Posts

4 Alasan Yang Tidak Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah Kedua Pasangan

4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

4 Alasan Yang Tak Seharusnya  Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah4 Alasan Yang Tak Seharusnya Menjadikan Pernikahan Bukanlah Solusi Masalah

Banyak orang beranggapan jika pernikahan adalah tanda kesuksesan sebuah hubungan (pacaran). Oleh karena itu saat ini banyak orang yang berlomba-lomba agar dapat mencapai jenjang pernikahan bersama orang disayangi. Namun menuju jenjang hubungan yang lebih serius dan resmi terkadang tak akan membantu anda dan pasangan menyelesaikan masalah apapun yang sering terjadi saat masih berstatus pacaran.

Untuk itu, janganlah menganggap enteng sebuh hubungan pernikahan. Banyak orang yang berharap jika setelah menikah pasangan akan dapat mengubah karakter dan perilakunya, namun sebenarnya merubah apa yang telah mendarah daging bukanlah hal mudah. Meskipun sudah berganti status sekalipun. Untuk itu jangalah jadikan pernikahan sebagai satu-satunya cara agar masalah yang anda hadapi dengan pasangan.

Berikut ini adalah alasan yang kenapa pernikahan tidak dapat menjamin kebahagian dan membuat hubungan terbebas dari berbagai masalah yang dialami selama pacaran.

1.      Meskipun sudah sah menjadi suami-istri, anda dan pasangan adalah orang yang seperti saat pacaran

Tidak semua hubungan yang dijalani akan sempurna. Sehingga sangat normal jika anda dan pasnagan akan menemui banyak konflik, perbedaan pendapat dan prinsip. Akan tetapi beberapa prinsip yang tidak dapat bersifat mutlak dan tidak bisa diubah seperti, perbedaan agama, anak, karir, dan masih banyak lagi. Jika hal tersebut sering menjadi masalah selama anda berpacaran, jangan harap masalah tersebut akan terselesaikan setelah menikah.

Namun disisi lain, jika kondisi pasangan anda yang berperilaku buruk saat masih berpacaran. Mungkin setelah menikah ia akan menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah jika anda tidak ingin merubah prinsip hidup yang anda pegang selama ini, begitupun pasangan akan melakukan hal yang sama.

2.      Karena hubungan yang sukses juga membutuhkan usaha

Menikah bukan berarti anda akan berhenti berusaha seperti saat masih pacaran. Justru sebaliknya saat anda menikah, anda dan pasangan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah yang jauh lebih rumit hingga  membuat anda semakin mudah terpancing emosi. Melupakan masalah yang lalu dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa justru akan mendatangkan bencana dalam hubungan anda.

3.      Buru-buru menikah justru akan membuat masalah akan semakin rumit

Semua hal yang dilakukan secara tergesa-gesa tidak akan berdampak baik pada diri anda, termasuk pernikahan. Memutuskan untuk secepat mungkin menikah dan memaksa pasangan untuk menyetujuinya adalah bukti betapa rapuhnya hubungan yang saat ini anda jalani. Bukannya berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalah, anda malah berpikir untuk membangun komitmen yang lebih jauh lagi. Kalau memang pasangan anda memang bukan orang yang tepat untuk anda lama kelamaan hubungan anda juga tidak akan membaik dan beresiko pada perpisahan. Jadi cobalah pikirkan lagi sebelum terburu-buru untuk menikah karena takut kehilangan pasangan.

4.      Pernikahan hanyalah hubungan resmi yang disahkan Negara

Pernikahan memang salah satu goals dalam relationship dan melambangkan perasaan cinta satu sama lain. Akan tetapi anda tidak perlu bersikap berlebihan dengan menganggap pernikahan yang anda jalani akan seperti cerita dongeng. Pada kenyataannya pernikahan sama seperti relationship sebelumnya. Namun yang membedakan hanyalah hubungan tersebut disahkan oleh Negara. Saat menghadapi pernikahan jangan hanya menggunakan perasaan semata, gunakanlah pikiran dan akal sehat anda untuk menentukan hubungan seperti apa yang anda inginkan bersama pasangan?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan MenikahHati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

Menikah adalah salah satu impian yang diinginkan setiap pasangan. namun dibutuhkan banyak waktu dan proses saling mengenal serta memahami karakter pasangan. karena saat menikah merupakan salah satu keputusan yang besar dalam hidup seseorang. Hidup dengan seseorang yang dicintai, memiliki anak dan hidup bersama hingga akhir hayat. Namun, ternyata ada beberapa pasangan yang tak sependapat dengan hal tersebut. menikah bukanlah hal yang ingin diwujudkan bersama, bahkan menikah bersama pasangan tidak termasuk dalam to-do-list mereka meskipun dari segi usia mereka sudah matang.

