Posts

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum MenikahManfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Sebelum melangsungkan pernikahan tentu ada banyak hal yang harus dibicarakan oleh kedua calon pengantin. Salah satu pembahasan yang harus dibicarakan menjelang pernikahan adalah jumlah anak yang diharapkan, waktu untuk hamil, serta jarak kehamilan.

Bahkan seorang spesialis obstetri dan ginekologi bernama Dr. Sandy Prasetyo dari RSIA Brawijaya mengungkapkan merencanakan jumlah anak serta kapan kedua pasangan memiliki anak akan berdampak positif bagi keduanya selama membina kehidupan rumah tangga.

Manfaat dari merencanakan jumlah anak sebelum menikah

Mungkin sebagian orang setuju dengan hal ini, namun tak sedikit pula yang mengabaikan perencanaan jumlah anak menjelang pernikahan. Berikut ini setidaknya terdapat 4 manfaat yang didepatkan pasangan yang merencanakan jumlah anak sebelum pernikahan antara lain:

  1. Menghindari jarak kehamilan yang terlalu muda, terlalu tua, atau pun jarak antara kehamilan yang terlalu dekat. Dari ketiga risiko kondisi kehamilan ini dapat mempengaruhi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi wanita. Tentu hal ini akan merugikannya, risiko yang dapat dialami seperti pre-eklampsia, persalinan prematur, risiko tinggi terhadap melahirkan melalui operasi bedah caesar, serta risiko komplikasi lainnya.
  2. Mencegah terjadinya masalah fisik dan psikologis diakibatkan oleh kehamilan yang tidak direncanakan kedua pasangan
  3. Kedua pasangan memiliki persiapan yang matang terkait dengan perencanaan kehamilan.
  4. Dapat meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan harapan kedua pasangan untuk menjadi keluarga yang harmonis.
  5. Dapat mempertimbangkan kapan istri berhenti melahirkan sehingga dapat membesarkan anak secara optimal

Adanya persetujuan antara kedua belah pihak sangatlah dibutuhkan. Walaupun banyak pepatah yang mengatakan “banyak anak banyak rejeki”, namun untuk kondisi zaman sekarang tentu tidaklah efektif diterapkan. Selain itu saat ini pemerintah pun merencanakan program Keluarga Berencana (KB). Program ini bukan hanya pemberian pil atau alat KB guna pencegahan kehamilan saja, namun terdapat beberapa sosialisasi yang diberikan untuk masyarakat. Program ini menghimbau agar setiap pasangan memiliki 2 anak, dengan jarak kelahiran yang ideal 3 sampai 5 tahun.

Perencanaan lain yang tidak kalah pentingnya

Selain perencanaan jumlah anak ternyata terdapat perencaan lain yang harus anda dan pasangan bahas menjelang pernikahan. Pembahasan seperti ini tentu akan mendukung hubungan anda mencapai keluarga yang harmonis, namun pada kenyataannya masih banyak pasangan yang mengabaikan. Untuk lebih jelas berikut ini adalah ulasannnya:

1.      Perencanaan usia nikah

Jodoh memang tidak ada yang tahu, namun jika anda telah menemukan pasangan yang cocok mendampingi hidup anda maka tak ada salahnya untuk merencanaka pernikahan. Akan tetapi ada baikny anda merencanakan usia nikah. Menurut BKKBN terdapat usia ideal bagi seseorang yang ingin menikah, yaitu 25 tahun untuk pria dan 21 tahun untuk wanita.

2.      Perencanaan dan kesepakatan apa yang dilakukan setelah menikah

Banyak pasangan yang justru memiliki keinginan yang berbeda setelah resmi menikah. Tak jarang perbedaan yang dialami menjadi sumber masalah besar dalam pernikahan. Untuk itu cobalah untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai apa yang ingin dicapai setelah menikah, akan tinggal dimana, keuangan, anak, hingga pembagian tugas rumah.

3.      Merencanakan masa depan anak

Saat anda resmi menjadi pasangan suami istri tentu anda dan pasangan harus siap menjadi orangtua kapan saja. merawat anak tentu bukanlah hal yang mudah, anda haru memperhatikan kecukupan gizi anak, mempersiapkan keuangan untuk pendidikan anda, serta memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pula.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Menjelang pernikahan biasanya sebagian orang akan merasa khawatir dan cemas, sebenarnya itu adalah hal biasa. Namun yang menjadi permasalahan adalah dibalik kecemasan ini, terbesit keraguan akan pasangan. jika anda dalam kondisi seperti itu, maka ada baiknya anda melakukan beberapa tindakan untuk mengatasinya.

Wajarkah jika muncul keraguan dengan pasangan menjelang pernikahan?

Sebenarnya perasaan ragu akan pasangan menjelang pernikahan adalah hal yang lumrah. Ternyata perasaan itu akan berdampak besar terhadap pernikahan anda jika anda membiarkannya.

Rasa ragu yang dibiarkan dapat meningkatkan kemungkinan perceraian dalam pernikahan anda. Hal ini biasanya dikarenakan pasangan hidup dalam bayang-bayang keraguan sehingga pernikahan yang dijalani tidak memberikan kebahagiaan. Mungkin sebagian orang merasa takut untuk berkata jujur kepada pasangannya, maka tak heran mereka lebih cenderung membiarkan rasa ragu menyelubungi hati dan pikiranya.

