Posts

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Komunikasi adalah salah satu dasar yang menguatkan sebuah hubungan baik itu berkaitan dengan bisnis, sosial, pribadi, keluarga, hingga asmara. Melalui komunikasi akan terbentuk sebuah ikatan emosional antara anda dan pasangan, untuk itu ada baiknya sebagai sepasang kekasih anda berdua menjaga komunikasi yang baik. Namun seberapa sering anda berkomunikasi dengan pasangan ternyata akan mempengaruhi hubungan anda, yang menjadi pertanyaan adalah apakah tidak masalah jika anda dan pacar berkomunikasi setiap saat?

Apakah komunikasi dalam masa pacaran harus dilakukan setiap hari?Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Saat hubungan sedang hangat-hangatnya, baik anda maupun pasangan pasti menginginkan untuk terus berbicara meskipun hanya sekedar chatting biasa. Rasanya anda tidak ingin kehilangan moment berharga untuk dibicarakan bersama pasangan, baik itu menyanyakan kegiatan pasangan sehari-hari, hingga membahas topik menyenangkan lainnya.

Akan tetapi, mungkin anda pernah bertanay apakah perlu menjalin komunikasi setiap hari dengan pacar? Anda mungkin merasa sedikit takut bagaimana jika pasangan merasa bosan dan jenuh apabila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Namun di sisi lain, anda tak ingin hubugan yang sedang dijalami menjadi hambar karena komunikasi antara anda dan pasangan semakin menurun seiring bertambahnya waktu.

Diambil dari “elite dialy”, menjelaskan seberapa sering komunikasi yang terjalin dalam hubungan pacaran harus dilakukan tidak selalu benar. Terdapat 3 hal penting yang harus dipehatikan dalam menjalani komunikasi selama pacaran antara lain :

  • Berapa lama hubungan anda berlangsung?
  • Seberapa nyaman anda dan pasangan menjalani hubungan tersebut?
  • Seperti apa kegiatan atau kesibukan masing-masing pasangan?

Apabila hubungan yang anda jalani masih termasuk baru, jadi sangatlah wajar jika komunikasi dilakukan hampir setiap saat. Hal itu karena anda dan pasangan masih dalam proses saling mengenal sehingga perlu banyak waktu untuk saling membicarakan hal penting bagi keduanya. Akan tetapi, bila hubungan yang terjalin tergolong hubungan yang cukup lama dan kedua pasang sudah mengenal satu sama lain. Maka intensitas komunikasi yang terjalin pun akan menurun.

Baik anda maupun pasangan akan merasa tidak perlu lagi saling bertanya kondisi ataupun kegiatan yang dilakukan masing-masing. Karena mungkin sudah mengerti jadwal kegiatan masing-masing. Apalagi semakin bertambahnya usia kesibukan seseorang akan semakin padat termasuk anda dan pasangan. Tidak ada aturan pasti yang membahas mengenai banyak atau sedikitnya komunikasi dalam sebuah hubungan. Hal tersebut akan kembali pada preferensi pribadi masing-masing.

Komunikasi yang harus dibangung untuk hubungan pacaran yang sehat?

Hal yang terpenting yang harus dipahami dalam membangun komunikasi dengan pasangan adalah saling mengerti satu sama lain. Apalagi jika salah satu pasangan mulai merasa jika komunikasi terlalu berlebihan, maka ia harus jujur dan mengatakannya kepada pasangan. Sehingga masalah tersebut akan dapat diselesaikan dengan cara baik-baik dan tidak menimbulkan pertengkaran. Hal ini juga berlaku jika anda mengalami kondisi yang sebaliknya.

Apabila anda menghadapi masalah dengan pasangan, maka selalu bicarakan dengan baik-baik tanpa harus terbawa  oleh emosi. Sesuaikan cara berkomunikasi anda dan pasangan yang mungkin saja ada perbedaan satu sama lain. Komunikasi yang sehat tidak ditentukan dari seberapa sering anda bertukar kabar, namun bagaimana komunikasi tersebut membuat kedua pasangan saling mengerti dan menerima satu sama lain.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan diatas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

Sebuah hubungan romantis memang kelihatannya manis, namun jangan berpikir terlalu cepat. Dalam sebuah hubungan segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan berdampak baik, termasuk dalam perilaku yang terlalu manis. Bahkan ada beberapa hal terlihat romatis yang justru merusak hubungan asmara.

Mengapa hal yang romantis merusak hubungan asmara?

Jika dalam lingkungan keluarga, teman, maupun pekerjaan entah anda atau pasangan dinilai sebagai seorang yang romantis. Maka anda perlu sedikit berhati-hati, karena sukap romantis tak selalu berakhir dengan baik apalagi jika anda melakukannya secara berlebihan. Biasanya orang yang romantic memiliki hati yang sensitif. Bahkan banyak orang yang mengira jika semakin sensitif seseorang maka semakin romantic perilakunya.

Namun tidak selamanya keromantisan memiliki efek baik dalam hubungan anda. Perilaku romantis yang ditunjukkan secara berlebihan akan merusak hubungan secara pelahan. Kebiasaan-kebiasaan romantic yang sering dilakukan akan dianggap perlakuan yang biasa sehingga menurunkan tingkat kepekaan pasangan.

