Posts

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang TahuKenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu

Mungkin terdengar aneh dan asing ditelinga anda sewaktu mendengar istilah “pemerkosaan dalam perkawinan”. Umumnya bila seseorang telah resmi menikah maka bebas bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Apakah mungkin seorang suami memperkosa istri atau sebaliknya?

Hal itu sangat mungkin, perlu anda pahami pernikahan bukan berarti anda bebas menuntut pasangan untuk menuruti atau melayani semua keinginan anda termasuk dalam hubungan seks. Pernikahan juga bukan berarti pasangan bebas melakukan hubungan seks sesukanya. Meskipun hubungan seks adalah salah satu aspek penting yang menjaga keharmonisan, namun bukan berarti baik anda atau pasangan wajib melakukan hal tersebut kapanpun saat ada salah satu pihak yang meminta.

Untuk itu anda harus mulai memahami apa yang dimaksud dengan pemerkosaan dalam perkawinan. Simak ulasannya berikut ini.

Pentingnya melakukan hubungan seks setelah mendapatkan persetujuan dari pasangan

Banyak kekeliruan orang-orang khususnya yang sudah menikah, yang mengartikan jika suami bebas berhubungan intim dengan istrinya kapan pun mereka mau. Karena hal inilah wanita sering dianggap sebagai objek pemuasan kebutuhan seksual yang keinginannya tidak penting. Seks memang harus dilakukan secara rutin bahkan jika sering dilakukan hubungan pernikahan akan menjadi lebih lama dan harmonis. Namun hal tersebut dapat dilakukan dengan catatan baik suami maupun istri sama-sama menyetujuinya.

Berhubungan seks atas dasar ancaman atau paskaan termasuk tindakan kekerasan seksual dalam pernikahan. Hal tersebut sama dengan pemerkosaan dalam perkawinan. Menikah bukan menjamin jika anda berhak memiliki tubuh pasangan dan begitu pula sebaliknya. Meskipun telah resmi menikah satu-satunya orang yang memiliki kuasa atas tubuh anda adalah diri anda sendiri.

Oleh karena itu, hanya karena andalah yang menentukan apakah ingin berhubungan seks atau tidak. Pasangan tak berhak memaksa, mengancam, apalagi jika sampai melakukan pemerkosaan.

Tanda-tanda jika anda mengalami pemerkosaan dalam perkawinan

Bahkan Komnas perempuan juga menegaskan bahwa pemerkosaan dalam perkawinan telah masuk dalam ranah hukum dan diatur dalam UU pasal 8 (a) serta pasal 66 UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Pemerkosaan dalam rumah tangga terjadi jika seseorang baik suami maupun istri tidak ingin melakukan aktivitas seksual apa pun namun dipaksa oleh pasangannya. Berikut ini merupakan tanda-tanda pemerkosaan dalam perkawinan.

Kenali Pemerkosaan Dalam Perkawinan Yang Tidak Banyak Orang Tahu 11.      Dipaksa berhubungan intim

Jika dalam hubungan pernikahan anda dipaksa untuk melakukan hubungan intim baik secara verbal  misalnya, “Ayolah itu kan sudah tugas kamu untuk memuaskan saya” meskipun diucapkan dengan halus oleh pasangan. ataupun  fisik misalkan pasangan menahan tubuh anda atau melucuti pakaian secara paksa.

2.      Diancam untuk berhubungan seks

Terkadang ancaman adalah hal yang dilontarkan saat anda tidak dapat menuruti keinginan pasangan untuk berhubungan seks. Karena merasa ketakutan dan terancam anda terpaksa melakukan hal itu. Selain ketakukan anda juga ingin menghindari kemarahan pasangan atau hal lain yang tidak diinginkan. Ancaman bisa berupa lisan maupun sikap yang membahayakan anda secara fisik dan emosional.

3.      Seks dalam keadaan pasangan tidak sadar

Misalnya ada dalam kondisi mabuk/pingsan atau pasangan sengaja memberikan obat tidur, hingga dibius agar dapat berhubungan seks dengan anda. Hal ini termasuk dalam tindakan pemerkosaan karena pasangan tidak meminta izin anda terlebih dahulu meskipun sempat berkata “iya” dalam kondisi pengaruh  alkohol atau obat-obatan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak SolusinyaMerasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya

Apakah dalam hubungan pernikahan anda sering mengalami keributan yang masalahnya itu-itu terus? Jika iya mungkin saat ini anda sudah merasa lelah dengan masalah tersebut. Walaupun dalam pernikahan pasangan akan menemui banyak masalah baik itu uang, pekerjaan, anak-anak, atau hal lain yang menjadi sumber masalah. Bahkan  menurut pakar hubungan bernama Sheryl Paul MD yang dikutip oleh Huffington Post, mengungkapkan jika banyak pasangan yang mendebatkan hal yang sama setiap harinya. Hal itu karena mereka belum mempelajari bagaimana komunikasi harusnya dibangun.

Maka dari itu pertengkarang yang terjadi tidak boleh berulang-ulang yang disebabkan oleh hal sama dan tak terselesaikan. Berikut ini adalah cara menyelesaikan masalah yang sama dengan pasangan.