Mereka tak peduli meskipun hubungan yang dijalaninya sudah mengijak usia 5 atau 7 tahun, bahkan ada beberapa pasangan yang belum merencakan menikah meskipun usia pacaran mereka mencapai belasan tahun. Namun hal tersebut dilakukan bukan karena apa-apa, setiap pasangan memiliki alasannya masing-masing.

Alasan kenapa terlalu lama pacaran seseorang menjadi enggan untuk menikah

Bagaimana pun setiap pasangan memiliki keputusannya masing-masing untuk kapan waktunya mereka untuk menikah. Adapun beberapa alasan yang mungkin salah satunya terjadi dalam hubungan anda dan pasangan :

Hati-Hati Pacaran Terlalu Lama, Akan Membuat Anda Enggan Menikah

1.      Pasangan terjebak dalam kenyamanan, sehingga takut jika menikah nanti kenyamanan yang dirasakan tak sama seperti sebelumnya

Atas dasar kenyamanan membuat pasangan merasa enggan untuk melangkah menuju pernikahan. Anda dan pasangan tak ingin kehilangan moment bersama yang terlampau kenyamanan. Anda lebih memilih hubungan pacaran dibandingkan menikah karena menikah tidak dapat menjamin kenyamanan tersebut dirasakan terus.

Untuk itu daripada melakukan sesuatu yang tidak pasti, anda tak ingin mengambil keputusan hidup bersama pasangan di sisa hidup. Apalagi belum tentu anda dan pasangan siap menghadapi berbagai permasalahan yang biasanya muncul dalam setelah keduanya menikah.

2.      Secara mental anda dan pasangan belum siap untuk menikah. Meskipun hubungan telah dijalin dalam waktu yang lama

Benar kata orang-orang, umur bukanlah patokan yang mutlak bagi seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Hal tersebut juga berlaku dalam hubungan anda. Mungkin dilihat dari segi usia anda dan pasangan memang sudah siap untuk menikah. Tetapi jika ditanya mengenai kesiapan membangun kehidupan pernikahan, jelas anda belum siap. Bagi anda dan pasangan pernikahan masih sangat abu-abu. Selain umur, lamanya hubungan terkadang bukan sebuah parameter untuk pasangan siap menikah. Terbukti meskipun sudah lama menjalin hubungan, namun kesiapan menikah pun belum ada dibenak anda dan pasangan.

3.      Ada ketakutan tertentu untuk menjalani pernikahan karena melihat kegagalan yang dialami oleh orang terdekat

Alasan lain yang sering dialami orang-orang adalah takut mengalami kegagalan sama seperti yang dialami oleh orang terdekat. Ketakutan tersebut bisa berasal dari orang tua yang bercerai di masa kecil, atau mendengarkan sahabat yang selalu berkeluh kesah mengenai permasalahan pernikahannya. Oleh hal itu membuat anda dan pasangan untuk tidak terburu-buru mengakhiri hubungan pacaran ini dalam pernikahan.

4.      Masih ingin menikmati moment bebas di masa muda, tapi disisi lain tak ingin merelakan hubungan yang sudah lama terjalin bersama pasangan.

Secara usia mungkin anda dan pasangan memang sudah matang. Bahkan sudah waktunya untuk melangkah ke pelaminan, namun di usia sekarang anda dan pasangan masing ingin menikmati berbagai kegiatan layaknya anak muda. Anda bebas berpergian bersama teman dan sahabat, tanpa sibuk mengurus rumah. Moment itulah yang menjadi alasan kenapa seseorang menunda pernikahannya. Mereka merasa takut jika setelah menikah moment itu tidak dapat dirasakan setelah menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?Kapan waktunya Pasangan Siap Untuk Menikahi Anda?

Sebagai wanita yang telah menjalin hubungan lama dengan seseorang terkadang ada saatnya mereka menanyakan keseriusan kekasihnya. Tentu setiap wanita menginginkan jika ia dilamar oleh seseorang yang ia cintai. Namun semua orang tahu jika untuk menjalani sebuah pernikahan diperlukan waktu yang tepat, bukan cepat! Tentu anda dan pasangan butuh waktu yang cukup panjang untuk mengenal satu sama lainnya.

Mungkin banyak orang yang berhasil menjalin hubungan lebih dari 5 tahun pacaran, namun kekasih tak kunjung melamarnya. Sebenarnya seorang pria yang tak kunjung melamar anda bukan berarti mereka tak memiliki keseriusan dalam hubungan. Ada banyak alasan kenapa seorang pria tak kunjung melamar anda sampai saat ini.

