Posts

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda6 Hal Yang Harus Dipahami Sebelum Memutuskan Untuk Menikah Muda

Saat ini sudah banyak pasangan yang memantapkan hari mereka untuk menikah di usia 20 tahun awal. Meskipun secara aturan pemerintah 20 tahun telah memenuhi syarat, namun tetap saja dari segi usia baik laki-laki maupun perempuan masih terhitung belia. Padahal pernikahan masih diwarnai dengan masalah dan konflik. Meskipun ada beberapa hal yang membahagiakan namun lama kelamaan pasangan akan mengalami berbahagai konflik yang diluar dugaan mereka. Namun bukan berarti menikah muda adalah hal yang dilarang. Boleh-boleh saja jika anda dan pasangan telah mantap untuk menikah, namun ada baiknya anda memahi beberapa hal berikut ini :

1.      Mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan logis dan bukan berdasarkan perasaan semata

Ketika anda dan pasangan sedang menghadapi masalah hal yang harus ada pahami adalah bagaimana mengambil keputusan bersama dengan pemikiran yang jernih. Ingatlah anda tidak bisa menyelesaikan masalah berdasarkan emosi semata, melainkan ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan bersama dan diskusikan mana yang lebih baik.

2.      Memiliki perencanaan masa depan yang matang serta mencari tahu bagaimana cara mencapainya

Saat dua orang saling berikrar dan mengucapkan janji suci sehidup semati, maka bukan hanya cinta yang besar saja yang harus disiapkan. Mereka haru memiliki rencana untuk masa yang akan datang pula. Walau menikah muda, bukan berarti rumah tangga dapat berjalan dengan mulus tanpa rencana. Untuk itu sebelum memutuskan menikah sebaiknya diskusikan bersama pasangan mengenai tujuan pernikahan.

3.      Siap dengan konsekuensi pernikahan apapun itu

Ada hal yang harus anda tanamkan dalam diri anda dan pasangan. sebesar apapun rasa cinta yang anda miliki atau kecocokan anda dengan pasangan. akan ada kondisi dimana anda akan merasa tak sepaham dengan pasangan. pada kondisi tersebut anda akan kehilangan nikmat akan pernikahan. Namun sebagai pasangan yang resmi menikah, anda dan pasangan harus menerima hal tersebut dan siap menerima konsekuensi apapun yang terjadi nanti.

4.      Tak mengharapkan pasangan untuk selalu menjadi seperti yang diinginkan

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagian dalam pernikahan adalah menerima. Mungkin anda dan pasangan sudah memutuskan tinggal satu atap tentu tidak bisa “meretur” istri atau suami ketika dua tidak sesuai dengan yang diinginkan. Oleh sebab itu buanglah jauh-jauh keinginan jika pasangan akan selalu menuruti semua keinginan anda. Terimalah setiap kekurangan dan kelebihan pasangan, maka pasangan akan bersikap demikian terhadap anda.

5.      Bisa mandiri secara finansial

Saat ini salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Masalah keuangan sering menjadi isu yang sensitive dan akhirnya memicu pertikaian dalam pernikahan. Masalah uang yang tidak dapat terselesaikan dapat berakhir pada perceraian. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik dari kedua pasangan, cobalah untuk lebih mandiri lagi baik dalam mengelola keuangan. Pastikan anda mengetahui bagaimana cara membiayai pengeluaraan keluarga nanti.

6.      Percaya jika orang yang anda nikahi adalah pasangan terbaik

Rasa percaya terhadap pasangan sendiri merupakan pondasi yang besar sebelum mantap menikah. Jika anda belum menemukan orang yang tepat bagi anda maka sebaiknya tunda dulu pernikahan anda. Pasangan yang anda nikahi percayalah dia adalah yang terbaik untuk hidup anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Maraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat TerjadiMaraknya Pernikahan Dini Di Usia Remaja Simak Resiko Yang Dapat Terjadi

Menurut UU pemerintah Indonesia Pasal 7 agat 1 Nomor 1 tahun 1974 mengenai perkawinan, menyatakan ketentuan usia minimum bagi calon penganti pria adalah 19 tahun dan calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Meskipun telah ditetapkan oleh pemerintah namun nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang melakukan pernikahan dini di bawah usia tersebut. padahal pernikahan dini telah dilarang karena hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kedua pasangan.

Penyebab seseorang melakukan pernikahan dini

Pernikahan dini, menurut badan perlindungan anak sedunia UNICEF dapat disebabkan oleh banyak faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi fenomena pernikahan dini di berbagai penjuru Negara antara lain :

  • Hidup digaris kemiskinan
  • Tingkat pendidikan yang dimiliki rendah
  • Anggapan masyarakat jika menikah akan adalah sumber rezeki seseorang untuk mendapatkan uang
  • Anggapan jika menikah dapat menjaga nama baik kehormatan keluarga dalam lingkungan masyarakat
  • Norma sosial yang berlaku
  • Mengikuti hukum adat dan agama yang dianut
  • Aturan hukum pernikahan yang kurang tegas dari pemerintah

Pada pernikahan dini yang dilakukan, sebenarnya pihak yang paling dirugikan adalah pihak perempuan. Karena pernikahan dini akan mengorbankan perkembangan fisik dan mentalnya. Hamil di usia muda dan berhenti bersekolah dapat membatasi wanita untuk berkarier. Selain itu pernikahan dini juga meningkatkan resiko terjadinya kekerasan rumah tangga.