1.      Cobalah menurunkan ego

Saat sedang bertengkar dengan pasangan, terkadang banya orang yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosinya. Tak jarang hal itu terkadang membuat nada bicara anda meninggi saat sedang bersama pasangan, bahkan anda juga lebih memilih menuruti ego sendiri.

Jika ingin masalah segera selesai, usahakan untuk berbicara dari hati ke hati. Cobalah ajak pasangan untuk berbicara dengan nada lembut tanpa dibumbui kalimat yang kasar.

Ingatlah yang terpenting saat menyelesaikan masalah adalah kedua pasangan tidak mementingkan ego. Belajar untuk lebih berempati dengan pasangan, jangan melihat sebuah masalah dari sisi anda saja, cobalah pahami sudut pandang pasangan pula.

2.      Pahami jika tak semua masalah akan langsung mendapatkan solusi

Siapa yang tidak ingin masalah mereka segera selesai? Setiap pasangan pasti menginginkannya, namun anda harus tahu untuk menyelesaikan sebuah masalah bukan hanya soal cara atau solusi namun juga waktu. Tak semua masalah akan selesai dalam waktu yang singkat, bahkan anda dan pasangan harus melalui beberapa tahap penyelesaian.

Menurut The Gottman Institute, sebuah lembaga penelitian mengenai hubungan yang berasal dari Amerika menemukan sebuah fakta jika sekitar 69% masalah dalam hubungan memang tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

Jika sudah demikian, anda dan pasangan pun harus mulai belajar untuk menerima dan menghilangkan rasa sakit sehingga masalah yang sama tak lagi diperdebatkan di kemudian hari.

3.      Hindari kebiasaan saling menyalahkan satu sama lain

Saling menyalahkan saat bertengkar adalah hal yang biasa. Sangat disayangkan banyak pasangan yang tidak menyadari jika perilaku tersebut tidak akan menyelesaikan sebuah masalah. Jika pasangan saling menyalahkan akibatnya mereka merasa jika dialah yang lebih pantas untuk disalahkan.

Selain itu anda dan pasangan tidak akan berfokus pada pencarian solusi, tenaga yang anda miliki akan habis hanya untuk saling tuding menuding satu sama lain.

4.      Ingat kembali bagaimana rasa cinta dan ketertarikan anda terhadap pasangan

Merasa Lelah Meributkan Masalah Pernikahan Yang Sama Dengan Pasangan? Simak Solusinya 1Saat terus mendebatkan hal yang sama kemungkina terbesar hal yang akan terjadi adalah hilangnya ketertarikan dan rasa cinta. Anda dan pasangan akan lebih mementingkan ego dan kepentingan masing-masing. Padahal dalam menjalin hubungan kebahagiaan dan tujuan bersama hal yang harus diperoleh bersama.

Cobalah untuk membiasakan kembali perhatian sederhana yang dulu sering dilakukan saat awal pernikahan. Misalnya menanyakan kabar pasangan di kantor atau pergi ke tempat pertama kali  anda berkencan sambil bernostalgia dengan hal-hal yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai BertengkarCara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar

Setiap hubungan pernikahan pasti merasakan susah dan senang, hal itu karena kehidupan pernikahan tidak hanya tentang hal yang manis saja. akan ada saatnya anda merasa hubungan yang dijalani menjadi merenggang. Misalkan adanya kesalahpahaman dan rasa curiga yang memicu perselisihan. Akibatnya anda dan pasangan memilih untuk saling menghindari daripada harus mendekatkan diri.

Menjauhkan diri secara fisik tentu akan membuat anda merasa gelisah. Sebenarnya menyelesaikan sebuah masalah pernikahan tidak selalu menciptakan jarak bagi keduanya. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah pemikiran negatif sekaligus memancing keterbukaan pada keduanya. Lalu bagaimana cara agar kembali mesra dengan pasangan usai berdebat/bertengkar?

1.      Buatlah komitmen untuk menyelesaikan masalah bersama

Saat konflik berada di puncaknya, baik anda maupun pasangan mungkin akan sering merasa pesimis dengan masalah yang dihadapi. Apakah ini dapat terselesaikan atau tidak? Untuk itu cobalah untuk berkomitmen dengan pasangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Buatlah kesepakatan untuk tetap bertahan hingga masalah tersebut dapat  terselesaikan dengan tuntas. Setelah anda dan pasangan menyetujui keputusan yang dibuat, pastikan baik anda maupun pasangan merasa puas dengan hal itu. Tujuannya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

2.      Eratkan hubungan secara fisik

Cara Untuk Mendekatkan Diri Dengan Pasangan Usai Bertengkar 1Salah satu cara untuk meredamkan masalah yang sedang panas adalah dengan melakukan kontak fisik seperti memeluk ataupun hubungan seks. Bagi sebagian besar pria hubungan seks dapat menurunkan rasa dendam mereka, sebab ini bisa membentuk koneksi yang erat antara pria dan wanita. Sementara bagi wanita, mendapatkan pelukan saja dari orang lain akan menenangkan suasana hati yang buruk.