Alasan kenapa pasangan tak kunjung melamar

Ada banyak alasan yang harus anda ketahui kenapa pasangan tak kunjung melamar anda, berikut ini adalah beberap kemungkinan yang mungkin terjadi dalam pasangan anda :

  • Masing ingin fokus dalam karirnya. Masih banyak pria yang fokus dengan karir dan pekerjaan yang digelutinya sekarang, sedangkan wanita dokus akan status hubungan. Kebanyakan pria akan berani melamar kekasihnya setelah merasa aman dengan prospek karir dan keuangan yang dimiliki.
  • Takut merasa bosan. Sama seperti wanita, kaum pria pun menyukai segala hal yang misterius dan baru dalam hidupnya. Banyak pria yang sadar jika mereka akan hidup lama dengan wanita yang sama setiap hari.
  • Takut jika harus menyerah dengan mimpinya. Hal yang paling ditakutkan seseorang adalah melupakan semua mimpi dan cita-cita. Karena setelah menikah ada banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.
  • Takut jika pernikahan akan membuat anda berubah. Banyak orang yang mengatakan jika wanita akan berubah setelah menikah, dan kebahagiaan yang selama ini dirasakan selama pacaran akan hilang. Wanita tidak lagi memperhatikan penampilannya dan akan melarang suaminya melakukan beberapa hal.

Kapan waktu yang tepat untuk menikah?

Menikah bukan hanya mengenai berapa lama hubungan anda ataupun usia anda dan pasangan saat ini. memang tidak ada patokan kapan waktu yang tepat bagi pasangan untuk menikah. Namun anda akan mengetahui kapan waktunya menikah setelah anda melalui tanda-tanda berikut ini :

1.      Saat anda dan pasangan sudah sanggup meleburkan ego masing-masing

Melangkah menuju jenjang pernikahan tentu bukanlah hal yang mudah. Anda dan pasangan harus siap menjadi satu kesatuan. Ego yang selama ini anda miliki bukan lagi miliki diri sendiri, begitu pula dengan pasangan. saat anda dan pasangan dapat mengganti kata “aku” dengan “kita”, artinya anda berdua siap untuk menikah.

2.      Saat anda dan pasangan mau berbagi titik terdalam pada diri masing-masing

Setiap orang memiliki rahasi yang terdalam dan sulit dipahami oleh orang lain termasuk pasangannya sendiri. sebagian orang tidak siap untuk membagi rahasianya karena takut jika luka lama akan kembali muncul. Namun saat anda dan pasangan siap untuk membuka diri dan jujur dengan rahasia masing-masing. Itu adalah tanda jika anda siap melanjutkan ke jenjang pernikahan.

3.      Menikahlah saat anda dan pasangan siap secara mental dan finansial

Menikah bukan hanya sekedar buku nikah atau pesta resepsi saja. menikah membutuhkan persiapan finansial dan mental. Saat anda memutuskan untuk menikah maka anda harus siap mencukupi segala kebutuhan berdua dan melepaskan diri dari orangtua.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

Saat ini sudah banyak pasangan yang memantapkan hari mereka untuk menikah di usia 20 tahun awal. Meskipun secara aturan pemerintah 20 tahun telah memenuhi syarat, namun tetap saja dari segi usia baik laki-laki maupun perempuan masih terhitung belia. Padahal pernikahan masih diwarnai dengan masalah dan konflik. Meskipun ada beberapa hal yang membahagiakan namun lama kelamaan pasangan akan mengalami berbahagai konflik yang diluar dugaan mereka. Namun bukan berarti menikah muda adalah hal yang dilarang. Boleh-boleh saja jika anda dan pasangan telah mantap untuk menikah, namun ada baiknya anda memahi beberapa hal berikut ini :

1.      Mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan logis dan bukan berdasarkan perasaan semata

Ketika anda dan pasangan sedang menghadapi masalah hal yang harus ada pahami adalah bagaimana mengambil keputusan bersama dengan pemikiran yang jernih. Ingatlah anda tidak bisa menyelesaikan masalah berdasarkan emosi semata, melainkan ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan bersama dan diskusikan mana yang lebih baik.

2.      Memiliki perencanaan masa depan yang matang serta mencari tahu bagaimana cara mencapainya

Saat dua orang saling berikrar dan mengucapkan janji suci sehidup semati, maka bukan hanya cinta yang besar saja yang harus disiapkan. Mereka haru memiliki rencana untuk masa yang akan datang pula. Walau menikah muda, bukan berarti rumah tangga dapat berjalan dengan mulus tanpa rencana. Untuk itu sebelum memutuskan menikah sebaiknya diskusikan bersama pasangan mengenai tujuan pernikahan.

3.      Siap dengan konsekuensi pernikahan apapun itu

Ada hal yang harus anda tanamkan dalam diri anda dan pasangan. sebesar apapun rasa cinta yang anda miliki atau kecocokan anda dengan pasangan. akan ada kondisi dimana anda akan merasa tak sepaham dengan pasangan. pada kondisi tersebut anda akan kehilangan nikmat akan pernikahan. Namun sebagai pasangan yang resmi menikah, anda dan pasangan harus menerima hal tersebut dan siap menerima konsekuensi apapun yang terjadi nanti.