Resiko yang disebabkan pernikahan dini dari segi kesehatan fisik

Hamil di usia yang masih belia bukan hanya beresiko tinggi terhadap ibu namun juga bayi. Shal ini karena sebenarnya tubuh sang ibu yang belum siap untuk hamil dan melahirkan. Di usia remaja masih seseorang masih mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Namun saat dalam kondisi hamil tentu perkembangan tubuh seseorang akan terganggu. Biasanya ada 4 resiko yang mengancam kesehatan fisik yaitu :

1.      Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat diderita dapat menjadi tanda jika seseorang mengalami preeklampsia. Preklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berbahaya. Selain tekanan darah tinggi hal ini juga disebabkan oleh kerusakan pada ginjal. Bukan hanya mengganggu ibu, komplikasi juga menganjam keselamatan janin yang dikandung.

2.      Anemia

Hamil diusia remaja sangat rentan mengalami anemia. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga sangat disarankan untuk ibu hamil mengonsumsi tablet penambah darah dan sayuran hijau.

3.      Bayi lahir prematur dan BBLR

kasus bayi premature semakin meningkat pada kehamilan di usia remaja. Bayi prematur biasanya dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi premature juga beresiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif dan masalah lainya.

Resiko mental yang dialami remaja yang menikah di usia dini

Pernikahan dini sering menyebabkan terganggunya kesehatan psikis atau mental wanita. Salah satu ancaman terbesar dari akibat pernikahan dini adalah menjadi KDRT. Selain itu banyak wanita yang tidak dapat terbebaskan dari kekerasan yang terjadi karena minimnya pengetahuan.

Pernikahan dini yang dilakukan membuat kedua pasangan tidak siap secara emosional dan mental. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam pernikahan menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya solusi. Bukan hanya salah satu pasangan terkadang anak mereka menjadi korban kekerasan. Kekerasan yang dilakukan tentu akan memengaruhi kondisi psikologis korban, depresi, PTSD, gangguan kecemasan berat hingga niat untuk bunuh diri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saatnya Berkonsultasi Untuk 8 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Saatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang PernikahanSaatnya Berkonsultasi Untuk 4 Hal Yang Harus Disiapkan Menjelang Pernikahan

Hari pernikahan merupakan hari yang dinantikan oleh semua calon pengantin. Bukan hanya kedua pengantin yang tidak sabar menantikan hari tersebut pasti bagi keluarga besar mereka juga merasakan hal yang sama. Hari pernikahan adalah hal hari dimana kedua pasangan yang saling memantapkan diri resmi menjadi pasangan suami istri. takheran saat ini banyak pasangan yang menghabiskan waktu mereka untuk mempersiapkan pernikahannya.

Untuk itu segala sesuatu harus diperseiapkan agar pernikahan berjalan dengan sempurna. Namun pendapat orang-orang mengatakan jika persiapan pernikahan akan membuat orang gila. Butuh waktu lama yang tidak sebentar untuk mewujudkan pernikahan sesuai dengan harapan. Tak jarang banyak orang yang memanfaatkan jasa WO untuk mengurus berbagai hal yang merepotkan dari gedung, make up, gaun pernikahan, makanan hingga dekorasi. Namun tidak semua hal bisa dipasrahkan kepada WO, anda pun harus melakukan berbagai persiapan lainnya.

Supaya anda semakin mantap untuk menikah berikut ini adalah hal yang harus anda persiapkan antara lain :

1.      Persiapan mental

Mental adalah persiapan yang paling utama sebelum anda memutuskan untuk menikah. Sebelum menyelenggarakan pesta pernikahan cobalah tanyakan dalam hati anda maksud dan tujuan dari pernikahan ini. optimis di dalam hati jika pernikahan adala hal yang wajar dilakukan oleh setiap orang, anda bukanlah orang yang paling pertama atau paling terakhir dalam urusan pernikahan.

Jika perlu lakukanlah konsultasi untuk menghindarkan diri dari keraguan yang ada di hati anda. Konsultasikan dengan orang tua mengenai kehidupan pernikahan mereka, atau anda bisa memilih melakukan konsultasi dengan seorang professional karena selain memantapkan diri untuk menikah anda bisa meminta bantuannya untuk membangun pernikahan impian. Jangan takut dengan isu-isu pernikahan yang tersebar di masyarakat ingat, ketika hal itu justru akan membuat anda dan pasangan lebih berhati-hati dalam membina hubungan pernikahan.

2.      Bicarakan antar keluarga

Jika kedua pasangan sudah putuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, selanjutnya hal yang perlu dilakukan adalah membicarakannya dengan kedua keluarga. Jangan merasa canggung untuk mengutarakan persiapan pernikahan anda, atau apa yang anda butuhkan menjelang pernikahan. Selain itu anda juga bisa berdiskusi mengenai masalah keuangan atau biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan begitu permasalahan akan menjadi lebih transparan sehingga salah satu pihak tidak akan merasa terbebani. Bicarakan dengan jujur dan terbuka siapa tahu sebagian dari keluarga anda maupun pasangan memiliki solusi untuk masalah yang dihadapi.

3.      Tetapkan biaya pernikahan

Setelah kedua keluarga setuju maka hal yang harus dilakukan adalah menetapkan biaya yang anda miliki. Jika perlu buatlah daftar pengeluaran yang cukup besar menjelang pernikahan jauh-jauh hari. Misalkan sewa tenda penikahan, make up penganting, catering, mas kawin dan lain-lain.

Selain itu jangan lupakan hal kecil seperti souvenir dan peralatan lainnya.