Walaupun begitu, keraguan menjelang pernikahan bukan sebuah petanda jika pernikahan harus dibatalkan. Ada baiknya anda mencari tahu apa yang menjadi faktor keraguan tersebut.

Mengatasi keraguan yang muncul saat hendak menikah

Anda tentu tidak ingin jika hal ini akan menjadi sebuah masalah yang besar, maka dari itu anda harus segera bertindak untuk mengatasi hal tersebut. berikut penjelasannya

1.      Jangan mengangkal

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah jangan menyangkal. Penyangkalan yang anda lakukan akan membuat anda merasa tidak bahagia dan menikmati pernikahan anda sendiri. ketika anda menyangka anda akan mulai menyembungikan hal itu dari pasangan, perasaan ragu tidak akan hilang begitu saja setelah anda memendamnya. Untuk itu perlu bagi anda untuk mengakui jika anda memang ragu terhadap pernikahan ini.

2.      Bicarakan dengan pasangan

Hubungan yang harmonis dapat bertahan saat kedua pasangan saling berkomunikasi dan terbuka. Jika anda terbuka dengan pasangan maka ia akan tahu apa yang sedang anda alami. Untuk itu cobalah bicarakan pada pasangan mengenai keraguan anda. Mungkin akan terasa sulit, karena mungkin saja reaksi yang diberikan pasangan tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan. Tetapi ini akan jauh lebih baik dibandingkan anda memendamnya sendiri.

Risiko yang mungkin saja anda terima adalah pasangan yang tersinggung dan marah. Namun dengan diskusi yang baik maka anda berdua akan menemukan jalan keluarnya.

3.      Menjalani konseling pra nikah

Cobalah untuk meminta bantuan ahli untuk menangani masalah ini. seorang konselor pernikahan akan membantu anda untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab keraguan anda dan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Konselor pernikahan yang berkompeten akan membantu anda untuk mengatasi kecemasan selama proses konseling berlangsung. Selain itu proses konselong akan menjauhkan diri anda dari pemikiran negatif terhadap masa depan bersama pasangan.

4.      Pegi berlibur sejenak

Berhubung tanggal pernikahan masih lama, cobalah untuk menenangkan diri sejenak dengan berlibur. Hal ini akan membantu anda untuk menemukan akar permasalahan serta mengetahui apa yang dirindukan dari pasangan anda. Berlibur juga cara terbaik untuk menikmati kesendirian sebelum menikah. Selain itu keraguan yang anda rasakan pun dapat hilang.

5.      Menunda pernikahan

Menunda tidak sama dengan membatalkan. Jika rasa ragu semakin menghantui anda, dan pasangan tidak menunjukan dukungannya. Maka ada baiknya anda mempertimbangkan kembali, ceritakanlah masalah ini dengan orangtua, keluarga, ataupun teman. Tundalah pernikahan sampai anda tahu alasan mengapa harus menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Jangan Jaim, Banyak Manfaat Yang Anda Dapatkan Saat Menjadi Diri Sendiri Di Hadapan Pasangan

Jangan Jaim, Banyak Manfaat Yang Anda Dapatkan Saat Menjadi Diri Sendiri Di Hadapan Pasangan

Jangan Jaim, Banyak Manfaat Yang Anda Dapatkan Saat Menjadi Diri Sendiri Di Hadapan PasanganJangan Jaim, Banyak Manfaat Yang Anda Dapatkan Saat Menjadi Diri Sendiri Di Hadapan Pasangan

Banyak orang yang memilih untuk menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya kepada pasangan, hal itu dilakukan karena mereka takut jika orang yang dicintai akan pergi. Padahal menurut pepatah menjadi diri sendiri di depan pasangan adalah sebuah keharusan, tujuannya agar pasangan tahu siapa andayang sebenarnya.

Sebenarnya banyak manfaat yang anda dapatkan dari menjadi diri sendiri, apalagi dalam urusan asmara. Salah satunya anda bisa tahu apakah pasangan mencintai anda apa adanya atau justru malah menuntut anda untuk berubah. Untuk pembahasan lebih lanjut anda bisa menyimaknya di bawah ini.

Manfaat yang didapatkan saat anda tidak jaim di depan pasangan

Umumnya menjadi diri sendiri di depan pasangan adalah sebuah tindakan jujur. Seperti yang dijelaskan dalam Planned Parenthood yaitu, salah satu ciri dari hubungan sehat adalah ketebukaan yang dilandasi dengan kejujuran. Dengan bersikap jujur anda dan pasangan akan lebih mempercayai satu sama lain. Menjadi diri sendiri di depan pasangan sangat berhubungan dengan seberapa nyaman anda dengan hubungan ini.

1.      Menjadi diri sendiri lebih menyenangkan

Apakah anda pernah dibayangi rasa gelisah saat bersama pasangan karena takut jika kebohongan anda akan terbongkar? Saat anda berhasil menjadi diri sendiri di depan pasangan tentu anda tidak akan dihantui perasaan tersebut. anda justru merasa lebih baik karena anda tidak perlu pusing-pusing untuk membangun cerita khayalan atau perilaku yang sesuai dengan apa yang diidamkan pasangan.

Sekali anda berbohong maka anda akan melakukan kebohongan berikutnya, sehingga anda akan dipenuhi kekhawatiran jika suatu hari anda lupa dengan kebohongan sebelumnya.

