuk menghilangkan kecemburuan ialah mengingat kembali prinsip anda dan pasangan dalam hubungan ini. misal, hubungan ini dilandasi oleh kejujuran anda dan pasangan. cobalah refleksikan kembali segala perilaku pasangan apakah sesuai dengan apa yang dikatakan. Kejujuran sangat berpengaruh pada kepercayaan kedua pasangan.

Jika perlu anda dapat flashback bagaimana hubungan anda dan pasangan selama ini, apakah pasangan selalu bersikap kejujurannya atau tidak?

4.      Bicarakan dengan pasangan

Ciri-ciri hubungan sehat adalah adanya komunikasi yang terbuka antara kedua pasangan. jika anda terus memendam rasa cemburu dalam hati tentu akan memicu emosi negatif yang lain. Selain itu semakin lama anda akan dihantui oleh kecemburuan dan menghilangkan kepercayaan anda terhadap pasangan. cobalah bicarakan hal ini dengan pasangan, katakan padanya jika anda merasa cemburu jika dia sangat dekat dengan orang tertentu. Pilihlah kata-kata yang baik agar komunikasi tidak memicu pertengkaran.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Tepat Mengatakan Pasangan Jika Anda Sedang Jenuh Dengan Hubungan Yang Dijalani

Cara Tepat Mengatakan Pasangan Jika Anda Sedang Jenuh Dengan Hubungan Yang Dijalani

Cara Tepat Mengatakan Pasangan Jika Anda Sedang Jenuh Dengan Hubungan Yang DijalaniCara Tepat Mengatakan Pasangan Jika Anda Sedang Jenuh Dengan Hubungan Yang Dijalani

Saat menjalani hubungan yang berusia cukup lama pasti setiap orang mengalami yang namanya kejenuhan dengan pasangannya. Kejenuhan yang dirasakan terkadang menjadi pemicu sebuah masalah, bahkan ada beberapa orang yang memilih untuk berpisah dengan pasangannya saat merasa jenuh.

Untuk itu ada baiknya anda membicarakan hal tersebut agar dapat menemukan solusi yang tepat. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara berkomunikasi yang tepat agar tidak menimbulkan konflik baru dalam hubungan anda.

Cara menyampaikan pasangan jika anda merasa jenuh

Rasa jenuh dalam hubungan merupakan masa yang buruk dalam sebuah hubungan. Bila anda menyampaikannya dengan cara yang tepat maka hubungan yang anda jalani akan jauh lebih berwarna. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk menyampaikan rasa jenuh terhadap pasangan antara lain :

1.      Memahami bahwa rasa jenuh adalah hal yang wajar

Setiap hubungan pasti memiliki masa buruk. Meskipun hubungan yang anda jalani terkesan harmonis namun hal itu tidak akan lepas dari rasa jenuh. Yang harus anda pahami adalah tak ada hubungan yang sempurna, merasa jenuh terhadap hubungan asmara adalah hal yang wajar.

Selanjutnya, barulah anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk menyampaikan perasaan yang sebenarnya dipendam. Intinya yang anda peroleh dari berkomunikasi bersama pasangan akan menentukan apakah anda dan pasangan memang cocok satu sama lain dan mampu melewati semua ini atau tidak.

2.      Mengenali jenis rasa jenuh yang anda rasakan

Rasa jenuh tidak hanya muncul begitu saja, ada banyak faktor yang membuat seseorang merasakan kejenuhan akan hubungannya. Sebenarnya perasaan jenuh tergolongkan menjadi 5 yaitu :

  • Indifferent boredom, merupakan rasa jenuh yang menenangkan. Rasa jenuh ini menandakan jika anda perlu lebih dekat lagi dengan pasangan.
  • Calibrating boredom, merupakan rasa jenuh yang membuat anda merasa semua hal yang dilakukan terasa sama. Untuk itu anda dan pasangan harus melakukan hal yang berbeda.
  • Searching boredom, rasa jenuh yang membuat anda harus melakukan Sesuatu yang baru.
  • Reactant boredom, rasa jenuh ini sangatlah ekstrim dimana seseorang akan memilih untuk meninggalkan suatu kondisi.
  • Apathetic boredom, perasaan yang tidak nyaman dan membuat anda kehilangan hasrat untuk melakukan apapun

3.      Memastikan bagaimana perasaan pasangan anda

Kejenuhan bisa dikatakan sebagai isu yang sensitif dalam sebuah hubungan, anda dan pasangan harus dalam sisi yang sama. Untuk mengetahui hal tersebut adalah cobalah untuk bertanya kepada pasangan apakah ia merasakan hal yang sama?