4.      Tetapkan tanggal dan tempat acara pernikahan

Sebaiknya dua bulan sebelum acara diselenggarakan, kedua belah pihak harus memastikan waktu dan tempat pelaksanaan lebih dahulu. Bila biaya yang anda miliki telah memenuhi maka anda bisa menyewa gedung atau daerah yang layak pakai untuk menggelar persta pernikahan. Namun jika dana yang dimiliki tidak mencukupi pernikahan bisa dilangsungkan di rumah salah satu calon mempelai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Konsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih TuaKonsultasi : Saat Ingin Menikahi Dengan Wanita Yang Lebih Tua

Cinta memang tak mengenal siapa pasangan anda, entah dari suku mana, latar belakang seperti apa, atau bahkan berapa usia pasangan. saat ini sudah banyak pria yang memutuskan menikahi pasangannya yang cenderung lebih tua darinya.

Sebagian masyarakat menilai jika pasangan pengantin yang menikah dengan usia yang berbeda apalagi jika pihak wanita yang cenderung lebih tua, dianggap terlalu berlebihan. Sebab banyak orang yang khawatir jika pihak pria tak mampu menyeimbangi kedewasaan pasangannya. Wanita secara psikologis memiliki proses pendewasaan yang lebih cepat dibandingkan pria, selin itu umumnya mereka memiliki kehidupan yang lebih stabil. Namun bagi sebagian pria menikahi wanita yang lebih tua adalah tantangan tersendiri bagi mereka.

Tantangan saat pria menikahi wanita yang lebih tua

Wanita yang lebih muda biasanya cenderung lebih berpengalaman, independen, dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama pasangannya. Meski memiliki banyak kelebihan namun tetap saja ada beberapa tantangan yang akan anda hadapi di kemudian hari. Oleh sebab itu  siapkan diri anda untuk menghadapi kondisi di bawah ini.

1.      Kendala untuk memiliki keturunan

Seorang wanita dikatakan mampu mengandung anaknya selama masih mengalami siklus menstruasi. Akan tetapi seiring bertambahnya usia fungsi organ reproduksi seorang wanita akan semakin menurun. Saat seorang wanita memasuki usia 35 tahun risiko kehamilan yang dialami akan terus meningkat. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi anda dan pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jika anda dalam kondisi belum memiliki keturunan atau terlalu lama menundah kehamilan maka akan membahayakan kondisi medis istri.

Selain itu bertambahnya usia wanita akan mengalami penurunan kesuburan, jumlah dan kualitas sel telur akan menurun pada saat usia 32 tahun. Sedangkan pria mengalami penurunan kesuburan saat usianya menginjak 40 tahun.

2.      Adanya perkara masa lalu

Tantangan lain yang akan anda hadapi saat menikahi wanita yang lebih tua adalah munculnya perkara dari masa lalu yang belum terselesaikan. Meskipun tak semua wanita mengalami hal ini, namun hal ini sering terjadi pada wanita yang pernah menikah sebelumnya.

Perkara yang mungkin belum terselesaikan seperti berkaitan dengan mantan suami, anak, kasus perceraian yang belum selesai, masalah keuangan (harta gono-gini).

Untuk itu sebelum melangsungkan pernikahan ada baiknya anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain. Agar anda dan pasangan siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

3.      Ada banyak hal yang tidak sejalan

Jarak usia antara anda dan pasangan yang cukup jauh memungkinkan kesulitan bagi anda dalam mencari hal yang sama. Anda mungkin senang menghabiskan waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sosial, namun pasangan lebih senang menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

Perbedaan tidak hanya berada pada kesukaan masing namun juga bagaimana anda dan pasangan mengasuh anak. Walaupun perbedaan itu wajar namun hal ini adalah tantangan yang harus anda hadapi saat anda memutuskan menikahi wanita yang lebih tua.

Tantangan yang dijelaskan bukan bermaksud untuk menyiutkan niat anda untuk menjalin hubungan yang serius dengan kekasih. Seperti yang telah dijelaskan jika cinta memang tak mengenal usia, saat anda putuskan untuk menikahi seseorang yang lebih tua. Ada baiknya untuk saling terbuka dan membuat ruang diskusi berdua, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang lain atau seorang konselor pernikahan sekalipun. Karena perbedaan usia pasangan tidak akan mempengaruhi anda untuk membangun pernikahan yang harmonis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?Kapan Waktu Yang Tepat Mengajak Pasangan Untuk Menikah?

Sebelum menjalani hubungan yang serius biasanya seseorang harus melalui beberapa proses untuk meyakinkan dirinya jika kekasihnya tersebut adalah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Tak jarang jika banyak orang yang memilih proses pacaran untuk lebih mengenal pasangannya. Pada umumnya setiap pasangan yang merasakan jatuh cinta akan memikirkan seseriusan hubungan mereka dalam rentang waktu delapan bulan sampai dua tahun. Namun ada sebagian orang yang merasa cukup yakin dengan pasangannya dalam kurun waktu yang lebih cepat.

Hal yang harus dipertimbangkan menuju jenjang pernikahan

Sebenarnya lama waktu pacaran tak berpengaruh besar pada keyakinan seseorang terhadap pasangannya. Pertimbangan yang paling penting justru terletak pada seberapa kenal pasangan terhadap diri anda, begitu pula sebaliknya.

Apakah selama masa pacaran anda sudah mengenal karakternya entah itu baik atau buruk? Terkadang banyak keraguan yang dilanda oleh pasangan yang hendak menikah. Keraguan apakah mereka mampu mengimbangi pasangannya atau tidak? Pahamilah jika pernikahan bukan serta merta merubah perilaku dan karakter seseorang.