Dengan menjadi diri sendiri akan membuat perasaan anda lebih lega dan bahagia. Meskipun menjadi diri sendiri itu menyenangkan namun anda harus tetap menghormati pasangan.

2.      Membuka peluang untuk benar-benar dicintai

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika menjadi diri sendiri anda dapat mengetahui apakah pasangan benar-benar mencintai anda atau tidak. Anda dapat melihatnya dari respon yang ditunjukan. Apabila responyang ditunjukan positif, maka dia adalah pasangan yang tepat bagi anda. Namun apabila pasangan menunjukan hal sebaliknya, sebaiknya anda mencari tahu apakah pasangan benar-benar mencintai anda atau mungkin ada perilaku buruk anda yang harus diperbaiki?

Menjadi diri sendiri di depan pasangan akan membantu anda untuk meminimalisir kepura-puraan dalam hubungan.

3.      Membantu melindungi diri

Bersikap terbuka serta menjadi diri sendiri ternyata dapat melindungi anda dari patah hati yang dalam. Anda tak perlu menunjukan semua hal dalam diri anda secara bersamaan, lakukanlah hal tersebut dengan pelahan. Misalnya saat sedang berdiskusi membahas kelangsungan hubungan yang lebih serius. Cobalah amati reaksi yang ditunjukan pasangan, apabila ia tampak tidak tertarik dengan pembahasan yang serius seperti itu. Mungkin itu bisa jadi dia tak mempedulikan anda.

4.      Menghargai kebutuhan diri sendiri

Saat anda mencoba berpura-pura menjadi orang lain saat bersama pasangan maka akan muncul rasa benci pada diri anda sendiri karena keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. misalnya untuk menyenangkan hati pasangan, anda harus memakai pakaian yang tidak nyaman. Ketidaknyamanan yang anda rasakan lama kelamaan akan membuat anda stres dan frutasi. Oleh karena itu menjadi diri sendiri di depan pasangan akan menunjukan jika anda lebih menghargai apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Adanya Konseling Antara Anda Dan Pasangan Yang Berperan Sebagai Helping Relationship

Adanya Konseling Antara Anda Dan Pasangan Yang Berperan Sebagai Helping Relationship

Adanya Konseling Antara Anda Dan Pasangan Yang Berperan Sebagai Helping RelationshipAdanya Konseling Antara Anda Dan Pasangan Yang Berperan Sebagai Helping Relationship

Umumnya manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Interkasi dan komunikasi yang dibangun terkadang berubah menjadi hubungan antara dua orang atau lebih. Hubungan atau relasi yang dibangun bisa berkaitan dengan pertemanan, pekerjaan, hubungan kekeluarga hingga asmara.

Konseling sebagai helping relationship

Setiap hubungan yang anda jalani pasti akan mengalami beberapa kendala sehingga dapat memicu kerusakan ikatan yang antara anda dan orang lain, termasuk hubungan asmara. Namun terkadang untuk menyelesaikan sebuah masalah anda membutuhkan orang lain yang dapat menjadi sosok mediator. Dalam hubungan asmara perdebatan atau pertengkaran mungkin adalah hal yang wajar saja terjadi, namun yang menjadi masalah adalah saat kedua pasangan tak mampu menyelesaikannya.

Salah satu mediator yang dapat anda pilih untuk menyelesaikan hubungan asmara anda adalah konselor. Dengan proses konseling masalah yang anda hadapi mungkin saja menemukan jalan keluar yang efektif. Bukan hanya itu dengan berkonseling terkadang anda akan mendapakan beberapa cara agar hubungan yang dijalani menjadi lebih berkualitas. Dengan peniliai konselor yang objektif dan tidak netral tentu akan lebih mudah bagi anda dan pasangan dalam memahami masalah yang sedang dihadapi.

Sebenarnya proses konseling ini termasuk dalam psikoterapi. Menurut Pepinsky seorang konselor dalam bidang relationship berpendapat jika hubungan yang mengacu pada pengaruh elemen-elemen emosional dari sebuah interaksi, dimana hubungan ini didasarkan pada observasi terhadap sikap ataupun tingkah laku pasien. Sangat penting untuk ditekankan jika konselor berperan sebagai variabel dalam hubungan anda serta bagaimana hubungan tersebut membantu pasiennya.

Karakteristik dan dimensi relationship dalam proses konseling

1.      Keunikan

Relationship merupakan hal yang unik. Adapun beberapa faktor yang membuat keunikan tersebut yaitu keberagaman karekter setiap orang. Sikap konselor, perilaku, karakteristik fisik serta latar belakang pasien adalah faktor yang membentuk mengapa muncul keunikan dalam hubungan asmara. Kesulitan ini terkadang membuat generalisasi mengenai kesulitan proses konseling. Selain terdapat aspek lain dari keunikan relationship pada proses terapi yakni perbedaan setiap hubungan yang dijalin oleh individu.

2.      Objektif dan subjektif

Sebenarnya ada dua cara pandang yang berbeda bagi seorang konselor untuk memberikan penilaiannya yaitu subjektif dan objektif. Diperlukan kedua penilaian tersebut untuk menyeimbangkan sebuah hubungan asmara selama proses konseling berlangsung. Keseimbangan akan mengacu pada tingkatan, elemen, serta pengaruh kecerdasan emosional. Oleh sebab itu seorang konselor akan memberikan cara pandang tanpa melibatkan penilaian pribadi. Adanya unsur subjektif dalam hal ini adalah kedekatan dan kehangatan yang terjalin antara konselor dan pasiennnya.