Terkadang, emosi yang anda rasakan dapat berasal dari diri sendiri. apalagi jika suasana hati anda sedang buruk atau merasa iri saat seseorang memiliki hubungan yang terlihat lebih menyenangkan dibandingkan anda.

4.      Bersikap jujur dan terbuka

Yang paling penting saat anda merasa jenuh terhadap hubungan adalah ungkapkan dengan jujur dan terbuka. Sampaikan semua hal yang anda rasakan serta masalah yang mungkin saja sedang dihadapi anda berdua.

Namun, perlu anda ingat saat sedang menyampaikan hal itu pilihlah kata-kata yang tidak menyinggung perasaan pasangan. Ada perbedaan yang sangat jelas antara menyampaikan rasa bosan dengan pasangan yang membosankan. Setiap pasangan pasti mengalami masa-masa jenuh, namun yang perlu diingat adalah bagaimana cara mengatasi hal tersebut. saat anda dan pasangan mampu melalui ini tentu hubungan asmara anda akan jauh lebih harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Berdiskusi Mengenai Pola Asuh Anak Sebelum Menikah Itu Penting

Berdiskusi Mengenai Pola Asuh Anak Sebelum Menikah Itu Penting

Berdiskusi Mengenai Pola Asuh Anak Sebelum Menikah Itu PentingBerdiskusi Mengenai Pola Asuh Anak Sebelum Menikah Itu Penting

Sebelum memutuskan untuk menikah tentu akan ada banyak diskusi yang perlu anda bahas dengan pasangan. mengingat setelah menikah anda akan hidup bersama dia, dan menyelesaikan berbagai masalah dengan dia. Memang banyak hal yang perlu anda diskusikan mulai dari kondisi keuangan, cara berkomunikasi dan menyelesaikan sebuah masalah, tempat tinggal bersama hingga pola asuh anak yang akan diterapkan. Namun sebenarnya apa yang mengharuskan pasangan harus membahas pola asuh anak sebelum menikah?

Diskusi pola asuh anak sebelum menikah itu penting

Pola asuh anak memang pembahasan yang penting bagi setiap calon pengantin. Harus ada kesepakatan bersama apakah anda berdua ingin langsung memiliki anak atau menundanya? Bagaimanapun keputusan anda dan pasangan, tetap yang lebih penting adalah bagaimana cara mengasuh anak sebelum menikah. Tujuannya baik anda maupun pasangan tidak terkejut dengan adanya prinsip hidup yang bisa saja berbeda.

Pembicaraan ini sangatlah penting dalam pernikahan karena kedua pasangan telah berkomitmen satu sama lain, bukan hanya untuk masa depan berdua saja namun juga untuk calon anak anda. Dengan berdiskusi secara tidak langsung anda dan pasangan memiliki gambaran bagaimana sosok orangtua yang diharapkan dari pasangan.

Namun sangat disayangkan banyak kasus perceraian saat ini yang disebabkan oleh perbedaan cara mendidik anak. untuk itu membicarakan masalah pola asuh anak akan membantu anda dan pasangan mempersiapkan diri menjadi orangtua. Hal ini akan menjadi pondasi yang kuat dalam membangun keluarga nantinya.

Cara berdiskusi dengan pasangan mengenai pola asuh anak

Mengasuh dan membesarkan anak adalah pekerjaan kedua pasangan. baik anda maupun pasangan harus saling membantu dan membutuhkan satu sama lain. Memiliki pasangan untuk saling berbagi suka dan duka dalam mengasuh anak tentu akan mempermudah pekerjaan. Cobalah untuk simak beberapa pertanyaan untuk anda diskusikan bersama pasangan antara lain :

  • Apa hubungan yang dijalani sudhah cukup sehat untuk memberikan dukungan sepenuhnya pada calon anak anda?
  • Apakah anda dan pasangan setuju untuk memiliki anak?
  • Bisakan anda dan pasangan berkomunikasi dengan terbuka tanpa ada rahasia yang ditutupi?
  • Akankah anda dan pasangan akan berbagi tanggung jawab secara finansial saat membesarkan anak nanti?
  • Bagaimana anda dan pasangan menghadapi ketegangan selama masa kehamilan dan ketika mengasuh anak?
  • Apakah anda dan pasangan siap membagi pekerjaan rumah saat merawat anak?
  • Jika seandainya pernikahan ini berakhir pada perceraian, bagaimana cara anda dan pasangan tetap berperan sebagai orangtua bagi anak?