Dalam menjalin hubungan pernikahan cara pandang dan nilai yang dimiliki harus sejalan, hal itu diperlukan untuk mengurangi terjadinya konflik dalam pernikahan. Selain itu pikirkan baik-baik apa yang menjadi point penting bagi anda saat mengajak pasangan menikah? Jika anda telah menemukannya maka anda siap untuk menikah.

Tanda jika anda belum siap dengan pernikahan

Sebelum anda memutuskan untuk mengajak pasangan menuju jenjang pernikahan, cobalah untuk mengintropeksi diri sendiri. bisa jadi dalam diri anda, ada beberapa hal yang menunjukkan jika anda belum siap untuk menikah. Berikut ini adalah tanda-tandanya :

1.      Masih suka menyimpan rahasia dari pasangan

Jika anda masih senang menyimpan rahasia pribadi dari pasangan maka bisa jadi tanda kalau anda belum siap untuk menikah. Saat anda sering menyembunyikan persoalan penting tentang diri anda seperti keuangan, maka ada baiknya anda mengurunkan niat menikah.

Ingatlah ketika anda berniat mengajak pasangan untuk menikah, ubahlah diri anda jadilah pribadi yang berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan pasangan, begitupun sebaliknya. Ingat setelah menikah pondasi dari keharmonisan hubungan adalah kejujuran kedua pasangan.

2.      Memiliki masalah yang sama dan terus berulang

Jika hubungan anda sering mengalami masalah yang sama dan terjadi berulang kali selama hubungan masih terjalin maka hal itu bisa menjadi tanda jika anda belum siap untuk menikah. Harus anda pahami penikahan yang akan dihadapi rentan akan berbagai konflik, dan tentunya perlu kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara berdua.

Saat masing-masing masih mementingkan ego dan merasa selalu menuntut ingin didengar dan dipahami. Maka sebaiknya lakukan intropeksi diri sebelum memutuskan untuk menikah.

3.      Menikah untuk membahagiakan orang lain

Jangan terlalu terburu-buru menikah hanya karena tuntutan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Menjelang bertambahnya usia seorang anak, adalah hal wajar jika orang tua menanyakan kesiapan pernikahannya.

Ingatlah jika pernikahan dilakukan karena memang anda sudah siap, bukan karena tuntutan orang tua agar mereka bisa merasa bahagia. Jika perlu lakukan konsultasi dengan seorang yang lebih dulu menikah. Atau melakukan konsultasi pra nikah dengan seorang professional. Tujuannya agar mempersiapkan anda menuju jenjang pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Konseling Pra Nikah?

Apakah anda termasuk orang yang menikah karena faktor usia yang sudah matang? Atau anda menikah karena desakan dari kedua orang tua dan kekasih? Atau menikah karena sebab lainnya?

Seperti yang kita ketahui bersama jika menikah bukanlah hal yang mudah, menyiapkan pernikahan berarti anda harus mempersiapkan diri untuk hidup dengan orang lain dengan kebiasaannya. Menikah artinya anda tidak hanya mengikat satu orang saja. menikah menandakan jika anda terikat oleh keluarga pasangan juga. Banyak orang yang siap merasa dirinya siap menikah secara fisik namun tidak siap secara emosional dan psikis.

Meskipun tujuan menikah salah satunya untuk memenuhi kebutuhan biologis, bukan berarti kita mengesampingkan tujuan lainnya. Setiap pasangan yang memutuskan melanjutkan hubungan mereka ke jalur pernikahan pasti memiliki tujuan dan rencana tertentu. Namun terkadang bagi calon penganti banyak yang masih kebingungan dengan apa yang harus mereka lakukan setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

Konseling pra nikah

Ditengah kebingungan yang dialami, sebenarnya banyak solusi yang ditawarkan untuk kedua calon pengantin. Salah satunya adalah dengan melakukan konseling pra nikah. Konseling pra nikah sebenarnya menjadi salah satu bagian dari layanan KUA, namun sebagian dari pasangan memilih untuk melakukan konseling dengan seorang professional. Meskipun ada biaya yang harus dibayarkan tetapi jika anda melihat hasil dan penangann yang maksimal dari konselor mungkin tidak akan menjadi masalah untuk anda.

Hal yang harus dipertimbangakan saat proses konseling pra nikah

Datang ke konselor bukan secara tiba-tiba perlu ada perencanaan yang didiskusikan dengan pasangan. Bahkan dari situs Men’s Health And Focus Family, menyebutkan 4 hal yang harus didiskusikan sebelum seseorang menikah. Berikut ini adalah penjelasannya :

1.      Jumlah anak

Meskipun anak adalah anugerah yang Tuhan titipkan, dan banyak pasangan yang mengaku pasrah dengan berapa anak yang dititipkan pada meraka. Namun ada baiknya jika kedua pasangan berdiskusi mengenai jumlah anak yang diharapkan. Sebab setiap orang memiliki ekpetasinya masing-masing terhadap jumlah anak yang ingin dimiliki. Apalagi anak merupakan kebutuhan dalam sebuah pernikahan, tentu hal itu harus disepakati sebelum menikah. Sebab jika hal ini didiskusikan setelah menikah maka bisa jadi kedua pasangan akan mengalami perdebatan.

2.      Tempat tinggal

Hal yang harus didiskusikan setelah menikah adalah tempat tinggal. Tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok manusia. Ada beberapa pasangan yang setuju jika tempat tinggal mereka bergabung bersama orangtua namun ada sebagian yang memilih tinggal terpisah dari kedua orangtuanya baik kandung maupun mertua.