Hal romantis yang harus dihindari

Perilaku romantis yang berlebihan akan membuat pasangan merasa muak dan bosan. Untuk itu anda harus berhati-hati dalam berperilaku romantic, berikut ini adalah 3 hal romantis yang sebaiknya anda hindari adalah sebagai berikut :

1.      Terlalu sering memberikan gombalan

Pada awal pacaran mungkin pasangan atau anda sering mengutarakan kasih sayang atau kata-kata romantis agar hubungan semakin menghangat. Namun, bila anda atau pasangan terus menerus mengutarakan ucapan gombal tentu akan muncul rasa muak dan jenuh bagi keduanya.

Misalnya anda selalu  memuji pasangan dengan rayuan yang berlebihan. Jika dilakukan terus menerus lama kelamaan pasangan akan merasa lelah dan bosan dengan ucapan yang anda sampaikan.

Bukan membuat pasangan menjadi cinta, perilaku tersebut akan membuat pasangan jenuh dan menjadi mengabaikan anda. Ucapan manis atau sayang terhadap pasangan memang dapat membantu anda dalam menjaga keharmonisa, akan tetapi usahakan jangan terlalu sering melakukan itu.

2.      Terlalu sering bertanya kepada pasangan

Pada saat pasangan tidak didekat anda, tentu anda akan menanyakan keberadaannya untuk memastikan dia dalam kondisi yang baik. Terdengar biasa dan perilaku ini terkadang digolongkan sebuah tindakan romantis.

Akan tetapi terlalu sering bertanya mengenai kondisi pasangan terkadang menjadi pemicu pertengkaran. Dikarenakan pasangan merasa jika tidak ada kepercayaan antara satu sama lain. Semakin sering bertanya apalagi dengan persoalan yang sama, tentu akan membuat seseorang semakin kesal.

Misalnya pertanyaan dengan siapa saja pasangan pergi? Apakah ada wanita lain disana? Kapan pulang ke rumah? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Terlalu sering mengajukan pertanyaan ke pasangan akan membuatnya sibuk dengan ponselnya sendiri. sehingga kualitas waktu yang dimiliki pasangan bersama teman-temannya akan berkurang.

3.      Bertemu dengan keluarga yang terlalu cepat

Memperkenalkan diri dengan keluarga pasangan adalah tanda yang baik, karena pasangan menunjukan keseriusannya dalam hubungan ini. Akan tetapi hal ini bisa saja mengganggu, bila anda dihadapkan kondisi hubungan yang masih baru namun pasangan mengajak anda bertemu dengan keluarga besar.

Perlu dipahami jika setiap orang membutuhkan waktu untuk mengenal pasangannya dan tentu itu perlu pemahanan bagi anda dan pasangan untuk menemukan kecocokan satu sama lain. Jika anda merasa tidak cocok dengan pasangan maka bertemu dengan keluarganya bukanlah hal yang tepat.

Hal romantic akan menjadi perusak hubungan bila dilakukan terlalu sering dan terlalu cepat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk MengimbanginyaMenjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang usianya terpaut cukup jauh mungkin akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi anda. Apalagi saat ini banyak wanita yang menjalin hubungan cinta dengan seorang pria yang lebih muda. Tentu bagi sebagian orang mungkin merasa ragu karena perbedaan usia mempengaruhi komitmen pasangan. banyak wanita yang enggan menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda karena menganggap perilakunya yang masih kekanak-kanakan.

Namun bagi wanita lainnya menganggap jika mengencani pria yang lebih muda adalah sebuah keberanian. Menurut mereka pria yang lebih muda cenderung lebih berani dan senang mengambil risiko sehingga banyak wanita yang merasa tertarik dengan hal itu.

Mungkin anda adalah salah satu dari wanita berani tersebut, namun perlu diingat ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat mengencani pria yang usianya lebih muda. Apa saja? berikut ini penjelasannya.

Tidak adayang salah jika kekasih anda adalah pria yang lebih muda

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk MengimbanginyaAnggapan jika memilih pria yang lebih muda cenderung memiliki pemikiran yang belum matang dan membuat anda terpaksa harus mengajari banyak hal padanya, ternyata belum tentu benar. Hal itu hanyalah opini belaka, bahkan banyak pria muda yang ternyata memiliki pola pikir yang lebih dewasa dari usianya. Perlu diketahui jika kedewasaan seseorang tidak tergantung dari usia mereka.

Memang tak menutup kemungkinan jika memiliki kekasih yang lebih muda akan membuat anda berhadapan dengan beberapa masalah kecil seperti pendapatan dan gaya hidup yang berbeda. Agar hubungan anda lancar berikut ini merupakan tips yang bisa dilakukan agar hubungan anda berjalan baik hingga jenjang pernikahan.

1.      Tidak memperlakukan pasangan seperti anak kecil

Walaupun pasangan anda lebih muda namun bukan berarti anda haru mengayominya seperti anak kecil. Tidak menutup kemungkinan jika pasangan anda justru memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari usianya.