Mengambil kalimat dari Lulu Tobing dalam film Dua Garis Biru, “menjadi orangtua bukan hanya mengandung 9 bulan 10 hari, namun pekerjaan seumur hidup”. Mengasuh dan membesarkan anak adalah tugas yang setiap pasangan perlu adanya kerja sama, kompromi dan kesabaran.

Oleh karena itu sebaiknya bicarakan pola asuh anak jauh-jauh hari sebelum menikah. Selain untuk masa depan calon anak, anda dn pasangan akan membangun ekspetasi saat mengasuh anak. selain itu anda akan mengetahui apakah prinsip yang dimiliki pasangan sama dengan anda?

Jika anda kesulitan untuk menentukan bagaimana pola asuh anak, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pernikahan. Karena itu dapat membantu kedua pasangan menemukan jalan keluar dalam menentukan bagaimana pola asuh calon anak.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah Tangga

Kesalahan Dalam Berkomunikasi Saat Membangun Kehidupan Rumah TanggaSemua orang pasti tahu jika komunikasi merupakan sebuah dasar dalam menjalin relasi. Baik itu mengenai bisnis, pertemanan hingga asmara. Entah yang sudah resmi menikah atau yang masih pacaran komunikasi adalah salah satu cara seseorang agar mampu memahami pasangannya. Namun sangat disayangkan terkadang banyak orang yang belum memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan pasangannya.

Tak jarang meski sudah menikah banyak pasangan yang mengalami miskomunikasi terus-menerus, tanpa disadari hal tersebut akan berpengaruh buruk pada keintiman kedua pasangan. untuk itu berikut ini merupakan kesalahan dalam berkomunikasi yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri.

Komunikasi yang salah dalam pernikahan

1.      Berteriak pada pasangan

Saat sedang dilanda amarah sering sekali anda melontarkan kalimat dengan nada yang meninggi. Tak heran jika seseorang justru berteriak saat sedang berbicara dengan pasangannya karena tak lagi mampu mengendalikan emosi. Namun tahukan anda saat berteriak kepada pasangan sebaiknya harus dihindari. Bukannya masalah yang dapat anda selesaikan hal itu justru akan memicu konflik baru dalam pernikahan anda. Anda mungkin merasa sedikit lega, namun anda akan diselimuti perasaan bersalah yang berkepanjangan.

Dalam sebuah pernikahan, cara berkomunikasi seperti ini sangat tidak dianjurkan. Berteriak pada pasangan layaknya menyalakan api dalam tangki bensin. Teriakan justru akan menjadi fokus utama pasangan, bukan apa yang anda jelaskan.

Sehingga hal tersebut dapat berakibat pasangan merasa sakit hati dan defensif, pesan yang seharusnya didengarkan oleh pasangan malah hilang begitu saja. Dibandingkan harus berteriak, cobalah untuk menenangkan diri sebentar. Ingat kembali apa tujuan dari mengkomunikasikan masalah dengan pasangan? jika anda bertujuan untuk membuatnya mengerti, maka berteriak bukanlah cara yang tepat. Bicaralah pada pasangan dengan nada yang tegas namun tidak berteriak.

2.      Selalu ingin menang sendiri

Bersikap kompetitif dalam sebuah hubungan bukanlah masalah yang besar. Namun anda dan pasangan perlu memahami jika kalian bukanlah saingan. Anda dan pasangan merupakan satu tim yang saling memberikan dukungan dan kekuatan. Saat anda berada dalam perdebatan yang mulai menegang maka jangan merasa menang sendiri, jangan berpikir bagaimana pasangan akan menuruti apa yang anda inginkan.

Dalam berkomunikasi hindari peran sebagai seseorang yang superior satu level lebih tinggi dari pasangan. karena ini akan menumbuhkan keegoisan dalam diri anda. Sehingga anda akan merasa lebih tinggi dan pasangan lebih rendah. Diskusi yang anda lakukan harus sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Jadi hindari keputusan yang merugikan pasangan namun menguntungkan bagi anda

3.      Obrolan selalu membahas “aku” bukan “kita”

Saat anda resmi menikah maka semua akan menjadi satu kesatuan. Artinya baik anda dan pasangan akan mengutamakan kepentingan bersama. Untuk itu saat menikah taka da lagi kata “aku” namun yang ada adalah “kita”.