3.      Kognitif atau afektif

Yang dimaksud dengna kognitif dalam hubungan adalah adanya hubungan intelektualitas yang terjalin antara konselor dan pasiennya. Bentuk hubungan tersebut dapat berupa saling bertukar informasi mengenai masalah yang sedang dihadapi. Sementara afektif merupakan ekspresi perasaan dan perubahan yang dialami oleh pasien. Untuk itu seorang konselor harus tahu kapa ia  mendorong eksplorasi masalah dan perasaan pasiennya.

4.      Ambiguitas

Ambiguitas merupakan sebuah situasi yang ditandai orang-orang yang merespon berbeda bahkan terkadang tidak menunjukan respon yang jelas. Ambiguitas memiliki peran sebagai kemungkanan paien untuk memproyeksikan perasaannya selama proses konseling.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Yang Menunjukan Jika Anda Belum Siap Untuk Menikah

Tanda Yang Menunjukan Jika Anda Belum Siap Untuk Menikah

Tanda Yang Menunjukan Jika Anda Belum Siap Untuk MenikahTanda Yang Menunjukan Jika Anda Belum Siap Untuk Menikah

Pernikahan merupakan salah satu cara untuk membuktikan baik anda maupun pasangan sama-sama berkomitmen akan hubungan yang dijalani. Namun jika pernikahan justru membuat anda merasa gelisah dan takut untuk hidup bersama-sama. Maka itu bisa jadi tanda jika anda belum siap untuk memulai komitmen yang lebih serius. Bukan hanya anda sebenarnya reaksi takut dan gelisah akan pernikahan banyak ditemui pada orang-orang.

Selain itu masih ada beberapa tanda yang biasanya muncul jika seseorang belum siap untuk menikah di bawah ini.

Tanda jika anda belum siap untuk menikah

Sebenarnya adalah hal yang wajar jika anda merasa cemas saat harus membangun kehidupan rumah tangga. Namun terkadang kecemasan yang anda rasakan menjadi larut sehingga mengganggu anda dalam beraktivitas. Sebelum memutuskan untuk buru-buru menikah cobalah untuk mempertimbangkan beberapa hal.

Berikut ini merupakan tanda-tanda jika anda belum siap untuk menikah antara lain :

1.      Menyayangi tapi tidak saling jatuh cinta

Jika anda akan menikah dengan seseorang karena ia akan menjadi pasangan dan orang tua yang baik untuk anak-anak anda kemudian hari. Akan tetapi anda pernah merasa jatuh cinta kepadanya, maka cobalah untuk pikirkan kembali. Apakah anda siap untuk menikah atau tidak?

Selain itu, bmungkin saja anda tidak pernah mencintai pasangan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu anda justru semakin menghadapi banyak konflik dan komunikasi yang dijalani tidak lagi sehat, sehingga perasaan sayang anda makin lama akan makin berkurang dan hilang. Oleh karena itu, cobalah pikirkan kembali apakah anda benar-benar siap untuk menikah atau tidak. Sebab saat anda menikah akan lebih banyak lagi pertengkaran yang akan menguji anda dan pasangan.

2.      Masih menyimpan rahasia

Salah satu tujuan mengapa seseorang menyimpan rahasia adalah agar pasangan mereka tidak sakit hati. Kebiasaan menyimpan rahasia tentu akan berdampak buruk pada hubungan anda. Selain itu ini bisa jadi tanda jika anda belum siap untuk menikah.

Rahasia yang selama ini anda pendam lama kelamaan akan  merusak kepercayaan pasangan terhadap diri anda jika sampai terbongkar suatu hari nanti. Kepercayaan yang telah hancur akan sulit untuk membangungnya kembali.

Saling menyimpan rahasia adalah tanda jika tidak ada keterbukaan antara anda dan pasangan. oleh karena itu pasangan akan sulit mengetahui sifat anda yang sebenarnya, padahal dasar dari sebuah pernikahan adalah saling memahami satu sama lain, bersikap jujur dan terbuka. Jika sampai saat ini anda masih menyimpan rahasia maka tunda dulu niat anda untuk menikah.

3.      Prinsip hidup yang anda pegang tidak sama dengan pasangan

Saat menghadapi sebuah konflik salah satu cara keterampilah yang haru dimiliki kedua pasangan adalah prinsip hidup. Jika anda dan pasangan memiliki prinsip yang berbeda maka akan sulit bagi anda berdua untuk menyelesaikan masalah sekecil apapun.

Apabila sebelum menikah anda dan pasangan tidak bisa menyelesaikan sebuah konflik maka saat menikah akan terjadi hal yang serupa. Hingga akhirnya masalah yang muncul akan semakin larut dan rumit untuk diatasi.