3.      Keuangan

Sebelum menikah ada baiknya pasangan belajar untuk mengelolah keuangan mereka, apalagi jika kedua pasangan sama-sama seorang pekerja. Jadi ada baiknya untuk berdiskusi membahas mengenai mengelola keuangan bersama. Mana yang harus ditabung, mana yang untuk kebutuhan dan mana yang digunakan untuk usaha.

4.      Kebutuhan seks

Bagi orang yang masih melajang mungkin akan sungkan untuk membicarakan seks. Namun bagi mereka yang hendak menikah pembahasan mengenai seks adalah hal yang wajar, apalagi tak semua orang mengetahui informasi tentang dunia seks. Pada saat konseling anda dapat berdiskusi mengenai bagaimana membangun kepuasan dan keintiman agar hubungan pernikahan anda awet dalam waktu yang lama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan3 Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Konseling Pernikahan

Sudah banyak orang yang mempercayai manfaat yang didapatkan dari proses konseling. Dari konseling yang dilakukan oleh masyarakat, banyak yang mengaku jika hubungan pernikahannya dengan pasangan berjalin semakin romantis. Konseling pernikahan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa saja, namun juga beberapa public figure.

Manfaat konseling pernikahan

Siapa yang tak mengenal pasangan suami istri Samuel Zylgwin dan Franda. Pasangan yang menikah sejak 2016 lalu kini telah dikarunia satu orang putri cantik. kebahagian pernikahan mereka tergambar melalui akun sosial medianya masing-masing. Baik Samuel maupun Franda sering memposting aktivitas keluarganya. kebahagian yang mereka dapat diakui dari rasa cinta yang dibangun, selain itu mereka mengaku jika mereka adalah pasangan artis yang melakukan proses konseling pernikahan.

Hal itu dilakukan karena menurut mereka dengan konseling pernikahan ini, mereka mampu membuat strategi bagaimana membangun kehidupan pernikahan yang harmonis. Selain itu, mereka juga sering berdiskusi mengenai pola asuh yang baik untuk anak mereka.

Kisah Samuel dan Franda menunjukan jika konseling pernikahan tidak hanya diperuntukan bagi pasangan yang sedang mengalami masalah saja. namun pasangan yang baru menikah atau belum menemukan konflik juga disarankan untuk melakukan konseling. Hal ini dilakukan karena banyak pasangan muda yang tidak mengerti bagaimana meraih pernikahan impian mereka, sekaligus menjadi tindakan antisipasi dari banyaknya isu pernikahan yang muncul dalam masyarakat.

Persiapan sebelum melakukan proses konseling pernikahan

Melakukan proses konseling bukanlah hal yang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang harus anda siapkan sebelum memutuskan untuk melakukan konseling atau tidak. Berikut ini merupakan hal yang harus disiapkan sebelum kedua pasangan menemui seorang konselor, penjelasannya ada dibawah ini :

1.      Tentukan tujuan anda

Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi sebaiknya diskusikan dengan pasangan mengenai apa tujuan dari konseling ini. Apakah ingin menyelesaikan konflik yang tak segera usai, atau ingin mencapai pernikahan harapan berdua. Tujuan dari konseling ini sangat penting, selain untuk meminimalisir meluasnya topic, hal tersebut akan membantu konselor untuk melihat perubahan yang signifikan pada kasus anda dan pasangan.

2.      Siapkan catatan emosional dan pikiran anda

Salah satu penentu dari keberhasilan konseling pernikahan adalah keterbukaan anda dan pasangan. Melakukan proses konseling itu artinya anda harus terbuka dan bersikap jujur terhadap konselor. Hal ini diperlukan karena dalam konseling nanti bukan hanya anda yang terbuka namun juga pasangan. Cobalah untuk mendefinisikan apa itu pernikahan, atau apa yang sebenarnya menjadi gangguan dalam hubungan anda. Ingat baik-baik, dengan begitu konselor akan memberikan solusi yang efektif untuk anda. Keterbukaan yang dibangun akan membuat anda dan pasangan menjadi pribadi yang saling memahami.

3.      Perencanaan anggaran konseling

Ingat ketika anda memutuskan menggunakan jasa professional, tentu ada nilai rupiah yang harus dibayar. Cobalah perhitungkan kembali mengenai berapa biaya yang harus anda keluarkan dan berapa pendapatan keluarga selama satu bulan. Jangan melakukan konseling jika anda malah mengesampingkan kebutuhan pokok lainnya. Tak masalah jika anda mencari informasi dari beberapa layanan jasa konseling, dengan informasi dari berbagai tempat anda dapat melakukan perbandingan. Pilihlah layanan yang masih bisa anda jangkau namun tak mengesampingkan pelayanan yang diberikan juga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

5 Keuntungan Melakukan Konsultasi Pra Nikah Dibandingkan Paska Menikah

5 Keuntungan Melakukan Konsultasi Pra Nikah Dibandingkan Paska Menikah

5 Keuntungan Melakukan Konsultasi Pra Nikah Dibandingkan Paska Menikah

5 Keuntungan Melakukan Konsultasi Pra Nikah Dibandingkan Paska Menikah

 

Menjadi calon raja dan ratu dalam sehari bukanlah hal yang mudah. Mengingat saat ini mempersiapkan sebuah pernikahan bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus disiapkan oleh kedua pengantin dan keluarga, hal-hal penting seperti tempat dokumen yang harus dilengkapi di KUA, pernikahan, catering makanan, gaun pernikahan, dekorasi, hingga make up untuk pesta. Membahas mengenai pernikahan mungkin tak akan habis di situ saja. karena banyaknya persiapan yang harus dipenuhi sebelum pernikahan terkadang membuat pasangan memilih untuk menunda pernikahannya. Namun meskipun menunda pernikahan bertujuan untuk mengumpulkan materi dan mematangkan  kedua calon. Terkadang hal tersebut malah membuat salah satu pihak merasa ragu dengan pasangannya. Wajar saja baik wanita maupun pria pasti akan mempertanyakan keseriusan dalam hubungan yang sudah terjalin lama.