4.      Tak mengharapkan pasangan untuk selalu menjadi seperti yang diinginkan

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagian dalam pernikahan adalah menerima. Mungkin anda dan pasangan sudah memutuskan tinggal satu atap tentu tidak bisa “meretur” istri atau suami ketika dua tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh sebab itu buanglah jauh-jauh keinginan jika pasangan akan selalu menuruti semua keinginan anda. Terimalah setiap kekurangan dan kelebihan pasangan, maka pasangan akan bersikap demikian terhadap anda.

5.      Bisa mandiri secara finansial

Saat ini salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Masalah keuangan sering menjadi isu yang sensitive dan akhirnya memicu pertikaian dalam pernikahan. Masalah uang yang tidak dapat terselesaikan dapat berakhir pada perceraian. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik dari kedua pasangan, cobalah untuk lebih mandiri lagi baik dalam mengelola keuangan. Pastikan anda mengetahui bagaimana cara membiayai pengeluaraan keluarga nanti.

6.      Percaya jika orang yang anda nikahi adalah pasangan terbaik

Rasa percaya terhadap pasangan sendiri merupakan pondasi yang besar sebelum mantap menikah. Jika anda belum menemukan orang yang tepat bagi anda maka sebaiknya tunda dulu pernikahan anda. Pasangan yang anda nikahi percayalah dia adalah yang terbaik untuk hidup anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat TerjadiMaraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Menurut UU pemerintah Indonesia Pasal 7 agat 1 Nomor 1 tahun 1974 mengenai perkawinan, menyatakan ketentuan usia minimum bagi calon penganti pria adalah 19 tahun dan calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Meskipun telah ditetapkan oleh pemerintah namun nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pernikahan dini di bawah usia tersebut. padahal pernikahan dini telah dilarang karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kedua pasangan.

Penyebab seseorang melakukan pernikahan dini

Pernikahan dini, menurut badan perlindungan anak sedunia UNICEF dapat disebabkan oleh banyak faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi fenomena pernikahan dini di berbagai penjuru Negara antara lain :

  • Hidup digaris kemiskinan
  • Tingkat pendidikan yang dimiliki rendah
  • Anggapan masyarakat jika menikah akan adalah sumber rezeki seseorang untuk mendapatkan uang
  • Anggapan jika menikah dapat menjaga nama baik kehormatan keluarga dalam lingkungan masyarakat
  • Norma sosial yang berlaku
  • Mengikuti hukum adat dan agama yang dianut
  • Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas dari pemerintah

Pada pernikahan dini yang dilakukan, sebenarnya pihak yang paling dirugikan adalah pihak perempuan. Karena pernikahan dini akan mengorbankan perkembangan fisik dan mentalnya. Hamil di usia muda dan berhenti bersekolah dapat membatasi wanita untuk berkarier. Selain itu pernikahan dini juga meningkatkan resiko terjadinya kekerasan rumah tangga.

Resiko yang disebabkan pernikahan dini dari segi kesehatan fisik

Hamil di usia yang masih belia bukan hanya beresiko tinggi terhadap ibu namun juga bayi. Shal ini karena sebenarnya tubuh sang ibu yang belum siap untuk hamil dan melahirkan. Di usia remaja masih seseorang masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Namun saat dalam kondisi hamil tentu perkembangan tubuh seseorang akan terganggu. Biasanya ada 4 resiko yang mengancam kesehatan fisik yaitu :

1.      Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat diderita dapat menjadi tanda jika seseorang mengalami preeklampsia. Preklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berbahaya. Selain tekanan darah tinggi hal ini juga disebabkan oleh kerusakan pada ginjal. Bukan hanya mengganggu ibu, komplikasi juga menganjam keselamatan janin yang dikandung.

2.      Anemia

Hamil diusia remaja sangat rentan mengalami anemia. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga sangat disarankan untuk ibu hamil mengonsumsi tablet penambah darah dan sayuran hijau.

3.      Bayi lahir prematur dan BBLR

kasus bayi premature semakin meningkat pada kehamilan di usia remaja. Bayi prematur biasanya dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi premature juga beresiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif dan masalah lainya.

Resiko mental yang dialami remaja yang menikah di usia dini

Pernikahan dini sering menyebabkan terganggunya kesehatan psikis atau mental wanita. Salah satu ancaman terbesar dari akibat pernikahan dini adalah menjadi KDRT. Selain itu banyak wanita yang tidak dapat terbebaskan dari kekerasan yang terjadi karena minimnya pengetahuan.