Saat prinsip kedua pasangan tidak sejalan maka mereka tidak akan sanggup menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Apalagi dalam pernikahan akan banyak hal yang harus didiskusikan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hal Yang Menunjukan Jika Anda Dan Pasangan Sama-Sama Siap Menikah

Hal Yang Menunjukan Jika Anda Dan Pasangan Sama-Sama Siap Menikah

Hal Yang Menunjukan Jika Anda Dan Pasangan Sama-Sama Siap MenikahHal Yang Menunjukan Jika Anda Dan Pasangan Sama-Sama Siap Menikah

Pernikahan adalah komitmen kedua pasangan untuk hidup bersama hingga akhir hayatnya. Bagi sebagian orang pernikahan bukan hanya sekadar merajut asmara saja, namun juga bekerja sama dengan pasangan untuk menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Terkadang banyak orang yang menjalani masa pacaran bertahun-tahun, namun tak sedikit pula orang yang baru beberapa bulan pacaran kemudian memutuskan untuk menikah. Keputusan untuk menikah sebenarnya tidak hanya dilihat dari lamanya usia pacaran pasangan.

Anda beberapa tanda yang bisa anda pahami untuk mengetahui apakah anda siap menikah atau tidak? Simak penjelasannya di bawah ini :

1.      Apa yang menjadi alasan kuat anda ingin menikah?

Cobalah renungkan dalam hati anda dan tanyakan pada diri sendiri apa sebenarnya alasan anda menikah? Manfaat apa yang anda ambil dari menikahi pasangan dibandingkan dengan hubungan yang saat ini masih anda jalani? Cobalah untuk pikirkan memang terdengar tidak mudah, namun anda harus pastikan siap menikah secara lahir dan batin.

Ingatlah jika jatuh cinta dan siap menikah adalah dua hal yang berbeda. Jika anda menikah karena berpikir jika dia akan menjadi pasangan dan orangtua yang baik untuk anak-anak nanti tentu itu bukan cinta yang sebenarnya. Anda harus kembali mempertimbangkan apakah anda benar-benar menikah secara umum dan hidup bersama pasangan anda.

Jika anda merasa selama berhubungan dengan dia terdapat perbedaan keyakinan, visi & misi, moral dan gagasan, hal tersebut akan berakibat terhadap penyelesaian masalah yang akan anda setelah menikah.

2.      Rencanakan hidup berumah tangga, bukan hanya kemeriahan pesta resepsi

Setiap orang pasti memiliki gambaran mengenai pesta pernikahannya masing-masing, sebenarnya hal itu sah-sah saja. Akan tetapi, ingatlah kembali jika tujun anda menikah bukan hanya sekadar pesta pernikahan yang meriah agar dapat dipandang baik oleh lingkungan sosial. Tujuan pernikahan adalah mengarungi bahtera kehidupan bersama pasangan baik suka maupun duka.

Pesta pernikahan hanya berlangsung dalam satu hari atau lebih, sedangkan kehidupan pernikahan yang sesunggungnya terjadi di sisa umur anda. Jadi jangan hanya berfokus pada rencana perta pernikahan yang hanya sebentar, tapi fokuslah untuk merencanakan kehidupan pernikahan setelah resmi menikah.

Jika anda membayangkan diri anda di masa depan dengan posisi pasangan yang jelas maka itu bisa jadi tanda jika anda siap untuk menikah. Cobalah untuk berpikir sejenak apakah anda yakin untuk bersama pasangan dan melibatkan dia di setiap kejadian apapun dalam hidup anda? Apapun kondisi yang akan dialami anda siap menjaga komitmen bersama pasangan.

3.      Menjadi pribadi yang saling terbuka

Tanda lain yang menunjukan jika anda siap untuk menikah adalah anda bersikap terbuka terhadap pasangan. sebelum anda memutuskan untuk menikah pastikan pasangan mengetahui apapun tentang anda yang bersifat pribadi. Misalnya saja keuangan yang dimiliki, atau anda memiliki kecenderungan akan kebiasaan yang kurang baik seperti merokok atau minum alkohol.

Jangan hanya berpatok pada waktu atau lamanya anda memahami pasangan. namun menikahlah saat anda merasa telah memahami pasangan begitu pula sebaliknya. Anda tahu bagaimana masa lalu pasangan, apa yang ia harapkan di masa depan serta bagaimana cara pasangan mencapai hal tersebut. begitu pula dengan pasangan, ia memahami baik dalam kondisi santai, serius, hingga terpuruk dan kacau.

Keterbukaan akan memberikan pemahaman dan rasa percaya yang tinggi satu sama lain. Jika anda telah melalui ini maka tandanya anda dan pasangan siap untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Komunikasi adalah salah satu dasar yang menguatkan sebuah hubungan baik itu berkaitan dengan bisnis, sosial, pribadi, keluarga, hingga asmara. Melalui komunikasi akan terbentuk sebuah ikatan emosional antara anda dan pasangan, untuk itu ada baiknya sebagai sepasang kekasih anda berdua menjaga komunikasi yang baik. Namun seberapa sering anda berkomunikasi dengan pasangan ternyata akan mempengaruhi hubungan anda, yang menjadi pertanyaan adalah apakah tidak masalah jika anda dan pacar berkomunikasi setiap saat?

Apakah komunikasi dalam masa pacaran harus dilakukan setiap hari?Haruskah Ada Berkomunikasi Dengan Pacar Setiap Saat?

Saat hubungan sedang hangat-hangatnya, baik anda maupun pasangan pasti menginginkan untuk terus berbicara meskipun hanya sekedar chatting biasa. Rasanya anda tidak ingin kehilangan moment berharga untuk dibicarakan bersama pasangan, baik itu menyanyakan kegiatan pasangan sehari-hari, hingga membahas topik menyenangkan lainnya.