Apabila pasanga anda melakukan kesalahan yang sewajarnya dilakukan oleh orang seusianya, maka anda bisa membicarakannya dari hati ke hati tanpa ada unsur untuk menggurui. Misalnya pasangan anda senang menghabiskan waktu di kafe atau sebuah klub, hal yang anda lakukan janganlah langsung memarahinya. Sebaliknya berilah dia pengertian mengapa anda tidak menyukai pergi ke tempat tersebut.

Penting bagi kedua pasangan untuk membicarakan hal yang harus diprioritaskan.

2.      Lebih berani

Salah satu kemungkinan alsan mengapa anda memilih pria yang lebih mudah adalah keberanian mereka. Untuk menyeimbangkan adrenalin pasangan yang masih menggebu-gebu, anda juga harus memiliki keberanian yang sama dengannya. Tunjukanlah hal tersebut dengan mengikuti kegiatan yang ekstrem yang disukai pasasangan. Misalnya saja mendaki gunung, memanjat tebing, atau aktivitas lain yang memicu adrenalin anda dan tentunya disukai oleh pasangan.

3.      Membiarkan dia mentraktir anda

Kebanyakan wanita yang memilih untuk membayar makanan atau minuman mereka setiap kali berkencan dengan pasangan. hal tersebut mungkin dikarenakan anda telah berpenghasilan lebih tinggi dibanding pasangan.

Ternyata perilaku seperti itu tak selamanya baik, hal itu sama saja menganggap pasangan anda seperti anak kecil. Cobalah sesekali anda membiarkan pasangan untuk mentraktir anda saat berkencan. Hal ini akan membantu pasangan merasa lebih bertanggung jawab atas diri anda.

Meskipun banyak yang meragukan hubungan ini, namun buktinya banyak publik figure yang mampu menjalin hubungan dengan pria muda dan hidup bahagia hingga jenjang pernikahannya. Jadi jika anda masih ragu cobalah pikirkan kembali dan terus membuka hati. Ikuti kata hati jika anda merasa nyaman dengan pria yang lebih muda kenapa tidak mencobanya?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanHubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Baik karena pendidikan ataupun pekerjaan, terkadang seseorang harus menjalani hubungan jarak jauh atau yang dikenal dengan LDR. Layaknya hubungan cinta lainnya menjalani hubungan LDR juga memiliki suka dan duka. Pada awalnya mungkin sulit bagi kedua pasangan menjalani hubungan ini, mungkin ada  perasaan tidak terima akan perpisahan yang terjadi.

Hubungan LDR apakah berakhir dengan perpisahan atau keseriusan?

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanBerpisah dari pasangan membuat hari-hari anda dipenuhi dengan rasa rindu, namun bagaimana lagi pasangan harus mampu beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi. Selama berjalannya waktu lama kelamaan baik anda dan pasangan akan mulai terbiasa. Namun tetap saja masih tersimpan harapan agar dapat menjalani kebahagiaan bersama lagi. Terkadang untuk menepis rasa rindu dan sepi anda berusaha mengalihkan diri dengan berbagai aktivitas dan kebiasaan baru.

Menjalani hubungan LDR memang tak semudah kelihatannya terkadang untuk mengatasi rasa sepi beberapa orang tergoda untuk menjalin hubungan dengan pihak lain. Hingga pada kondisi tersebut hubungan LDR diwarnai dengan rasa tidak percaya, cemburu, gelisah, dan berbagai pertengkaran karena salah paham atau perselingkuhan. Sebenarnya banyak hubungan LDR yang berakhir pada perpisahan.

Namun nyatanya hal itu tidak selamanya terjadi, terbukti dari kisah cinta Tasya kamila dan suaminya Randi yang menjalin hubungan LDR dan berakhir pada pernikahan. Meskipun anda merasa ragu dengan hubungan jarak jauh. Apakah dapat bertahan lama, atau paangan yang hanya bermain-main.

Tanda hubungan LDR yang dijalani serius oleh pasangan

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan tanda jika pasangan anda serius menjalani hubungan LDR dengan anda.

1.      Komunikasi yang terjalin masih aktif dan pasangan berusaha menunjukan keadaan yang menyenangkan

Kunci dari suksesnya hubungan LDR adalah komunikasi yang baik. Selama komunikasi yang anda jalani dan pasangan masih aktri serta setiap kali berkomunikasi pasangan selalu menunjukan keadaan yang menyenangkan. Hal itu bisa jadi tanda jika hubungan anda baik-baik saja. oleh karena itu untuk mengetahui apakah hubungan yang dijalani baik-baik saja maka bisa dilihat dari cara berkomunikasi anda dan pasangan. pikirkan seandainya komunikasi yang terjalin antara anda dan pasangan buruk maka bisa jadi anda akan dipenuhi dengan pemikiran yang negatif dan berniat untuk melakukan hal negatif pula. Perilaku seperti itu justru akan merusak hubungan anda dan pasangan.