Pernikahan dini yang dilakukan membuat kedua pasangan tidak siap secara emosional dan mental. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam pernikahan menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya solusi. Bukan hanya salah satu pasangan terkadang anak mereka menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang dilakukan tentu akan memengaruhi kondisi psikologis korban, depresi, PTSD, gangguan kecemasan berat hingga niat untuk bunuh diri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saatnya Berkonsultasi Untuk 8 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang PernikahanSaatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Hari pernikahan merupakan hari yang dinantikan oleh semua calon pengantin. Bukan hanya kedua pengantin yang tidak sabar menantikan hari tersebut pasti bagi keluarga besar mereka juga merasakan hal yang sama. Hari pernikahan adalah hal hari dimana kedua pasangan yang saling memantapkan diri resmi menjadi pasangan suami istri. takheran saat ini banyak pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk mempersiapkan pernikahannya.

Untuk itu segala sesuatu harus diperseiapkan agar pernikahan berjalan dengan sempurna. Namun pendapat orang-orang mengatakan jika persiapan pernikahan akan membuat orang gila. Butuh waktu lama yang tidak sebentar untuk mewujudkan pernikahan sesuai dengan harapan. Tak jarang banyak orang yang memanfaatkan jasa WO untuk mengurus berbagai hal yang merepotkan dari gedung, make up, gaun pernikahan, makanan hingga dekorasi. Namun tidak semua hal bisa dipasrahkan kepada WO, anda pun harus melakukan berbagai persiapan lainnya.

Supaya anda semakin mantap untuk menikah berikut ini adalah hal yang harus anda persiapkan antara lain :

1.      Persiapan mental

Mental adalah persiapan yang paling utama sebelum anda memutuskan untuk menikah. Sebelum menyelenggarakan pesta pernikahan cobalah tanyakan dalam hati anda maksud dan tujuan dari pernikahan ini. optimis di dalam hati jika pernikahan adala hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang, anda bukanlah orang yang paling pertama atau paling terakhir dalam urusan pernikahan.

Jika perlu lakukanlah konsultasi untuk menghindarkan diri dari keraguan yang ada di hati anda. Konsultasikan dengan orang tua mengenai kehidupan pernikahan mereka, atau anda bisa memilih melakukan konsultasi dengan seorang professional karena selain memantapkan diri untuk menikah anda bisa meminta bantuannya untuk membangun pernikahan impian. Jangan takut dengan isu-isu pernikahan yang tersebar di masyarakat ingat, ketika hal itu justru akan membuat anda dan pasangan lebih berhati-hati dalam membina hubungan pernikahan.

2.      Bicarakan antar keluarga

Jika kedua pasangan sudah putuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, selanjutnya hal yang perlu dilakukan adalah membicarakannya dengan kedua keluarga. Jangan merasa canggung untuk mengutarakan persiapan pernikahan anda, atau apa yang anda butuhkan menjelang pernikahan. Selain itu anda juga bisa berdiskusi mengenai masalah keuangan atau biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan begitu permasalahan akan menjadi lebih transparan sehingga salah satu pihak tidak akan merasa terbebani. Bicarakan dengan jujur dan terbuka siapa tahu sebagian dari keluarga anda maupun pasangan memiliki solusi untuk masalah yang dihadapi.

3.      Tetapkan biaya pernikahan

Setelah kedua keluarga setuju maka hal yang harus dilakukan adalah menetapkan biaya yang anda miliki. Jika perlu buatlah daftar pengeluaran yang cukup besar menjelang pernikahan jauh-jauh hari. Misalkan sewa tenda penikahan, make up penganting, catering, mas kawin dan lain-lain.

Selain itu jangan lupakan hal kecil seperti souvenir dan peralatan lainnya.

4.      Tetapkan tanggal dan tempat acara pernikahan

Sebaiknya dua bulan sebelum acara diselenggarakan, kedua belah pihak harus memastikan waktu dan tempat pelaksanaan lebih dahulu. Bila biaya yang anda miliki telah memenuhi maka anda bisa menyewa gedung atau daerah yang layak pakai untuk menggelar persta pernikahan. Namun jika dana yang dimiliki tidak mencukupi pernikahan bisa dilangsungkan di rumah salah satu calon mempelai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih TuaKonsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Cinta memang tak mengenal siapa pasangan anda, entah dari suku mana, latar belakang seperti apa, atau bahkan berapa usia pasangan. saat ini sudah banyak pria yang memutuskan menikahi pasangannya yang cenderung lebih tua darinya.

Sebagian masyarakat menilai jika pasangan pengantin yang menikah dengan usia yang berbeda apalagi jika pihak wanita yang cenderung lebih tua, dianggap terlalu berlebihan. Sebab banyak orang yang khawatir jika pihak pria tak mampu menyeimbangi kedewasaan pasangannya. Wanita secara psikologis memiliki proses pendewasaan yang lebih cepat dibandingkan pria, selin itu umumnya mereka memiliki kehidupan yang lebih stabil. Namun bagi sebagian pria menikahi wanita yang lebih tua adalah tantangan tersendiri bagi mereka.