Akan tetapi, mungkin anda pernah bertanay apakah perlu menjalin komunikasi setiap hari dengan pacar? Anda mungkin merasa sedikit takut bagaimana jika pasangan merasa bosan dan jenuh apabila komunikasi dilakukan secara berlebihan. Namun di sisi lain, anda tak ingin hubugan yang sedang dijalami menjadi hambar karena komunikasi antara anda dan pasangan semakin menurun seiring bertambahnya waktu.

Diambil dari “elite dialy”, menjelaskan seberapa sering komunikasi yang terjalin dalam hubungan pacaran harus dilakukan tidak selalu benar. Terdapat 3 hal penting yang harus dipehatikan dalam menjalani komunikasi selama pacaran antara lain :

  • Berapa lama hubungan anda berlangsung?
  • Seberapa nyaman anda dan pasangan menjalani hubungan tersebut?
  • Seperti apa kegiatan atau kesibukan masing-masing pasangan?

Apabila hubungan yang anda jalani masih termasuk baru, jadi sangatlah wajar jika komunikasi dilakukan hampir setiap saat. Hal itu karena anda dan pasangan masih dalam proses saling mengenal sehingga perlu banyak waktu untuk saling membicarakan hal penting bagi keduanya. Akan tetapi, bila hubungan yang terjalin tergolong hubungan yang cukup lama dan kedua pasang sudah mengenal satu sama lain. Maka intensitas komunikasi yang terjalin pun akan menurun.

Baik anda maupun pasangan akan merasa tidak perlu lagi saling bertanya kondisi ataupun kegiatan yang dilakukan masing-masing. Karena mungkin sudah mengerti jadwal kegiatan masing-masing. Apalagi semakin bertambahnya usia kesibukan seseorang akan semakin padat termasuk anda dan pasangan. Tidak ada aturan pasti yang membahas mengenai banyak atau sedikitnya komunikasi dalam sebuah hubungan. Hal tersebut akan kembali pada preferensi pribadi masing-masing.

Komunikasi yang harus dibangung untuk hubungan pacaran yang sehat?

Hal yang terpenting yang harus dipahami dalam membangun komunikasi dengan pasangan adalah saling mengerti satu sama lain. Apalagi jika salah satu pasangan mulai merasa jika komunikasi terlalu berlebihan, maka ia harus jujur dan mengatakannya kepada pasangan. Sehingga masalah tersebut akan dapat diselesaikan dengan cara baik-baik dan tidak menimbulkan pertengkaran. Hal ini juga berlaku jika anda mengalami kondisi yang sebaliknya.

Apabila anda menghadapi masalah dengan pasangan, maka selalu bicarakan dengan baik-baik tanpa harus terbawa  oleh emosi. Sesuaikan cara berkomunikasi anda dan pasangan yang mungkin saja ada perbedaan satu sama lain. Komunikasi yang sehat tidak ditentukan dari seberapa sering anda bertukar kabar, namun bagaimana komunikasi tersebut membuat kedua pasangan saling mengerti dan menerima satu sama lain.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan diatas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda3 Hal Romantis Yang Justru Merusak Hubungan Asmara Anda

Sebuah hubungan romantis memang kelihatannya manis, namun jangan berpikir terlalu cepat. Dalam sebuah hubungan segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan berdampak baik, termasuk dalam perilaku yang terlalu manis. Bahkan ada beberapa hal terlihat romatis yang justru merusak hubungan asmara.

Mengapa hal yang romantis merusak hubungan asmara?

Jika dalam lingkungan keluarga, teman, maupun pekerjaan entah anda atau pasangan dinilai sebagai seorang yang romantis. Maka anda perlu sedikit berhati-hati, karena sukap romantis tak selalu berakhir dengan baik apalagi jika anda melakukannya secara berlebihan. Biasanya orang yang romantic memiliki hati yang sensitif. Bahkan banyak orang yang mengira jika semakin sensitif seseorang maka semakin romantic perilakunya.

Namun tidak selamanya keromantisan memiliki efek baik dalam hubungan anda. Perilaku romantis yang ditunjukkan secara berlebihan akan merusak hubungan secara pelahan. Kebiasaan-kebiasaan romantic yang sering dilakukan akan dianggap perlakuan yang biasa sehingga menurunkan tingkat kepekaan pasangan.

Hal romantis yang harus dihindari

Perilaku romantis yang berlebihan akan membuat pasangan merasa muak dan bosan. Untuk itu anda harus berhati-hati dalam berperilaku romantic, berikut ini adalah 3 hal romantis yang sebaiknya anda hindari adalah sebagai berikut :

1.      Terlalu sering memberikan gombalan

Pada awal pacaran mungkin pasangan atau anda sering mengutarakan kasih sayang atau kata-kata romantis agar hubungan semakin menghangat. Namun, bila anda atau pasangan terus menerus mengutarakan ucapan gombal tentu akan muncul rasa muak dan jenuh bagi keduanya.

Misalnya anda selalu  memuji pasangan dengan rayuan yang berlebihan. Jika dilakukan terus menerus lama kelamaan pasangan akan merasa lelah dan bosan dengan ucapan yang anda sampaikan.