2.      Dia tidak berhenti menyatakan rindu kepada anda atau merespon kerinduan anda dengan tanggapan yang baik

Mungkin tidak setiap saat, namun pernyataan rindu akan meyakinkan anda jika apa yang dikatakan pasangan adalah benar adanya. Atau saat anda sering menyatakan rindu dan pasangan menyatakan kerinduan yang sama terhadap anda. Pasangan yang serius dengan hubungan LDR dapat dilihat dari perilakunya yang membuat anda tidak merasa ragu dengannya.

3.      Dia tetap menyimpan kisah perjalanannya untuk diceritakan pada anda

Jangan khawatir akan kehabisan topik pembicaraan nanti, jika pasangan anda serius dengan hubungan yang dijalani maka ia akan selalu menyimpan kisah perjalanannya untu diceritakan pada anda. Pasangan akan merasa senang jika anda selalu setia mendengarkan ceritanya. Dalam situasi itu tugas anda adalah memberikan respon positif setiap kali pasangan bercerita. Mungkin kamu akan merasa sedikit bosan menjadi pendengar, namun cobalah untuk membuatnya senang dengan menyimpan kisah anda yang dapat anda ceritakan pada pasangan. meskipun anda terpisah oleh jarak namun bukan penghalang bagi anda untuk saling berbagi cerita.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Ajukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan AndaAjukan 4 Pertanyaan Berikut Ini Sebelum Memutuskan Menikahi Pasangan Anda

Pernikahan adalah komitmen seumur hidup antara anda dan pasangan, dimana janji suci sehidup semati diucapkan. Oleh karena itu, anda harus benar-benar selektif dalam memilih calon pasangan hidup. Namun memilih pasangan hidup tak semudah memilih baju yang ada butik. Mengingat jika orang yang anda nikahi adalah partner hidup dalam sisa hidup anda, untuk itu anda bisa mencoba mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini sebagai pertimbangan untuk menikahi pasangan anda.

Daftar pertanyaan yang menjadi pertimbangan sebelum menikah

Agar anda semakin mantap untuk menikahi pasangan berikut ini adalah pertanyaan yang dapat anda ajukan sebelum mengajak dia menuju jenjang yang lebih serius.

1.      “apa yang kamu harapkan setelah menikah nanti”

Pertimbangkan ini sangat penting anda tanyakan kepada pasangan, sebab anda perlu tahu bayangan kehidupan pernikahan yang dimiliki pasangan. Apapun jawaban pasangan saat ini adalah hal yang memang diharapkannya. Jika pasangan tidak menjawab tidak ingin meninggalkan rumah orang tuanya, maka bisa saja hal tersebut tidak bisa anda ganggu gugat. Menyakan harapan dan bayangan pasangan jauh sebelum pernikahan bertujuan agar menyelaraskan semua keinginan yang dimiliki pasangan dan anda. Jika dirasa ada hal yang harus didiskusikan karenatidak sesuai dengan harapan anda, maka bicarakanlah hingga bertemu jalan keluarnya.

Jangan mengira jika pasangan akan langsung berubah setelah anda dan dia resmi menikah. Hal ini karena menikah tidak akan mengubah perilaku, kebiasaan atau keinginan seseorang. Jika memang pasangan berubah perlu adanya waktu yang panjang, dan anggaplah jika itu sebuah bonus.

2.      “bolehkah saya tetap menikah setelah bekerja”

Pertanyaan penting lain yang biasanya diajukan oleh kaum wanikah sebelum menikah adalah apakah mereka diperbolehkan tetap berkarier seperti waktu masih pacaran? Bagi sebagian pria ada beberapa yang menginginkan jika istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga saja, namun ada pula yang mengizinkan sang istri tetap bekerja dengan membuka usaha di rumah.

Hal ini sebenarnya boleh-boleh saja, jika anda ingin menjadi seorang ibu rumah tangga atau tetap ingin berkarier seusai menikah. Selalu tanyakan hal itu kepada pasangan anda sebelum memutuskan untuk menikah. Jangan sampai anda baru mengetahu larangan bekerja setelah pernikahan terjadi. Tentu hal itu akan mengundang konflik dalam pernikahan, bahkan hal tersebut dapat berdampak pada stress yang berkepanjangan dan keharmonisan rumah tangga juga terancam.

3.      “bagaimana pembagian kerja di rumah setelah menikah nanti”

Jangan salah paham, pembagian pekerjaan rumah yang tidak adil akan menjadi konflik klasik yang sering mewarnai hubungan pernikahan orang-orang. Agar anda dan pasangan tak sampai memperdebatkan hal kecil seperti mencuci baju, atau pekerjaan rumah lainnya.

Tanyakan pada pasangan kira-kira bagaimana dia memahami pembagian tugas beres-beres rumah. Jika pasangan menyetujui dengan adanya pembagian mengenai urusan pekerjaan rumah anda bisa merasa lega. Namun jika pasangan justru berpendapat sebaliknya cobalah diskusikan terlebih dahulu sebelum membuat kesepakatan.