Meskipun pada saat ini anda dan pasangan berada dalam posisi emosional yang berbedam namun dengan adanya sentuhan fisik akan membantu meredamkan konflik. Bahkan beberapa konselor pernikahan sangat menyarankan pasangan untuk berhubungan intim setidaknya sekali dalam sehari saat sedang menghadapi sebuah konflik.

3.      Bicara dari hari ke hati

Mungkin anda sudah muak untuk mendengarkan berbagai macam ocehan pasangan. Sebenarnya hal itu terjadi karena anda terlalu emosi dengan apa yang dirasakn sehingga rasanya enggan untuk mendengarkan apa yang dirasakan pasangan.

Untuk itu cobalah untuk mendengarkan pasangan dan berbicara dari hati ke hati. Hal ini akan membantu anda dan pasangan agar lebih saling terbuka dan memahami perasaan satu sama lain. Pada akhirnya mudah bagi anda untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Namun bila anda belum bisa melakukan pembicaraan dari hati ke hati, maka hindarilah sikap yang saling menekan pasangan. biarkan keterbukaan dalam hubungan anda muncul dengan sendirinya.

4.      Jangan mengambil kesimpulan sendiri terhadap masalah

Kebiasaan mengambil kesimpulan sendiri cenderung memicu salah presepsi dan memperburuk keadaan. Padahal apa yang anda pikirkan saat ini belum tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh pasangan. sebab bisa saja apa yang anda simpulkan adalah asumsi anda semata.

Bila anda ingin memperbaiki hubungan yang harmonis dan bahagia, tanamkanlah dalam diri anda jika yang terjadi karena baik anda dan pasangan menginginkan yang terbaik untuk hubungan ini. anda mungkin merasa kurang setuju dengan hal ini, namun dengan selalu berpikir positif terhadap pasangan, hati anda dan pasangan akan melunak. Kemudian luangkan waktu berdua untuk mencari solusi bersama tanpa harus menyalahkan keadaan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Menghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah MenikahMenghadapi Pasangan Yang Selalu Posesif Meski Sudah Menikah

Memiliki pasangan yang suka melarang anda dan curiga terhadap apapun yang anda perbuat pasti akan membuat anda jengkel. Awalnya mungkin anda memaklumi namun lama kelamaan kebiasaan tersebut membuat anda kesal dan terpancing amarah. Apalagi jika hubungan yang anda jalani sekarang sudah hubungan serius dan resmi seperti pernikahan. Jika sudah demikian pertengkaran mungkin tak bisa dihindari dalam pernikahan.

Namun janganlah buru-buru bertengkar masih ada beberapa cara yang bisa anda terapkan agar pasangan tidak terlalu posesif dan menaruh curiga terhadap anda.

Saat rasa sayang dipenuhi dengan kecurigaan yang berlebihan

Mungkin perilaku posesif dan curiga yang dilontarkan oleh pasangan adalah bentuk rasa takut mereka jika kehilangan anda. Tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi alasan adalah tindakan yang dilakukan pasangan adalah hal yang benar. Meskipun pasangan memiliki alasannya sendiri, namun jika terus dibiarkan lama kelamaan hubungan akan berjalan dengan tidak seimbang. Sehingga hubungan yang anda jalani tak lagi sehat, tentu anda tidak ingin perilaku ini membuat anda dan pasangan menjadi saling melukai satu sama lain.

Jika sampai saat pasangan masih menaruh curiga dan melarang anda melakukan apa pun hingga melewati batas. Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi perlikau pasangan yang posesif tanpa harus menggunakan emosi anda.

1.      Ajak pasangan berbicara baik-baik

Komunikasi adalah langkah yang tepat bagi anda untuk menghadapi pasangan yang terlalu posesif dan curiga dengan anda. Ketika memiliki masalah terhadap hal yang berhubungan dengan anda, cobalah untuk membicarakannya dengan baik-baik. Jika anda langsung tersulut amarah maka sangat kecil kemungkinan masalah dapat terselesaikan.

Mungkin saja ada alasan yang tidak anda ketahui dari pasangan, baik itu trauma yang dialami di masa lalu atau pengalaman buruk dengan hubungan asmara sebelumnya. Dengarkan alasan dan cerita yang diucapkan pasangan. barulah anda berkata jika perilaku tersebut sangat mengganggu meskipun hal sepele sekalipun.

Dengan saling mengetahui alasan masing-masing maka titip tengah antara anda dan pasangan dapat ditemukan.

2.      Menetapkan batasan

Selain komunikasi yang baik, anda juga dapat menetapkan batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasangan. hubungan yang saat ini dibangun memang anda dan pasangan yang menjalaninya, akan tetapi pasangan tetap memiliki kehidupannya masing-masing bahkan sebelum anda bertemu pasangan anda saat ini.

Selain itu anda juga perlu memberikan catatan pada pasangan soal aturan dalam hubungan yang terlalu protektif ini. hal ini bertujuan agar anda dan pasangan dapat mengendalikan kebiasaan masing-masing.