Tantangan saat pria menikahi wanita yang lebih tua

Wanita yang lebih muda biasanya cenderung lebih berpengalaman, independen, dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama pasangannya. Meski memiliki banyak kelebihan namun tetap saja ada beberapa tantangan yang akan anda hadapi di kemudian hari. Oleh sebab itu  siapkan diri anda untuk menghadapi kondisi di bawah ini.

1.      Kendala untuk memiliki keturunan

Seorang wanita dikatakan mampu mengandung anaknya selama masih mengalami siklus menstruasi. Akan tetapi seiring bertambahnya usia fungsi organ reproduksi seorang wanita akan semakin menurun. Saat seorang wanita memasuki usia 35 tahun risiko kehamilan yang dialami akan terus meningkat. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi anda dan pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jika anda dalam kondisi belum memiliki keturunan atau terlalu lama menundah kehamilan maka akan membahayakan kondisi medis istri.

Selain itu bertambahnya usia wanita akan mengalami penurunan kesuburan, jumlah dan kualitas sel telur akan menurun pada saat usia 32 tahun. Sedangkan pria mengalami penurunan kesuburan saat usianya menginjak 40 tahun.

2.      Adanya perkara masa lalu

Tantangan lain yang akan anda hadapi saat menikahi wanita yang lebih tua adalah munculnya perkara dari masa lalu yang belum terselesaikan. Meskipun tak semua wanita mengalami hal ini, namun hal ini sering terjadi pada wanita yang pernah menikah sebelumnya.

Perkara yang mungkin belum terselesaikan seperti berkaitan dengan mantan suami, anak, kasus perceraian yang belum selesai, masalah keuangan (harta gono-gini).

Untuk itu sebelum melangsungkan pernikahan ada baiknya anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain. Agar anda dan pasangan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

3.      Ada banyak hal yang tidak sejalan

Jarak usia antara anda dan pasangan yang cukup jauh memungkinkan kesulitan bagi anda dalam mencari hal yang sama. Anda mungkin senang menghabiskan waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sosial, namun pasangan lebih senang menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

Perbedaan tidak hanya berada pada kesukaan masing namun juga bagaimana anda dan pasangan mengasuh anak. Walaupun perbedaan itu wajar namun hal ini adalah tantangan yang harus anda hadapi saat anda memutuskan menikahi wanita yang lebih tua.

Tantangan yang dijelaskan bukan bermaksud untuk menyiutkan niat anda untuk menjalin hubungan yang serius dengan kekasih. Seperti yang telah dijelaskan jika cinta memang tak mengenal usia, saat anda putuskan untuk menikahi seseorang yang lebih tua. Ada baiknya untuk saling terbuka dan membuat ruang diskusi berdua, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang lain atau seorang konselor pernikahan sekalipun. Karena perbedaan usia pasangan tidak akan mempengaruhi anda untuk membangun pernikahan yang harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Sebelum menjalani hubungan yang serius biasanya seseorang harus melalui beberapa proses untuk meyakinkan dirinya jika kekasihnya tersebut adalah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Tak jarang jika banyak orang yang memilih proses pacaran untuk lebih mengenal pasangannya. Pada umumnya setiap pasangan yang merasakan jatuh cinta akan memikirkan seseriusan hubungan mereka dalam rentang waktu delapan bulan sampai dua tahun. Namun ada sebagian orang yang merasa cukup yakin dengan pasangannya dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Hal yang harus dipertimbangkan menuju jenjang pernikahan

Sebenarnya lama waktu pacaran tak berpengaruh besar pada keyakinan seseorang terhadap pasangannya. Pertimbangan yang paling penting justru terletak pada seberapa kenal pasangan terhadap diri anda, begitu pula sebaliknya.

Apakah selama masa pacaran anda sudah mengenal karakternya entah itu baik atau buruk? Terkadang banyak keraguan yang dilanda oleh pasangan yang hendak menikah. Keraguan apakah mereka mampu mengimbangi pasangannya atau tidak? Pahamilah jika pernikahan bukan serta merta merubah perilaku dan karakter seseorang.

Dalam menjalin hubungan pernikahan cara pandang dan nilai yang dimiliki harus sejalan, hal itu diperlukan untuk mengurangi terjadinya konflik dalam pernikahan. Selain itu pikirkan baik-baik apa yang menjadi point penting bagi anda saat mengajak pasangan menikah? Jika anda telah menemukannya maka anda siap untuk menikah.