4.      “Apa kita berencana memiliki anak”

Pertanyaan lain yang bisa anda ajukan kepada pasangan adalah, berapa banyak anak yang ingin dimiliki. Hal ini diperlukan mengingat jika semua orang memiliki ekspetasinya masing-masing mengenai jumlah anak, bahkan terkadang ada beberapa pasangan yang enggan memiliki anak.

Jika anda dan pasangan sepakat dengan jumlah anak atau menunda memiliki anak. maka bicarakan hal tersebut sejelas-jelasnya, karena anak merupakan pembahasan yang krusial dalam pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?Kapan Saatnya Anda Kembali Menjalin Hubungan Cinta Setelah Bercerai?

Bercerai selalu meninggalkan luka bagi siapapun yang mengalaminya, entah itu pihak pria maupun perempuan. Bahkan terkadang perubahan emosional sangat dapat anda rasakan misalnya anda merasakan sangat kesepian, karena kehilangan teman diskusi dan seseorang untuk mencurahkan kasih sayang. Meskipun demikian tak mudah bagi anda untuk memulai kisah cinta baru, walau teman dan kerabat menyarankan untuk segera mencari pendamping hidup yang baru.

Tapi terkadang banyak orang yang merasa ragu sebelum memutuskan untuk memulai kembali kisah cinta dengan orang lain. Mungkin akan menjadi pertanyaan diri anda sendiri mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulai hubungan baru setelah perceraian? Menurut seorang psikolog yang berasal dari Philadelphia mengungkapkan “hal ini tentunya bervariasi. Semua orang yang bercerai akan berada dalam kondisi emosional yang berduka.”

Bukan hanya kondisi emosional yang memengaruhi kapan saatnya seseorang memulai hubungan baru, faktor lain seperti finansial, mental dan batin pun ikut berperan. Untuk itu jangan terburu-buru untuk menjalin hubungan baru bersama orang lain, berikut ini merupakan hal yang harus anda pertimbangankan setelah mengalami perceraian :

1.      Turuti apa kata hati

Beberapa orang yang siap mencari pasangan baru setelah 2 bulan perceraian, namun ada beberapa orang pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencari pasangan baru. Untuk itu janganlah tergesa-gesa karena kondisi anda belum stabil saat ini. berilah sedikit waktu untuk menenangkan diri dari trauma psikologis akibat perceraian. Berilah sedikit waktu untuk berpikir dan membiarkan duka anda berlalu. Sedikit waktu untuk membantu menemukan orang lain yang tepat bagi anda.

2.      Pengaruh dari mantan pasangan

Jika anda masih memikirkan mantan pasangan anda baik itu perilaku yang pernah anda lakukan atau dengan bersama siapa dia saat ini. itu artinya kondisi anda sedang tidak baik untuk memulai hubungan yang sehat. Janganlah memaksakan diri untuk menikah lagi, jika hanya untuk membuktikan sesuatu kepada mantan pasangan anda. Karena pada akhirnya hal itu akan memperburuk kondisi anda.

3.      Tanyakan pada diri sendiri apakah anda terbuka untuk pengalaman baru?

Jika hubungan yang ingin anda jalani berikutnya dapat bertahan dalam waktu yang lama, mungkin memulai hubungan baru saat anda masih ragu akan menjadi hal yang menakutkan. Karena anda masih terngiang-ngiang akan kegagalan yang pernah dialami sebelumnya.

Apakah anda siap melakukan sesuatu yang merupakan penegasan dari diri anda sendiri dan kehidupan anda, siapkah anda untuk menerima setiap risiko yang akan dihadapi? Jika anda siap dengan semua hal itu artinya andasiap untuk menerima sehala suka dan duka yang dialami nanti.

4.      Terimalah diri anda sebagai seorang individu

Identitas anda tidak ada hubungannya dengan status hubungan yang anda miliki saat ini. daripada anda harus melompati ke dalam sebuah hubungan baru untuk mengatasi kesendirian. Lebih baik anda memberikan waktu sekarang ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi kehidupan anda sendiri. hal tersebut akan membantu anda memulihkan diri paska perceraian. Dengan menjadi diri sendiri akan membantu anda lebih selektif memilih pasangan hidup selanjutnya.

5.      Hal yang berubah sejak terakhir kali anda berkencan

Usai bercerai mungkin semua akan berubah, tak hanya kehidupan anda pribadi, namun juga kehidupan sosial anda. Baik itu pertemanan hingga rutinitas sehari-hari. Anda mungkin bisa bertemu dengan calon pasangan baru melalui teman atau orang yang pernah dekat dengan anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai3 Hal Yang Dipertimbangkan Sebelum Menikahi Pasangan Yang Pernah Bercerai

Terkadang banyak orang yang merasa dilema saat harus menikahi seorang menjadi janda atau duda karena perceraian. Meskipun cinta tidak memandang siapa dia? Dari mana asalnya? Apa latar belakangnya? Namun untuk mengambil langkah besar khususnya dalam membangun kehidupan pernikahan tentu perlu pertimbangan kuat. Bagi seseorang yang menikah namun tak memiliki anak mungkin perceraian akan menjadi hal yang normal. Namun berbeda jika pasangan anda adalah seseorang yang telah memiliki anak dan bercerai tentu masalah akan jauh lebih rumit.