3.      Menunjukan kasih sayang anda kepada pasangan

Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah menunjukan rasa sayang terhadap pasangan. biasanya pasangan yang terlalu curiga dengan anda merasa tidak yakin dengan cinta anda miliki terhadap pasangan.

Oleh karena itu cobalah untuk menunjukan rasa sayang melalui ucapan atau perilaku, dengan begitu pasangan akan lebih mempercayai anda. Anda bisa menggunakan cara-cara sederhana seperti memberikan rayuan “aku rindu kamu”.

4.      Mengenalkan pasangan kepada sahabat atau teman

Cara terakhir yang bisa anda lakukan adalah memperkenalkan pasangan dengan sahabat, teman, atau rekan di kantor yang selama ini membuat pasangan curiga. Tak jarang hubungan yang mengenal baik teman masing-masing, akan membuat anda dan pasangan justru lebih percaya dan tidak menaruh kecurigaan.

Selain itu pasangan tidak memiliki alasan lagi untuk khawatir.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Mengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh AnakMengatasi Perbedaan Dengan Pasangan Dalam Mengasuh Anak

Saat menikah banyak hal yang harus didiskusi bersama pasangan, mulai dari komunikasi, keintimanan dan hubungan seksual, keuangan, hingga mengasuh anak. berdiskui dengan pasangan memang dibutuhkan selain untuk meminimalisir terjadinya konflik. Diskusi juga diperlukan untuk menemukan titik tengah dari perbedaan anda dan pasangan.

Salah satu hal yang penting dalam keluarga adalah anak. sebagai orang tua baik anda maupun pasangan pasti menginginkan hal yang terbaik dari segi kebutuhan, masa depan, pendidikan maupun perilaku. Untuk mencapai semua itu memang diperlukan pola asuh yang dapat membimbing anak meraih masa depannya.

Namun bagaimana jika cara mengurus anak yang anda dan pasnagan berbeda? Sulit memang membahas anak, karena baik anda dan pasangan memiliki pendapat dan standar yang masing-masing dalam mengurus anak. jika sudah demikian maka ketegangan pun akan terjadi. Adalah hal wajar jika terjadi perbedaan dalam mengurus anak, mungkin anda lebih cenderung bersikap tega pada anak. namun pasangan justru cenderung memanjakan anak.

Sayangnya, perbedaan cara didik anak, sering kali memicu konflik yang berkepanjangan dalam rumah tangga. Jika sudah demikian anak pun akan bingung dengan perbedaan yang terjadi. Lebih buruk lagi jika perdebatan anda dan pasangan akan berakhir pada percecokan dan berujung perceraian.

Untuk itu berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan pendapat bersama pasangan dalam mengasuh anak.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi perbedaan pola asuh?

Sebenarnya ada beberapa tipe pola asuh anak yang dapat dikategorikan dalam 4 kelompok yakni Authoritarian (otoriter), permisif, authoritative, dan neglectful. Sebenarnya perbedaan pola asuh yang dimiliki anda dan pasangan adalah hal lumrah. Ada sisi baik yang didapatkan anak yaitu anak aan mempunyai gambaran yang lebih luas akan nilai-nilai tertentu serta membangung ikatan khusus antara ayah dan ibu. Yang perlu dicatakan baik anda maupun pasangan harus terlihat kompak dimata si anak. di bawah ini adala beberapa cara yang bisa anda lakukan bersama pasangan :

1.      Berargumenlah saat anak tidak ada disekitar anda dan pasangan

Beradu argument dengan pasangan di depan anak, bukanlah cara yang tepat. Terlebih jika apa yang anda bahas adalah menyangkut kehidupan mereka. Cobalah berdiskusi diluar sepengetahuan anak, anda bisa berbicara dalam kamar, atau mendiskusikannya saat anak sudah tidur.

2.      Belajar pola kepengasuhan bersama

Saling memahami dan memperlajaro pola asuh yang diterapkan masing-masing, yakini jika pola asuh yang dimiliki pasangan terdapat sisi positif yang bisa anda ambil. Selain itu dengan memahahi pola asuh masing-masing akan anda dan pasangan akan lebih menemukan pola asuh yang tepat.

3.      Berkonsultasi pada ahli

Saat ini ada banyak cara untuk berkonsultasi dengan seorang ahli yang paham akan kepengasuhan anak. baik mendatangi sebuah seminar, bergabung dengan forum atau grup parenting. Atau anda anda datang mendatangi biro atau lembaga konsultasi yang membuka praktek mandiri.

Entah bagaimana pun pola asuh yang anda dan pasangan terapkan, percayalah jika baik anda dan pasangan menginginkan yang terbaik untuk anak. jangan jadikan perbedaan antara anda dan pasangan membuat anak terbebani atau hanya memihak salah satu orang tua. Dengan menyetarakan pola asuh masa depan anak dapat diraih.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan5 Cara Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Kekerasan Dalam Pernikahan

Pernikahan adalah mimpi setiap pasangan, apalagi jika selama masa pernikahan perlaku pasangan selalu penuh perhatian dan romantis. Tentu hubungan pernikahan akan bahagia dan bertahan lama. Namun bagaimana jika pernikahan hanya diwarnai kekerasan, baik verbal maupun fisik?