Padahal hal seperti itu dapat diantisipasi beberapa waktu sebelum pernikahan. Anda dan pasangan bisa saja mempersiapkan pernikahan dengan cara melakukan konsultasi pra nikah. Banyak orang yang menganggap konsultasi pra nikah tidak perlu dilakukan dikarenakan belum sahnya kedua pasangan. Padahal konsultasi pra nikah memiliki banyak keuntungan bila dibandingkan konsultasi paska menikah.

Berikut ini merupakan 5 keuntungan yang didapatkan dari konsultasi pra nikah, penjelasannya dapat disimak di bawah ini :

1.      Pasangan memiliki pandangan ke depannya

Banyak kasus pernikahan yang pada awalnya hanya disibukan dengan perasaan kasmaran, kabanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ke depannya. Pasangan baru hanya memikirkan apa yang terjadi saat ini, dan masih menikmati perasaan dimabuk cinta. Padahal dengan melakukan konsultasi mereka dapat mengetahui akan kemana pernikahan tersebut dibawa? Selain itu kedua pasangan akan terhindar dari kesalahpahaman di kemudian hari.

2.      Lebih terarah

Pasangan yang baru menikah pasti memiliki banyak kemauan yang ingin dicapai, namun terkadang banyak yang tidak mengetahui bagaimana mengetahui cara untuk menggapainya. Dengan konsultasi pasangan akan lebih terarah dalam mencapai apa saja yang mereka inginkan kedepannya. Dengan begitu hubungan yang terjalin dapat bertahan 10, 20, 40 tahun atau lebih.

3.      Menyadari tak ada pernikahan yang tak rentan

Setiap pernikahan pasti rentan terhadap isu dan konflik, bahkan banyak public figure yang memiliki gelar “couple goals” oleh masyarakat kini harus berarkhir pada perceraian. Hal itu membuktikan jika setiap pasangan memiliki ancaman untuk berpisah. Salah satu keuntungan dari konsultasi sebelum pernikahan adalah pasangan dapat mengantisipasi terjadinya isu yang semakin membesar dalam hubungan mereka. Dan meminimasilir terjadinya perceraian.

4.      Menyatukan visi kedua pasangan

Setiap orang memiliki ekspetasinya masing-masing terhadap pernikahan. Bagi mereka yang telah resmi menikah menginginkan semua hal yang diharapkan dapat terjadi. Terkadang apa yang anda dan pasangan inginkan pasti mengalami perbedaan dan pertentangan. Melalui konsultasi pra nikah pasangan akan mendefinisikan mengenai pernikahan yang diinginkan dan menyatukannya. Sehingga ketika mereka resmi menikah pasangan tinggal menjalankan bersama.

5.      Membantu memahami latar belakang keluarga pasangan

Jika seseorang memutuskan mengikat seseorang untuk menikah, maka dia juga memutuskan untuk mengikat keluarga besarnya. Perbedaan budaya yang dibangun oleh keluarga pasangan pasti akan terlihat pada saat anda sah menjadi keluarga besarnya. Tentu saja saat menikah pasti anda membutuhkan proses adaptasi, adanya konsultasi pra nikah ini dapat membantu anda untuk lebih cepat memahami latar belakang dan kebiasaan yang tumbuh di keluarga pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Manfaat Konseling Pranikah Yang Perlu Kita Ketahui Bersama

Manfaat Konseling Pranikah Yang Perlu Kita Ketahui Bersama

Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sah antara laki-laki dan perempuan yang dilandasi oleh cinta kasih dan bertujuan untuk menjadi keluarga bersama. Pernikahan juga menjadi puncak kebahagian dari setiap pasangan kekasih. Namun pernikahan sendiri bukan hanya mengaitkan kedua pasangan saja, pernikahan memerlukan banyak persiapan baik materi maupun psikologis dari kedua belah pihak.

Jika anda salah satu orang yang tengah mempersiapkan prosesi pernikahan, hendaknya calon pasangan  tidak hanya mempersiapkan prosesi pernikahan saja tapi juga mempersiapkan mental mereka. Sering sekali calon pasangan mengabaikan persiapan mental menjelang pernikahan, padahal ketika mereka menikah kondisi mental sangat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga nanti.

Ketika kita menikah pasti kita mengalami kondisi yang berbeda, yang biasanya kita bangun siang dan bermalas-malasan ketika menikah kita akan dituntut bangun pagi dan mempersiapkan segala kebutuhan suami. Atau ketika menikah tuntutan financial yang  akan jauh lebih besar dibandingkan sebelum menikah. Meskipun terlihat sepele namun perubahan kebiasaan dan banyaknya tuntutan akan mempengaruhi Psikologis setiap pasangan.