Bukan membuat pasangan menjadi cinta, perilaku tersebut akan membuat pasangan jenuh dan menjadi mengabaikan anda. Ucapan manis atau sayang terhadap pasangan memang dapat membantu anda dalam menjaga keharmonisa, akan tetapi usahakan jangan terlalu sering melakukan itu.

2.      Terlalu sering bertanya kepada pasangan

Pada saat pasangan tidak didekat anda, tentu anda akan menanyakan keberadaannya untuk memastikan dia dalam kondisi yang baik. Terdengar biasa dan perilaku ini terkadang digolongkan sebuah tindakan romantis.

Akan tetapi terlalu sering bertanya mengenai kondisi pasangan terkadang menjadi pemicu pertengkaran. Dikarenakan pasangan merasa jika tidak ada kepercayaan antara satu sama lain. Semakin sering bertanya apalagi dengan persoalan yang sama, tentu akan membuat seseorang semakin kesal.

Misalnya pertanyaan dengan siapa saja pasangan pergi? Apakah ada wanita lain disana? Kapan pulang ke rumah? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Terlalu sering mengajukan pertanyaan ke pasangan akan membuatnya sibuk dengan ponselnya sendiri. sehingga kualitas waktu yang dimiliki pasangan bersama teman-temannya akan berkurang.

3.      Bertemu dengan keluarga yang terlalu cepat

Memperkenalkan diri dengan keluarga pasangan adalah tanda yang baik, karena pasangan menunjukan keseriusannya dalam hubungan ini. Akan tetapi hal ini bisa saja mengganggu, bila anda dihadapkan kondisi hubungan yang masih baru namun pasangan mengajak anda bertemu dengan keluarga besar.

Perlu dipahami jika setiap orang membutuhkan waktu untuk mengenal pasangannya dan tentu itu perlu pemahanan bagi anda dan pasangan untuk menemukan kecocokan satu sama lain. Jika anda merasa tidak cocok dengan pasangan maka bertemu dengan keluarganya bukanlah hal yang tepat.

Hal romantic akan menjadi perusak hubungan bila dilakukan terlalu sering dan terlalu cepat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk MengimbanginyaMenjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk Mengimbanginya

Menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang usianya terpaut cukup jauh mungkin akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi anda. Apalagi saat ini banyak wanita yang menjalin hubungan cinta dengan seorang pria yang lebih muda. Tentu bagi sebagian orang mungkin merasa ragu karena perbedaan usia mempengaruhi komitmen pasangan. banyak wanita yang enggan menjalani hubungan dengan pria yang lebih muda karena menganggap perilakunya yang masih kekanak-kanakan.

Namun bagi wanita lainnya menganggap jika mengencani pria yang lebih muda adalah sebuah keberanian. Menurut mereka pria yang lebih muda cenderung lebih berani dan senang mengambil risiko sehingga banyak wanita yang merasa tertarik dengan hal itu.

Mungkin anda adalah salah satu dari wanita berani tersebut, namun perlu diingat ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat mengencani pria yang usianya lebih muda. Apa saja? berikut ini penjelasannya.

Tidak adayang salah jika kekasih anda adalah pria yang lebih muda

Menjalin Hubungan Dengan Pria Yang Lebih Muda? 3 Cara Untuk MengimbanginyaAnggapan jika memilih pria yang lebih muda cenderung memiliki pemikiran yang belum matang dan membuat anda terpaksa harus mengajari banyak hal padanya, ternyata belum tentu benar. Hal itu hanyalah opini belaka, bahkan banyak pria muda yang ternyata memiliki pola pikir yang lebih dewasa dari usianya. Perlu diketahui jika kedewasaan seseorang tidak tergantung dari usia mereka.

Memang tak menutup kemungkinan jika memiliki kekasih yang lebih muda akan membuat anda berhadapan dengan beberapa masalah kecil seperti pendapatan dan gaya hidup yang berbeda. Agar hubungan anda lancar berikut ini merupakan tips yang bisa dilakukan agar hubungan anda berjalan baik hingga jenjang pernikahan.

1.      Tidak memperlakukan pasangan seperti anak kecil

Walaupun pasangan anda lebih muda namun bukan berarti anda haru mengayominya seperti anak kecil. Tidak menutup kemungkinan jika pasangan anda justru memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari usianya.

Apabila pasanga anda melakukan kesalahan yang sewajarnya dilakukan oleh orang seusianya, maka anda bisa membicarakannya dari hati ke hati tanpa ada unsur untuk menggurui. Misalnya pasangan anda senang menghabiskan waktu di kafe atau sebuah klub, hal yang anda lakukan janganlah langsung memarahinya. Sebaliknya berilah dia pengertian mengapa anda tidak menyukai pergi ke tempat tersebut.

Penting bagi kedua pasangan untuk membicarakan hal yang harus diprioritaskan.

2.      Lebih berani

Salah satu kemungkinan alsan mengapa anda memilih pria yang lebih mudah adalah keberanian mereka. Untuk menyeimbangkan adrenalin pasangan yang masih menggebu-gebu, anda juga harus memiliki keberanian yang sama dengannya. Tunjukanlah hal tersebut dengan mengikuti kegiatan yang ekstrem yang disukai pasasangan. Misalnya saja mendaki gunung, memanjat tebing, atau aktivitas lain yang memicu adrenalin anda dan tentunya disukai oleh pasangan.