Terlepas dari nasib pernikahan yang sebelumnya, seorang psikolog klinis bernama Joseph Cilona Psy.D. dari Manhattan mengungkapkan jika perceraian ternyata dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalani hubungan asmara yang baru. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk segera menikahinya ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan jika perlu anda bisa bertanya pada pasangan anda mengenai hal berikut ini :

1.      Pastikan status perceraiannya telah sah

Perceraian dapat dikatakan sah secara hukum Negara jika pasangan memiliki bukti fisik yakni akta cerai yang dikeluarkan oleh pengadilan agama. Point ini sangat penting bagi hubungan anda jika ingin melanjutkan ke pernikahan. Keabsahan dokumen secara fisik dapat membantu anda dan pasangan terhindar dari kejadian buruk yang mungkin saja terjadi di kemudian hari terkait masa lalu pasangan.

2.      Tanyakan berapa lama pasangan telah bercerai dan bagaimana perasaannya terkait hal itu

Tidak ada pasangan yang menginginkan perceraian. Meskipun perceraian adalah hal yang diinginkan oleh kedua belah pihak namun tetap saja akan menimbulkan luka bagi dirinya bahkan sang buah hati. Melewati masa-masa duka setelah perpisahan bukanlah hal yang mudah, kebanyakan orang yang hidup dan pernah mengalami kasus perceraian pasti merasa bersalah.

Ketika anda dan pasangan memutuskan untuk menikah, anda perlu mencari tahu berapa lama pasangan sudah resmi bercerai dan bagaimana perasaannya mengenai perceraian tersebut. apakah ia masih menyimpan duka atau sudah benar-benar pulih dan siap memulai hubungan yang baru? Anda harus memastikan jika pasangan yang anda nikahi siap untuk berkomitmen atas segala hal yang dihadapi nanti. Bukan karena anda dianggap sebagai pelariannya dari kesendiriannya saja.

Jika dia membicara mantan pasangannya dengan nada tinggi dan penuh kemarahan, hal itu menandakan jika ia masih terjebak dalam emosi masa lalu atau memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya.

3.      Tanyakan apakah ada batasan yang dibuat antara dia dengan mantan pasangannya dulu

Anda perlu mengetahui batasan apa yang terjalin antara dia dan mantan pasangnnya, hal ini sangat dibutuhkan meningat sejauh mana batasan dan camput tangan mantan pasangannya terhadap dia. Apalagi jika anda menikah itu berarti apapun urusan pasangan menjadi urusan berdua.

Misalnya saat pasangan telah memiliki anak,tentu kontak antara pasangan anda dan mantan pasangnnya dulu masih terjalin walau hanya membicarakan anak. anda perlu meminta kejelasan dan keterbukaan dalam masalah ini. sebagai calon pasangan yang sah, anda juga berhak untuk menetapkan batasan yang sehat pada pasangan dan mantan suami atau istrinya. Hal ini diperlukan agar hubungan anda berdua terjaga dari orang lain dan mantan pasangan tidak mengusik kehidupan pribadi kalian. Batasan adalah cara untuk mencegah segala kemungkinan buruk yang akan anda hadapi di kemudian hari.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

4 Alasan Yang Tidak Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah Kedua Pasangan

4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

4 Alasan Yang Tak Seharusnya  Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

Banyak orang beranggapan jika pernikahan adalah tanda kesuksesan sebuah hubungan (pacaran). Oleh karena itu saat ini banyak orang yang berlomba-lomba agar dapat mencapai jenjang pernikahan bersama orang disayangi. Namun menuju jenjang hubungan yang lebih serius dan resmi terkadang tak akan membantu anda dan pasangan menyelesaikan masalah apapun yang sering terjadi saat masih berstatus pacaran.

Untuk itu, janganlah menganggap enteng sebuh hubungan pernikahan. Banyak orang yang berharap jika setelah menikah pasangan akan dapat mengubah karakter dan perilakunya, namun sebenarnya merubah apa yang telah mendarah daging bukanlah hal mudah. Meskipun sudah berganti status sekalipun. Untuk itu jangalah jadikan pernikahan sebagai satu-satunya cara agar masalah yang anda hadapi dengan pasangan.

Berikut ini adalah alasan yang kenapa pernikahan tidak dapat menjamin kebahagian dan membuat hubungan terbebas dari berbagai masalah yang dialami selama pacaran.

1.      Meskipun sudah sah menjadi suami-istri, anda dan pasangan adalah orang yang seperti saat pacaran

Tidak semua hubungan yang dijalani akan sempurna. Sehingga sangat normal jika anda dan pasnagan akan menemui banyak konflik, perbedaan pendapat dan prinsip. Akan tetapi beberapa prinsip yang tidak dapat bersifat mutlak dan tidak bisa diubah seperti, perbedaan agama, anak, karir, dan masih banyak lagi. Jika hal tersebut sering menjadi masalah selama anda berpacaran, jangan harap masalah tersebut akan terselesaikan setelah menikah.