Fenomena kekerasan dalam rumah tangga

Saat ini sudah banyak yang beredar di masyarakat mengenai kekerasan rumah tangga, baik dilakukan oleh masyarakat biasa maupun tokoh publik. Saat ini korban kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya wanita saja namun juga melibatkan anak. Namun meskipun telah menjadi korban kekerasan tak jarang masih banyak pihak yang menyalahkan korban.

Kekerasan dalam pernikahan bukan hanya berkaitan fisik saja, namun juga lisan dan seksual. Seseorang yang kasar biasanya memengaruhi dan mengendalikan pikiran pasangannya. Sehingga sulit bagi korban untuk melepaskan diri. pelaku KDRT biasanya bertindak manipulative, karas dan khawatir jika tidak menyakiti pasangannya.

Kekerasan yang dilakukan awalnya masih berupa ancaman, namun lama kelamaan beralih pada kekerasan fisik. Biasanya banyak perempuan yang masih bertahan karena rasa cinta mereka yang besar. Namun tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan. Disisi lain korban ingin melepaskan diri namun di sisi lain keselamatan mereka atau anak menjadi terancam. Memang perlu berhati-hati untuk mengatasi masalah ini.

5 cara untuk mengatasi kekerasan dalam pernikahan

Untuk itu berikut ini adalah cara tepat agar anda dapat menghadapi kekerasan yang dilakukan pasangan, berikut penjelasannya :

1.      Memahami jika anda adalah korban kekerasan

Langkah pertama yang harus adalah memahami jika anda sebenarnya korban kekerasan. Keinginan untuk bertindak sesuatu terhadap seseorang yang dicintai terkadang memang sulit untuk sebagian orang. Selain rasa takut akan kehilangan cinta dari pasangan adalah menjadi penyebab kenapa anda terus diam. Akan tetapi sadarilah jika tak seharusnya cinta seperti itu, cinta yang tulus tak akan melukai orang yang disayanginya.

2.      Susun rencana untuk meninggalkannya

Jangan biarkan pasangan tahu jika anda akan pergi meninggalkannya, karena bisa saja dia akan menggunakan kekerasan untuk mencegah anda. Cara terbaik untuk meninggalkan pasangan yang kasar dari melarikan diri, rencanakan sebaik mungkin agar anda tidak ketahuan. Siapkan uang dan dokumen penting untuk anda bawa.

3.      Hindari komunikasi aktif dengan pasangan

Rencana melarikan diri anda akan berhasil jika anda jarang menjalin komunikasi dengan pasangan. saat ia mulai menyadari perubahan perilaku anda, maka anda harus mengubah perlaku lagi. Beritahu kondisi anda yang sebenarnya kepada orang yang anda percayai, keluarga, sahatan dan teman dekat karena mungkin bisa saja membantu anda melarikan diri.

4.      Bergabung dengan pusat pemberdayaan hak perempuan

Terkadang bergabung dengan kelompok yang bernasib serupa akan membantu anda menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain anda dapat berbagi cerita, anda akan memiliki wawasan dan informasi bagaimana menghadapi KDRT

5.      Berkonsultasi dengan tenaga professional

Kekerasan yang anda alami dapat berpotensi terjadinya gangguan psikologis seperti PTSD, depresi, kecemasan dan lain sebagainya. Jika sudah demikian sulit bagi anda menemukan jalan keluar dari masalah KDRT ini. untuk itu jangan ragu untuk menemui seorang konselor pernikahan untuk melakukan konsultasi. Mereka bukan hanya membantu anda untuk mengembalikan kondisi psikologis anda. Mereka juga akan mendampingi anda untuk melawan kekerasan.

Jika perilaku pasangan sudah keterlaluan jangan ragu untuk menghubungi polisi setempat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik4 Cara Membicarakan Keuangan Saat Menikah, Tanpa Memicu Sebuah Konflik

Dalam membangun hubungan pernikahan kunci utama yang harus dipegang kedua pasangan adalah saling terbuka. Setelah menikah semua hal akan dibahas berdua mulai dari tugas dan tanggung jawab, persoalan anak hingga keuangan.

Dalam hubungan pernikahan uang adalah isu yang cukup sensitif untuk dibahas, padahal untuk meminimalisir terjadinya konflik keuangan pasangan harus saling terbuka dengan keuangan mereka pribadi. Misalkan berapa pendapatan per bulan, pengeluaran per bulan, total tabungan, tagihan kartu kredit hingga pin ATM. Meskipun hal itu perlu diketahui oleh pasangan namun tak sedikit orang yang merasa tidak nyaman ketika keuangan mereka diketahui seseorang selain dirinya.

Untuk itu agar anda dan pasangan dapat membahas masalah keunganan tanpa memicu terjadinya konflik berikut adalah tips yang bisa dilakukan.

Membicarakan masalah keuangan bersama pasangan secara dewasa

Mengingat salah satu konflik besar dalam rumah tangga adalah keuangan. Anda bisa menyimak beberapa tips membicarakan keuangan secara dewasa bersama pasangan.