Maka dari itu, sebaiknya sebelum menjalin hubungan rumah tangga akan lebih baik jika setiap pasangan melakukan konseling pranikah dengan tujuan membangun rumah tanggga yang hamonis. Di bawah ini adalah manfaat dari konseling pranikah diantaranya :

  1. Masa depan rumah tangga akan lebih terarah

Ketika pasangan kekasih telah melangsungkan proses pernikahan pasti dalam bayangan mereka hanyalah keindahan ketika hidup bersama. Untuk menyiapkan masa depan tidak bisa dibuat sembarangan, setiap pasangan harus mulai memikirkan perekonomian rumah tangga dan keberlangsungan anak mereka kelak. Dengan, melakukan konseling pranikah diharapkan pasangan baru dapat memperhitungkan hal-hal demikian.

2. Mengurangi resiko keretakan dalam rumah tangga

Keretakan rumah tangga merupakan hal yang ditakutkan oleh setiap pasangan suami istri. Kadang beberapa pasangan baru  mengungkapkan rahasia pribadi mereka setelah menikah dan terkadang hal itu menjadi hal yang memberatkan pihak suami ataupun istri, atau mungkin hal lain yang membuat keretakan rumah tangga. Untuk menghidari hal tersebut diharapkan pasangan melakukan konseling pranikah karena dengan berkonsultasi Psikolog akan memberikan tips-tips bagaimana mengahadapi permasalahan rumah tangga.

3. Menyatukan Visi  pasangan

Dengan menikah pasti akan menyatukan dua kepribadian yang berbeda, namun untuk menyatukan hal tersebut diperlukan proses dan pemikiran yang sama-sama dewasa. Peran konseling disini untuk mediasi kedua pasangan agar lebih mengerti karakter pasangannya, jangan sampai karena ego pasangan masing-masing tujuan pernikahan menjadi gagal.

4. Mencegah masalah yang terkait dengan keuangan

Masalah keuangan sering  menjadi masalah besar dalam rumah tangga seperti seorang suami yang tidak pernah menafkahi istrinya, gaji istri yang lebih besar dari gaji suami atau masalah financial lainnya. Dengan melakukan konsultasi pranikah calon pasangan dapat belajar bagaimana mengelolah keuangan rumah tangga nantinya.

5. Memberikan kepuasan dalam pernikahan

Dalam konsultasi pranikah tidak hanya membahas mengenai psikologi pasangan saja, namun pasangan suami istri nanti dapat menanyakan mengenai hal-hal seksologi dalam pernikahan.

6. Memberikan problem solving terhadap pemasalahan rumah tangga.

Banyak pasangan suami istri yang sering meributkan hal-hal yang sepele dalam rumah tangga atau masalah kecil yang lama kelamaan menjadi masalah besar dalam rumah tangga. Hal tersebut sering sekali kita jumpai, dengan berkonsultasi dapat membantu pasangan dalam menyelesaikan dari sumber masalahnya.

Nah informasi diatas adalah manfaat dari konseling pernikahan, pernikahan adalah sebuah ritual suci yang menyatukan bukan hanya kedua pasangan namun juga melibatkan seluruh keluarga pasangan. Jangan sampai karena mental yang belum siap membuat pernikahan yang harmonis menjadi berantakan.

Apabila anda ingin menanyakan informasi informasi lebih lanjut mengenai konseling pranikah anda dapat mengakses website kami di http://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 085290499960.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

12 Topik yang Harus Anda Bahas dengan Pasangan Sebelum Menikah

12 Topik yang Harus Anda Bahas dengan Pasangan Sebelum Menikah

 

Pernahkah anda bertanya-tanya apa saja yang perlu dibicarakan sebelum menikah? Bagi mereka yang kebingungan soal tersebut seringkali datang ke konselor pernikahan untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Datang pada konselor pernikahan merupakan hal yang tepat dan wajib anda lakukan dengan pasangan untuk memantapkan diri ke jenjang pernikahan.

Untuk memudahkan bahan diskusi ketika anda berkunjung ke klinik psikologi semarang, ada baiknya anda perhatikan beberapa pertanyaan di bawah ini sesuai dengan topik pernikahan, yaitu:

Arti Komitmen Pernikahan

  1. Jelaskan apa arti komitmen bagi anda ?
  2. Dari semua orang yang pernah ada dalam hidup anda, mengapa anda memilih pasangan anda untuk ke jenjang pernikahan?
  3. Apa yang membuat anda tertarik pada pasangan anda? Dan apa yang membuat anda yakin hidup bersamanya untuk selamanya?

Target Hidup Jangka Panjang

  1. Apa yang menjadi hidup anda dalam waktu dekat dan masa yang akan datang terkait dengan karir anda?
  2. Apakah anda berencana untuk meninggalkan warisan setelah anda meninggal?

Harapan Bersama

  1. Apa yang anda harapkan dari pasangan anda pada masa-masa yang menyedangkan, masa yang menyedihkan, masa sulit seperti sakit atau kehilangan pekerjaan?
  2. Maukah anda menyisihkan waktu anda untuk bersenang-senang bersama dengan pasangan anda ?
  3. Di lingkungan seperti apa yang anda inginkan untuk hidup bersama dengan pasangan anda?
  4. Taukah berapa lama pasangan anda bisa menghabiskan waktu bersenang-senang dengan teman-temannya?
  5. Berapa waktu yang sesuai untuk dihabiskan untuk bekerja?
  6. Apakah anda dan pasangan setuju untuk menyokong finansial rumah tangga nantinya? Terlebih ketika sudah memiliki anak?
  7. Apakah anda nyaman dengan gaji yang berbeda dengan pasangan?
  8. Bagaimana cara anda menghadapi masa ketika salah satu dari anda menghadapi masa akhir karir atau pensiun?