Ingatlah ketika sedang berkomunikasi dengan pasangan, usahakan melakukan diskusi dari dua arah. Tujuannya apapun hasil kesepakatan yang dibuat merupakan hasil diskusi bersama yang harus ditaati kedua belah pihak. Selain itu anda mungkin bisa mencoba lebih peduli terhadap pasangan dengan  menanyakan bagaimana hari-harinya. Jangan sampai hanya anda saja yang didengarkan dan ditanyai, lakukan hal yang sama pada pasangan.

Untuk membangun pernikahan yang membahagiakan memang perlu usaha, jadi cobalah untuk menghindari kesalahan komunikasi di atas.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Bolehkah Kita Menceritakan Masalah Pernikahan Kepada Keluarga Ataupun Teman?

Bolehkah Kita Menceritakan Masalah Pernikahan Kepada Keluarga Ataupun Teman?

Bolehkah Kita Menceritakan Masalah Pernikahan Kepada Keluarga Ataupun Teman?Bolehkah Kita Menceritakan Masalah Pernikahan Kepada Keluarga Ataupun Teman?

Baik teman dekat maupun anggota keluarga adalah teman terbaik untuk mencerahkan segala isi hati bagi semua orang. Segala perasaan yang dirasakan baik itu senang atau sedih rasanya perlu untuk dibagikan kepada orang terdekat. Mungkin anda adalah salah satu orang yang terbiasa untuk saling menceritakan banyak hal secara terang-terangan kepada sahabat atau keluarga. Namun bagaimana jika anda sedang mengalami masalah pernikahan? Apakah boleh anda menceritakannya kepada mereka? Apalagi pernikahan bukan hanya melibatkan diri anda sendiri, namun juga pasangan.

Curhat tentang masalah pernikahan sangat tidak disarankan

Saat ini anda mungkin membutuhkan saran dari orang-orang terdekat mengenai konflik yang sedang dihadapi. Akan tetapi, ada alasan tertentu mengapa sebaiknya anda mengurungkan niat tersebut. saat anda merasa marah kepada pasangan, pasti akan sulit bagi anda untuk bersikap ataupun berpikir secara objektif sehingga sulit bagi anda untuk menggambarkan pasangan dengan cara yang baik. Didasari emosi, anda dapat menuturkan hal-hal buruk yang menimbulkan kesan negatif mengenai pasangan.

Tentu orang terdekat anda belum tentu sanggup menggapi masalah pernikahan yang rumit, meskipu saat masih melajang anda sering berbagi cerita dengan mereka. Terkadang bukannya merasa lebih lega, respon yang diberikan oleh teman atau keluarga anda justru membuat anda semakin marah dan stress.

Untuk itu akan lebih baik jika menghadapi masalah pernikahan anda meminta bantuan konselor, karena mereka mampu berpikir dan menilai sebuah masalah secara objektif. Alasan lain yang sering tidak disadari saat sedang curhat mengenai masalah pernikahan adalah meminta persetujuan. Hal ini sering dilakukan saat bercerita sebenarnya anda hanya ingin orang lain setuju dengan pendapat yang dimiliki. Padahal persetujuan seharusnya anda dapatkan dari pasangan bukan dari teman ataupun anggota keluarga.

Masalah pernikahan sebaiknya anda simpan saat sedang curhat

Pernikahan memang memiliki berbagai masalah. Meskipun ada kalanya anda meminta saran orang lain, namun ada beberapa masalah yang sebaiknya tidak anda ceritakan antara lain :

1.      Masalah finansial

Keuangan rumah tangga adalah hal yang sensitif. Itu karena berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup. Membicarakan masalah ini tentu akan menyakiti perasaan pasangan.

2.      Masalah apa pun yang membuat pasangan merasa tidak nyaman

Jika anda sedang curhat dengan orang terdekat maka hindarilah menceritakan masalah apa pun yang membuat pasangan tidak nyaman. Misalnya pasangan memiliki rasa percaya diri yang rendah saat berkumpul bersama orang-orang. Apabila pasangan telah menceritakan hal ini, maka itu tandanya ia telah mempercayai anda. Jadi jangan hancurkan kepercayaan pasangan.

3.      Kehidupan seksual

Menceritakan hubungan seksual anda dengan pasangan, akan merusak keintiman pernikahan anda. Maka apa pun urusan ranjang yang dilakukan bersama pasangan tidak sepatutnya menjadi konsumsi publik, meskipun itu teman, sahabat, atau anggota keluarga anda sekalipun.