3.      Membiarkan dia mentraktir anda

Kebanyakan wanita yang memilih untuk membayar makanan atau minuman mereka setiap kali berkencan dengan pasangan. hal tersebut mungkin dikarenakan anda telah berpenghasilan lebih tinggi dibanding pasangan.

Ternyata perilaku seperti itu tak selamanya baik, hal itu sama saja menganggap pasangan anda seperti anak kecil. Cobalah sesekali anda membiarkan pasangan untuk mentraktir anda saat berkencan. Hal ini akan membantu pasangan merasa lebih bertanggung jawab atas diri anda.

Meskipun banyak yang meragukan hubungan ini, namun buktinya banyak publik figure yang mampu menjalin hubungan dengan pria muda dan hidup bahagia hingga jenjang pernikahannya. Jadi jika anda masih ragu cobalah pikirkan kembali dan terus membuka hati. Ikuti kata hati jika anda merasa nyaman dengan pria yang lebih muda kenapa tidak mencobanya?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanHubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang Pernikahan

Baik karena pendidikan ataupun pekerjaan, terkadang seseorang harus menjalani hubungan jarak jauh atau yang dikenal dengan LDR. Layaknya hubungan cinta lainnya menjalani hubungan LDR juga memiliki suka dan duka. Pada awalnya mungkin sulit bagi kedua pasangan menjalani hubungan ini, mungkin ada  perasaan tidak terima akan perpisahan yang terjadi.

Hubungan LDR apakah berakhir dengan perpisahan atau keseriusan?

Hubungan LDR Juga Bisa Berlanjut Ke Jenjang Yang PernikahanBerpisah dari pasangan membuat hari-hari anda dipenuhi dengan rasa rindu, namun bagaimana lagi pasangan harus mampu beradaptasi dengan kondisi yang sedang terjadi. Selama berjalannya waktu lama kelamaan baik anda dan pasangan akan mulai terbiasa. Namun tetap saja masih tersimpan harapan agar dapat menjalani kebahagiaan bersama lagi. Terkadang untuk menepis rasa rindu dan sepi anda berusaha mengalihkan diri dengan berbagai aktivitas dan kebiasaan baru.

Menjalani hubungan LDR memang tak semudah kelihatannya terkadang untuk mengatasi rasa sepi beberapa orang tergoda untuk menjalin hubungan dengan pihak lain. Hingga pada kondisi tersebut hubungan LDR diwarnai dengan rasa tidak percaya, cemburu, gelisah, dan berbagai pertengkaran karena salah paham atau perselingkuhan. Sebenarnya banyak hubungan LDR yang berakhir pada perpisahan.

Namun nyatanya hal itu tidak selamanya terjadi, terbukti dari kisah cinta Tasya kamila dan suaminya Randi yang menjalin hubungan LDR dan berakhir pada pernikahan. Meskipun anda merasa ragu dengan hubungan jarak jauh. Apakah dapat bertahan lama, atau paangan yang hanya bermain-main.

Tanda hubungan LDR yang dijalani serius oleh pasangan

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan tanda jika pasangan anda serius menjalani hubungan LDR dengan anda.

1.      Komunikasi yang terjalin masih aktif dan pasangan berusaha menunjukan keadaan yang menyenangkan

Kunci dari suksesnya hubungan LDR adalah komunikasi yang baik. Selama komunikasi yang anda jalani dan pasangan masih aktri serta setiap kali berkomunikasi pasangan selalu menunjukan keadaan yang menyenangkan. Hal itu bisa jadi tanda jika hubungan anda baik-baik saja. oleh karena itu untuk mengetahui apakah hubungan yang dijalani baik-baik saja maka bisa dilihat dari cara berkomunikasi anda dan pasangan. pikirkan seandainya komunikasi yang terjalin antara anda dan pasangan buruk maka bisa jadi anda akan dipenuhi dengan pemikiran yang negatif dan berniat untuk melakukan hal negatif pula. Perilaku seperti itu justru akan merusak hubungan anda dan pasangan.

2.      Dia tidak berhenti menyatakan rindu kepada anda atau merespon kerinduan anda dengan tanggapan yang baik

Mungkin tidak setiap saat, namun pernyataan rindu akan meyakinkan anda jika apa yang dikatakan pasangan adalah benar adanya. Atau saat anda sering menyatakan rindu dan pasangan menyatakan kerinduan yang sama terhadap anda. Pasangan yang serius dengan hubungan LDR dapat dilihat dari perilakunya yang membuat anda tidak merasa ragu dengannya.

3.      Dia tetap menyimpan kisah perjalanannya untuk diceritakan pada anda

Jangan khawatir akan kehabisan topik pembicaraan nanti, jika pasangan anda serius dengan hubungan yang dijalani maka ia akan selalu menyimpan kisah perjalanannya untu diceritakan pada anda. Pasangan akan merasa senang jika anda selalu setia mendengarkan ceritanya. Dalam situasi itu tugas anda adalah memberikan respon positif setiap kali pasangan bercerita. Mungkin kamu akan merasa sedikit bosan menjadi pendengar, namun cobalah untuk membuatnya senang dengan menyimpan kisah anda yang dapat anda ceritakan pada pasangan. meskipun anda terpisah oleh jarak namun bukan penghalang bagi anda untuk saling berbagi cerita.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!