Kesepakatan Dalam Hidup

  1. Bagaimana anda dalam merencanakan hidup bersama?
  2. Di mana anda dan pasangan akan tinggal setelah keberadaan anak-anak?
  3. Bagaimana bila anda mendapatkan promosi jabatan atau pekerjaan baru yang mengharuskan anda pindah?
  4. Apakah anda berkeinginan untuk tinggal di suatu rumah atau daerah dalam kurun waktu yang lama?
  5. Apakah anda harus hidup dekat dengan orang tua ketika mereka mulai menua?

Keturunan

  1. Apakah anda berencana untuk memiliki keturunan? Jika ya, berapa banyak?
  2. Kapan anda mulai merencanakan memiliki anak?
  3. Seberapa jauh rentah usia antara anak?
  4. Apa pendapat anda tentang abosi?
  5. Filsafat atau pola asuh seperti apa yang orang tua anda ajarkan pada anda dalam membesarkan anak? Apakah anda setuju?
  6. Bagaimana anda memberikan atau mengajarkan soal nilai-nilai kehidupan pada anak-anak anda?
  7. Jenis hukuman seperti apa yang tepat dan tidak tepat untuk anak?

Keuangan

  1. Apakah anda memiliki beberapa rekening?
  2. Jika anda memiliki beberapa rekening, bisa jelaskan apa perbedaannya?
  3. Siapa yang akan membayar tagihan keluarga?
  4. Siapa yang akan mengatur pengeluaran dalam keluarga?
  5. Apabila terdapat konflik soal keuangan, bagaimana cara anda untuk menyelesaikannya?
  6. Apakah ada hutang yang anda atau pasangan miliki sebelum menikah?
  7. Apakah anda berencana untuk berhemat untuk memiliki rumah?
  8. Berapa batas maksimal hutang yang dapat anda terima?
  9. Apa yang menjadi rencana finansial soal pendidikan anak-anak?
  10. Apakah anda menggunakan perencanaan keuangan?

Orang Tua dan Mertua

  1. Berapa banyak waktu yang perlu anda habiskan bersama dengan orang tua anda?
  2. Bagaimana perencanaan anda dalam menghabiskan waktu untuk liburan?
  3. Dukungan apa yang anda harapkan dari pasangan anda apabila orangtua memberikan tekanan pada anda?
  4. Apakah menjadi masalah apabila orang tua mulai ikut campur soal masalah anda dengan pasangan?
  5. Hubungan seperti apa yang anda harapkan antara anak-anak dan orang tua anda?
  6. Apakah anda mengharapkan orang tua akan ikut hidup bersama anda ketika mereka mulai tua?

Ekspektasi dalam Peran Gender

  1. Apa yang orang tua ajarkan pada anda tentang pembagian peran di keluarga?
  2. Apakah hal tersebut adil dan apakah anda mengharapkan ada perubahan peran dalam keluarga?
  3. Apakah masing-masing dari anda memiliki preferensi berbeda yang mungkin tidak terkait dengan gender?
  4. Bagaimana anda akan membagi tanggung jawab rumah di keluarga anda nanti? Siapa yang akan mengurus kebun dan siapa yang akan mengurus dapur?
  5. Apakah anda berdua tetap memiliki keinginan untuk bisa bekerja walau sudah memiliki anak?
  6. Ketika anak-anak sakit, siapa yang akan menjaga mereka di rumah ?

Hubungan Romantis & Seks

  1. Seberapa sering anda ingin menikmati malam yang intim dengan pasangan?
  2. Bagaimana anda menyelesaikan masalah terkait perbedaan preferensi seksual dengan pasangan?
  3. Dapatkah anda membuat kesepakatan tentang perbedaan frekuensi seksual antara anda dan pasangan ?
  4. Apakah ada hal-hal tertentu yang terlarang dilakukan?
  5. Apakah anda setuju untuk membicarakan tentang masalahn seksual di luar aktivitas seksual?

Penyelesaian Konflik

  1. Apa yang anda pelajari dari orang tua atau keluarga asal anda dalam meyelesaikan konflik dengan pasangan ?
  2. Apa yang membuat anda nyaman ketika pasangan merasa sangat kesal?
  3. Dapatkah anda meminta waktu untuk lebih tenang dan damai untuk menyelesaikan masalah ?
  4. Ritual apa yang akan lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan setelah pertengkaran yang panas?

Kehidupan Spiritual

  1. Apa arti spiritualitas bagi anda masing-masing?
  2. Apa jenis partisipasi yang anda harapkan dari pasangan ketika masuk dalam suatu komunitas spiritual?

Perselingkuhan

  1. Apakah anda setuju bahwa perselingkuhan bukanlah soal pilihan?
  2. Apakah anda setuju bahwa perselingkuhan hati sama artinya dengan perselingkuhan secara seksual?
  3. Maukah anda berbicara dengan pasangan tentang adanya seseorang yang menarik perhatian anda dan atau secara erotik ?
  4. Apakah anda berkomitmen untuk tidak membicarakan hal terkait seksual pada lawan jenis (kecuali terapis atau profesional lain) tentang hubungan anda dengan pasangan ?

 

Demikianlah beberapa daftar pertanyaan yang perlu anda diskusikan dengan pasangan ketika ingin menuju jenjang hubungan yang lebih serius. Hal ini bisa anda bicarakan berdua dengan pasangan atau bila anda ingin melangsungkan diskusi yang lebih serius maka anda bisa melakukan konseling pramenikah dengan seksolog semarang. Apabila anda ingin melakukan konseling pernikahan maka anda bisa hubungi kontak person Maragama Consulting  di 0852 90 4999 60.