4.      Masa lalu pasangan

Saat anda membicarakan masa lalu pasangan maka itu sama dengan anda membongkar aib yang dimilikinya. Perlu diingat jika anda saat ini telah menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan, belum tentu teman ataupun keluarga anda melakukan hal yang sama. Menceritakan masa lalu pasangan dapat menimbulkan masalah baru dalam rumah tangga anda.

Sebelum curhat mengenai pernikahan cobalah pikirkan kembali apakah masih pantas jika anda terus berkeluh kesah dengan orang lain?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Senangnya Saat Anda Memiliki Pasangan Yang Selalu Optimis

Senangnya Saat Anda Memiliki Pasangan Yang Selalu Optimis

Senangnya Saat Anda Memiliki Pasangan Yang Selalu OptimisSenangnya Saat Anda Memiliki Pasangan Yang Selalu Optimis

Setiap orang menyakini jika sikap optimis merupakan hal positif yang dapat membawa kebaikan bagi pemiliknya. Sikap optimis yang dimiliki bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri namun juga orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk pasangannya. Memiliki pasangan yang optimis ternyata akan berdampak positif pada diri anda dan hubungan asmara anda.

Manfaat jika anda memiliki pasangan yang optimis

Berpikir positif dan optimis terbukti memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan seseorang. Bahkan saat anda memiliki pasangan yang selalu optimis anda juga dapat merasakan manfaatnya. Salah satu manfaat yang mungkin anda rasakan adalah mereka tidak akan menaruh curiga pada anda.  Apalagi pasangan anda mungkin akan berbagai hal baik tanpa disadari. Selain itu ada manfaat lain yang bisa anda dapatkan antara lain :

1.      Memiliki pasangan yang optimis akan meingkatkan kesehatan anda

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michigan University pada tahun 2015 lalu mengungkapkan memiliki pasangan yang optimis akan mengirangi risiko penyakit kronis. Penelitian ini diikuti sekitar 3.940 orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun yang selama 4 tahun kebelakang diawasi kesehatannya.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukan sifat optimis sering berhubungan dengan 3 hal yakni fungsi tubuh, kesehatan diri sendiri, serta beberapa penyakit kronis. Selain itu dari penelitian tersebut juga menyebutkan seseorang yang memiliki sikap optimis ataupun pasangan yang optimis memiliki kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak optimis.

Jika pasangan anda adalah orang yang optimis maka anda patut berbahagia karena hal tersebut akan membuat fungsi tubuh berkerja lebih baik sehingga potensi terserang penyakit kronis sangat kecil.

Orang yang memiliki optimism dalam dirinya umumnya bernasih baik dan melaporkan kesehatannya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, mereka juga menyebarkan semangat yang dimiliki ke orang yang ada di sekitarnya sehingga pasangannya akan memiliki kesehatan yang tak jauh berbeda.

Contoh pasangan yang optimis akan mengajak anda untuk menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga ringan setiap pagi dan mengonsumsi makanan sehat. Oleh karena itu bersyukurlah memiliki pasangan yang selalu berpikir positif karena anda akan membantu anda untuk menjadi pribadi yang lebih bik.

2.      Memiliki pasangan yang optimis akan membuat hubungan lebih awet dan langgeng

Dirilis dari American Psychology Association, manfaat memiliki pasangan yang optimis adalah memberikan kepuasan dalam hubungan lebih besar.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Californai Los Angeles yang diikuti sekitar 79 pasangan mengenai peristiwa positif dan negatif dalam hubungannya. Tanggapan yang ditunjukan oleh pasangannya kemudian dibagi menjadi dua kelompok yakni pasif dan energik.

Terhadap pasanganyang memberikan respon pasif saat mendengarkan pasangannya sedang dipromosikan. Maka tanggapan mereka adalah mempertanyakan karena tidak yakin atau justru mengubah topik pembicaraan. Sementara pasangan yang memiliki respon enegrik dan positif saat dihadapkan kasus yanga sama. Maka mereka cenderung memberikan semangat kepada pasangannya.

Hasil yang didapatkan adalah orang yang menyatakan ungkapan positif kepada pasangannya maka mereka akan dipenuhi oleh kepuasan sehingga hubungannya akan lebih baik dibandingkan pasangan lainnya. Pasangan yang optimis akan membantu anda meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi stress.

Pasangan yang dapat melihat celah kebaikan setiap hal buruk yang terjadi akan tahu bagaimana cara untuk memperbaiki suasana hati anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!