Tanda jika anda belum siap dengan pernikahan

Sebelum anda memutuskan untuk mengajak pasangan menuju jenjang pernikahan, cobalah untuk mengintropeksi diri sendiri. bisa jadi dalam diri anda, ada beberapa hal yang menunjukkan jika anda belum siap untuk menikah. Berikut ini adalah tanda-tandanya :

1.      Masih suka menyimpan rahasia dari pasangan

Jika anda masih senang menyimpan rahasia pribadi dari pasangan maka bisa jadi tanda kalau anda belum siap untuk menikah. Saat anda sering menyembunyikan persoalan penting tentang diri anda seperti keuangan, maka ada baiknya anda mengurunkan niat menikah.

Ingatlah ketika anda berniat mengajak pasangan untuk menikah, ubahlah diri anda jadilah pribadi yang berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan pasangan, begitupun sebaliknya. Ingat setelah menikah pondasi dari keharmonisan hubungan adalah kejujuran kedua pasangan.

2.      Memiliki masalah yang sama dan terus berulang

Jika hubungan anda sering mengalami masalah yang sama dan terjadi berulang kali selama hubungan masih terjalin maka hal itu bisa menjadi tanda jika anda belum siap untuk menikah. Harus anda pahami penikahan yang akan dihadapi rentan akan berbagai konflik, dan tentunya perlu kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara berdua.

Saat masing-masing masih mementingkan ego dan merasa selalu menuntut ingin didengar dan dipahami. Maka sebaiknya lakukan intropeksi diri sebelum memutuskan untuk menikah.

3.      Menikah untuk membahagiakan orang lain

Jangan terlalu terburu-buru menikah hanya karena tuntutan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Menjelang bertambahnya usia seorang anak, adalah hal wajar jika orang tua menanyakan kesiapan pernikahannya.

Ingatlah jika pernikahan dilakukan karena memang anda sudah siap, bukan karena tuntutan orang tua agar mereka bisa merasa bahagia. Jika perlu lakukan konsultasi dengan seorang yang lebih dulu menikah. Atau melakukan konsultasi pra nikah dengan seorang professional. Tujuannya agar mempersiapkan anda menuju jenjang pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apakah anda termasuk orang yang menikah karena faktor usia yang sudah matang? Atau anda menikah karena desakan dari kedua orang tua dan kekasih? Atau menikah karena sebab lainnya?

Seperti yang kita ketahui bersama jika menikah bukanlah hal yang mudah, menyiapkan pernikahan berarti anda harus mempersiapkan diri untuk hidup dengan orang lain dengan kebiasaannya. Menikah artinya anda tidak hanya mengikat satu orang saja. menikah menandakan jika anda terikat oleh keluarga pasangan juga. Banyak orang yang siap merasa dirinya siap menikah secara fisik namun tidak siap secara emosional dan psikis.

Meskipun tujuan menikah salah satunya untuk memenuhi kebutuhan biologis, bukan berarti kita mengesampingkan tujuan lainnya. Setiap pasangan yang memutuskan melanjutkan hubungan mereka ke jalur pernikahan pasti memiliki tujuan dan rencana tertentu. Namun terkadang bagi calon penganti banyak yang masih kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

Konseling pra nikah

Ditengah kebingungan yang dialami, sebenarnya banyak solusi yang ditawarkan untuk kedua calon pengantin. Salah satunya adalah dengan melakukan konseling pra nikah. Konseling pra nikah sebenarnya menjadi salah satu bagian dari layanan KUA, namun sebagian dari pasangan memilih untuk melakukan konseling dengan seorang professional. Meskipun ada biaya yang harus dibayarkan tetapi jika anda melihat hasil dan penangann yang maksimal dari konselor mungkin tidak akan menjadi masalah untuk anda.

Hal yang harus dipertimbangakan saat proses konseling pra nikah

Datang ke konselor bukan secara tiba-tiba perlu ada perencanaan yang didiskusikan dengan pasangan. Bahkan dari situs Men’s Health And Focus Family, menyebutkan 4 hal yang harus didiskusikan sebelum seseorang menikah. Berikut ini adalah penjelasannya :

1.      Jumlah anak

Meskipun anak adalah anugerah yang Tuhan titipkan, dan banyak pasangan yang mengaku pasrah dengan berapa anak yang dititipkan pada meraka. Namun ada baiknya jika kedua pasangan berdiskusi mengenai jumlah anak yang diharapkan. Sebab setiap orang memiliki ekpetasinya masing-masing terhadap jumlah anak yang ingin dimiliki. Apalagi anak merupakan kebutuhan dalam sebuah pernikahan, tentu hal itu harus disepakati sebelum menikah. Sebab jika hal ini didiskusikan setelah menikah maka bisa jadi kedua pasangan akan mengalami perdebatan.

2.      Tempat tinggal

Hal yang harus didiskusikan setelah menikah adalah tempat tinggal. Tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok manusia. Ada beberapa pasangan yang setuju jika tempat tinggal mereka bergabung bersama orangtua namun ada sebagian yang memilih tinggal terpisah dari kedua orangtuanya baik kandung maupun mertua.