Namun disisi lain, jika kondisi pasangan anda yang berperilaku buruk saat masih berpacaran. Mungkin setelah menikah ia akan menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah jika anda tidak ingin merubah prinsip hidup yang anda pegang selama ini, begitupun pasangan akan melakukan hal yang sama.

2.      Karena hubungan yang sukses juga membutuhkan usaha

Menikah bukan berarti anda akan berhenti berusaha seperti saat masih pacaran. Justru sebaliknya saat anda menikah, anda dan pasangan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah yang jauh lebih rumit hingga  membuat anda semakin mudah terpancing emosi. Melupakan masalah yang lalu dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa justru akan mendatangkan bencana dalam hubungan anda.

3.      Buru-buru menikah justru akan membuat masalah akan semakin rumit

Semua hal yang dilakukan secara tergesa-gesa tidak akan berdampak baik pada diri anda, termasuk pernikahan. Memutuskan untuk secepat mungkin menikah dan memaksa pasangan untuk menyetujuinya adalah bukti betapa rapuhnya hubungan yang saat ini anda jalani. Bukannya berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalah, anda malah berpikir untuk membangun komitmen yang lebih jauh lagi. Kalau memang pasangan anda memang bukan orang yang tepat untuk anda lama kelamaan hubungan anda juga tidak akan membaik dan beresiko pada perpisahan. Jadi cobalah pikirkan lagi sebelum terburu-buru untuk menikah karena takut kehilangan pasangan.

4.      Pernikahan hanyalah hubungan resmi yang disahkan Negara

Pernikahan memang salah satu goals dalam relationship dan melambangkan perasaan cinta satu sama lain. Akan tetapi anda tidak perlu bersikap berlebihan dengan menganggap pernikahan yang anda jalani akan seperti cerita dongeng. Pada kenyataannya pernikahan sama seperti relationship sebelumnya. Namun yang membedakan hanyalah hubungan tersebut disahkan oleh Negara. Saat menghadapi pernikahan jangan hanya menggunakan perasaan semata, gunakanlah pikiran dan akal sehat anda untuk menentukan hubungan seperti apa yang anda inginkan bersama pasangan?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan MenikahHati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Menikah adalah salah satu impian yang diinginkan setiap pasangan. namun dibutuhkan banyak waktu dan proses saling mengenal serta memahami karakter pasangan. karena saat menikah merupakan salah satu keputusan yang besar dalam hidup seseorang. Hidup dengan seseorang yang dicintai, memiliki anak dan hidup bersama hingga akhir hayat. Namun, ternyata ada beberapa pasangan yang tak sependapat dengan hal tersebut. menikah bukanlah hal yang ingin diwujudkan bersama, bahkan menikah bersama pasangan tidak termasuk dalam to-do-list mereka meskipun dari segi usia mereka sudah matang.

Mereka tak peduli meskipun hubungan yang dijalaninya sudah mengijak usia 5 atau 7 tahun, bahkan ada beberapa pasangan yang belum merencakan menikah meskipun usia pacaran mereka mencapai belasan tahun. Namun hal tersebut dilakukan bukan karena apa-apa, setiap pasangan memiliki alasannya masing-masing.

Alasan kenapa terlalu lama pacaran seseorang menjadi enggan untuk menikah

Bagaimana pun setiap pasangan memiliki keputusannya masing-masing untuk kapan waktunya mereka untuk menikah. Adapun beberapa alasan yang mungkin salah satunya terjadi dalam hubungan anda dan pasangan :

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

1.      Pasangan terjebak dalam kenyamanan, sehingga takut jika menikah nanti kenyamanan yang dirasakan tak sama seperti sebelumnya

Atas dasar kenyamanan membuat pasangan merasa enggan untuk melangkah menuju pernikahan. Anda dan pasangan tak ingin kehilangan moment bersama yang terlampau kenyamanan. Anda lebih memilih hubungan pacaran dibandingkan menikah karena menikah tidak dapat menjamin kenyamanan tersebut dirasakan terus.

Untuk itu daripada melakukan sesuatu yang tidak pasti, anda tak ingin mengambil keputusan hidup bersama pasangan di sisa hidup. Apalagi belum tentu anda dan pasangan siap menghadapi berbagai permasalahan yang biasanya muncul dalam setelah keduanya menikah.

2.      Secara mental anda dan pasangan belum siap untuk menikah. Meskipun hubungan telah dijalin dalam waktu yang lama

Benar kata orang-orang, umur bukanlah patokan yang mutlak bagi seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Hal tersebut juga berlaku dalam hubungan anda. Mungkin dilihat dari segi usia anda dan pasangan memang sudah siap untuk menikah. Tetapi jika ditanya mengenai kesiapan membangun kehidupan pernikahan, jelas anda belum siap. Bagi anda dan pasangan pernikahan masih sangat abu-abu. Selain umur, lamanya hubungan terkadang bukan sebuah parameter untuk pasangan siap menikah. Terbukti meskipun sudah lama menjalin hubungan, namun kesiapan menikah pun belum ada dibenak anda dan pasangan.