1.      Berdiskusi pasa waktu yang tepat

Sebenarnya tidak ada patokan untuk kapan waktu yang tepat bagi anda membicarakan masalah keuangan bersama pasangan. waktu yang tepat untuk membahas keuangan harus disesuaikan dengan masalah yang akan dibahas dan karakter yang dimiliki pasangan.

Jika anda mencoba untuk berdiskusi sejak awal, mudah bagi anda untuk mengetahui kecocokan sudut pandang anda dan pasangan dengan topik tersebut. sehingga anda memiliki gambaran mengenai tujuan yang hendak diraih bersama.

Namun di sisi lain, boleh-boleh saja anda menunda pembahasan ini beberapa waktu sebelum berdiskusi mengenai keuangan keluarga. Selain memberikan waktu anda untuk memahami pasangan, anda juga dapat menentukan gaya komunikasi yang baik saat membahas isu sensitive lainnya selain keuangan.

2.      Bicarakan sesuai dengan perilaku masing-masing

Sebelum membicarakan keuangan, cobalah untuk memahami perilaku anda dan pasangan yang terkait dengan manajemen keuangan. Kemudian catatlah berapa besar pemasukan, pengeluaran ataupun unsur lain yang berhubungan dengan keuangan.

Dengan cara ini anda dapat membahasa keuangan lebih spesifik lagi, sehingga anda dan pasangan akan lebih fokus untuk mencari solusi. Serta meminimalisir topik yang melebar kemana-mana.

3.      Tidak mengabaikan masalah keuangan dasar

Setiap orang memiliki masalah keuangan yang berbeda termasuk anda dan pasangan. perilaku konsumtif mungkin bisa menjadi salah satu masalah keuangan yang anda atau pasangan miliki. Mengingat isu keuangan adalah isu spesifik, jangan sepelekan masalah keuangan dasar yang sering dialami oleh banyaknya pasangan suami istri. berikut ini adalah topik yang perlu anda bahas saat berdiskusi mengenai keuangan bersama pasangan :

  • Jumlah tabungan dan asset yang dimiliki
  • Jumlah utang dan cara melunasinya
  • Pola konsumsi (mengatur pengeluaran/uang belanja)
  • Gaya keuangan (mengenai bagaimana anda mengelolah keuangan, apakah mencatat secara rinci pengeluaran atau melunasi utang setelah memperoleh pendapatan dan lain sebagainya)

4.      Saling jujur dan terbuka

Pada dasarnya anda dan pasangan memiliki sudut pandang yang berbeda terkait masalah uang. Mungkin pasangan senang membeli barang-barang untuk memenuhi hobinya, sedangkan anda lebih senang menabung dan berinvestasi.

Konflik akan terjadi apabila kedua pasangan tidak saling terbuka, cobalah untuk memahami sudut pandang masing-masing. Sehingga anda dan pasangan dapat menemukan jalan tengahnya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis4 Cara Efektif Untuk Membangung Komunikasi Agar Pernikahan Tetap Harmonis

Pada hubungan pernikahan komunikasi adalah hal yang paling pent­ing karena komunikasi adalah awal dari kepercayaan satu sama lain. Tak jarang dalam sebuah pernikahan jika kedua pasangan memiliki komunikasi yang baik maka secara otomatis hubungan pernikahan akan berjalan baik pula. Namun dalam pernikahan terkadang pasangan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan komunikasi. Sehingga komunikasi yang tidak sehat terkadang terbentuk dan dibiarkan begitu saja.

Tanda komunikasi pasangan tidak sehat

Bahkan banyak pasangan yang tidak sadar jika komunikasi yang mereka jalani termasuk komunikasi yang kurang sehat, berikut adalah tanda jika komunikasi pernikahan tidak lagi sehat :

  • Salah satu pasangan merasa tertekan, takut, terancam dan menarik diri setiap kali berkomunikasi
  • Saat seseorang mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan pasangannya
  • Ketika diskusi berubah menjadi percecokan
  • Pasangan yang selalu membantah, menyangkal atau menyembunyikan kebenaran yang terjadi

4 cara untuk membangun komunikasi yang baik dengan pasangan

Mengingat jika komunikasi merupakan komponen yang penting, dan sumber utama dari segala masalah yang dihadapi. Ada baiknya anda dan pasangan melakukan tindakan untuk memperbaiki komunikasi yang terjalin. Untuk itu simak tips di bawah ini 4 cara efektif membangun komunikasi dengan pasangan.

1.      Fokus pada sisi positif

Menurtu konsultan cinta online dan pelatih kencan bernama Julie Spira mengungkapkan jika untuk membangun sebuah komunikasi yang baik dengan pasangan, yang anda perlukan adalah mencurahkan waktu dan membuat ritual. Selain itu, ada baiknya anda fokus pada sisi positif pasangan baik itu sifat atau perilakunya, serta jangan ragu untuk memberikan pujian padanya. Misalkan saat anda memiliki waktu untu berbicang, katakan saja jika anda menyukai pillow talk setiap malam. Hal tersebut akan memberikan kesan kepada pasangan jika komunikasi terjalin telah baik dan anda menghargai dia.