3.      Keuangan

Sebelum menikah ada baiknya pasangan belajar untuk mengelolah keuangan mereka, apalagi jika kedua pasangan sama-sama seorang pekerja. Jadi ada baiknya untuk berdiskusi membahas mengenai mengelola keuangan bersama. Mana yang harus ditabung, mana yang untuk kebutuhan dan mana yang digunakan untuk usaha.

4.      Kebutuhan seks

Bagi orang yang masih melajang mungkin akan sungkan untuk membicarakan seks. Namun bagi mereka yang hendak menikah pembahasan mengenai seks adalah hal yang wajar, apalagi tak semua orang mengetahui informasi tentang dunia seks. Pada saat konseling anda dapat berdiskusi mengenai bagaimana membangun kepuasan dan keintiman agar hubungan pernikahan anda awet dalam waktu yang lama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

Sudah banyak orang yang mempercayai manfaat yang didapatkan dari proses konseling. Dari konseling yang dilakukan oleh masyarakat, banyak yang mengaku jika hubungan pernikahannya dengan pasangan berjalin semakin romantis. Konseling pernikahan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa saja, namun juga beberapa public figure.

Manfaat konseling pernikahan

Siapa yang tak mengenal pasangan suami istri Samuel Zylgwin dan Franda. Pasangan yang menikah sejak 2016 lalu kini telah dikarunia satu orang putri cantik. kebahagian pernikahan mereka tergambar melalui akun sosial medianya masing-masing. Baik Samuel maupun Franda sering memposting aktivitas keluarganya. kebahagian yang mereka dapat diakui dari rasa cinta yang dibangun, selain itu mereka mengaku jika mereka adalah pasangan artis yang melakukan proses konseling pernikahan.

Hal itu dilakukan karena menurut mereka dengan konseling pernikahan ini, mereka mampu membuat strategi bagaimana membangun kehidupan pernikahan yang harmonis. Selain itu, mereka juga sering berdiskusi mengenai pola asuh yang baik untuk anak mereka.

Kisah Samuel dan Franda menunjukan jika konseling pernikahan tidak hanya diperuntukan bagi pasangan yang sedang mengalami masalah saja. namun pasangan yang baru menikah atau belum menemukan konflik juga disarankan untuk melakukan konseling. Hal ini dilakukan karena banyak pasangan muda yang tidak mengerti bagaimana meraih pernikahan impian mereka, sekaligus menjadi tindakan antisipasi dari banyaknya isu pernikahan yang muncul dalam masyarakat.

Persiapan sebelum melakukan proses konseling pernikahan

Melakukan proses konseling bukanlah hal yang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang harus anda siapkan sebelum memutuskan untuk melakukan konseling atau tidak. Berikut ini merupakan hal yang harus disiapkan sebelum kedua pasangan menemui seorang konselor, penjelasannya ada dibawah ini :

1.      Tentukan tujuan anda

Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi sebaiknya diskusikan dengan pasangan mengenai apa tujuan dari konseling ini. Apakah ingin menyelesaikan konflik yang tak segera usai, atau ingin mencapai pernikahan harapan berdua. Tujuan dari konseling ini sangat penting, selain untuk meminimalisir meluasnya topic, hal tersebut akan membantu konselor untuk melihat perubahan yang signifikan pada kasus anda dan pasangan.

2.      Siapkan catatan emosional dan pikiran anda

Salah satu penentu dari keberhasilan konseling pernikahan adalah keterbukaan anda dan pasangan. Melakukan proses konseling itu artinya anda harus terbuka dan bersikap jujur terhadap konselor. Hal ini diperlukan karena dalam konseling nanti bukan hanya anda yang terbuka namun juga pasangan. Cobalah untuk mendefinisikan apa itu pernikahan, atau apa yang sebenarnya menjadi gangguan dalam hubungan anda. Ingat baik-baik, dengan begitu konselor akan memberikan solusi yang efektif untuk anda. Keterbukaan yang dibangun akan membuat anda dan pasangan menjadi pribadi yang saling memahami.

3.      Perencanaan anggaran konseling

Ingat ketika anda memutuskan menggunakan jasa professional, tentu ada nilai rupiah yang harus dibayar. Cobalah perhitungkan kembali mengenai berapa biaya yang harus anda keluarkan dan berapa pendapatan keluarga selama satu bulan. Jangan melakukan konseling jika anda malah mengesampingkan kebutuhan pokok lainnya. Tak masalah jika anda mencari informasi dari beberapa layanan jasa konseling, dengan informasi dari berbagai tempat anda dapat melakukan perbandingan. Pilihlah layanan yang masih bisa anda jangkau namun tak mengesampingkan pelayanan yang diberikan juga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!