3.      Ada ketakutan tertentu untuk menjalani pernikahan karena melihat kegagalan yang dialami oleh orang terdekat

Alasan lain yang sering dialami orang-orang adalah takut mengalami kegagalan sama seperti yang dialami oleh orang terdekat. Ketakutan tersebut bisa berasal dari orang tua yang bercerai di masa kecil, atau mendengarkan sahabat yang selalu berkeluh kesah mengenai permasalahan pernikahannya. Oleh hal itu membuat anda dan pasangan untuk tidak terburu-buru mengakhiri hubungan pacaran ini dalam pernikahan.

4.      Masih ingin menikmati moment bebas di masa muda, tapi disisi lain tak ingin merelakan hubungan yang sudah lama terjalin bersama pasangan.

Secara usia mungkin anda dan pasangan memang sudah matang. Bahkan sudah waktunya untuk melangkah ke pelaminan, namun di usia sekarang anda dan pasangan masing ingin menikmati berbagai kegiatan layaknya anak muda. Anda bebas berpergian bersama teman dan sahabat, tanpa sibuk mengurus rumah. Moment itulah yang menjadi alasan kenapa seseorang menunda pernikahannya. Mereka merasa takut jika setelah menikah moment itu tidak dapat dirasakan setelah menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Sebagai wanita yang telah menjalin hubungan lama dengan seseorang terkadang ada saatnya mereka menanyakan keseriusan kekasihnya. Tentu setiap wanita menginginkan jika ia dilamar oleh seseorang yang ia cintai. Namun semua orang tahu jika untuk menjalani sebuah pernikahan diperlukan waktu yang tepat, bukan cepat! Tentu anda dan pasangan butuh waktu yang cukup panjang untuk mengenal satu sama lainnya.

Mungkin banyak orang yang berhasil menjalin hubungan lebih dari 5 tahun pacaran, namun kekasih tak kunjung melamarnya. Sebenarnya seorang pria yang tak kunjung melamar anda bukan berarti mereka tak memiliki keseriusan dalam hubungan. Ada banyak alasan kenapa seorang pria tak kunjung melamar anda sampai saat ini.

Alasan kenapa pasangan tak kunjung melamar

Ada banyak alasan yang harus anda ketahui kenapa pasangan tak kunjung melamar anda, berikut ini adalah beberap kemungkinan yang mungkin terjadi dalam pasangan anda :

  • Masing ingin fokus dalam karirnya. Masih banyak pria yang fokus dengan karir dan pekerjaan yang digelutinya sekarang, sedangkan wanita dokus akan status hubungan. Kebanyakan pria akan berani melamar kekasihnya setelah merasa aman dengan prospek karir dan keuangan yang dimiliki.
  • Takut merasa bosan. Sama seperti wanita, kaum pria pun menyukai segala hal yang misterius dan baru dalam hidupnya. Banyak pria yang sadar jika mereka akan hidup lama dengan wanita yang sama setiap hari.
  • Takut jika harus menyerah dengan mimpinya. Hal yang paling ditakutkan seseorang adalah melupakan semua mimpi dan cita-cita. Karena setelah menikah ada banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.
  • Takut jika pernikahan akan membuat anda berubah. Banyak orang yang mengatakan jika wanita akan berubah setelah menikah, dan kebahagiaan yang selama ini dirasakan selama pacaran akan hilang. Wanita tidak lagi memperhatikan penampilannya dan akan melarang suaminya melakukan beberapa hal.

Kapan waktu yang tepat untuk menikah?

Menikah bukan hanya mengenai berapa lama hubungan anda ataupun usia anda dan pasangan saat ini. memang tidak ada patokan kapan waktu yang tepat bagi pasangan untuk menikah. Namun anda akan mengetahui kapan waktunya menikah setelah anda melalui tanda-tanda berikut ini :

1.      Saat anda dan pasangan sudah sanggup meleburkan ego masing-masing

Melangkah menuju jenjang pernikahan tentu bukanlah hal yang mudah. Anda dan pasangan harus siap menjadi satu kesatuan. Ego yang selama ini anda miliki bukan lagi miliki diri sendiri, begitu pula dengan pasangan. saat anda dan pasangan dapat mengganti kata “aku” dengan “kita”, artinya anda berdua siap untuk menikah.

2.      Saat anda dan pasangan mau berbagi titik terdalam pada diri masing-masing

Setiap orang memiliki rahasi yang terdalam dan sulit dipahami oleh orang lain termasuk pasangannya sendiri. sebagian orang tidak siap untuk membagi rahasianya karena takut jika luka lama akan kembali muncul. Namun saat anda dan pasangan siap untuk membuka diri dan jujur dengan rahasia masing-masing. Itu adalah tanda jika anda siap melanjutkan ke jenjang pernikahan.

3.      Menikahlah saat anda dan pasangan siap secara mental dan finansial

Menikah bukan hanya sekedar buku nikah atau pesta resepsi saja. menikah membutuhkan persiapan finansial dan mental. Saat anda memutuskan untuk menikah maka anda harus siap mencukupi segala kebutuhan berdua dan melepaskan diri dari orangtua.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!