2.      Jadilah pendengar yang baik untu pasangan

Keinginan anda untuk selalu didengarkan adalah hal sama yang diingkan oleh pasangan. komunikasi yang baik bukanlah saat anda mendengarkan keluh kesah pasangan saja, namun pasangan juga bersedia mendengarkan cerita anda. Ketahuilah jika setiap orang ingin didengar dan dipahami, jadi dalam komunikasi pentingnya menjadi pendengar yang baik dibading harus mendominasi percakapan.

3.      Fokus melakukan hal-hal kecil pula

Kebanyakan orang terkadang terlalu fokus dengan hal yang besar namun lupa akan hal kecil. Untuk itu selain fokus dengan aspek besar antara anda dan pasangan, cobalah untuk memerhatikan hal kecil. Contohnya dengan mengungkapkan perasaan cinta setiap pagi, mencium kening pasangan sebelum berangkat, atau memberikan pujian dan ucapan terima kasih setiap kerja keras yang dilakukan. Gerakan yang ringan dan tak perlu mengeluarkan banyak usaha namun dapat membuka komunikasi agar lebih baik serta menumbuhkan rasa saling menghargai.

4.      Hadapi masalah dengan tenang

Terkadang masalah selalu menjadi batas kedua pasangan sehingga enggan bagi mereka untuk membicarakannya. Padahal yang seharusnya dilakukan kedua pasangan harus berdiskusi mengenai penyelesaian masalah, jangan ragu atau memendamnya beranikan diri untuk membicarakan masalah tersebut dengan pasangan. jika anda terbiasa untuk membicarakan masalah dengan tenang maka pasangan pun akan bersikap demikian. Jika perlu jadwalkan hari dimana kalian membicarakan sesuatu yang memang penting.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?Apa Yang Seharusnya Dilakukan Saat Karier Dan Asmara Bertentangan?

Pernahkah anda merasa terkekang dan sulit mengembangkan diri dalam dunia pekerjaan karena pasangan? berhubungan dengan pasangan yang tidak mendukung anda dalam berkarier cukup akan membuat anda stress. Hal itu tentu karena pasangan anda menjadi penghambat anda dalam mennitih karier. Namun jangan khawatir atau merasa frustasi dengan pasangan anda karena masih adan cara yang tepat untuk menghadapi situasi sepet ini.

Antara cinta atau pekerjaan?

Dimuat dalam sebuah jurnal pada tahun 2004 yang menyatakan jika salah satu alasan mengapa wanita berhenti bekerja dalam perusahaan adalah karena suami mereka. Apalagi bagi wanita yang sudah menikah dan memiliki anak, hal ini harus dilakukan mengingat mereka harus memperhatikan tumbuh kembang sang buah hati.

Wanita yang diwawancarai mengatakan jika suami mereka memperbolehkan bekerja, namun yang banyak dari mereka yang tidak ikut berperan dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Itulah yang sering menyebabkan mengapa sebagian wanita memilih menjadi ibu rumah tangga karena rasa khawatir jika rumah dan anak tidak terurus dengan baik.

Hampir semua kaum pria berharap karier mereka lebih diutamakan dibandingkan karier pasangan. namun pada faktanya, saat ini banyak kaum wanita yang menginginkan kesamaan derajat antara istri dan suami. Pria yang berkomitment dengan menerima kesamaan derajat tersebut akan sulit menjalani hubungannya dalam jangka waktu yang lama. Hingga pada akhirnya banyak pasangan yang berakhir pada perpisahan.

Strategi untuk menghadapi pasangan yang tidak mendukung karier anda

Jika harus membuat keputusan antara karier atau cinta tentu bukan hal yang mudah. Namun untuk menyeimbangkan keduanya pun membutuhkan waktu dan dukungan. Namun ada beberapa strategi yang bisa anda lakukan untuk menghadapi pasangan yang tidak mendukung karier anda. Berikut adalah penjelasannya :

1.      Mencoba memahami alasan pasangan

Jika pasangan tidak mendukung karier anda saat ini, cobalah untuk memahami alasan pasangan terlebih dahulu. Apakah karena mereka khawatir dengan kesehatan anda? Atau merasa iri dengan karier anda yang lebih sukses dibandingkan dia?

Hindari berburuk sangka dengan pasangan. bisa jadi, mereka menyayangi anda dan tidak ingin melihat anda begitu kecapekan. Dengarkan setiap penjelasan pasangan tanpa ada interupsi. Setelah itu barulah anda menyampaikan keinginan pribadi dengan baik-baik.

2.      Melibatkan pasangan

Anda mungkin adalah sosok yang mandiri dan dapat diandalkan. Namun jangan lupa untuk melibatkan pasangan disetiap keputusan yang anda ambil selama berkarier. Dengan begitu hubungan anda akan lebih sehat karena adanya rasa saling menghormati dan pasangan akan merasa lebih dihargai.

Membicarakan pekerjaan dalam hubungan selama masih dalam batas kewajaran akan memberikan efek baik bagi anda dan pasangan. pasangan akan merasa berperan ketika anda sedang merintis karier, sehingga setiap hasil kerja keras anda akan dihargai pula oleh pasangan.

Misalkan, anda dan pasangan sedang berdiskusi mengenai pindah bekerja untuk mendapatkan jenjang karier yang lebih baik. Atau anda memiliki pekerjaan kantor yang belum selesai jangan sungkan untuk meminta bantuan pasangan.

3.      Berbagi rasa takut dan ragu

Pada saat merintis karier terkadang rasa takut dan ragu menghantui anda. Untuk itu cobalah membuka diri kepada pasangan perihal masalah tersebut. dengan menyatakan perasaan anda saat ini, pasangan akan berusaha memahami anda. Selain itu ia akanmembantu mencari jalan keluar bagi anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan4 Sikap Yang Biasanya Memicu Pertengkaran Dalam Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan komunikasi adalah salah satu landasan untuk membangun keluarga yang bahagia dan bertahan lama. Namun sangat disayangkan masih banyak pasangan yang cenderung membangun komunikasi yang buruk. Pola komunikasi yang kurang baik dapat terlihat saat kedua pasangan saling beradu argument. Meskipun diskusi adalah salah satu cara agar pasangan saling memahami, namun jika setiap diskusi berakhir pada percecokan atau menyakiti salah satu pihak tentu itu bukan lagi komunikasi yang sehat.

Sebagian orang berperilaku atau mengucapkan kata yang diluar kendali mereka sehingga sangat memungkinkan munculnya sebuah konflik yang baru. Tentu jika dibiarkan maka bisa jadi hubungan akan semakin merenggang dan kedua pasangan akan merasa tertekan bahkan mengalami stress.

Untuk itu ada baiknya anda menyimak pembahasan di bawah ini mengenai 5 sikap yang memicu pertengkaran dalam pernikahan.

1.      Membela diri

Setiap orang pasti memiliki ego, terkadang ego akan sulit dikendalikan seseorang saat bertengkar dengan lawan bicaranya. Kebanyakan pasangan yang sedang bertengkar justru membela diri mereka dan tidak mau mengakui kesalahannya. Hal ini biasanya dikarena kedua pasangan memiliki gengsi yang tinggi, tidak mau disalahkan, dan menolak kenyataan jika merekalah penyebab masalah ini.

Anda mungkin akan kekekg dengan argumen anda, namun lama kelamaan pasangan akan pelahan mundur dari pembicaraan dan kewalahan dengan status pernikahan ini. membela diri saat anda terbukti bersalah tidak akan memperbaiki segalanya. Lebih baik anda mengakui jika memang anda yang salah. Belajarlah untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat.

2.      Selalu merasa diri yang paling benar

Hanya karena pasangan memiliki cara pandang dengan anda bukan berari hal tersebut salah. Anda tidak boleh memaksa pasangan untuk sependapat dengan anda atau melihat sesuatu dengan cara yang sama dengan anda. Jangan buat perbedaan cara pandang yang terjadi antara anda dan pasangan menjadi sebuah masalah.

Daripada merasa diri paling benar, lebih baik anda mencari titik tengah. Jangan karena ingin dianggap benar oleh pasangan membuat anda menghiraukan pendapat pasangan ataupun menyepelekan saran yang ia berikan.

Ingatlah ketika anda menikah maka segala hal yang akan dilakukan adalah hasil keputusan bersama. Sehingga apapun yang terjadi dalam pernikahan baik itu kebahagiaan, kepentingan, kepuasan sekalipun adalah hal yang diinginkan kedua pasangan.

3.      Mengungkit kesalahan pasangan

Dalam sebuah pertengkaran terkadang setiap orang tak sengaja “keceplosan” mengatakan kalimat “kamu itu selalu…” “kamu juga tida pernah” dan kalimat lainnya yang terkesan mengungit kesalahan yang dilakukan pasangan. sebenarnya tujuan seseorang hanya untuk menggeneralisasi keadaan, padahal faktanya malah sebaliknya.

Jika anda mengatakan kalimat diatas maka bisa saja pasangan merasa tidak pernah dihargai. Rasanya semua hal besar yang telah dilakukan tidak lagi bernilai hanya karena kesalahan kecil yang dilakukannya.

4.      Menolak untuk berdiskusi

Ketika pasangan mengajak anda untuk berdiskusi masalah apapun, namun anda cenderung menolak atau hal itu malah sebaliknya. Tentu sikap seperti tidak akan menyelesaikan masalah dihadapi.

Masalah tentu akan selesai jika kedua pasangan hal tersebut dibicarakan keduanya. Namun jika anda bersikeras menolak adanya diskusi maka hubungan pernikahan anda tak akan membaik. Jika anda mengira masalah akan selesai begitu saja tanpa ada pembicaraan maka itu adalah hal yang keliru.

Mengingat pentingnya komunikasi anda baiknya anda meminta pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Anda bisa berkonsultasi dengan orang terdekat, namun akan lebih baik jika anda memutuskan berkonsultasi dengan seorang konselor pernikahan. Hasil yang anda terima akan lebih maksimal dan masalah komunikasi anda akan teratasi dengan baik

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!